Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wa Ode Sri Andriani
"Literasi gizi fungsional menjadi keterampilan dasar dan penting yang dibutuhkan seseorang dan promosi kesehatan di era penyakit akibat masalah gizi semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan determinan sosial dan literasi gizi fungsional pada mahasiswa S1 reguler tahun pertama di Universitas Halu Oleo. Disain penelitian menggunakan disain cross sectional, penelitian ini mengambil data dari Studi Literasi Kesehatan 2019 di Universitas Halu Oleo, Provinsi Sulawesi Tenggara (n=359). Pengukuran literasi gizi dilakukan menggunakan instrumen The Newest Vital Sign (NVS) berisi 6 pertanyaan mengenai label gizi yang telah diadaptasi. Analisis menggunakan regresi linier berganda dengan literasi gizi fungsional sebagai variabel dependen dan determinan sosial seperti jenis kelamin, suku, status tempat tinggal, uang saku, akses layanan kesehatan, dan akses informasi kesehatan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi gizi fungsional mahasiswa kurang memadai (M=2,47; SD=1,285). Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan hubungan signifikan antara skor literasi gizi fungsional dengan determinan sosial jenis kelamin (β=0,30, p=0,019). Hasil ini mengindikasikan hubungan yang lemah antara determinan sosial dan literasi gizi fungsional pada mahasiswa. Dan diperlukan upaya pengembangan edukasi terkait label gizi guna membantu mahasiswa dalam meningkatkan literasi gizi fungsional.

Functional nutiriton literacy is a basic and important skill that a person needs and health promotion in an era of disease due to nutritional problems is increasing. This study aims to determine the associated between social determinants and functional nutrition literacy in first-year regular undergraduate students at Halu Oleo University. This research using cross-sectional, that takes data from Health Literacy Study 2019 at Halu Oleo University, Southeast Sulawesi Province (n=359). The measuremenet of nutritional literacy was carried out using The Newest Vital Sign (NVS), containing 6 questions regarding adapted nutrition labels. The analysis used multiple linier regressin, with functional nutrition literacy as the dependent variable and social determinants such as gender, ethnicity, residence status, pocket money, access to health services, and access to health information as independent variables. The results showed that the functional nutrition literacy level of the students was inadequate (M=2,47; SD=1,285). The results of multiple linear regression analysis showed a significant relationship between functional nutrition literacy scores and social determinantas, gender (β=0,30, p=0,019). These results indicate a weak relationship between social determinants and functional nutrition literacy. And efforts are needed to develop education related to nutrition labels to assist students to improve functional nutritional literacy."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ainy Suchianti
"Penelitian ini merupakan studi ekperimental yang bertujuan untuk melihat pengaruh pencantuman desain label gizi Front-Of-Package Traffic Light FOP-TL terhadap daya terima dan pemahaman. Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik subjek umur, pendidikan, pendapatan, berat badan, tinggi badan, IMT, dan tekanan darah, pengetahuan gizi dan kesehatan, perilaku membaca label informasi nilai gizi, serta pemahaman label gizi dan daya tarik. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi ekperimen dengan waktu 3 minggu. Sample dipilih dengan menggunakan purposive sampling, dimana kelompok kontrol n = 11 diberikan label informasi nilai gizi dan kelompok intervensi n = 10 diberikan label FOP-TL. Pada minggu pertama subjek diberikan pre-test mengenai label gizi dengan bantuan dummy untuk mengetahui pemahaman label informasi nilai gizi. Pada minggu kedua diberikan edukasi berupa booklet dan dummy yang berbeda sesuai dengan kelompok, kemudian pada minggu ketiga diberikan post-test dan diukur daya terima label gizi pada kedua kelompok. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan signifikan pada peningkatan pemahaman antara kelompok kontrol dan intervensi.

