Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wheeler, Roger F.
Chichester: Ellis Horwood, 1981
510 WHE r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Radjak
Jakarta: Rayyana Komunikasindo, 2013
618.092 ABD b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Radjak
Jakarta: Rayyana Komunikasindo, 2018
618.092 ABD b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Harri Gunawan
"ABSTRAK
Pencemaran lingkungan oleh Polychlorinated Biphenyls(PCBs) telah menjadi keprihatinan publik karena sifat racunnya terhadap makhluk hidup, dan karakteristik PCBs di lingkungan yang persisten, bio-akumulatif, dan bergerak secara spasial. Di Indonesia kekhawatiran pencemaran PCBs yang terbesar berasal dari banyaknya transformator yang menggunakan minyak ber-PCBs yang sampai saat ini masih masif dan tersebar di seluruh penjuru negeri. Sesuai dengan rencana phase out PCBs di Indonesia, bahwa semua PCBs dan peralatan yang mengandung PCBs harus sudah dimusnahkan pada tahun 2028 (Rencana Penerapan Nasional untuk Konvensi Stockholm, 2014), maka diperlukan penentuan batas konsentrasi PCBs untuk status minyak transformator bebas PCBs di Indonesia. Kajian penelitian dilakukan terhadap aspek ketersediaan teknologi ramah lingkungan untuk destruksi PCBs melalui analisis deskriptif, aspek ekonomi yaitu kesanggupan biaya destruksi PCBs melalui analisis Willingness to Pay dari pemilik PCBs, dan aspek sosial yaitu hubungan persepsi pemilik PCBs terhadap penentuan batas konsentrasi PCBs melalui analisis korelasi Spearman. Metode Analytical Hierarchy Process(AHP) digunakan untuk penentuan hasil batas konsentrasi PCBs dari aspek teknologi, ekonomi dan sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi 2 ppm dapat diterapkan sehubungan ketersedian fasilitas destruksi PCBs di Indonesia, berdasarkan harga destruksi PCBs maka dipilih konsentrasi 2 ppm dengan biaya sebesar Rp. 35.000,00/kg yang masih dalam kesanggupan pembiayaan pemilik minyak PCBs, berdasarkan hasil analisis uji korelasi, terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi pemilik minyak PCBs terhadap penentuan batas konsentrasi PCBs yang ketat. Berdasarkan hasil AHP, disimpulkan bahwa batas 2 ppm adalah pilihan terbaik untuk diterapkan di Indonesia.

ABSTRACT
Environmental pollution by Polychlorinated Biphenyls (PCBs) has become a public concern because of the nature of its toxicity to living things (Ahlborg et al., 1992), and the characteristics of PCBs in environments that are persistent, bio-accumulative, and move spatially (Borja et al., 2004; Miller, 2000). In Indonesia the biggest concern of PCBs pollution comes from the large number of transformers that use PCBs oil which is still massive and spread all over the country. In accordance with the PCBs phase out plan in Indonesia, that all PCBs and equipment containing PCBs must have been destroyed by 2028 (National Implementation Plan for the Stockholm Convention, 2014), it is necessary to determine the concentration limit for PCBs free status on transformer oil in Indonesia. The study was conducted on aspects of the availability of environmentally friendly technologies for PCBs destruction through descriptive analysis, the economic aspects is the ability of PCBs destruction costs through the Willingness to Pay analysis from PCBs owners, and the social aspects is the relationship between the perceptions of PCBs owners with the determination of PCBs concentration limits through Spearman correlation analysis. Analytical Hierarchy Process (AHP) method is used to determine the results of PCBs concentration limits from technological, economic and social aspects. The results showed that a concentration of 2 ppm can be applied in connection with the availability of PCBs destruction facilities in Indonesia, based on the price of PCBs destruction, a concentration of 2 ppm was chosen at a cost of Rp. 35,000.00/kg which is still in the capability of financing from the PCBs oil owner, based on the results of the correlation test analysis, there is a significant relationship between the perceptions of PCBs oil owners to determine the strict limits for PCBs concentration. Based on AHP results, it was concluded that the 2 ppm limit was the best choice the best choice to apply in Indonesia."
