Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 54 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Klorofil (Chlorophyll) berasal dari bahasa Yunani kuno: Chloros (hijau kekunungan) dan phyllon (daun) . Klorofil merupakan zat hijau daun yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan dan berperan dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan energi sebagai sumber kehidupan...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fikri Firdaus
"Estuaria merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas tinggi,karena dalam perairan tersebut terdapat organisme fitoplankton. Fitoplankton memilikiperan dalam produktivitas primer disuatu perairaan, yaitu sebagai produsen denganmembentuk zat organik dan anorganik melalui fotosintesis. Di tepi sungai Cimandiri,pada akhir tahun 2010 pembangunan PLTU Pelabuhanratu telah selesai dan mulaiberoperasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan dan hubungan antarakarakteristik fisik perairan dengan sebaran fitoplankton sebelum dan sesudah adanyaPLTU Pelabuhanratu. Karakteristik fisik perairan dalam penelitian ini adalah padatantersuspensi, salinitas, suhu permukaan laut dan arus permukaan laut serta konsentrasiklorofil-a sebagai indikator keberadaan fitoplankton.
Metode yang digunakan adalahanalisis spasial menggunakan data penginderaan jauh yang divalidasi dari hasil in situ.Data penginderaan jauh yang digunakan adalah Citra Landsat 5 pada tahun 2006 danCitra Landsat 8 pada tahun 2016.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlahfitoplankton saat sebelum dibangunnya PLTU Pelabuhanratu lebih tinggi dibandingkandengan sesudah dibangunnya PLTU Pelabuhanratu. Nilai konsentrasi fitoplankton iniberbanding lurus dengan nilai variabel padatan tersuspensi dan suhu permukaan laut,namun berbanding terbalik dengan nilai salinitas dan tidak terlihat berpengaruhterhadap arah dan kecepatan arus laut.

Estuary is one of the coastal ecosystem with high productivity, because the waterscontains an organism called phytoplankton. Phytoplankton has a role in primerproductivity of a waters, namely as a producer of organic and inorganic substancesformed through photosynthesis. In the bank of Cimandiri river, by the end of 2010,Pelabuhanratu Coal Power Plant construction had completed and started operating.
This research aims to analyze the changes and the relationship between the physicalcharacteristics of the waters and the phytoplankton distribution before and after theconstruction of Pelabuhanratu Coal Power Plant. The physical characteristics of the waters used in this research are total suspended solid, salinity, sea surface temperature,currents and chlorophyll a concentration as indicators for the presence of phytoplankton.
The method used in this research is spatial analysis using remote sensing data that is validated from the results of in situ. For the remote sensing data, this research used Landsat 5 imagery in 2006 and Landsat 8 imagery in 2016.
The result shows that the amount of phytoplankton before the construction of Pelabuhanratu Coal Power Plant is higher than after Pelabuhanratu Coal Power Plant had been constructed. Moreover, this phytoplankton concentration value is directly proportional to the valueof total suspended solid and sea surface temperature, but inversly proportional to thesalinity value and has no effect on acean currents.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S68204
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silaban, Alexander Immanuel Yosua
"Pengembangan industri yang terjadi di Kabupaten Karawang mempunyai dampak positif yaitu memajukan ekonomi masyarakat. Selain itu, pengembangan industri tersebut juga mempunyai dampak yang buruk terhadap lingkungan. Salah satu dampak buruknya adalah produksi limbah yang semakin meningkat dan pembuangan limbah tersebut secara sembarangan, contohnya ke aliran sungai. Hal tersebut secara langsung dapat mempengaruhi kondisi fisik perairan di sungai tersebut dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap persebaran klorofil-a. Klorofil-a merupakan zat hijau yang terdapat dalam fitoplankton. Fitoplankton merupakan organisme penting sebagai awal rantai makanan di laut yang berperan sebagai produsen. Fitoplankton dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis yang dibantu oleh cahaya matahari dan klorofil-a yang terkandung didalamnya untuk membentuk zat organik dan anorganik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan hubungan antara kondisi fisik perairan terhadap perubahan klorofil-a di Muara Ci Parage akibat pengembangan industri Kabupaten Karawang yang terjadi selama tahun 2014-2016. Kondisi fisik perairan yang dimaksud adalah suhu permukaan laut, salinitas, dan muatan padat tersuspensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persebaran klorofil-a mengalami penurunan yang cukup signifikan selama tahun 2014 - 2016.

