Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Coelho, Paulo
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2014
091.089 COE m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Derolez, R.
Brugge: De Tempel, 1954
429.17 DER r
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nunuk Juli Astuti
"Penelitian ini merupakan kajian filologis dan paleografis terhadap enam naskah Ulu Serawai dan Pasemah koleksi Museum Negeri Bengkulu. Naskah yang dijadikan objek penelitian adalah MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, dan MNB 07.90. Keenam naskah tersebut dipilih karena tulisannya jelas dibaca dan makna teksnya dapat dipahami peneliti. Dalam analisis keenam naskah ini secara berurutan disebut sebagai naskah A-F.
Tujuan penelitian ini ada dua, yaitu: (1) menyajikan suntingan teks dari naskah MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, dan MNB 07.90 supaya didapatkan teks suntingan yang dipahami maknanya, (2) menganalisis bentuk aksara Ulu dalam naskah MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, dan MNB 07.90 supaya diketahui sejarah perkembangan bentuk aksaranya.
Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, peneliti menggunakan edisi diplomatik dan edisi kritis untuk melakukan suntingan teks, serta metode dinamis dalam ilmu paleografi untuk mengkaji bentuk aksaranya.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa terbitan diplomatik dan terbitan teks, .dengan perbaikan bacaan. Analisis terhadap bentuk aksara Ulu menghasilkan beberapa kesimpulan, sebagai berikut: (1) Aksara Ulu dalam naskah Serawai dan Pasemah kemungkinan diturunkan dari aksara Ulu Rejang; (2) Bentuk aksara dalam naskah A, B, dan C serupa, kemungkinan ditulis pada kurun waktu yang sama; (3) Bentuk aksara dalam naskah D merupakan bentuk aksara yang paling tua daripada bentuk aksara dalam naskah lain; (4) Bentuk aksara dalam naskah A, B, dan C kemungkinan diturunkan dari bentuk aksara Ulu dalam naskah D; (5) Bentuk aksara E dan F kemungkinan bukan diturunkan dari bentuk tulisan Ulu Rejang Jaspan, melainkan dari salah satu variannya.

This research is philological and paleographical study of six Ulu manuscripts of Serawai and Pasemah in Museum Negeri Bengkulu collection. The research objects are MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, and MNB 07.90 manuscripts. These six manuscripts are chosen because having clear script to be read and having meaning that can be understood by the researcher. It called A-F manuscript in its analysis.
There are two research objectives. First, presenting critical text of MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, and MNB 07.90 manuscripts in order to find out the critical text that its meaning can be understood. Second, analyzing the form of Ulu's script in MNB 07.09, MNB 07.56, MNB 07.72, MNB 07.11, MNB 07.32, and MNB 07.90 manuscripts so that can be known the history of its script.
In order to reach the research objective, the researcher using diplomatic and critical edition in conducting critical text, and also using dynamic method in paleography in studying script form of the manuscript.
The research finding of this research is in the form of diplomatic publication and text publication with reading correction. The analysis of the script in the manuscripts yielding several conclusions: (1) There is possibility that the Ulu's script of Serawai and Pasemah manuscript is regenerated from Rejang Ulu's script; (2) The form of the script in A, B, and C manuscripts are same, it means that may be written in the same age; (3) The form of the script in D manuscript is the oldest than others; (4) The form of the script in A, B, and C manuscripts may be regenerated from the Ulu' s script in D manuscript; (5) The form of the script in E and F manuscripts may not be regenerated from Jaspan Rejang Ulu",'s, but coming from the one of its variant.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15335
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Deroche, Francois
London : Al-Furqan Islamic Heritage Foundation, 2005
091 DER i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Seoul: Naramal, 2009
KOR 895.740 9 MOO I
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Immaculatus Djoko Marihandono
"Pendahuluan
Manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup dan memenuhi semua kebutuhannya sendiri sehingga dalam aspek kehidupannya, manusia selalu berhubungan dengan sesamanya. Dalam berkomunikasi dengan sesama manusia, bahasa memegang peranan yang sangat penting karena fungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai alat komunikasi. (Martinet: 1979:9).
