Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 133 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sofwan Hariady
"Pompa merupakan suatu alat yang dapat memindahkan fluida dari satu tempatke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan energi padafluida yang dipindahkan dan berlangsung secara kontinyu. Pompa sentrifugal sebagai salahsatu jenis pompa yang banyak dijumpai dalam industri, bekerja dengan prinsip putaranimpeller sebagai elemen pemindah fluida yang digerakkan oleh suatu penggerak mula.Turunnya performansi pompa secara tiba-tiba dan ketidakstabilan dalam operasi seringmenjadi masalah yang serius dan mengganggu kinerja sistem secara keseluruhan.Analisa vibrasi merupakan kunci keberhasilan predictive maintenance karena kondisiperalatan rotating yang sedang beroperasi dapat dilihat pada pola (symptom) vibrasinya.Vibrasi dapat dipicu oleh adanya kavitasi dan korosi pada pompa. Pengoperasian pompapada keadaan kavitasi secara terus menerus dalam jangka waktu lama menyebabkanpermukaan dinding saluran di sekitar aliran akan termakan sehingga menjadi berlubanglubang"
Palembang: Fakultas teknik Universitas tridinanti palembang, 2014
600 JDTEK 2:1 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
I Md Gd Indo H
"Proteksi korosi dengan penggunaan inhibitor telah menjadi alternatif yang cukup menguntungkan terutama untuk industri-industri gas dan petrokimia. lnhibitor merupakan substansi yang dapat menghambat bahkan menghentikan reaksi kimia. Berbagai penelitian dilakukan untuk menemukan konsentrasi penambahan inhibitor yang opiimal untuk menurunkan laju korosi baja paduan rendah inhibitor memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung aplikasinya dalam industri. Untuk penelitian ini digunakan inhibitor korosi P 99-S yang tergolong ke dalam oxygen scavenger yang berfungsi untuk menarik kandungan oksigen dari lingkungan dan mengurangi laju korosi. Lingkungan yang menjadi fokus penelitian adalah larutan HCI dengan konsenfrasi 0,1 M; 0,001 M: 0,00001 M. Sampel yang digunakan untuk penelitian adalah baja ST 41 yang tergolong low alloy steel."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S41368
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Triadhi P. Tiggor
"Adanya pemilihan material yang repat unmk pengaplikasian di dunia pengolahan minyak bumi sangat bergzma karena umumnya sumur penghasil minyak bumi ini bersU`ar sangat korosj sehfngga dengan penggunaan material yang tepat maka kim akan mendapatkan hasil se-efisien mungkin. Pengujfan dilalcukan dengan menggunakan merode polarisasi ya/mi dengan metode cyclic polarization dan dynamic polarization, pada lfngkungan yang mengandung Narrium Klorida (NaC`l)a’an gas C03, Serta pada remperarur wang, medium (6o”C;, dan /o0“C, aengan henna lgf AP; 5L_ 304 Ss, 316 ss, Duplex S51 dan lncoloy 825. Dari pengujian ini diharapkan didapaflcan besar laju korosi dari masing-masing material. Hasil pengujian menurjukkan bahwa logam lncoloy 825 memiliki tingkar laju korosiffras (corrosion rate) yang lebih rendah dibandingkan logam lainnya, pada lingkungan yang mengandung gas C03 dan lemperalur l000C` laju k0r‘0Sl dar! logam ini 0.001 afmpy. Pada lingkungan yang mengandung 2%NaCl. gas CO; dan remperarur 100° C, laju korosirgza 0,5662 mp. Pada lingkungan yang merlgrmdung gas C Og, dan Iemperafm' 60"C, lqju l<0r0.s‘inyG 0. 0004 mpy, scdangankan pada ling/:ungan yang mengandung gas C0g,, l.5%NaCI, clan temperatur 600C laju ko:-osinya 1,0115 mpy. Pada ternperarur ruang, dengan pemberlan gas CO3 Serra 0.5% NaCl laju korosi logam ini 0,8=l93mpy. Dan pada remperarure ruang dengan pemberian gas C 0; Serra 1.5% NaCl 0,31 I 4 mpy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S41381
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Maulana Nur
"Peristiwa korosi sejak lama telah dikenal secara umum, dimana suatu material logam mengalami degradasi mutu akibat interaksi dengan lingkungannya. Industri minyak dan gas bumi yang sangat mengandalkan pipa-pipa yang terbuat dari bahan baja sebagai salah satu peralatan produksinya merupakan contoh industri yang cukup bermasalah dengan korosi internal. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring korosi internal secara kontinu dan terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung ketahanan pipa terhadap korosi internal serta menganalisa jenis korosi internal yang terjadi pada pipa flowline gas PGA dan PGB yang merupakan pipa baja karbon API 5L Grade X52 dimana fluida yang mengalir di dalamnya adalah gas, air dan kondensat, dengan menggunakan metode ultrasonic thickness measurement, serta data kondisi operasi beserta hasil immersion test corrosion coupon. Dengan tingkat korositivitas lingkungan yang moderat, hasil prediksi ketahanan korosi internal terendah untuk section pipa _6" adalah pipa PGB-1 sebesar 8,14 tahun, untuk section pipa _8" adalah pipa PGA-1 sebesar 18,47 tahun, serta untuk section elbow adalah pipa PGB-3 sebesar 11,63 tahun, terhitung mulai bulan Juni 2006. Hasil analisa menunjukkan bahwa jenis korosi internal pipa yang terjadi adalah korosi merata, serta terjadi korosi erosi pada komponen pipa PGB-3. Faktor penyebab korosi internal adalah kandungan air yang tinggi hingga melebihi 77% yang mengandung gas CO2 terlarut."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S41801
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johny Wahyuadi Mudaryoto
Jakarta: UI-Press, 2007
PGB 0424
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Scully, J.C.
