Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 46 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Felicia Dewi
"Madu memiliki berbagai efek positif bagi tubuh manusia dan telah digunakan sebagai obat selama berabad-abad. Madu Manuka dan MedihoneyTM di Indonesia masih sulit dilakukan karena harganya yang mahal dan ketersediaannya. Penelitian sebelumnya telah mengevaluasi aktivitas fisika kimia antara madu Nusantara (madu lokal) dan Madu Manuka. Namun dalam penelitian ini kami menambahkan lebih banyak variasi madu lokal dan komponen kimiawi yang bermanfaat untuk aktivitas antimikroba, antara madu lokal dibandingkan dengan madu Manuka. Namun dalam penelitian ini kami menambahkan lebih banyak variasi madu lokal dan komponen pemeriksaan kimia yang bermanfaat sebagai indikator untuk melihat aktivitas antimikroba terhadap bakteri K. pneumonia ATCC 13883, P. aeruginosa ATCC 27853 dan S. aureus ATCC 25923, E. cloacae ATCC 23355, E. coli ATCC 25922 pada setiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu manuka memiliki pH lebih rendah, keasaman lebih tinggi, viskositas lebih tinggi dan kadar gula lebih tinggi dibandingkan madu lokal Indonesia, madu manuka memiliki kandungan MGO dan NPA lebih tinggi dibandingkan madu lokal Indonesia, tetapi madu nusantara memiliki tingkat MGO yang lebih tinggi dibandingkan dengan madu Jawa. Madu Manuka memiliki aktivitas antibakteri yang sebanding pada bakteri P. aeruginosa ATCC 27853, S. aureus ATCC 25923, K. pneumonia ATCC 13883, E. coli ATCC 25922, and E. cloacae ATCC 23355 dibandingkan dengan madu lokal Indonesia.

Honey has various positive effect human body, and has been used as medicine for centuries Manuka honey and Medihoney™ has been accepted widely used by medical honey. Research has been conducted for these honeys and shown to have in vivo activity and are suitable for the treatment of ulcers, infected wounds and burns. But using Manuka honey and MediHoney™ in Indonesia is still difficult due to its high cost and availability. The previous study had evaluated in physiochemical activity between Nusantara honey (local honey) and Manuka Honey. However, in this study we added more variety of local honey and chemical components that was beneficial for antimicrobial activity, between the local honey compared Manuka Honey. More extensive research was needed especially the physicochemical and antibacterial effect of Indonesian local honey, The purpose of this study is as a baseline data to produce our own medical grade honey that was equal compared to the international medical grade honey. This is a descriptive analytical study using samples of Indonesian local honey and Manuka honey, and check each samples for physical chemical characteristic, Unique Manuka Factor, and antimicrobial effect for K. pneumonia ATCC 13883, P. aeruginosa ATCC 27853, S. aureus ATCC 25923, E. cloacae ATCC 23355, E. coli ATCC 25922 in every honey samples. The results of the study shows that New Zealand manuka honey has lower pH, higher acidity, higher viscosity, and higher sugar content compared to Indonesian local honey, New Zealand manuka honey has higher MGO content and NPA compared to Indonesian local honey, but Nusantara honey shows has higher MGO level, compared to Java honey. New Zealand manuka honey has lower pH, higher acidity, higher viscosity, and higher sugar content compared to Indonesian local honey. New Zealand manuka honey showed comparable antibacterial effect for P. aeruginosa ATCC 27853, S. aureus ATCC 25923, K. pneumoniaATCC 13883, E. coli ATCC 25922, and E. cloacae ATCC 23355 compared with Indonesian local honey."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Sejak lama madu telah dikenal sebagai obat dan makanan yang
berguna bagi masyarakat di seluruh dunia. Madu diharapkan dapat
diformulasikan dalam bentuk tablet. Namun, banyak kendala dalam
memformulasikan madu ke dalam bentuk tablet. Penelitian bertujuan untuk
mempelajari proses pengeringan madu dengan menggunakan oven dan
adsorben HPMC dan mencoba memformulasikan serbuk madu dalam bentuk
tablet. Madu dicampur adsorben HPMC dengan perbandingan madu dan
HPMC 5:5; 4:6 dan 3:7 kemudian dikeringkan dalam oven dengan suhu
50°C, 60°C dan 70°C. Pada menit ke-0, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 180,
240, 300, 360, 420, 480, 540, 600 pengeringan ditentukan kadar airnya.