This research is an experimental study which aims to identify the effect of inclusioning the nutrition labelling Front Of Package Traffic Light FOP TLs design towards acceptability and understanding. Collected data includes subject characteristics data age, education, income, weight, height, BMI, and blood pressure, knowledge of health and nutrition, and behavior of reading nutrition fact labels, also understanding towards nutrition label and acceptability. This research uses quasi experiment design which held for 3 weeks. Samples of this experiment are choosen by purposive sampling in which the control group n 11 were given nutrition fact label and the intervension group n 10 were given FOP TL. On the first week of intervension, understanding of nutrition fact label were assessed with the help of dummy. On the second week subjects were given booklet and dummy which dependened on the group to educate them. On the last week subjects were given post test and measured acceptance of nutrition label on both group. The result of this research showed that there was a significant difference on both group in the improvement of understanding."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tasyafiki Azraliani
"Literasi gizi fungsional bagian dari literasi kesehatan yang berfokus pada kemampuan dalam memahami informasi gizi dasar sebagai prasyarat keterampilan literasi makanan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran literasi gizi fungsional dan hubungannya dengan determinan sosial (jenis kelamin, suku orang tua, uang saku, rumpun keilmuan dan akses layanan kesehatan) pada mahasiswa sarjana Universitas Hasanuddin tahun angkatan 2018/2019. Penelitian ini merupakan analisis lanjut Studi Literasi Kesehatan 2019 di Universitas Hasanuddin yang menggunakan desain cross sectional (n=372). Data literasi gizi fungsional berasal dari kuesioner The Newest Vital Sign (NVS) berisi 6 pertanyaan mengenai label gizi yang telah diadaptasi. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Chi Square) dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian ini literasi gizi fungsional mahasiswa tidak adekuat (71,2%). Variabel mahasiswa dengan suku orang tua sama (p=0,027) dan rumpun keilmuan mahasiswa kesehatan (p=0,023) berhubungan signifikan dengan literasi gizi fungsional. Determinan sosial yang paling dominan berhubungan dengan literasi gizi fungsional yaitu mahasiswa dengan suku orang tua sama setelah dikontrol oleh variabel rumpun keilmuan (aOR=1,91; 95% CI 1,055-3,465). Berdasarkan hasil penelitian ini diperlukan upaya pengembangan edukasi terkait label gizi guna membantu mahasiswa dalam meningkatkan literasi gizi fungsional pada populasi berpendidikan.

Functional nutritional literacy is part of health literacy that focuses on the ability to understand basic nutritional information as a prerequisite for simple food literacy skills. This study aims to describe functional nutritional literacy and its relationship with social determinants (gender, parental ethnicity, pocket money, scientific background and access to health services) in Hasanuddin University undergraduate students in the 2018/2019 class year. This research is an advanced analysis of the 2019 Health Literacy Study at Hasanuddin University which uses a cross-sectional design (n=372). Functional nutritional literacy data comes from the Newest Vital Sign (NVS) questionnaire containing 6 questions regarding adapted nutritional labels. Data were analyzed by univariate, bivariate (Chi Square) and multivariate (multiple logistic regression). The results of this study showed that students' functional nutritional literacy was inadequate (71.2%). Variables of students with the same parental ethnicity (p=0.027) and the scientific group of health students (p=0.023) are significantly related to functional nutritional literacy. The most dominant social determinant related to functional nutritional literacy is students with the same parentage after being controlled by scientific family variables (aOR=1.91; 95% CI 1.055-3.465). Based on the results of this study, it is necessary to develop education related to nutrition labels to assist students in increasing functional nutritional literacy in educated populations."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maitri Prasetyo
"Label Front-of-Pack Traffic Light saat ini tengah banyak didiskusikan mengenai manfaatnya dalam membantu konsumen memilih makanan yang lebih sehat. Di Indonesia sendiri saat ini masih jarang dilakukan penelitian mengenai pengaruh dari label Front-of-Pack Traffic Light. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi baik daya terima mencakup kesukaan, kemenarikan, dan beban kognitif dan pemahaman objektif subjek. Penelitian ini menggunakan desain studi kuasi-eksperimental pre-test ?? post-test kelompok kontrol. Sebanyak 40 mahasiswa menjadi subjek dalam penelitian ini. Subjek tersebut kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dan dipaparkan dengan jenis label gizi yang berbeda: label Front-of-Pack Traffic Light perlakuan dan label informasi nilai gizi kontrol. Subjek diminta untuk mengisi kuesioner yang berisikan 13 pernyataan terkait daya terima label gizi mencakup kesukaan, kemenarikan, dan beban kognitif dan 23 pertanyaan untuk mengukur pemahaman membaca label gizi dan kemampuan identifikasi makanan yang lebih sehat. Perbedaan rata-rata antar kedua kelompok kemudian dianalisis menggunakan uji independent t-test. Label Front-of-Pack Traffic Light dianggap sebagai label dengan daya terima yang lebih baik dibandingkan dengan label informasi nilai gizi.