Industrial development that occurred in Karawang has a positive impact that is advancing the economic society. In addition, the development of the industry also had a bad impact on the environment. One of the bad impact is increasing waste production and disposal of such waste in vain, for example to the flow of the river. It can directly affect the physical condition of the waters in the river and indirectly affect distribution of chlorophyll a. Chlorophyll a was a green substance found in phytoplankton. Phytoplankton is important organisms as the beginning of the food chain in the ocean that acts as the manufacturer. Phytoplankton can make its own food through the process of photosynthesis which aided by sunlight and chlorophyll a contained therein to establish organic and inorganic substances.
This research aims to analyze the changes in the relationship between the physical condition of the waters to changes in chlorophyll a in the estuary of the Ci Parage result Karawang industrial development that occurred during the years 2014 2016. The physical condition of the waters in question are the sea surface temperature, salinity, and suspended solid loads. The results of this research show that the distribution of chlorophyll a significant decline over the years 2014 2016.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desi Octavia
"ABSTRACT
Kabupaten Subang merupakan salah satu sentra perikanan di Provinsi Jawa Barat. Sebagai salah satu kawasan tambak terbesar, penting untuk menjaga kualitas perairan tambak di Blanakan, Kabupaten Subang. Produktivitas Primer dapaat digunakan untuk mengetahui kualitas suatu ekosistem, termasuk perairan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai produktivitas primer serta kandungan unsur hara dan kelimpahan fitoplankton pad perairan tambak di Blanakan. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun penelitian dan masing-masing terdiri dari 3 titik kedalaman, yaitu 0,5 m, 1 m, dan 1,5 m. Pembagian stasiun didasari pada vegetasi mangrove masing masing tambak, stasiun I memiliki vegetasi Avicennia marina, stasiun II Rhizopora mucronata, dan stasiun III memiliki vegetasi campuran kedua jenis dalam 1 tambak. Nilai produktivitas primer dilakukan menggunakan metode botol gelap-terang. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai produktivitas primer yang berkisar antara 152,083 ndash; 260,417 mgC/m3/hari dengan rata-rata tertinggi diperoleh pada stasiun I dan terendah pada stasiun III. Dari hasil uji statistik diketahui bahwa nilai produktivitas primer antar stasiun tidak berbeda signifikan. Berdasarkan hasil analisis korelasi pearsondiketahui bahwa produktivitas primer berkorelasi sangat kuat terhadap unsur hara nitrat, fosfat, klorofil-a dan kelimpahan fitoplankton.

ABSTRACT
Subang regency is one of the largest fisheries area in West Java. As one of the largest fishpond area in West Java, it is important to maintain the quality of fishpond area in Blanakan, Subang. Primary productivity can be used to defined the quality of an ecosystem include fishpond. The aim of this research was to measure the value of primary productivity in Blanakan fishpond, know the correlation among phytoplankton abundance, nitrate, phosphate, and chlorophyl a with primary productivity, and analyze the significance differences of primary productivity among three stations. The samples were collected from three sampling station based on its mangrove vegetation, station I consists of Avicennia marina, station II Rhizopora mucronata, while station III is a mixed mangrove vegetation fishpond consists of Avicennia marina and Rhizopora mucronata. Each of the stations were divided into three points based on different depth which consist of 0,5 meters, 1 meters, and 1,5 meters. The measurement of primary productivity was done by light dark bottle method. Meanwhile, the concentration of nitrate, phosphate and chloropyl a were measured by spectrophotometer method. The result showed that the value of primary productivity ranged from 152,083 to 260,417 mgC m3 day with the highest value obtained at station I and the lowest value at station III. According to statistical test, there is no significance differences of primary productivity value among three stations. Correlation analysis also showed that primary productivity was correlated strongly with niitrate, phosphate, chloropyl a and phytoplankton abundance. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Marwoto
"Tujuan dari penelitian adalah mencoba mengidentifikasi kerusakan hutan mangrove di Segera Anakan Cilacap dan hubungannya dengan sebaran konsentrasi Klorofil A. Citra dijital langsat TM 5 bulan September 1994 dan Desember 2000 peta dijital topografi digunakan dan survey lapangan dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa luas hutan mangrove telah berubah dari 12056 ha menjadi 9671 ha atau menyusut 20 persen dalam kurun waktu 6 tahun. Sementara atas dasar kerapatannya sekitar 12 persen hutan mangrove telah rusak. Secara spasial tidak ada korelasi antara distribusi konsentrasi Klorofil A dengan kerapatan vegetasi mangrove. Pola arus pasang dan arus sungai diduga berpengaruh terhadap pola distribusi Klorofil A yang terbentuk. "
2003
JUGE-5-Jan2003-12
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Fadli Yusandi
"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nutrisi nitrogen yang tepat dalam memanfaatkan mikroalga Chlorella vulgaris Buitenzorg sebagai bahan baku baik biodiesel maupun suplemen makanan. Nutrisi nitrogen divariasikan menjadi empat yaitu konsentrasi yang ada pada benneck (500 mg NaNO3/Liter), konsentrasi kekurangan nitrogen (250 mg NaNO3/Liter), konsentrasi kelebihan nitrogen (750 mg NaNO3/Liter), dan sumber nitrogen yang berbeda (500 mg CO(NH2)2/Liter).
Konsentrasi nitrogen yang ada pada medium benneck merupakan nutrisi yang paling optimal untuk menghasilkan lipid hingga mencapai 0.42 g/g biomassa. Sedangkan sumber nitrogen urea merupakan nutrisi yang paling tepat untuk menghasilkan protein hingga mencapai 0.54 g/g biomassa. Untuk menghasilkan klorofil, medium yang kelebihan nitrogen merupakan nutrisi yang paling tepat hingga mencapai 4.9 g/100g biomassa.