Serbuk madu terbaik kemudian diformulasikan menjadi tablet. Hasil serbuk
madu yang terbaik adalah serbuk madu dengan perbandingan 4:6 dan
dikeringkan dalam oven dengan suhu 50°C selama 4 jam. Waktu hancur
tablet madu buruk.
"
Universitas Indonesia, 2006
S32538
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyuningsih
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984
927.292 WAH m (1);927.292 WAH m (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nurhidayatun
"ABSTRAK
Mukositis sebagai efek samping dari pemberian kemoterapi dan radioterapi, dan
merupakan respon peradangan sel epitel mukosa meliputi peradangan mulut,
esophagus, dan saluran pencernaan (Eilers & Million, 2011). Penelitian ini adalah
penelitian uji klinis randomisasi menggunakan desain double blind dengan
kelompok kontrol, pre dan post test untuk mengidentifikasi perbandingan larutan
madu dengan klorhexidine 0,12% terhadap stadium mukositis. Hasil penelitian
pada 23 responden yang diambil secara Consecutive sampling dengan
randomisasi, didapatkan ada perbedaan yang signifikan terhadap proporsi
stadium mukositis sebelum dan sesudah perawatan mulut pada larutan madu
(p=0,000) dan klorhexidine 0,12% (p=0,005). Perbandingan perbedaan proporsi
stadium mukositis pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi tidak
signifikan (p=0,413), hasil uji klinis didapatkan bahwa dengan penggunaan madu
sebagai larutan untuk perawatan mulut pada anak dengan kanker yang mengalami
mukositis dapat menurunkan stadium mukositis sebesar 75%. Disimpulkan
larutan madu secara uji statistik dan uji klinis dapat menurunkan stadium
mukositis, dan proporsi penurunan stadium mukositis pada madu lebih besar
daripada kelompok klorhexidine. Disarankan secara ekonomis madu dapat
digunakan untuk perawatan mulut pada anak dengan kanker yang mengalami
mukositis.

ABSTRACT
Mucositis as a side effect of chemotherapy and radiotherapy, and a mucosal
epithelial cell inflammatory responses includes inflammation of the mouth,
esophagus, and gastrointestinal tract (Eilers & Million, 2011). The study was a
randomized clinical trial, study design using a double-blind with the control
group, pre and post test to identify the mead comparison with 0.12%
chlorhexidine. Results of the study on 23 respondents taken Consecutive
sampling with randomization, showed no significant difference to the proportion
of mucositis stadium before and after oral treatment in a solution of honey (p =
0.000) and chlorhexidine 0.12% (p = 0.005). Comparison of differences in the
proportion of stage mucositis in the control group and intervention group was not
significant (p = 0.413), the results of clinical trials found that the use of honey as
a solution for oral care in children with cancer who experience stage mucositis
mucositis can lower by 75%. Concluded mead in statistical tests and clinical trials
to reduce mucositis stage, and the proportion of stage decline in honey mucositis
greater than chlorhexidine group. Economically advisable honey can be used for
oral care in children with cancer who experience mucositis."