Oxford: Pergamon Press, 1975
620.1623 SCU f
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Chodijah
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas pelapisan epoksi pada ketahanan korosi pipa baja di dua tanah yang berbeda. Metode yang digunakan adalah metode kehilangan berat dimana kupon ditanam pada kedalaman 50 cm yang dievaluasi setiap 21 hari dengan ukuran sampel kupon berukuran ± 3cm x 5cm. Hasil yang didapatkan adalah laju korosi baja bare dan baja lapis epoksi di dua tanah pada daerah yang berbeda. Adapun laju korosi pada tanah depok untuk baja bare dan baja lapis eposi adalah 6,17730838 mpy dan (0,08103) mpy. Dan laju korosi pada tanah bekasi untuk baja bare dan baja lapis epoksi adalah 5,7887672 mpy dan 0,0017636 mpy. Laju korosi selain dipengaruhi resistivitas tanah (faktor utama) dimana saling berhubungan dengan ph, moisture content, struktur tanah, sumber air, mikroorganisme serta cuaca/kondisi lingkungan juga persiapan permukaan (daya ikat antara baja dan pelapis) merupakan faktor utama yang mempengaruhi laju korosi suatu baja lapis epoksi.

This research is done to know the effectiveness of epoxy coating on ASTM A53 Carbon steel against soil corrosion in two different soils. Weight loss method is used, where the coupon sized 3 x 5 cm planted at 50cm deep and evaluated every 21 days. The result of this research is the corrosion rate of bare steel and coated epoxy steel in two different areas. The corrosion rate in Depok for bare steel and coated epoxy steel are 6,17730838 mpy and 0,08103 mpy. While, the corrosion rate in Bekasi for bare steel and coated epoxy steel are 5,7887672 mpy dan 0,0017636 mpy. The corrosion rate is affected by soil resistivity, which influenced by pH, moisture content, land/ground structure, source of water, microorganism, condition of environment, and surface preparation (adhesion between steel and coating) represent primary factor influencing corrosion rate of coated epoxy steel and bare steel."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S51077
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
London : Academic Press, 1983
620.11 COR
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"Dalam sebuah pepatah sering kita dengar tentang "Tidak ada gading yang tak retak”, ternyata ungkapan ini juga berlaku pada suatu bahan struktur yang disebut dengan beton, sebaik-baiknya proses pengawasan dan pengerjaan beton di lapangan, seringkali dapat ditemukan adanya keretakan pada pada material beton tersebut.
Bila keretakan yang terjadi masih berada dalam batas-batas yang diijinkan maka permasalahan retak tidaklah terlalu membahayakan bagi struktur bangunan, namun bila keretakan yang terjadi sudah merupakan keretakan yang dapat mempengaruhi struktur bangunan maka disinilah akan ditemukan masalah-masalah yang perlu rnendapat perhatian dari seseorang yang berkecimpung di bidang Teknik Sipil.
Untuk itu dalam makalah seminar ini akan dibahas masalah keretakan yang terjadi pada beton akibat dari korosi tulangan sehingga dihasilkan metode untuk mengantisipasi keadaan-keadaan yang tidak diinginkan (sampai pada akibat yang paling parah yaitu bangunan menjadi runtuh/failure karena retak.
Penelusuran terhadap literatur-literatur, laporan pengujian terhadap keretakan yang terjadi pada beton, standar-standar serta buku-buku yang membahas keretakan pada beton merupakan langkah yang digunakan untuk menyusun makalah seminar ini.
Beberapa tujuan penulisan makalah “Korosi pada Beton, penyebab dan akibat yang ditimbulkan serta metode pencegahan dan perbaikan kerusakan akibat Korosi" diantaranya adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadi keretakan terutama akibat korosi dan mencari cara pencegahan sebelum terjadi keretakan serta cara mengatasi ketika telah terjadi keretakan.
Hasil akhir yang akan didapatkan adalah mengetahui bahwa struktur beton bertulang walaupun biaya konstruksinya Iebih murah dibandingkan dengan konstruksi lainnya akan tetapi memiliki kelemahan yaitu dapat mengalami keretakan yang cukup berpengaruh terhadap struktur beton bertulang itu sendiri maupun struktur gedung/bangunan secara keseluruhan."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2002
S35634
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>