Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Maria Fransisca Elita Thea
"Semakin meluasnya diskursus middle powers yang dipromosikan oleh sejumlah negara dunia mendorong munculnya berbagai literatur untuk membahas dan memberikan konseptualisasi akademis bagi posisi tersebut. Middle powers dianggap sebagai kelompok negara yang memiliki kekuatan dan pengaruh tertentu pada tingkat global sehingga membedakannya dari negara-negara lain di bawah great powers pada umumnya. Meskipun mengalami peningkatan fokus literatur dan klaim langsung oleh negara-negara, sayangnya, diskusi tentang middle powers dalam ilmu hubungan internasional sering terhambat oleh kurangnya kejelasan tentang apa arti sebenarnya dari istilah middle power. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengklarifikasi dan menelaah konsep middle powers secara komprehensif. Dengan menggunakan metode kronologi, kajian literatur ini menunjukkan perkembangan literatur middle powers dalam tiga periode: (1) sebelum Perang Dingin, (2) masa Perang Dingin (1947-1991), dan (3) pasca Perang Dingin (1992-2020). Pemetaan literatur secara kronologis dimaksudkan agar tinjauan ini mampu menarik menelusuri perkembangan konsep middle powers dari kajian-kajian terdahulu hingga terkini. Dengan begitu, tulisan ini tidak hanya memberikan pemahaman middle powers dalam suatu konteks saja, melainkan dapat menyediakan identifikasi berbagai pola dan kecenderungan yang terbentuk sesuai pergeseran dinamika politik internasional dari masa ke masa. Pada akhirnya, kajian literatur ini berpendapat bahwa perkembangan konsep middle powers didasari oleh ambisi negara-negara untuk mengejar status yang lebih tinggi dibandingkan sekadar negara lain di luar great powers. Hal ini dilakukan dalam rangka mengamankan kepentingan nasional dan meningkatkan pengaruh mereka dalam sistem internasional.
The increasingly widespread discourse of middle powers promoted by a number of countries has led to the emergence of literatures which discuss and provide academic conceptualizations for the position. Middle powers are considered as a group of countries that have certain powers and influences at the global level, thus distinguishing them from other countries under the great powers in general. Despite increasing focus on literature and direct claims by countries, unfortunately, discussions about middle powers in international relations studies are often hampered by a lack of clarity about what the term really means. The main objective of this research is to clarify and examine the concept of middle powers comprehensively. Using chronological method, this literature review shows the development of middle powers literature in three periods: (1) before the Cold War, (2) during the Cold War (1947-1991), and (3) post-Cold War (1992-2020). Chronological mapping of the literatures is intended so that this review is able to explore the development of middle power conception from previous studies to the latest ones. That way, this paper not only provides an understanding of middle powers in a specified context, but is able to provide identification of various patterns and trends that are formed in accordance with the shifting dynamics of international politics from time to time. In the end, this literature review argues that the development of middle power concept is driven by the ambitions of countries to pursue higher status than the generalization of other countries outside the great powers. This is done in order to secure each country`s national interests and increase their influence in the international system."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Salma Sania
"Tulisan ini membahas perubahan kebijakan pertahanan Australia melalui 2020 Defence Strategic Update yang merumuskan strategi pertahanan Australia khususnya sebagai upaya menghadapi konflik persaingan strategis di Indo-Pasifik. Indo-Pasifik merupakan jalur maritim strategis yang sarat akan kepentingan bagi berbagai negara. Australia pun menjadi salah satu negara yang memiliki kepentingan baik secara strategis maupun ekonomi di wilayah tersebut. Namun, terjadinya konflik persaingan strategis antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah mengakibatkan terancamnya perdamaian dan keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Sebagai negara yang berada di kawasan Indo-Pasifik, menjadi penting bagi Australia untuk menjaga stabilitas di kawasan tersebut agar kepentingannya menjadi tidak terganggu. Dengan demikian, sebagai upaya untuk menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang tersebut Pemerintah Australia pun menerapkan strategi pertahanan baru yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan Angkatan Pertahanan Australia/Australia Defence Force (ADF) melalui kebijakan pertahanan terbarunya, yakni 2020 Defence Strategic Update. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan studi pustaka, tulisan ini berupaya untuk menganalisis perubahan strategi pertahanan dalam 2020 Defence Strategic Update dengan menggunakan konsep negara middle power (kekuatan menengah) dan teori balance of power (keseimbangan kekuatan). Temuan dari penelitian ini adalah Australia sebagai negara dengan kekuatan menengah telah menerapkan berbagai strategi perimbangan kekuatan dalam upaya menjaga keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik. Secara internal strategi perimbangan kekuatan Australia dilakukan dengan meningkatkan kekuatan militernya. Kemudian, secara eksternal strategi perimbangan kekuatan Australia dilakukan dengan memperkuat hubungan aliansi dengan sekutunya, yakni Amerika Serikat, serta meningkatkan hubungan regional dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
This paper discusses changes in Australia's defense policy through the 2020 Defense Strategic Update which formulates Australia's defense strategy specifically as an effort to deal with strategic competitive conflicts in the Indo-Pacific. The Indo-Pacific is a strategic maritime route that is full of interests for various countries. Australia is also a country that has both strategic and economic interests in the region. However, the occurrence of a strategic competition conflict between the United States and China has resulted in threats to peace and the balance of power in the Indo-Pacific region. As a country in the Indo-Pacific region, it is important for Australia to maintain stability in the region so that its interests are not disturbed. Thus, as an effort to deal with the evolving security challenges, the Australian Government has implemented a new defense strategy aimed at strengthening the capabilities of the Australian Defense Force (ADF) through its newest defense policy, namely the 2020 Defense Strategic Update. By using qualitative research methods and literature, this paper seeks to analyze changes in defense strategy in the 2020 Defense Strategic Update using the concept of a middle power state and balance of power theory. The findings of this study are that Australia as a middle power country has implemented various power balance strategies in an effort to maintain the balance of power in the Indo-Pacific. Internally, Australia's balance of power strategy is carried out by increasing its military strength. Then, externally, Australia's balance of power strategy was carried out by strengthening alliance relations with its ally, namely the United States, as well as increasing regional relations with countries in the Indo-Pacific region."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library