The purpose of this study was to determine the proper nitrogen nutrients in microalgae Chlorella vulgaris Buitenzorg use as raw material for both biodiesel and food supplements. Nitrogen nutrients varied into four namely the concentration that existed at the benneck (500 mg NaNO3/Liter), the concentration of nitrogen deficiency (250 mg NaNO3/Liter), excess nitrogen concentration (750 mg NaNO3/Liter), and different nitrogen sources (500 mg CO (NH2)2/Liter).
Nitrogen concentration in the medium benneck there is the most optimal nutrition to produce lipids up to 0:42 g / g biomass. While the source of urea nitrogen is the most appropriate nutrients to produce the protein until it reaches 0:54 g / g biomass. To produce chlorophyll, medium that excess nitrogen is the most appropriate nutrients to reach 4.9 g/100g biomass.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51673
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Harnadiemas R.F
"ABSTRAK
Energi cahaya merupakan salah satu faktor penting yang dibutuhkan dalam
kultivasi Chlorella vulgaris. Namun penggunaan energi cahaya dengan cahaya
lampu membuat peningkatan biaya produksi yang cukup signifikan. Siklus terang
gelap alami matahari dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang potensial
untuk kultivasi Chlorella vulgaris. Pada penelitian ini dilakukan proses kultivasi
Chlorella vulgaris dalam fotobioreaktor skala pilot 150 L di luar ruangan
menggunakan siklus pencahayaan terang gelap matahari. Pada proses kultivasi
luar ruangan tersebut, kultur Chlorella vulgaris dapat tumbuh dengan baik pada
kisaran temperatur 25- 40 oC dengan nilai Optical Density tertinggi 0,702 yang
dicapai pada jam ke-168. Setelah kultivasi selama 200 jam dilakukan pengujian
kandungan esensial dengan jumlah lipid sebesar 5,4 % berat kering, protein
sebesar 50,36 % berat kering, total klorofil sebesar 1,8306 ppm serta β-karoten
sebesar 0,686 ppm. Kualitas yield biomassa yang dihasilkan dengan
menggunakan pencahayaan terang gelap alami memang tidak sebaik pencahayaan
kontinu. Namun proses kultivasi dengan sistem terang gelap dapat dikaji lebih
lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih ekonomis

ABSTRACT
Light energy is one of the important factors needed in the cultivation of Chlorella vulgaris. However, the use of light energy by halogen lamp increase cost of production significantly. Natural light dark cycle of the sun can be harnessed as a potential energy source for the cultivation of Chlorella vulgaris. In this research the cultivation of Chlorella vulgaris in a 150 L pilot scale photobioreactor outdoor lighting using light dark cycle of the sun. At the outdoor cultivation of Chlorella vulgaris culture was able to grow well in the temperature range 25-40° C with the highest Optical Density reached 0.702 at the hours to 168. After cultivation for 200 hours testing essential to the lipid content of dry weight, protein of dry weight, total chlorophyll, and B-carotene are 5,4% ;50,36%; 1,8306 ppm and 0,686 ppm, respectively. The quality of the biomass yield produced by using natural dark light illumination is not as good as continuous lighting. But the process of cultivation with natural light dark cycle can be studied further to obtain more economical results.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S43721
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Farrah Intansari
"Pembangunan bendungan di badan sungai akan menyebabkan fluktuasi debit aliran sungai yang dapat mengubah masuknya nutrien ke muara dan akan memengaruhi konsentrasi klorofil-a. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan setelah berfungsinya Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang terhadap kondisi klorofil-a di perairan sekitar Muara Cimanuk. Citra Landsat 8 multi temporal sebelum dan sesudah berfungsinya Waduk Jatigede digunakan untuk mengidentifikasi besaran konsentrasi klorofil-a dengan algoritma yang dikembangkan oleh Wibowo et.al 1993 . Daerah studi penelitian ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu wilayah barat Muara Cimanuk, wilayah timur Muara Cimanuk, dan wilayah perairan antara dua Muara Cimanuk. Penelitian ini menggunakan Trend Surface Analysis untuk menjelaskan pola persebaran klorofil-a. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pola persebaran klorofil-a yang berbeda sebelum dan setelah berfungsinya Waduk Jatigede. Faktor debit aliran sungai memengaruhi luasan sebaran konsentrasi klorofil-a 0.5 - 1 mg/m3 yang cenderung berkurang di perairan yang dekat dengan daratan.

