Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"A moving network (MONET) scenario is a particular case in which a group of nodes move to gether as a unit with respect to the ground network. Such groups are comman characteristics of the vehicular environments..."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Mobile Ad Hoc Network (MANET) merupakan sekumpulan mobile wireless node yang membentuk jaringan sementara secara dinamis tanpa infrastruktur jaringan yang tetap. Fungsi jaringan ad hoc sangat tergantung pada protokol routing yang digunakan. Routing protocol proaktif, Destination Sequenced Distance Vector (DSDV), dan routing protokol hybrid, Zone Routing Protocol (ZRP) sudah diimplementasikan. Pada penelitian ini, dilakukan perbandingan parameter Quality of Services (de/ay, jitter, throughput, dan packet loss) antara DSDV dan ZRP serta melihat pengaruh penambahan algoritma ant pada masing-masing protocol. Dari hasil simulasi menggunakan NS2, penambahan algoritma ant pad a protokol DSDV meningkatkan performansi QoS."
620 JURTEL 15:2 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Widyaningrum
"Routing protocol pada Mobile Ad hoc Network (MANET) merupakan salah satu isu penting dalam melakukan komunikasi antar node. Pemilihan routing protocol yang tepat sangat diperlukan untuk menentukan rute data yang efisien. Penelitian ini menganalisis kinerja routing protocol pada MANET yakni AODV, OLSR dan TORA di lingkungan IPv6 dengan melihat dampaknya terhadap stabilitas jaringan. Simulasi dijalankan dengan menggunakan simulator OPNET Modeler versi 14.5, dimana setiap routing protocol diuji dengan variasi jumlah node, variasi kecepatan gerak node, menjalankan aplikasi HTTP dan voice serta penambahan node yang melakukan serangan blackhole. Hasil simulasi menunjukkan bahwa routing protocol AODV memiliki kinerja terbaik dibandingkan dengan kedua routing protocol lainnya pada skenario variasi jumlah node, variasi kecepatan dan penerapan aplikasi HTTP dan voice. Packet end-to-end delay AODV yang dihasilkan berkisar antara 0,00048-0,00055 s dan nilai rata-rata network load yang dihasilkan AODV merupakan yang paling rendah dengan maksimum yang didapat sebesar 26.076 bits/sec. Namun pada kondisi terdapat serangan blackhole, routing protocol yang terkena dampak paling kecil adalah routing protocol OLSR dengan perubahan throughput sebesar 5,25%, packet end-to-end delay sebesar 1,52% dan network load sebesar 5,25%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S58128
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rolies Eka Putra
"Mobile Ad Hoc Network MANET dapat menjadi platform yang baik dalam penyebaran service Voice over Internet Protocol VoIP. Dengan menggunakan sifat MANET yang memiliki flexibilitas dan mobilitas yang tinggi, sehingga Bagaimana pun, tiap routing protocol memiliki karakteristik dan kinerja yang berbeda dalam men-support voice. Sehingga penentuan routing protocol pada MANET sangat diperlukan agar didapatkan rute data yang paling efisien, dikarenakan VoIP menggunakan transmisi real-time yang memberikan tantangan besar dalam hal persyaratan Quality of Service QoS. Pada skripsi ini akan menunjukan perbandingan kinerja dari routing protocol yaitu OLSR dan GRP pada MANET dalam lalu lintas VoIP. Simulasi dilakukan untuk mengevaluasi masing-masing routing protocol dengan beberapa indikator QoS seperti delay, network load dan throughput. Simulasi akan dijalankan menggunakan OPNET modeler versi 14.5, di mana tiap routing protocol akan diuji dengan variasi jumlah node, kecepatan gerak node, menjalankan aplikasi VoIP serta penambahan node yang melakukan serangan Blackhole.Hasil simulasi menunjukkan bahwa routing protocol OLSR memiliki kinerja terbaik dari pada routing protocol GRP pada saat jumlah node yang tidak terlalu besar, sedangkan pada jumlah node yang besar dan saat terjadinya serangan Blackhole, routing protocol GRP jauh lebih unggul dikarenakan perubahan variasi parameter tidak memberikan pengaruh yang besar pada routing protocol GRP.

