Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 9 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Emmerink, R.H.M.
Berlin: Springer, 1998
388.11 EMM i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Panjaitan, Pitua
"Kemacetan Ialu Iintas di DKI Jakarta teertama pada jam sibuk (rush hours) berdampak negatif terhadap perekonomian, polttik, sosial budaya, dan Hankam. Dampak terhadap perekonomian, misalnya, ongkos trasport tinggi, roda perekonomian terganggu. Dampak terhadap politik, misalnya, ketidakpercayaan rakyat terhadap kebijakan pemerintah khususnya Pemda DKI, Kepolisian, dan DLLAJ Jakarta. Dampak terhadap sosial budaya, misalnya, dapat menyebabkan stres, emosi,cemas, marah dan kemungkinan bisa menimbulkan konflik, dan polusi sehingga mengganggu kesehatan. Dampak terhadap Hankam, misalnya, menyebabkan ketertiban umum terganggu, rawan kriminal bagi pengguna jalan. Akibat dari ini dapat melemahkan ketahanan wilayah DKI Jakarta yang otomatis dapat melemahkan ketahanan nasional.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan lalulintas ini cukup banyak, namun penutis hanya menfokuskan pada dua permasalahan, yaitu :
1. Kemacetan lalulintas sebagai indikator rendahnya disiplin pengguna jalan
2. Kemacetan lalulintas sebagai indikator panjang jalan yang tidak sesuai dengan volume kendaraan.
Dari permasalahan tersebut dirumuskan tiga pertanyaan, sebagai berikut:
1. Bagaimana disiptin berlalulintas di DKI Jakarta.
2. Bagaimana panjang jalan dengan volume kendaraan di DK( Jakarta.
3. Faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhi kemacetan lalulintas di DKI Jakarta.
Didasarkan dari mmusan tiga pertanyaan tersebut di atas, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan disiplin berlaiulintas di DKI Jakarta, mendeskripsikan panjang jalan dengan volume kendaraan dt DKI Jakarta, mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan lalulintas di DKI Jakarta.
Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analisis yang bertujuan mengestimasi pengaruh kemacatan lalulintas kota terhadap ketahanan kota yang diharapkan dapat memberi masukan kepada Pemda DKI dan instansi terkait (Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, DLLAJ DKI Jakarta, dan Dit Lantas Potda Metro Jaya) dalam merumuskan kebijaksanaan guna menanggulangi kemacetan lalulintas di DKI Jakarta. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisa kualitatif yang didukung data kuantitatif dan tabel frekuensi yang disajikan berdasarkan hasil jawaban responden, kemudian di-cross dengan data primer yang dikumpulkan dari Dinas Pakerjaan Umum DKI Jakarta, BPS DKI Jakarta, DLLAJ DKI Jakarta, dan Dit Lantas Poida Metro Jaya yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin berlalulintas, panjang jalan...."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T5715
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fikri Arif Sulaiman
"Ibu Kota Jakarta dan kota di sekitar Jakarta berkembang menjadi pusat bisnis dan aktivitas industri dan komersial. Jakarta dengan kota sekitarnya- Tanggerang, Bekasi dan Bogor- menjadi megapolitan yang dinamakan "Jabodetabek". Jakarta merupakan kota yang sangat padat popoulasi dengan berbagi sektor aktivitas. Secara bersamaan perkembangan demografi dan ekonomi, jumlah kendaraan bermotor berkembang secara cepat, akibatnya perkembangan tersebut menciptakan banyak masalah di bidang transpotasi. Sistem transportasi di Jakarta tidak banyak berkembang hingga sekarang. Mayoritas mode transport di Jakarta adalah kendaraan pribadi dan motor. Terdapat banyak masalah pada sistem sekarang, untuk melayani seluruh aktivitas Jakarta harus mempunyai kualitas sistem transport yang dapat melayani seluruh penduduk di Jakarta. Pemerintahan Provinsi Jakata telah mengeluarkan pengaturan sistem transport yang merupakan integrasi dari beberapa model transport dimana termasuk di dalamnnya incluent Bus Rapide Transit (BRT), Outer Ring Road, Mass Rapide Transit (MRT) dan Waterway.