2020
T55054
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Erwansyah
"Batas Pelepasan (BP) tiap zat radioaktif ke atmosfir untuk tiap instalasi nuklir BATAN di Serpong telah dianalisis. Tujuan dari analisis adalah untuk memperoleh batas aktivitas tertinggi tiap zat radioaktif yang dapat terlepaskan ke atmosfir pada operasi normal dimana dosis yang diterima oleh perorangan (a member of public) yang tinggal di sekitar instalasi nuklir tidak melampaui batasan dosis radiasi yang diperkenankan. Analisis dilakukan berdasarkan batasan dosis yang direkomendasikan oleh BATAN untuk perorangan dengan menggunakan metode factor pemekatan (concentration factor method). Dalam analisis besaran-besaran spesifik dengan keadaan lingkungan setempat diikutsertakan dalam perhitungan, sehingga nilai BP ini hanya berlaku untuk kawasan BATAN di Serpong. Besaran yang belum tersedia diadopsi dari berbagai pustaka, dalam hal ini nilai maksimal yang digunakan sehingga hasil perkiraan yang diperoleh cukup konservatif. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh selanjutnya diturunkan Batasan Normal Operasi (BNO), Batasan Administrasi (BA) dan Batasan Peringatan Dini (BPD). Batasan-batasan ini harus dioperasionalkan sebagai tolok-ukur dalam pemantauan pelepasan zat radioaktif ke atmosfir di tiap instalasi nuklir BATAN di Serpong, sehingga bila terjadi pelepasan yang menjurus abnormal dengan segera dapat diketahui. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan penghentian operasi ataupun penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui kelainan operasi yang terjadi. Maka dengan mengoperasionalkan BNO, BA dan BPD ini keselamatan masyarakat dan lingkungan di sekitar instalasi nuklir BATAN dapat ditingkatkan.
Pelepasan rat radioaktif ke atmosfir rata-rata per tahun dari tiap instalasi nuklir BATAN di Serpong berdasarkan desain-dasar telah dibandingkan dengan hasil analisis. Hasil yang diperoleh menuniukkan bahwa pelepasan berdasarkan desain-dasar adalah relafif lebih rendah. Hal ini memberikan infomnasi bahwa desain-dasar tiap instalasi nuklir BATAN tidak melampaui kapasitas radiologi lingkungan dari kawasan Serpong.

Derived Release Limits (DRL) Of Each Radio nuclide Into The Atmosphere For Each Batan Nuclear Installation In Serpong, West JavaDerived release limits (DRL) of each radionuclide into the atmosphere for each BATAN nuclear installation were analyzed. The objective of the analysis is to find the limit values for each radionuclide, which can be released into the atmosphere during normal operation. The radiation doses received by a member of the public must not exceed the limit values. In this analysis, the DRL were calculated based on the dose limit values for a member of the public as recommended by BATAN. The method used in this analysis was concentration factor method. The site parameters were taken into account, but some parameters, which were not -available from these sites, were adopted from literatures. In order to estimate the maximum values of ORL, conservative estimation has been considered in the analysis. The results were then used to derive some other limit values, such as Normal Operation Level (NOL), Administration Level (AL) and Early Warning Level (EWL). These limit values can be used as a reference in monitoring the release of radionuclides in each installation so that abnormal release can be identified earlier, and hence an investigation or emergency stop are possible before nuclear accident happens. The application of the NOL, AL and EWL are useful to increase the safety of the public living in surrounding area of BATAN nuclear installations in Serpong.