Mobile Ad Hoc Network MANET could be a good platform for deploying Voice over Internet Protocol VoIP services across multiple application scenarios. However, each routing protocol has different characteristics and performance in supporting voice. So the determination of the routing protocol in MANET is necessary to obtain the most efficient data route, because VoIP uses real time transmission which poses great challenges in terms of Quality of Service QoS requirements.In this thesis will show comparison of performance of routing protocol that is OLSR and GRP at MANET in VoIP traffic. Simulations were performed to evaluate each routing protocol with some QoS indicators such as delay, networkload and thoughput. The simulation will be run using OPNET modeler version 14.5, where each routing protocol will be tested by variation of number of nodes, node velocity, running of VoIP application and addition of nodes that conduct Blackhole attack.The simulation results show that the OLSR routing protocol has the best performance than the GRP routing protocol when the number of nodes is not too large, whereas in the large number of nodes and when the Blackhole attacks occur, the GRP routing protocol is much superior because changes in parameter variation does not give great affect on the GRP routing protocol."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S69452
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khalil I. Ghathwan
"Black hole attack is an attack where a node that responds to RREQ from the source node by replying a fake freshness information and false hop count. The black hole nodes do not respond to distributed co-operation in routing protocol to absorb all the packets, as a result, the network performance will drop. Most previous works are focused on anomaly detection through dynamic trusted of the neighbouring nodes. We find out that the internal comparisons take a long time. This loss can be shortened by changing the routing mechanism. We propose an enhancement of AODV protocol, named EAODV, that is able to prevent black hole attacks. The EAODV can find a shortest path of routing discovery using A* heuristic search algorithm. Values of hop count and estimate time to reach the destination node are used as input in the heuristic equation and one-way hash function is used to make a secure value and then to casting it to all neighbouring nodes. Experiments were conducted in NS2 to simulate EAODV in different running time with and without black hole nodes. The EAODV performance results are indicated better in terms Packet loss and Average End-to-End delay.
Black hole attack adalah serangan di mana sebuah node, merespon RREQ dari node sumber dengan informasi dan nilai hop palsu. Black hole node tidak merespon kerjasama terdistrbusi dalam protokol routing untuk menyerap semua paket. Hasilnya, kinerja jaringan akan turun. Penelitian – penelitian sebelumnya berfokus kepada deteksi anomali melalui mekanisme kepercayaan dinamis dari node tetangga. Kami menemukan bahwa perbandingan internal cukup memakan waktu. Kerugian ini dapat dipersingkat dengan mengubah mekanisme routing. Kami mengusulkan peningkatan protokol AODV, bernama EAODV, yang mampu mencegah black hole attack. EAODV dapat menemukan jalur terpendek pada routing menggunakan algoritma pencarian A*. Nilai-nilai hop dan perkiraan waktu untuk mencapai node tujuan digunakan sebagai input dalam persamaan heuristik dan fungsi hash satu arah digunakan untuk membuat nilai yang aman dan kemudian di-casting ke semua node tetangga. Percobaan dilakukan pada NS2 untuk mensimulasikan EAODV dengan running time berbeda dengan dan tanpa black hole node. Pada penelitian ini dapat dilihat bahwa kinerja EAODV lebih baik dalam hal Packet loss dan Average End-to-end delay."
University Utara Malaysia, School of Computing, 2013
PDF
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Amiruddin
"Mobile Ad Hoc Networks MANETs mendapatkan aplikasi yang luas bersamaan dengan kemajuan teknologi. Namun, MANETs beresiko karena kurangnya mekanisme keamanan. Dalam makalah ini, diusulkan algoritma baru untuk pembangkit kunci dan enkripsi untuk perlindungan privasi di MANETs. Fibonacci dimodifikasi dengan menambahkan faktor pengacak untuk menghasilkan rangkaian kunci acak dengan panjang yang sesuai yang dibutuhkan namun dengan overhead komputasi yang rendah. Sistem One Time Pad OTP dimodifikasi dengan menambahkan faktor pengacak untuk kerahasiaan data melalui enkripsi yang memenuhi uji keacakan, difusi, dan konfusi. Evaluasi algoritma yang diusulkan dilakukan dengan menggunakan Matlab dan NS-2. Hasil percobaan menunjukkan bahwa algoritma yang diusulkan menghasilkan rangkaian kunci dan Ciphertext yang acak. Melalui beberapa pengujian yaitu kecepatan, korelasi dan autokorelasi, difusi, dan konfusi, hasil simulasi menunjukkan keunggulan algoritma usulan terhadap algoritma lainnya. Sebagai bukti konsep, algoritma usulan telah disimulasikan dengan simulator jaringan.

