Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Kurnianto Ilham
"Menurut Word Health Organization (WHO), pada tahun 2025 jumlah lansia global akan mencapai 1,2 miliar dan diperkirakan akan meningkat menjadi 2 miliar pada tahun 2050. Selain itu, WHO memperkirakan bahwa 75% dari populasi lansia pada tahun 2025 akan berada di negara-negara berkembang dengan separuhnya tinggal di Asia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) data statistik penduduk lanjut usia tahun 2023 berdasarkan prevalensi di provinsi Banten tahun 2023 jumlah lansia yang berdasarkan usia lansia muda (60 - 69 tahun) sebanyak 71,41 orang, lansia madya (70 - 79 tahun) sebanyak 23,05 orang dan lansia tua (80+ tahun) sebanyak 5,54 orang.
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh program otago exercise terhadap keseimbangan dinamis dan resiko jatuh pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan One Group Pre-Test and Post-Test dengan desain penelitian Quasy Eksperimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Panti Werdha Tangerang yang berjumlah 45 orang. Sampel yang digunakan dari penelitian ini adalah lansia di Panti Werdha Tangerang yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah sampel 30 responden.
Pada penelitian ini akan dilakukan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan uji Saphiro Wilk karena sampel pada penelitan ini 30 < 50 responden. Hasil uji normalitas adalah data tidak berdistribusi normal, maka uji yang dilakuakn uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test.
Hasil penelitian didapatkan hasil keseimbangan dinamis dan resiko jatuh pada lansia sebelum diberikan program otago exercise didominasi resiko jatuh tinggi sebesar 20 (66,7%) responden dan nilai mean 32,3 detik, sedangkan hasil keseimbangan dinamis dan resiko jatuh pada lansia sesudah diberikan program otago exercise didapatkan hasil didominasi resiko jatuh ringan sebesar 19 (63,3%) responden dan nilai mean 19,2 detik. Hasil statistik dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan hasil p-value 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa adanya pengaruh program otago exercise terhadap perubahan keseimbangan dinamis dan resiko jatuh pada lansia.

According to the World Health Organization (WHO), in 2025 the number of ederly people globaly will reach 1.2 billion and is expected to increase to 2 billion by 2050. In addition, WHO estimates that 75% of the ederly population in 2025 will be in developing countries with half living in Asia. According to the Central Statistics Agency (BPS), statistical data on the ederly population in 2023 based on prevalence in Banten province in 2023, the number of ederly based on the age of young ederly (60 - 69 years) was 71.41 people, middle ederly (70 - 79 years) was 23.05 people and old ederly (80+ years) was 5.54 people.
This study aims to determine the effect of the Otago Exercise program on dynamic balance and the risk of falling in the ederly. This study uses the One Group Pre-Test and Post-Test approach method with the Quasy Eksperimental Design research design. The population in this study were the ederly in the Tangerang Werdha Home totaling 45 people. The sample used in this study was the ederly in the Tangerang Werdha Home who met the inclusion criteria with a sample size of 30 respondents.
In this study, a normality test will be carried out first using the Shapiro Wilk test because the sample in this study was 30 <50 respondents. The results of the normality test are that the data is not normally distributed, so the test carried out is the Wilcoxon Signed Rank Test statistical test.
The results of the study showed that the results of dynamic balance and risk of falling in the ederly before being given the Otago exercise program were dominated by a high risk of falling by 20 (66.7%) respondents and a mean value of 32.3 seconds, while the results of dynamic balance and risk of falling in the elderly after being given the Otago exercise program were dominated by a mild risk of falling by 19 (63.3%) respondents and a mean value of 19.2 seconds. Statistical results with the Wilcoxon Signed Ranks Test obtained a p-value of 0.000 <0.05. This proves that there is an effect of the Otago exercise program on changes in dynamic balance and risk of falling in the elderly.
"
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Eki Ayubi
"Laju erosi disebabkan oleh adanya perubahan tata guna lahan di Kali CBL, erosi tanah kemudian berpotensi terjadinya pengendapan atau penggerusan, hal ini akan memberikan dampak pada Kali CBL. Perlu adanya analisis pengaruh tata guna lahan terhadap potensi pengendapan/penggerusan pada Kali CBL yang dibantu dengan aplikasi HEC-RAS 4.1, kemudian hasilnya dijadikan acuan dalam mengevaluasi dampak. Diawali dengan identifikasi input HEC-RAS, kemudian mencari lalu mengolah data primer dan sekunder, lalu data diinput ke dalam HEC-RAS, dan akhirnya dilakukan simulasi untuk kondisi eksisting dan RTRW, masing-masing sebanyak 7 kali untuk persamaan angkutan sedimen yang berbeda. Hasil simulasi dianalisis pada Sediment Spatial Plot yang paling sesuai dengan teori keseimbangan dinamis di sungai dan kecepatan jatuh (Fall Velocity), kemudian didapat 2 persamaan angkutan sedimen adalah persamaan Laursen (Copeland) dan Toffaleti. Keduanya menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dimana dari kondisi Eksisting ke RTRW mengalami kenaikan elevasi rata-rata sebesar 0.044 (Laursen) dan 0.047 (Toffaleti) cm per satu meter jarak saluran dalam setahun, hasil ini dievaluasi, dan disimpulkan bahwa dampak terhadap Kali CBL masih terbilang kecil karena tidak mengubah dimensi saluran secara signifikan, namun perlu adanya perhatian dan pengelolaan tata guna lahan kedepannya agar dampak yang ditimbulkan tidak lebih besar.

The erosion rate is caused by land use changes in CBL river, soil erosion then has the potential for deposition or erosion, this will have an impact on CBL River. It is necessary to analyze the effect of land use changes on the potential for deposition or erosion in CBL river assisted by application of HEC-RAS 4.1 which is the results are used as a reference in evaluating the impact. Firstly identifying the inputs of HEC-RAS, processing primary and secondary data, the data is inputted into HEC-RAS, and run the simulation for existing and RTRW conditions, each conditions is simulate 7 times for different transport function. The simulation results is Sediment Spatial Plot which is determined by the results that more matched the theory of dynamic equilibrium and falling velocity, then obtained 2 Transport Function are Laursen (Copeland) and Toffaleti. where the average elevation increases is 0.044 (Laursen) and 0.047 (Toffaleti) cm/meter channel distance in a year, these results then concluded that the impact on Kali CBL is still small because it doesn’t change the dimensions of the channel significantly, but it needs attention and management of future land use so that the impact is not greater.

"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library