La capitale de Jakarta et la ville autour de Jakarta sont devenue le centre des affaires, des activites industrielles et des commerciales. Jakarta avec les autres villes d'autour Jakarta -Tanggerang, Bekasi et Bogor - Sont devenu megapolitain qui s'est appelle le "Jabodetabek". Jakarta est une ville tres dense et la population avec un large de divers secteurs d'activites. Egalement avec la croissance demographique et economique, le nombre de vehicules automobiles montre egalement une croissance rapide, la consequence que la croissance rapide de vehicules automobiles peut provoquer beaucoup problemes sur le transport. Le systeme de transport a Jakarta na pas beaucoup de croissance jusqu'a presente. Les majorites de modes transport a Jakarta sont la voiture privee et la moto. Il y a beaucoup de problemes sur le systeme existant. Pour desservir tous les activites, Jakarta doit avoir l'un systeme qualite de transport qui capable de servir tous les habitants de Jakarta. Le gouvernement provincial de Jakarta a indique que l'arrangement du systeme de transport ce qui est l'integration de plusieurs modeles de transport qui incluent Bus Rapide Transit (BRT), L'Outer Ring Road, Mass Rapide Transit (MRT) et Waterway."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
T27823
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Aulia Yusuf
"Kemacetan lalu lintas merupakan masalah umum yang dihadapi hampir semua wilayah perkotaan di Negara berkembang. Akibat yang ditimbulkan dari kemacetan lalu lintas sangatlah besar apabila kita cermati. Salah satunya adalah pemborosan biaya operasional kendaraan. Jalan Setiabudi merupakan salah satu ruas jalur yang sangat padat lalu lintas terutama di sekitar sekolah Shafiyatul Amaliyah. Pada jam-jam pergi dan pulang sekolah sering terjadi kemacetan. Ini menyebabkan biaya yang harus dikeluarkan semakin bertambah sehingga merugikan pengguna kendaraan pribadi. Untuk menganalisa Biaya Operasional Kendaraan digunakan metode PT. Jasa Marga dan LAPI ITB sehingga didapat biaya kemacetan di jalan setiabudi sebesar Rp. 1.370/km/kendaraan."
Jakarta: Universitas Dharmawangsa, 2016
330 MIWD 48 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Dewa Putra
"Skripsi ini membahas tentang lika-liku dan perkembangan lalu lintas jalan raya dan transportasi umum di Jakarta pada tahun 1989-2007. Metode penelitian ini menggunakan metode sejarah. Dalam penelitian ini ditemukan fakta bahwa dalam kurun waktu tersebut, keadaan arus lalu lintas di Jakarta seiring berjalannya waktu terjadi kemacetan yang semakin parah. Selain itu transportasi umum yang ada tidak mampu memberikan pelayanan yang memadai yang membuat masyarakat kebanyakan beralih menggunakan kendaraan pribadi. Berbagai kebijakan diterapkan untuk menanggulangi permasalahan jalan raya, namun hasilnya dirasa tidak memuaskan. Hingga akhirnya dioperasikan moda transportasi Transjakarta yang memberi secercah harapan untuk pelayanan transportasi umum yang lebih baik di Jakarta.

This undergraduate thesis expalains about twist and development of the traffic and public transportation in Jakarta in 1989-2007. This thesis use historical methods. In this undergraduate thesis finds fact that in 1989-2007, the traffic condition in Jakarta starts getting worse as the time goes by. Meanwhile, the existing public transportation couldnt keep up  with public demand, so a lot of people use their private vehicle. A lot of policy has been applied to reduce the traffic problem, albeit not satisfying. Finally, the government operate Transjakarta to better serve the public transportation demand in Jakarta."
Depok: Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutabarat, Sylvia
"Penelitian ini merupakan evaluasi terhadap kebijakan penanggulangan kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta Perkembangan kota-kota besar di negara berkembang tidak terlepas dari kemacetan lalu lintas dari tahun-ketahun semakin mengesalkan pengguna jalan raya terutama pengguna angkutan umum.
Analisis kebijakan penanggulangan kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta, diangkat 4 hal pokok yaitu (1) Bagaimana mengatasi kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta, (2) Prioritas kebijakan apa yang harus diterapkan didalam mengatasi kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta, (3) Transportasi yang bagaimana di harapkan dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta dan (4) Bagaimana koordinasi antar Departemen dan pihak swasta yang terkait di dalam mengatasi kemacetan lain lintas di DKI Jakarta.
Hasil penelitian ini menemukan (1) Pihak yang paling berkepentingan untuk menanggulangi kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta adalah pihak pemerintahan daerah bekerjasama dengan beberapa stakeholder lainnya, (2) Sasaran memperlancar arus lalu lintas di DKI Jakarta adalala kebijakan peningkatan jalan untuk dapat menampung luapan kendaraan yang terus bertambah setiap saat, (3) Prioritas mencapai beberapa sasaran yang ada yang perlu mendapatkan prioritas dalam rangka mencapai tujuan dari hasil penelitian ini adalah kebijakan penambahan jumlah armada bus dan pengembangan busway, (4) Lancarnya arus lalu lintas di DKI Jakarta akan mendorong terciptanya kondisi keamanan masyarakat pengguna jalan secara khusus dan stabilitas nasional secara umum.