Mobile Ad Hoc Networks MANETs get widespread applications along with the evolving technologies. However, MANETs are at risk due to the shortage of security mechanisms. In this paper, we propose new algorithms for key generation and encryption for privacy preservation in MANETs. We modified Fibonacci sequence by adding scrambling factor to generate random key sequences with required length but incurred low computational overhead. We modified the One Time Pad OTP system by adding scrambling factor for data confidentiality through encryption which satisfies the randomness, diffusion, and confusion tests. Evaluation of the proposed algorithms was conducted using Matlab and NS 2. Experiment results showed that the proposed algorithms produced random key sequences and Ciphertexts. Through several tests i.e. speed, correlation and autocorrelation, diffusion, and confusion tests, the simulation result showed the superiority of our algorithms over the other algorithms. For the proof of concept, our algorithms have been simulated in the network simulator.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amiruddin
"ABSTRAK
Jumlah dan ragam aplikasi terus meningkat seiring dengan perkembangan
teknologi untuk Internet of Things (IoT) seperti pada Wireless Sensor Network (WSN),
Mobile Ad hoc Network (MANET), dan ZigBee. Namun, isu keamanan juga terus
meningkat dan meluas, termasuk pada area MANET, WSN, dan ZigBee, terutama
peranti-peranti dengan memori, daya komputasi, dan sumber energi kecil. Perlindungan
privasi adalah salah satu isu keamanan yang sangat penting dalam MANET, WSN dan
ZigBee karena sangat terkait dengan keselamatan data yang ditransmisikan.
Pada penelitian ini, diusulkan algoritma-algoritma baru untuk pembangkitan
kunci acak, enkripsi, dan dekripsi dalam mendukung perlindungan privasi untuk aplikasi
pada MANET, WSN, dan ZigBee. Algoritma pembangkitan kunci acak usulan
menggunakan Fibonacci teracak dengan penambahan faktor pengacak untuk
menghasilkan rangkaian kunci acak dan panjang tetapi memiliki komputasi rendah,
sedangkan algoritma enkripsi/dekripsi menggunakan One Time Pad (OTP) teracak
dengan penambahan faktor pengacak yang bertujuan untuk memenuhi uji keacakan,
difusi, dan konfusi pada Ciphertext yang dihasilkan. Simulasi untuk evaluasi algoritma
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Matlab, NS-2, dan peranti ZigBee.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma-algoritma usulan menghasilkan
rangkaian kunci dan Ciphertext yang acak. Melalui pengujian kecepatan, korelasi,
autokorelasi, difusi, dan konfusi, hasil simulasi menunjukkan kelebihan algoritmaalgoritma
usulan dibanding algoritma lain. Untuk pembuktian konsep, algoritmaalgoritma
usulan sudah dismulasikan pada MANET dengan perangkat lunak simulator
jaringan, NS-2. Hasil simulasi jaringan memperlihatkan adanya peningkatan throughput
seiring dengan meningkatnya jumlah node dalam jaringan serta delay yang relatif tetap
untuk 20- 60 nodes yang mengindikasikan bahwa proses algoritma-algoritma usulan tidak
mengurangi secara signifikan kinerja jaringan. Sementara implementasi testbed pada
ZigBee memperlihatkan bahwa dengan memvariasikan ukuran data, transmisi data
menghasilkan delay yang meningkat perlahan yang menunjukkan bahwa ukuran data
mempengaruhi proses transmisi. Persentase rata-rata Packet Delivery Ratio (PDR) untuk
satu perangkat akhir dan satu koordinator mencapai kisaran 80% dan menurun seiring
dengan meningkatnya jumlah perangkat akhir. PDR ini menunjukkan nilai yang baik dan
mendekati nilai normal sebagaimana diketahui bahwa rata-rata PDR untuk ZigBee dengan Baudrate 9600 menggunakan Crystal Frequency 12.000 MegaCycles (MC)
adalah 85%. Sementara, jarak antara dua node yang berkomunikasi juga mempengaruhi
nilai rata-rata persentase PDR, semakin jauh jaraknya, semakin rendah persentase PDR.