2012
T30708
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yetry Fasawal
"[ABSTRAK
Tesis ini membahas tentang Implementasi Program Sosial Forestri dalam studi kasus
pengembangan petani madu hutan di Kabupaten Kapuas Hulu, yang dilakukan oleh
beberapa pihak yaitu pemerintah, petani madu hutan dan LSM/ pelaku usaha. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan kelembagaan petani madu
hutan di Kabupaten Kapuas Hulu masih terdapat beberapa kendala dan hambatan
yang dihadapi dari berbagai pihak. Seperti perencanaan pengembangan asosiasi yang
belum dikaji secara komprehensif, pelaksanaan pungutan retribusi hasil hutan ikutan,
koordinasi belum optimal dari masing-masing instansi teknis di lapangan,
permasalahan permodalan, dan banjir yang menjadi tantangan utama kegagalan panen
madu hutan di Kabupaten Kapuas Hulu.

ABSTRACT
This thesis discussed about the Implementation of Social Forestry Program in the
case study of forest honey farmers development in Kapuas Hulu Regency, which is
conducted by several parties, namely government, farmers of forest honey and NGO/
entrepreneurs. The result of this research showed that there are still some obstacles
and challenges faced by each party this development program. They were such as the
development planning of farmers associations that have not been studied
comprehensively, the retribution charges implementation of non-timber forest
product, the coordination has not been optimal from each technical agency in the
field, asset problem, and floods which are the main challanges of forest honey crop
failure in Kapuas Hulu Regency., This thesis discussed about the Implementation of Social Forestry Program in the
case study of forest honey farmers development in Kapuas Hulu Regency, which is
conducted by several parties, namely government, farmers of forest honey and NGO/
entrepreneurs. The result of this research showed that there are still some obstacles
and challenges faced by each party this development program. They were such as the
development planning of farmers associations that have not been studied
comprehensively, the retribution charges implementation of non-timber forest
product, the coordination has not been optimal from each technical agency in the
field, asset problem, and floods which are the main challanges of forest honey crop
failure in Kapuas Hulu Regency.]"
2015
T44704
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purbianto
"Saat ini banyak bahan alternatif perawatan Iuka yang sudah dilakukan penelitian dan diterima oleh pelayanan keperawatan, salah satunya adalah madu. Banyak penelilian tentang madu mengunggulkan madu sebagai antimikroba tetapi masih sedikit penelitian yang mengungkap keunggulan madu untuk mempercepat absorbsi eksudat, menghancurkan jaringan nekrotik dan stimulasi granulasi pada luka kronik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah madu mempunyai pengaruh yang bermakna dalam mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum. Penelitian dilakukan pada 14 subyek penelitian dengan ulkus diabetikum yang terbagi dalam dua kelompok, 7 subyek dirawat menggunakan madu murni Kaliandra sebagai kelompok perlakuan dan 7 subyek dirawat sesuai standar rumah sakit sebagai kelompok kontrol.
Desain yang digunakan adalah desain kuasi eksperimen dengan pendekatan study longitudinal. Analisis yang dilakukan secara univariat dan bivariat, pada analisis bivariat digunakan uji T dependen dan uji wilcoxon.
Hasil penelitian analisis pengaruh madu mumi kaliandra dalam mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum bermakna secam signifikan, hal ini dibuktikan oleh adanya perbedaan yang signifikan kecepatan proses penyembuhan antara ulkus yang dirawat menggunakan madu murni Kaliandra dengan ulkus yang dirawat sesuai standar rumah sakit dengan pvalue 0,022. Selain itu pengaruh madu murni kaliandra dalam mempercepat absorbsi eksudat dan timbulnya jaringan granulasi pada ulkus diabetikum terbukti berpengaruh dengan masing-masing nilai p value 0,026 dan 0,038.