Vanoye (1973:13) dalam bukunya Expression Communication menyebutkan bahwa dalam setiap komunikasi selalu terdapat dua pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Kedua belah pihak tersebut adalah: yang pertama pengirim berita, dan yang kedua adalah penerima berita.
Dalam penyampaiannya, komunikasi bahasa disampaikan melalui dua cara, yaitu penyampaian bahasa secara lisan dan penyampaian bahasa secara tertulis. Dalam penyampaian bahasa secara lisan, pembicara berhadapan dengan kawan bicara. Dalam penyampaian bahasa seperti ini, mimik, gerakan tangan serta intonasi dapat membantu pemahaman berkomunikasi. Lain halnya dengan penyampaian bahasa secara tertulis. Penyampaian komunikasi melalui bahasa tulis merupakan realisasi dari pengungkapan grafis dari bahasa lisan."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Rizka Addini Fathimah Azzahra
"Penelitian mengenai konsep martabat tujuh dalam naskah Melayu berjudul Tasawuf, pada bulan Februari hingga Juni 2008 bertujuan untuk menghasilkan edisi teks naskah sehingga teks ini dapat dipahami oleh pembaca dan menjelaskan konsep martabat tujuh yang terdapat dalam naskah Tasawuf. Pemenuhan tujuan penelitian menggunakan metode kritik teks untuk menghasilkan edisi teks dan metode deskripsi untuk menguraikan kandungan teks dan selanjutnya melakukan pembahasan tentang konsep martabat tujuh."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S11065
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nelson, Kay Yarborough
McGraw-Hill: Berkeley: McGraw-Hill , 1987
001.642 NEL u
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Umar
"Masalah utama yang dibahas dalam penelitian ini adalah kegiatan layanan rujukan kearsipan di Bidang Layanan Arsip Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta dan masalah yang sama di Bagian Akses Arkib Negara Malaysia (ANM) di Kuala Lumpur sebagai pembanding.
Secara rinci masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) petugas layanan rujukan kearsipan, (2) proses layanan rujukan kearsipan meliputi; (a) peraturan akses, (b) peraturan penggunaan, (c) metode layanan, (d) jenis-jenis layanan dan (e) fasilitas layanan di Bagian Layanan Arsip ANRI dan Bagian Akses ANM sebagai pembanding.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbandingan pelaksanaan kegiatan layanan rujukan kearsipan di ANRI dan ANM.
Penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan menggunakan metode kualitatif yang menjelaskan semua variabel yang ditemukan dalam penelitian dan membandingkan perbedaan dan persamaannya. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan langsung, wawancara, pengisian kuesioner dan penelitian dokumen.