The damming of river would impact river flow discharges fluctuations which could change nutrients entry into estuatries then affects chlorophyll a Chl a concentration. The purpose of this study is to investigate the effect of Jatigede Dam in Sumedang District rsquo s establishment to the Chl a concentration in the water areas around mouth of Cimanuk River. In this study, we used multi temporal Landsat 8 before and after the functioning of the Jatigede Dam to identify Chl a concentration using algorithm by Wibowo et.al 1993 . This research area was divided into 3 sections, western Cimanuk Estuary region, eastern Cimanuk Estuary region, and the waters between the two estuary. This study used Trend Surface Analysis to explain the distribution of Chl a. The results indicate that there is a different pattern of Chl a before and after the functioning of the Jatigede Dam. The river flow discharge affects the distribution area of Chl a 0.5 1 mg m3 which tend to decrease in the water nearby to land."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2017
S68810
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lalu Achmad Jani Qhadaffi
"Kabupaten Pandeglang adalah salah satu pusat produksi perikanan yang merupakan penghasil ikan ekonomis tinggi terbesar di Provinsi Banten. Salah satu spesies yang dominan tertangkap adalah jenis ikan kembung Rastrelliger spp . Produksi ikan kembung di Kabupaten Pandeglang mengalami fluktuasi diakibatkan kondisi daerah penangkapan ikan yang selalu berubah-ubah terkait kesuburan perairan. Kurangnya informasi kepada nelayan terkait daerah penangkapan ikan menyebabkan hasil tangkapan yang tidak menentu.
Penelitian ini bertujuan untuk, mencari korelasi antara suhu permukaan laut SPL dan densitas klorofil-a serta mencari korelasi antara SPL, klorofil-a dan hasil tangkapan ikan kembung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan mengumpulkan data primer berupa data tangkapan dan posisi penangkapan di 50 titik lokasi daerah penangkapan ikan, serta data skunder berupa SPL dan Klorofil-a selama tahun 2015-2017 yang diambil dari citra satelit AQUA-MODIS level 3 dengan resolusi 4 Km.
Hasil penelitian ini menunjukkan SPL tidak terlalu berpengaruh terhadap densitas klorofil-a perairan yang ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0.003 yang berarti hanya sebesar 0.3 variable klorofil-a dipengaruhi oleh SPL. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa bahwa SPL dan Klorofil-a sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan, yang ditunjukkan dengan nilai determinasi R2 sebesar 0.32 yang berarti variable independent mempengaruhi sebesar 32 terhadap hasil tangkapan.
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda di dapat persamaan ? = 1.834 9.850X1 0.264X2 dimana di dapatkan selisih rata-rata hasil tangkapan ikan kembung bertambah sebesar 9.8 Kg apabila terjadi penambahan densitas klorofil-a sebesar 1 mg/m3, dengan nilai variable lainnya tetap dan selisih rata-rata hasil tangkapan kembung bertambah sebesar 0.26 Kg apabila terjadi penambahan SPL sebesar 1°C.

Pandeglang Regency is the largest producer of high economic value of fish in Banten Province. One of the dominant species caught is mackerel Rastrelliger spp . Production of mackerel in Pandeglang Regency fluctuated due to the condition of fishing ground that are always changing related to water 39 s fertility. Lack of information associated with fishing areas to fisherman leads to erratic catches.
This study aims to analyze the relationship between Sea Surface Temperature SST and chlorophyill a density, also the correlation between SST, chlorophyll a and the mackerel 39 s catch. The method used in this research is survey method by means of collecting primary data of fifty 50 coordinates location of mackerel 39 s fishing ground.Secondary data of SST and chlorophyll a density during 2015 2017 were taken from AQUA MODIS satellite image level 3 with 4 Km resolution.
The results of this study showed that SST did not significantly affect the density of chlorophyll a, it is shown by the coefficient of determination R2 0.003, which means only 0.3 of the chlorophyll a variables is influenced by SST. The results also showed that SST and chlorophyll a greatly influence the catch, which was indicated by the determination value R2 0.32, which means the independent variable affects 32 of the catch variable.
Based on multiple regression analysis the equation obtained was 1.834 9.850X1 0.264X2 where there were difference of mackerel 39 s catch average. The catch increased by 9.8 kg with increasing of chlorophyll a by 1 mg m3 while other variables were constant. Secondly, average on mackerel 39 s catch increased by 0.26 Kg when temperature increased by 1°C.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
T49497
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6   >>