This research is an evaluation on the policy to deal with the traffic jam in DKI Jakarta. The development of capital cities in the developing countries is inseparable from the traffic jam which is becoming more annoying from year to year specially for the public transport user.
There are 4 (four) main issues in the analysis of the policy to deal with the traffic jam in DKI Jakarta, which are (1) How to deal with the traffic jam in DKI Jakarta, (2), The priority of policy that should be implemented in dealing with the traffic jam in DKI Jakarta, (3) The type of transportation that is expected in dealing with the traffic jam in DKI Jakarta, and (4) The coordination between the Government Departments and related private sectors in dealing with the traffic jam in DKI Jakarta.
This research found that (1) The regional government, working together with the other stakeholder, has the most interest in dealing with the traffic jam in DKI Jakarta, (2) the objective to smoothen the traffic in DKI Jakarta is the policy to improve roads to accommodate the overflow of vehicles, (3) The policy to meet some of the objectives that has to be priorities to achieve the goal from the result of this research is the policy to increase the number of busses and the development of busway, (4) smooth traffic flow in DKI Jakarta will create a safe condition for the mad user in particular and the national stability in general.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T15265
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muhammad Shahabi Sakri
"ABSTRAK
Masalah transportasi darat masih banyak terjadi di wilayah DKI Jakarta. Dua di antaranya adalah kemacetan lalu lintas dan rendahnya penggunaan angkutan umum. Kemacetan di wilayah DKI Jakarta diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti padatnya penduduk yang beraktivitas di wilayah DKI Jakarta, tingginya penggunaan kendaraan pribadi, serta padatnya arus perjalanan pada waktu dan tempat yang sama. Faktor-faktor tersebut berkaitan erat dengan masalah kedua yakni rendahnya penggunaan angkutan umum. Menuju tahap akhir Pola Transportasi Makro pada tahun 2020, pembangunan sistem transportasi darat di wilayah DKI Jakarta diharapkan dapat mengatasi masalah transportasi yang ada. Penulis mencoba meneliti bagaimana kewenangan; bentuk upaya; serta bagaimana sebaiknya upaya ke depannya yang dapat dilaksanakan Pemerintah Daerah DKI Jakrta dalam mengendalikan masalah transportasi di wilayah DKI Jakarta. Penulis menggunakan metode penelitian atau pendekatan yuridis-normatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Dari penelitian ini Penulis menyimpulkan bahwa kewenangan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam mengendalikan masalah transportasi di DKI Jakarta sangat besar. Oleh karena itu, sebaiknya Pemerintah Daerah DKI Jakarta meningkatkan pelayanan dan memperbaiki sarana dan prasarana angkutan umum agar menarik pengguna jalan dalam menggunakan angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi sesuai dengan arahan pengembangan sistem transportasi.

ABSTRACT
Many land transportation problems are still occurring in the DKI Jakarta area, two of them being traffic congestions and poor utilisation of public transport. Several factors contribute to the congestion in the DKI Jakarta area, such as high population density who are active in the DKI Jakarta area, persistent use of private vehicles, and high flow of travel at the same time and place. These factors are closely related to the second mentioned problem which is the unpopular use of public transport. As we are heading towards the final stage of Pola Transportasi Makro in 2020, the development of the land transportation system in the DKI Jakarta area is expected to resolve these existing problems. This study will examine how the authority of, actions taken and possible recommendations to be implemented by the Regional Government of DKI Jakarta in order to subdue transportation problems within this region. Juridicial-normative approach is applied as study method for secondary data as study data source. From this study the author concluded that the Regional Government of DKI Jakarta possesses wide authority in controlling transportation problems in DKI Jakarta. Therefore, the Regional Government of DKI Jakarta should improve services, public transport facilities and infrastructure in order to attract road users in using public transport rather than private vehicles, in accordance with the direction of the development of the transportation system.

 

 

 

"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endah Wahyuningtias
"Pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Bogor menyebabkan semakin tingginya permintaan transportasi dalam kota. Banyaknya angkot, pedagang kaki lima serta kendaraan tidak bermotor yang masih beroperasi bahkan di pusat kota Bogor sering dikatakan menjadi penyebab kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui benarkah faktor-faktor di atas menyebabkan kemacetan di Kota Bogor dan seberapa besar tingkat kemacetannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat jalan kolektor yang mengelilingi kebun raya Bogor jika dihitung dalam kondisi normal, hanya satu jalan saja yang mengalami kemacetan, namun berbagai kegiatan samping pada jalan-jalan ini menyebabkan kemaacetan pada dua jalan lain yang seharusnya tidak mengalami kemacetan dan ternyata angkot tidak menyebabkan kemacetan di pusat kota. Bogor.

Rapid growth of population in Bogor City causing the increase demands of transportation inside the city. Large amount of angkot, street vendors, and unmotorised cycle which is still allowed to operate even in the center of the city often said as the cause of congestion. This research purpose is to know are all of that factor really causing the congestion and how high is the congestion level. The research result showed that from four collector road around Bogor botanical garden, in normal condition, there is only one road had congestion, but so many side activities on those road causing congestion on another two road which supposed to not had the congestion, and actually angkot are not causing the congestion in the central of Bogor City."
Depok: Universitas Indonesia, 2008
S34139
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library