Hasil penelitian adalah (1) ANRI belum memiliki peraturan pelaksanaan dari UU No. 7/1971 yang terkait dengan layanan rujukan sebaliknya ANM sudah memiliki peraturan pelaksanaan dari UU No. 44/1966 berkaitan dengan layanan rujukan, (2) secara kuantitas, ANM memiliki petugas layanan rujukan kearsipan lebih banyak daripada ANRI. Demikian pula, secara kualitas, ANM memiliki petugas profesional kearsipan yang bertugas di bagian layanan lebih banyak daripada ANRI, (3) peraturan akses di ANRI dan ANM adalah semua arsip dapat diakses oleh pemakai terkecuali arsip rahasia, kondisinya rapuh dan yang mengganggu keamanan negara, perbedaannya ANRI menentukan ketentuan arsip tidak dapat diakses apabila belum ada sarana temu kembalinya, ketentuan ini tidak ada di ANM dan ANM menetapkan arsip dapat diakses apabila sudah melebihi usia 25 tahun, ketentuan ini tidak ada di ANRI, (4) peraturan penggunaan berbeda antara ANRI dan ANM dalam jam layanan dan proses registrasi dan identifikasi pemakai, sedangkan persamaannya dalam persyaratan pemakai, pernyataan kebijakan untuk pemakai, larangan membawa masuk barang-barang bawaan pemakai dan peraturan umum untuk memperlakukan bahan arsip, (5) metode layanan di ANRI sama dengan ANM yaitu tatap muka, melalui surat dan komunikasi telepon, (6) Persamaan jenis layanan ANRI dan ANM adalah layanan penelitian, pertanyaan dan permintaan bahan arsip, layanan penggandaan fotokopi, foto, mikro film, print out mikro film dan layanan pengesahan salinan bahan arsip. Perbedaan jenis layanan yang diberikan oleh kedua lembaga ini adalah ANRI memberikan layanan penggandaan film dan kaset yang tidak diberikan oleh ANM dan ANM memberikan layanan peminjaman bahan kepada lembaga-lembaga pemerintah dan layanan membuat transliterasi yang tidak diberikan oleh ANRI, (7) fasilitas layanan yang terdapat di ANRI dan ANM adalah lobi, ruang pameran, ruang konsultasi, ruang baca, ruang transit/penggandaan dan ruang perpustalcaan. Fasilitas layanan yang dimiliki ANM yang tidak ada di ANRI adalah kaunter pendaftaran/registrasi, kaunter layanan, ruang mikro film, ruang audio, ruang video, ruang diskusi dan ruang finding aids.

The main issue exposed in this study is comparing reference services at The Reference Service Department of The National Archives of The Republic of Indonesia (NARI) in Jakarta and The Access Department of The National Archives of Malaysia (NAM) in Kuala Lumpur.
The detailed issues discussed in this study are (1) reference staff, (2) access policies, (3) policies for use, (4) service method, (5) types of service, (6) reference facilities at The Reference Service Department of NARI and The Access Department of NAM as a compared institution.
The purpose of this study is to describe the comparison of reference services at NARI and NAM.
This research is a comparative study using qualitative method by describing all of variables related to the issues to be studied, and comparing the similarities and or the differences found in the study. The data of the research are collected through various techniques such as observation, interview, questionnaires, and studying documents.
The results of this study are that: (1) NARI do not have the technical regulation of Archives Act of Indonesia 7/1971 in relation to reference services, while NAM already have the technical regulation of Archives Act of Malaysia 44/1966 in relation to reference services (2) NAM have more reference staff than NARI and also NAM have more reference professional staffs than NARI, (3) access policies at NARI and NAM are that all archival materials could be accessed by user except confident records, damaged records, and records containing sensitive issues which may threaten national stability; The while differences between NARI and NAM lie on that NARI determines archives could not be accessible if they have no finding aids and NAM determines that public archives should be made available to the public after twenty-five years, (4) the differences of the policies for use between NARI and NAM lie on hours of operation and registration and identification of users process, while their similarities lie on rule of users, policy statements for users, limiting personal materials and general rules for handling materials, (5) the methods of reference services at ANRI and ANM are face-to-face, letters and telephone calls, (6) the types of reference services at NARI and NAM are research, general inquiries and requesting materials services; reprographic services including photocopy, photographic reproduction, microfilm duplication, microfilm off-prints and certification of archival materials as true copies, while they differ in that NARI provides film and cassette reproduction and NAM provides loan of archival materials to creating agencies especially Government Departments and transliteration services, (7) both NARI and NAM have the same reference facilities such as lobby, exhibition room, reader- consultant room, photocopy room and library room, while the reference facilities which are available only in NAM are registration counter, service counter, microfilm room, audio room, video room, discussion room, and finding aids room.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2005
T15339
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The tradition of illustrated writing and drawing was found in the old manuscripts of Indonesia...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>