Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Maika Christy
"ABSTRAK
Lingkungan pekerjaan di Jepang secara tradisional telah dibentuk oleh kesenjangan besar antara peran gender laki-laki dan perempuan. Masyarakat di Jepang sering kali memberikan tuntutan kepada perempuan untuk memenuhi peran sebagai ibu dalam rumah tangga, peran sebagai wanita karir yang berdedikasi, atau gabungan dari keduanya. Oleh karena itu, perempuan sering kali mendapatkan tekanan bahkan mendapatkan pelecehan atau harassment di tempat mereka bekerja. Di dalam penelitian ini, penulis akan membahas mengenai perjuangan Osakabe Sayaka melawan maternity harassment yang ada di Jepang sebagai bentuk feminisme radikal. Teori yang digunakan adalah teori feminisme radikal menurut Tong, Crawford Unger dan Firestone. Melalui teori tersebut, perjuangan Osakabe melawan matahara dapat dilihat sebagai perjuangan untuk melawan penguasaan laki-laki terhadap kehidupan seksual dan reproduksi perempuan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perjuangan Osakabe dapat dikatakan sebagai wujud atau manifestasi praktek feminisme radikal.
ABSTRACT
The work environment in Japan has traditionally been shaped by a large gap between the gender roles of men and women. Communities in Japan often provide demands for women to fulfill the role of mother in the household, the role of a dedicated career woman, or a combination of both. Therefore, women often get pressure even get harassed or harassment in their workplace. On this research, writer will explain about radical feminism by Osakabe Sayaka who is fighting against Maternity Harassment in Japan. The theory that will be used on this research is the theory of radical feminism according to Tong, Crawford Unger and Firestone. Through this theory, Osakabe 39 s movement against the ldquo Matahara rdquo can be seen as a fight against male mastery of women 39 s sexual and reproductive lives. In this study we will found that Osakabe rsquo s movement can be said as a manifestation of radical feminism."
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Apsari Amanda Putri
"Penelitian ini membahas mengenai domestikasi yang dialami oleh tenaga kerja wanita Jepang melalui fenomena matahara. Matahara adalah penindasan atau perlakuan diskriminatif di tempat kerja yang dilakukan terhadap tenaga kerja wanita yang sedang hamil. Berdasarkan data-data yang didapat, korban matahara menerima anjuran atau paksaan untuk berhenti bekerja supaya dapat menjadi ibu sepenuhnya. Keberadaan sosok suami yang dianggap mampu memberikan nafkah juga menjadi salah satu alasan pelaku dalam melakukan matahara. Kedua hal ini menunjukkan adanya indikasi pandangan masyarakat Jepang mengenai pembagian kerja seksual yang memunculkan domestikasi berupa matahara. Domestikasi yang tercermin dalam fenomena matahara ini menunjukkan bahwa tenaga kerja wanita Jepang merupakan korban kekerasan simbolik berupa dominasi wacana yang sarat akan pembagian kerja seksual.

This study focuses on the domestication experienced by Japanese women workers observed through the phenomenon of matahara. Matahara is the oppression or discriminatory treatment at work done towards pregnant workers. Based on the data obtained, the matahara victims received suggestion or coercion to stop working in order to become full time mother. The existence of a husband who is considered capable of providing a living is also seen to be a reason for the perpetrators in doing matahara. Both of these points indicate the Japanese society 39 s view toward sexual division of labor which encourage the domestication through matahara. The domestication reflected in matahara phenomenon shows that Japanese women workers are victims of symbolic violence in the form of domination of discourse which is full of sexual division of labor.
"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library