Pada penelitian terakhir dari disertasi ini telah dikembangkan sebuah gateway
multiprotokol yang dapat mengakomodir protokol-protokol RF/WiFi/Etherent, ZigBee,
BLE, dan memanfaatkan protokol TCP/IP untuk pemrosesan data lebih lanjut setelah
melewati gateway. Selain itu, ditambahkan algoritma enkripsi data untuk perlindungan
privasi/data yang ditransmisikan melalui gateway usulan tersebut. Simulasi pengiriman
data terenkripsi dari beberapa end-device ZigBee, BLE, dan WiFI ke gateway telah
berhasil dilakukan. Untuk menampilkan data yang diterima server, ditambahkan halaman
dashboard untuk gateway. Secara umum, proses dekripsi memerlukan waktu pemrosesan
yang sedikit lebih lama dibanding proses enkripsi untuk ukuran data yang sama. Hal ini
dapat terjadi karena pada algoritma enkripsi dan dekripsi terjadi dua proses fungsi yang
sama yaitu AND, XOR, dan Circular Shift, dan satu proses fungsi yang berbeda yaitu
Addition pada proses enkripsi dan Subtraction pada proses dekripsi. Perbedaan kedua
fungsi tersebut mungkin menyebabkan terjadinya perbedaan lamanya waktu pemrosesan
data. Hasil testbed menunjukkan bahwa protokol WiFi mengungguli XBee dan BLE
dalam kinerja throughput. XBee memiliki nilai throughput yang terendah di antara ketiga
protokol. Meskipun demikian, ketiga protokol mengalami peningkatan nilai throughput
ketika ukuran data yang diproses juga meningkat untuk rentang ukuran data 10-100
Bytes. Terjadinya peningkatan throughput pada saat ukuran data meningkat mungkin
dapat terjadi selama masih di bawah ukuran maksimal kapasitas jaringan yang digunakan

ABSTRACT
The number and variety of applications continue to increase along with the
development of technology for the Internet of Things (IoT) such as Wireless Sensor
Network (WSN), Mobile Ad hoc Network (MANET), and ZigBee. However, security issues
are also increasing and widespread, including in areas of MANET, WSN, and ZigBee that
have low-capacity devices in terms of memory, computing power, and energy sources.
Privacy preservation is one of the most important security issues in MANET, WSN and
ZigBee as it is closely related to the security of transmitted data.
In this research, new algorithms are proposed for random key generation,
encryption, and decryption to support privacy preservation on WSN, MANET and ZigBee.
The random key generation algorithm uses scrambled Fibonacci with the addition of
scrambling factor to generate random key sequence with required length, but having a
low computational overhead, while the encryption/decryption algorithm uses scrambled
One Time Pad (OTP) with the addition of scrambling factor that aims to satisfy
randomness test, diffusion, and confusion of the generated Ciphertext. Evaluation of the
proposed algorithms is conducted using Matlab, NS-2, and ZigBee devices.
The results show that the proposed algorithms produce a series of keys and
random Ciphertext. Through speed, correlation, autocorrelation, diffusion, and
confusion testing, the simulation results show the advantages of proposed algorithms over
other algorithms. To prove the concept, the proposed algorithms have been simulated on
MANET with network simulator software, NS-2. Network simulation results show an
increase in throughput along with an increase in the number of nodes in the network and
a relatively fixed delay of 20-60 nodes indicating that the proposed algorithm processes
do not significantly reduce network performance. While the testbed implementation on
ZigBee shows that by varying the size of the data, data transmission generates slowly
increasing delay which indicates that the size of the data affects the transmission process.
The average percentage of Packet Delivery Ratio (PDR) for one end-device and one
coordinator reaches the 80% range and decreases as the number of end-devices
increases. This PDR shows good value and close to normal value as it is known that the
average PDR for ZigBee with Baudrate 9600 using Crystal Frequency 12,000
MegaCycles (MC) is 85%. Meanwhile, the distance between two communicating nodes also affects the mean value of PDR percentage, the farther the distance, the lower the
PDR percentage.
In the last part of the research for this dissertation, a multi-protocol gateway has
been developed that can accommodate RF / WiFi / Etherent, ZigBee, BLE protocols and
utilize TCP / IP protocol for further data processing after passing through the gateway.
In addition, a data encryption algorithm is added for the security of the data transmitted
through the proposed gateway. In general, the decryption process takes a bit longer
processing time than the encryption process for the same data size. This can happen
because the encryption and decryption algorithms even though they apply the same
operations of AND, XOR, and Circular Shift, they have a different function that is
Addition for the encryption process and Subtraction for the decryption process. The
difference between the two functions may cause the difference in data processing time.
The testbed results show that the WiFi protocol outperforms XBee and BLE in throughput
performance. XBee has the lowest throughput value among the three protocols.
Nevertheless, all three protocols have an increase in throughput value when the size of
the processed data is also increased for a range of 10-100 Bytes of data size. An increase
in throughput at the time of increased data size may occur as long as it remains below
the maximum capacity of the network used."
2018
D2393
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Richerzhagen, Bjorn
"This book reports on a novel concept of mechanism transitions for the design of highly scalable and adaptive publish/subscribe systems. First, it introduces relevant mechanisms for location-based filtering and locality-aware dissemination of events based on a thorough review of the state-of-the-art. This is followed by a detailed description of the design of a transition-enabled publish/subscribe system that enables seamless switching between mechanisms during runtime. Lastly, the proposed concepts are evaluated within the challenging context of location-based mobile applications. The book assesses in depth the performance and cost of transition execution, highlighting the impact of the proposed state transfer mechanism and the potential of coexisting transition-enabled mechanisms."
Switzerland: Springer Cham, 2019
e20502031
eBooks  Universitas Indonesia Library