The annual release rate of each radionuclide from each BATAN nuclear installation based or. The basic design was compared with the analysis results. The results showed that the release rate is relatively lower indicating that the radiological capacity of Serpong site is not exceeded.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1992
T3889
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Osmar Oemar Ali
"Skripsi ini berusaha memaparkan pokok-pokok pikiran Ivan Illich dalam bidang kesehatan, berdasarkan beberapa karyanya yang terpenting dan ulasan menurut pandangan berbagai pengarang. Secara garis besar, menurut Illich, modernisasi yang diterapkan dalam bidang kesehatan tanpa limitasi, pengaruhnya terhadap individu maupun masyarakat keseluruhan akan berlawanan dengan tujuan modernisasi itu sendiri. Pengaruh itu berupa degradasi nilai-nilai kemanusiaan, polarisasi sosial, profesi dan monopoli radikalnya yang membuat kebebasan manusia semakin dipersempit dan ketergantungan kepada hasil modernisasi semakin besar sehingga manusia tidak mampu menghadapi lingkungannya dan kehilangan kepercayaan pada dirinya. Dengan demikian manusia mengalami alienasi. Secara eksplisit diungkapkan bahwa dokter, profesi kedokteran dan rumah sakit dalam memberikan pelayanan pemeliharaan kesehatan, baik berupa pencegahan, diagnosis, pengobatan penyakit, maupun meningkatkan kesehatan seseorang berpedoman kepada prinsip-prinsip modernisasi. Hal ini diterapkan dalam kehidupan manusia sejak dalam kandungan ibunya sampai meninggal dunia sehingga seluruh kehidupan manusia ditentukan oleh kedokteran, dan keadaan ini disebutnya medikalisasi kehidupan. Illich memperjuangkan nilai kemanusiaan dari pengaruh tidak baik modernisasi melalui tercapainya masyarakat yang bebas dari dominasi industri. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk memahami pemikiran yang lebih mendalam tentang kehidupan modern, khususnya di bidang kesehatan, apakah nilai-nilai kemanusiaan yang luhur masih tetap mendapat tempat terhormat, atau telah mengalami perubahan atau penghancuran. Pokok pikiran Illich ini apakah mempunyai relevansi dengan keadaan di Indonesia saat ini, akan dituangkan dalam skripsi ini. Seandainya pikiran-pikiran Illich itu ada relevansinya, tentu berguna terutama bagi penentu kebijaksanaan politik di negara ini."
Depok: Universitas Indonesia, 1987
S16068
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Febani Wisanta
"ABSTRAK
Asuransi unit-linked dwiguna dengan garansi minimum tidak hanya memberikan perlindungan jiwa pada nasabah hingga akhir periode kontrak asuransi namun juga memberikan perlindungan investasi terutama investasi saham yang memiliki return tinggi dan risiko investasi yang tinggi pula sehingga dibutuhkan opsi call untuk melindungi investasi. Penelitian ini membahas perhitungan premi beserta batas bawah dan batas atas premi pada produk asuransi unit-linked dwiguna dengan garansi minimum menggunakan simulasi Monte Carlo dengan model stokastik dan kontinu serta metode numerik.
Asuransi unit-linked dengan investasi saham dan tabel mortalitas dalam penelitian ini menunjukkan bahwa selain jenis kelamin, usia awal nasabah memiliki polis, kontrak asuransi dan besar garansi minimum, batas bawah dan batas atas premi dipengaruhi oleh proporsi investasi dari premi. Selang antara batas bawah dan batas atas premi semakin lebar jika proporsi investasi dari premi itu sedikit, sehingga pihak asuransi bisa menggunakan batas atas premi.

ABSTRACT
Unit-linked endowment insurance with a minimum guarantee not only provides life protection to customers until the end of the insurance contract period but also provides investment protection, especially stock investments that have high returns and high investment risks, so call options are needed to protect investments. This study discusses the calculation of premiums along with the caps and floor limits of premiums on unit-linked endowment insurance products with minimum guarantees using Monte Carlo simulations with stochastic and continuous model and numerical methods.
