Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arwanto
"Potensi pemanfaatan material komposit untuk pembuatan tabung gas sangat besar, karena memiliki bobot sekitar 70% lebih ringan dibandingkan tabung baja dan 30 ? 50% lebih ringan dibanding tabung dari Aluminium. Carbon nanotube (CNT) sejak ditemukan pertama kali oleh Iijima pada tahun 1991 telah banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan kekuatan struktur komposit. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kekuatan pada disain tabung komposit. Pemanfaatan CNT pada komposit glassfiber reinforced polymer akan memiliki sifat mekanik yang berbeda. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen pembuatan sampel komposit laminasi menggunakan teknik handly up. Material yang digunakan adalah Epoxy sebagai matrik, serat Glass dan MWNT sebagai penguat Untuk mngurangi terjadinya void, digunakan metode RTVBM (Room Temperature Vaccum Bag Moulding). Variasi Penambahan MWNT dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap sifat mekanik komposit. Disamping eksperimen dalam penelitian ini juga dikembangkan model mikromekanik komposit hybrid (Glass/Epoxy - MWNT) yang akan digunakan dalam menganalisis hasil eksperimen. Model juga dapat digunakan untuk memprediksi sifat mekanik komposit hybrid. Pengembangan model didasarkan pada Model ROM dan persamaan Halpin ? TSai. Pada bagian akhir penelitian dilakukan simulasi disain lapisan tabung untuk melihat pengaruh penambahan MWNT dan untuk mendapatkan disain lapisan yang dapat memenuhi persyaratan tabung gas.
Hasil eksperimen memperlihatkan penambahan MWNT dapat meningkatkan sifat mekanik komposit. Penambahan 0,1% berat MWNT dapat meningkatkan Kekuatan tarik mencapai rata-rata 91% dan modulus elastisitas 42%. Pengaruh penambahan MWNT hanya terjadi pada penambahan MWNT maksimum 0,3% berat. Penambahan MWNT di atas 0,3% tidak banyak berpengaruh bahkan cenderung menurun pada penambahan MWNT 1,0% berat. Validasi model secara teoritis menunjukkan model sangat valid untuk digunakan. Begitu pula perbandingan model dengan data eksperimen menunjukkan tingkat kecocokan yang sangat tinggi. Simulasi disain lapisan tabung menunjukkan, komposit laminasi dapat memenuhi syarat untuk pembuatan tabung, yaitu dengan kekuatan 0,29 GPa jauh lebih dari persyratan 0,003 GPa. Kemampuan menahan tekanan dapat mencapai 0,011 GPa, sementara persyaratannya 0,008 GPa dengan jumlah lapisan tabung 6 Ply. Jadi penambahan MWNT dapat membantu meningkatkan kinerja dari komposit. Model mikromekanik komposit hybrid dapat digunakan untuk membantu disain lapisan tabung.

Potential use of composite materials for the manufacture of gas cylinders is enormous, because it weight about 70% lighter than steel and 30-50% lighter than aluminum. The discovery of Carbon nanotubes (CNTs) by Iijima in 1991 has brought the material technology into the era of nanotechnology. Utilization of CNTs as a reinforcement component has been chosen in order to improve the mechanical properties of the composite materials. This potential can be exploited to increase the strength of the composite tube design. Utilization of CNTs in glassfiber reinforced polymer composites will have different mechanical properties. In this study, laminated composite is manufactured by using the handly up method, and material to be used are, Epoxy as a matrix, MWNT and Glass fibers as reinforcement. RTVBM (Room Temperature Vacuum Bag Moulding) method was used to reduce the occurrence of voids. The addition of MWNT was done to see its effect on mechanical properties of composites. This study also developed a micromechanical model of hybrid composites (Glass / Epoxy - MWNT) to be used for analyzing experimental results. The model can also be used to predict the mechanical properties of hybrid composites. The development of the model is based on the ROM model and Halpin - Tsai equations. The study carried out simulations for the design of the LPG tube layer. The effect of MWNT on the design of the LPG tube layer was also studied.
Experiment results showed, that the effect of MWNT can improve the mechanical properties of composites. The addition of 0.1 wt% MWNT can improve the tensile strength reached an average of 91% and 42% modulus of elasticity. Effect of the addition of MWNT occurs only in the addition of a maximum of 0.3 wt% MWNT. The addition of MWNT above 0.3% did not have much effect even it tends to decrease on addition of 1.0 wt% MWNT. Theoretically, modification of micromechanic model showed that the model is valid for use. Similarly, comparison of the model with experimental data shows a very high degree of similarity. Based on simulation result, the composite laminate can qualify for the manufacture of tubes, by tensile strength of 0.29 GPa which is much more than 0.003 GPa on its requirement. The ability to withstand the pressure can reach 0.011 GPa, while its requirements is 0.008 GPa. with the number of layers 6 Ply. Thus the addition of MWNT can help improve the performance of the composites. Micromechanical models of composite Hybrid can be used to help design the tube layer.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
D1339
UI - Disertasi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Brevy Vicario Pradana
"Sebuah penelitian dilakukan untuk menyelidiki efek dari jumlah lapisan Kevlar dan pengaruh penambahan silikon nano-filler Carbide ke laminasi komposit hibrida yang terdiri dari Kevlar 29, Al2024-T3 dan perekat pada resistensi balistik dan dampak kecepatan rendah. Pengisi nano dicampur dengan (PEG-400) Polyethylene Glycol untuk diimpregnasi menjadi serat Kevlar 29 dan dikeringkan. Diameter perforasi yang disebabkan oleh tes balistik pada laminasi komposit hibrida dengan pengisi nano kemudian dibandingkan dengan struktur komposit tanpa impregnasi pengisi. Variasi tambahan dalam jumlah lapisan 10, 20 dan 30 Kevlar juga dibandingkan. Pengujian ketahanan balistik pada komposit laminasi hibrida dilakukan dengan menggunakan pistol kaliber 9 x 19 mm pada jarak 10 m. Tes dampak kecepatan rendah yang dilakukan untuk percobaan ini adalah pada 300 pengaturan joule. Kedalaman penetrasi dan perforasi yang dihasilkan dipelajari untuk menentukan kinerja balistik yang dihasilkan dari penambahan pengisi nano dan penambahan lapisan. Penambahan nano-filler dan jumlah lapisan Kevlar dari penelitian menunjukkan bahwa ada hasil yang berbeda dalam kinerja balistik dan dampak kecepatan rendah dari laminasi komposit hibrida.