Pengaruh madu murni kaliandra dalam mempercepat penghancuran jaringan nekrotik dan memperkecil penyempitan ukuran ulkus (luas dan kedalaman) pada ulkus diabetikum belum dapat dibuktikan. Disarankan pada institusi pelayanan perawatan untuk dapat memanfaatkan madu murni Kaliandra sebagai bahan alternatif perawatan ulkus diabetikum yang murah dan mudah didapat serta mengembangkan lebih lanjut penelitian dengan jumlah populasi yang lebih besar."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
T22878
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anita Indira
"ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian cara pemisahan fruktosa, glukosa dan sukrosa dari empat belas jenis madu dengan metoda kroniatografi kertas menurun dengan hasil yang cukup memuaskan. Pemeriksaan semi kuantitatif dilakukan secara visual dengan membandingkan besar bercak dan intensitas warna gula-gula dalam madu dengan larutan standar. Menurut persyaratan Standar Industri Indonesia (SII), dalam madu kadar total fruktosa dan glukosa minimal 60 % serta kadar sukrosa maksimal 8 %. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kadar gula-gula didalam madu yang diperiksa memenuhi persyaratan SII, kecuali kadar sukrosa madu dalam negri yang melampaui syarat tersebut. Secara kualitatif madu-madu yang diperiksa menunjukkan rasa manis, bau harum,berwarna terang hingga gelap, bersifat asam, berkonsistensi kental dan secara mikroskopis menunjukkan satu atau lebih bentuk tepung sari."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1986
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desyarni
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat edible film yang dibuat dari
tepung tapioka yang sudah dihidrolisis pada suhu 400C, pH sekitar 7,0 dan
pengaruh penambahan madu serta minyak goreng terhadap WVTR, dan
O2TR . Edible film dibuat dengan cara penambahan gliserol yang
berfungsi sebagai plasticizer. Variasi madu yang ditambahkan 0% hingga
25% dari berat tapioka dan variasi penambahan minyak goreng 0%
hingga 5% dari berat tapioka, kadar gliserol 20% dari berat tapioka. Edible
film dibuat dengan cara metode tuang menggunakan air dan alkohol 70%
sebagai pelarut dengan perbandingan 2:1 Pengujian yang dilakukan
adalah ketebalan film, kuat tarik, elongasi, WVTR (Water Vapour
Transmission Rate), O2TR (Oxygen Transmission Rate), dan foto SEM
(Scanning Electron Microscope). Hasil yang diperoleh menunjukkan
bahwa penambahan madu dapat menurunkan WVTR dan O2TR sebesar
31,19% dn 73,17%, sedangkan penambahan minyak goreng dapat
menurunkan WVTR dan O2TR sebesar 39,22% dan 60,97%. Hal ini
menunjukkan adanya efek sinergi antara gliserol dan madu, sedangkan
penambahan minyak goreng dapat membentuk lapisan di permukaan
seperti yang ditunjukkan oleh foto SEM, sehingga WVTR turun secara
signifikan."
[, ], 2007
T40076
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Suhartadi
"ABSTRAK
Latar Belakang
Surgicel (Oxidized Regenerated Celulose) telah digunakan secara luas di bidang
Bedah Plastik untuk mengatasi perdarahan saat operasi. Dalam penyembuhan
luka, madu mempunyai banyak sekali manfaat. Madu terbukti mempercepat
epitelisasi dan penyembuhan luka. Untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan
yang dimiliki madu sekaligus di saat mengatasi perdarahan, beberapa konsulen
senior merendam agen hemostasis local (ORC) dalam madu. Tetapi sampai saat
ini belum ada laporan mengenai pengaruh madu terhadap ORC. Penelitian ini
diharapkan mampu mengetahui interaksi antara madu dan ORC.
Metode
Dibuat penelitian pada hewan coba untuk menilai kemampuan hemostsasis ORC
setelah direndam dalam madu. Sebanyak 27 tikus dibagi dalam 3 kelompok dan
dibuat laserasi hepar pada setiap klompok, dan masing-masing laserasi pada tiap
kelompok dirawat dengan ORC saja, ORC yang direndam dalam madu dan
kontrol. Banyaknya perdarahan dari laserasi hepar dan waktu perdarahan dinilai.