Unit-linked insurance with stock investment and mortality tables in this study shows that in addition to gender, the initial age of the customer has a policy, insurance contract and amount minimum guarantee, the caps and floor limits of the premium are influenced by the proportion of investment from the premium. The interval between the caps and floor limits of the premium is wider if the investment proportion of the premium is small, so the insurance company can use the caps limits of the premium."
2019
T54661
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aldo Krisvian Heda
"Setiap transaksi valuta asing yang dilakukan Bank terdapat potensi keuntungan dan potensi risiko berupa kerugian. Untuk mengendalikan risiko tersebut, Bank perlu menerapkan manajemen risiko yang memadai, mulai dari identifikasi risiko, pengukuran risiko, dan Pengendalian Risiko. Pengukuran risiko nilai tukar dapat menggunakan Value at Risk dengan pendekatan Risk Metrics dan Variance-Covariance. Dalam pengendalian risiko dapat dilakukan dengan penentuan limit risiko berupa limitValue at Risk dan limit eksposur trading.Dalam penetapan limit risiko tersebut juga mempertimbangkan risk appettiteyang ditetapkan Bank.

Every foreign exchange transactions by the Bank are has its potential of benefits risks of loss. To mitigate these risks, Bank needs to implement adequate risk management, ranging from risk identification, risk measurement, and risk control. Exchange rate risk measurement can use Value at Risk with Risk Metrics and Variance-Covariance approach. Risk controlling may contained with risk limit form as Value at Risk limit and trading exposure limit. The establishment of risk limits are also consider Bank risk appetite."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Frima Adi Wijaya
"Tesis ini meneliti Peraturan Gubernur Provinsi DKI JakartaNo 244 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame, yang berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam penerapannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian mengenai ketentuan Perletakan dan Batasan Teknis Bangunan reklame di dalam Peraturan Gubernur No. 244 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame memiliki kecenderungan untuk membatasi pelaku usaha dan memuat ketentuan tentang standar kualitas produk yang menguntungkan pelakuusaha tertentu. Selain itu peraturan gubernur ini juga tidak sesuai dengan Pasal 3 huruf b Undang-Undang Anti Monopoli karena tidak mewujudkan iklim usaha yang kondusif dan kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, pelaku usaha menengah, serta pelaku usaha kecil. Peraturan gubernur tersebut juga dapat berpotensi menyebabkan perjanjian oligopoli antara pelaku usaha pesaing, posisi monopoli yang kemudian menyebabkan praktek monopoli, serta dapat berpotensi menyebabkan praktek diskriminasi terhadap pelaku usaha tertentu. Penelitian ini menyarankan Pemerintah untuk mengupayakan agar dampak anti persaingan usaha dapat diminimalisir dengan mengizinkan atau menyediakan dukungan sementara bagi para pelaku usaha kecil penyelenggara reklame untuk membantu mereka memenuhi persyaratan yang baru. Dan dalam penyusunan peraturan disarankan untuk tidak menetapkan standar yang berlebihan yang dapat mengurangi persaingan

This thesis research the governor DKI Jakarta regulation No No 244 Tahun 2015About the method of implementation of advertising, potentially breaking the law no. 5/1999 in the application. This research is the qualitative study with descriptive design. The results of the research regarding The provision of the laying and technical limits of billboard buildings in the governor regulation no. 244 2015 about the method of implementation of advertising, having a tendency to confine business operators and load the rules about standard product quality profitable certain business players.In addition the governor regulation is not in accordance with article 3 letter b the act of anti monopoly because it does not realize the conducive business climate and the certainty of equal business opportunity for large, medium and small business operators. The governor regulation could also potentially cause oligopoli agreement between entrepreneurs competitors,the monopoly position which then causes the practice of monopoly, and could potentially causing the practice of discrimination to the certain business operators. This research is suggesting to the government to seek to the impact of anti Business competition can be minimized by permitting or providing the temporary support for small business operators of advertisement organizers to help them meet the new requirements. And in the drafting of regulations it is recommended not to set excessive standards which can reduce competition."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
T46189
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>