A study was conducted to investigate the effect of the number of Kevlar layers and the effect of adding Silicon Carbide nano-filler to hybrid composite laminates composed of Kevlar 29, Al2024-T3 and adhesives on ballistic resistance and low velocity impact. The nano-filler was mixed with (PEG-400) Polyethylene Glycol to be impregnated into Kevlar 29 fiber and dried. The diameter of the perforation caused by ballistic tests on hybrid composite laminates with nano fillers was then compared with composite structures without filler impregnation. Additional variations in the number of layers of 10, 20 and 30 Kevlar was also compared. Ballistic endurance testing on hybrid laminate composites was carried out using a 9 x 19 mm caliber pistol at a distance of 10 m. The low velocity impact test that is conducted for this experiment is at 300 joule settings. The depth of penetration and the resulting perforation was studied to determine the ballistic performance resulting from the addition of nano-filler and the addition of layers. The addition of nano-filler and the number of Kevlar layers from the study showed that there was a different results in ballistic performance and low velocity impact of the hybrid composite laminates."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hubert
"Keterbatasan kayu sebagai material utama dalam pembuatan kapal kayu tradisional di Indonesia mendorong keinginan untuk mencari material yang memiliki karakteristik mekanikal yang serupa. Salah satu material yang mungkin menjadi solusi adalah bambu yang dilaminasi karena kekuatan sebilah bambu masih belum bisa mennyaingi ketangguhan dari kayu. Spesies bambu yang memiliki tingkat ketangguhan hampir menyerupai kayu setelah dilaminasi adalah bambu Betung (Dendrocalamus Asper). Laminasi bambu Betung dapat dijadikan bahan alternatif untuk keperluan maritim menggantikan kapal kayu tradisional karena waktu panen yang lebih cepat, pembuatan komponen kapal lebih mudah, dan ketika dilaminasi dengan 4 lapisan dengan serat yang searah memiliki nilai MOR=740.48272 kg/cm2 dan MOE=49391 kg/cm2 yang sudah memenuhi standar BKI untuk kapal kayu tahun 1996 untuk penggunaannya sebagai material bottom shell dan side shell untuk kapal kayu dengan dimensi 5 GT.

The shortage of wood as the main material in traditional boat building in Indonesia means that it is necessary to find a material with similar mechanical characteristic. One solution is the use of laminated bamboo material since a single bamboo is still inferior to wood in terms of its mechanical properties. One species of the bamboo used is a laminated Betung Bamboo (Dendrocalamus Asper) which strength is on par with wood. Laminated Betung Bamboo can be used as a wood alternative to the boat building because of faster harvest time, easier component manufacturing, and when is laminated by 4 layers with unidirectional fiber will have a MOR=740.48272 kg/cm2 and MOE=49391 kg/cm2 which comply with the 1996 BKI Standard for the use of bottom shell and side shell material in a wooden ship with a dimension of 5 GT."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
S66493
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library