Front of Pack Traffic Light nutrition labelling design becomes one of the labelling schemes that is the most discussed regarding their effect on aiding consumers on healthy food choices. In Indonesia, there is still lack of research about Front of Pack Traffic Light nutrition labelling. Hence, the present study aimed to evaluate FOP TL labels effectiveness, by evaluating both respondent acceptability including liking, attractiveness and perceived cognitive workload and their objective understanding. The design of this research is pre test and post test control group quasy experimental. There are 40 college students who participate to become subjects of these research. Subject then will ask to answer the question about acceptability and understanding of nutrition labelling. The results showed that on acceptability aspect, Front of Pack Traffic Light labelling has better acceptability that nutrition fact panel."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Velycia Stefaris Susanto
"Label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” (yang merupakan bentuk dari Front-of-Pack Nutrition Labeling/FOPNL di Indonesia) bertujuan membantu konsumen memilih pangan kemasan yang lebih sehat. Namun, praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” di Indonesia masih rendah, khususnya di kalangan mahasiswa yang sedang memasuki masa transisi menuju kedewasaan dan mulai mengambil keputusan makan secara mandiri. Selain itu, penelitian yang membahas mengenai logo “Pilihan Lebih Sehat” di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner daring secara mandiri pada Mei 2025 dengan jumlah responden sebanyak 242 mahasiswa FKM UI. Analisis dilakukan secara univariat, dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 41,7% responden memiliki praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara sikap terhadap label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,002; OR 2,29; 95% CI 1,339-3,916), gaya hidup (p<0,001; OR 3,15; 95% CI 1,850-5,358), kejelasan dan keterbacaan label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” (p=0,023; OR 1,83; 95% CI 1,084-3,093), serta pengaruh sosial (p<0,001; OR 2,78; 95% CI 1,632-4,741) dengan praktik membaca label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat”. Mahasiswa diharapkan lebih aktif dalam membaca label gizi dan menemukan logo “Pilihan Lebih Sehat”, sementara FKM UI disarankan dapat meningkatkan edukasi dan eksposur terkait label gizi dan logo “Pilihan Lebih Sehat” melalui berbagai media kampus serta kebijakan internal. Regulator seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan perlu memperluas ketersediaan produk dengan logo “Pilihan Lebih Sehat”, memperbaiki desain visual dan ukuran logo, serta memperkuat sosialisasi dan evaluasi kebijakan logo “Pilihan Lebih Sehat” secara nasional.

Nutrition labels and the Healthier Choice logo (which is a form of Front-of-Pack Nutrition Labeling/FOPNL in Indonesia) are aimed to help consumers choose healthier packaged foods. However, the practice of reading nutrition labels and the Healthier Choice logo remains low in Indonesia, especially among university students who are transitioning into adulthood and beginning to make independent dietary decisions. In addition, studies specifically discussing the Healthier Choice logo in Indonesia are still limited. This study aims to identify the factors influencing the practice of reading nutrition labels and the Healthier Choice logo among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia (FPH UI) in 2025. A cross-sectional design and stratified random sampling technique were used. Data were collected through a self-administered online questionnaire in May 2025, involving 242 FPH UI students as respondents. Univariate analysis was conducted descriptively, while bivariate analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that 41.7% of respondents demonstrated good practices in reading nutrition labels and the Healthier Choice logo. Bivariate analysis revealed that the practice of reading nutrition labels and the Healthier Choice logo was significantly associated with attitudes toward the label and logo (p=0,002; OR 2,29; 95% CI 1,339-3,916), lifestyle (p<0,001; OR 3,15; 95% CI 1,850-5,358), label clarity and readability (p=0,023; OR 1,83; 95% CI 1,084-3,093), and social influence (p<0,001; OR 2,78; 95% CI 1,632-4,741). Students are encouraged to be more proactive in reading nutrition labels and recognizing the Healthier Choice logo. FPH UI is advised to increase education and exposure regarding these labels through campus media and internal policies. Regulators such as BPOM and the Ministry of Health need to expand the availability of products with the Healthier Choice logo, improve its design and visibility, and strengthen national promotion and evaluation of the logo’s implementation."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library