Hasil
Kemampuan hemostasis ORC saat direndam dalam madu tidak berubah. Waktu
perdarahan pada kelompok ORC adalah 57,2 + 18,5 detik pada kelompok ORC
madu adalah 56 + 25,3 detik, nilai P 0,997 (> 0,05). Jumlah perdarahan pada
kelompok ORC madu adalah 126,9 + 87,5 miligram, 124 + 80,1 miligram pada
kelompok ORC saja dan 543,7 + 333,5 miligram pada kelompok control. Nilai P
adalah 1,000 (>0,05).
Kesimpulan
Efek hemostasis ORC tidak mengalami perubahan saat direndam dalam madu

ABSTRACT
Background
Surgicel (oxidized regenerated cellulose/ ORC) widely use as local hemostatic
agent to minimise surgical bleeding in plastic surgery. Honey has numerous
advantage in wound healing. It has been proven to accelerate epithelialisation and
promote wound healing. In order to adopt this numerous advantages of honey
while control surgical bleeding, some of our senior consultant soak local
hemostatic agent (ORC) with honey. But there isn?t any information regarding
interaction between honey and ORC. This research aimed to asses this
interaction.
Methods
An animal study design to asses hemostatic performance of ORC after been
soaked with honey. 27 rats were divided into 3 groups, where each group of
lacerated liver treated with ORC alone, honey soaked ORC and control. Amount
of blood exanguinated from liver laceration and the bleeding time were
recorded.
Result
Honey soaked ORC has no difference in term of haemostatic property compared
with ORC alone. Bleeding time ORC group was 57,2 + 18,5 second, and in
honey soaked ORC group was 56 + 25,3 second, P value 0,997 (> 0,05). Amount
bleeding in honey soaked ORC is 126,9 + 87,5 miligram, ORC alone 124,9 +
80,1 miligram and control 543,7 + 333,5 miligram. P value of Post Hoc test
1,000 (> 0,05),
Conclussion
Been soaked with honey, ORC doesn?t change it?s hemostatic properties."
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Untari
"ABSTRAK
Pneumonia aspirasi sering terjadi pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran. Salah satu pencegahannya adalah dengan perawatan mulut. Pemilihan bahan perawatan mulut perlu mempertimbangkan efektifitas bahan dan keamanan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Pre dan Post test control group design. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas perawatan mulut dengan madu dan dengan Clorhexidine 0,2 terhadap risiko pneumonia aspirasi pada pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran. Pada desain ini 46 responden dibagi menjadi 23 responden kelompok yang mendapatkan perawatan mulut dengan madu dan 23 responden menjadi kelompok yang mendapatkan perawatan mulut dengan chlorhexidine 0,2 . Perawatan mulut dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama 30 menit dalam waktu 3 hari. Hasil : Risiko pneumonia aspirasi lebih rendah sebesar 2,522 dengan perawatan mulut menggunakan madu dibandingkan menggunakan Clorhexidine 0,2 . Simpulan: Perawatan mulut menggunakan madu efektif mencegah peningkatan risiko pneumonia aspirasi pada pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran. Saran: Perawatan mulut dengan madu dapat dijadikan bahan untuk perawatan mulut.

ABSTRACT
Aspiration pneumonia can occur in unconciousness stroke patients. One way prevention aspiration pneumonia is oral care. Selection of materials for oral care need to consider the effectiveness of materials and security. This quantitative study using a quasi experimental design with pre and post test control group design. This research aims comparation between effectiveness of oral care using honey and clorhexidine 0,2 to the risk of aspiration pneumonia in unconsciousness stroke patients. In this design 46 respondents 23 respondents were divided into intervention group with oral treatments using honey and 23 respondents to a group who received oral treatment with chlorhexidine 0.2 . Oral care performed twice daily in the morning and afternoon for 30 minutes within 3 days. Result The risk of aspiration pneumonia was lower by 2,522 with oral treatments using honey instead of using Clorhexidine 0.2 . Conclusion Oral care using honey to effectively prevent the increased risk of aspiration pneumonia in stroke patients. Suggestion Oral care with honey can be used as material for oral care"
2017
T46861
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>