Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erdi Permadi Novian Pancawhardana
"Adanya persaingan yang tajam pada semua sektor industri. Tidak terkecuali bisnis industri proyek konstruksi. Tuntutan peningkatan penghematan biaya pelaksanaan proyek konstruksi menjadi hal yang sangat diperlukan. Manajemen material konstruksi adalah sistem manajemen yang terintegrasi antara perencanaan, pengendaliun dan usaha-usaha untuk mencapai fungsi-fungsi antara lain : material, persiapan requisition hinggn pembelian (purchasing), menilai dan mcmilih vendor (bidflers) hingga negosiasi pembelian, mengekspedisi, memilih transportasi yang tepat dan ekonomis, menerima kedatangan material, menginspeksi hingga mendistribusi material kepada pekerja di lokasi proyek.
Penelitian ini menggunakan kuesioner, responden berjabatan manajer, menggunakan 32 sampel proyek dengan lingkup pekerjaan engineering, procurement dan construction (EPC), dikerjakan secara fast-track dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Data diolah menggunakan program SPSS v.I 1, LISREL v.8.53 dan Crystal Ball v.2000, melakukan analisis statistik deskriptii deduktif (inferensia), komparatif asosiatif uji model kebaikan sesuai dan validasi serta simulasi Monte Carlo.
Hasil penelitian ini memperlihatknn kualitas penerapan manajemen material konstruksi mempengaruhi kinerja biaya sedikit lebih besar dibandingkan kinerja waktu. Diperoleh variabel penentunya, yakni pengalaman kerja manajer desain dalam merencanakan dan melaksanakan manajemen material konstruksi proyek fast-track EPC, penyelesaian desatin utcjor equipment sesuai jadwal, melakukan shop inspection untuk menjamin material/ equipment dapat terkirim sesuai spesifikasi dan sesuai jadwal, memberikan informasi spesilikasi material kepada pihak desain yang berkaitan dengan ketersediaan di pasar dan penghematan, memonitor perkembangan konstruksi dan memastikan tersedianya material sesuai jadwal dan spesifikasi yang diminta oleh pelaksana konstruksi. Probabilitas tertinggi pada forecast kinerja biaya dan waktu, terjadi pada variabel pengalaman kerja manajer desain dalam merencanakan dan melaksanaakan manajemen material konsttrksi proyek fast-track EPC."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T5565
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yudha Catur Suharnanto
"Pada akhir proyek konstruksi kerap terjadi penyimpangan biaya (cost overrun) yang dapat merugikan pemilik (owner) maupun pelaksana (contractor). Penyimpangan ini salah satunya disebabkan oleh penyimpangan biaya material. Untuk mengatasi permasalahan tersebut usaha yang dapat dilakukan kontraktor adalah mengelola dengan baik material yang ada, yaitu dengan menerapkan manajemen material dengan benar, karena sekitar 50-60% biaya total proyek konstruksi digunakan dalam pengadaan material dan peralatan. Salah satu usaha dalam menekan biaya material adalah dengan melakukan pembelian terpusat (centralized purchasing). Metode ini telah banyak digunakan di luar negeri dan tidak hanya terbatas pada dunia konstruksi. Penerapan sistem ini belum dapat menjamin kesuksesan pelaksanaan proyek konstruksi, karena sistem ini juga mempunyai beberapa kerugian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan sentralisasi pengadaan material terhadap kinerja proyek konstruksi gedung bertingkat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus pada proyek pembangunan Kayamas Residences. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, non-statistik, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penerapan sistem sentralisasi pengadaan material pada proyek yang diteliti (Kayamas Residences) menunjukan bahwa risiko kenaikkan biaya pengadaan material dapat dikurangi."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S35164
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yonna Adriani Achmad
"Keberhasilan suatu proyek tidak hanya diukur dari bagusnya mutu yang dihasilkan, tetapi juga dari ketepatan waktu dan biaya yang dicapai. Kunci sukses dari suatu proyek terletak pada setiap tahapan yang dilalui, terutama tahap perencanaan. Apabila sebuah proyek direncanakan secara matang dan terperinci, maka kesalahan dalam tahap pelaksanaan akan relatif kecil. Perancang memegang peranan penting di tahap perencanaan, untuk merencanakan sesuatu seorang perancang narus mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang cukup. Salah satunya pengetahuan adalah tentang bagaimana merencanakan material.
Material merupakan salah satu sumber daya di dalam proyek yang memegang peranan cukup penting, apabila material yang digunakan tidak tepat maka selain akan menambah waktu yang dapat menyebabkan keteriambatan dari jadwal yang ditentukan, juga dapat membuat biaya proyek semakin besar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengetahuan dan pemahaman perancang akan material dalam usaha meningkatkan kinerja biaya pelaksanaan proyek konstruksi.
Penelitian ini diiakukan pada perusahaan-perusahaan konsultan yang melaksanakan proyek bangunan gedung bertingkat tinggi. Dalam penelitian ini digunakan metode kuesioner ditambah wawancara langsung kepada para perancang yang menangani proyek konstruksi sebagai bahan masukan untuk kuesioner itu sendiri.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh didapatkan bahwa sebagai seorang perancang hams mempertimbangkan beberapa faktor apabila menginginkan kinerja biaya proyek meningkat. Faktor-faktor utama yang mempengamhi kinerja biaya proyek adalah mempertimbangkan ketinggian tiap lantai bangunan dan mengidentifikasi material."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
T754
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nunung Martina
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2004
T39812
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sihotang, Charles
"ABSTRAK
Material konstruksi merupakan salah satu sumber daya yang terbatas dalam suatu proyek konstruksi dan juga merupakan salah satu fungsi utama dari kegiatan konstruksi yang nilainya antara 25-40 % bahkan dapat mencapai 60 % dari anggaran proyek. Sehingga penambahan waktu dari pemesanan, pengiriman serta penanganan material sebagai kegiatan pengadaan material, seringkali berdampak dapat menimbulkan kegiatan kritis baru dari suatu kegiatan pelaksanaan proyek.
Masalah yang dihadapi oleh departemen perencanaan material saat ini adalah sulitnya menyusun perencanaan dan pengendalian pengadaan material yang efektif, yang sesuai dengan kondisi yang ada diproyek. Hal ini dikarenakan banyaknya material yang diperlukan pada waktu yang bervariasi dan banyaknya perusahaan pemasok serta banyaknya pekerjaan yang ditangani sekaligus pada waktu yang bersamaan. Disamping itu penanganan sistem informasi manajemen pengadaan material, yang masih dilakukan secara manual, makin menambah permasalahan baru, yakni sulitnya mengetahui dan mengontrol status persediaan dari material, selama proses pelaksanaan proyek.
Berdasarkan masalah-masalah tersebut diatas maka dalam skripsi ini, akan dirancang suatu sistem informasi manajemen pengadaan material, sebagai upaya memperbaiki sistem yang ada. Sistem tersebut dirancang berdasarkan data dan informasi yang ada pada proyek dan dengan memanfaatkan paket software manajemen material yang handal, sehingga dengan demikian diharapkan pengadaan material bisa lebih efektif karena didukung oleh adanya sistem informasi yang terkomputerisasi. Sistem informasi manajemen pengadaan material yang dirancang ini diharapkan dapat menolong para pengambil keputusan untuk mengatasi masalah yang ada pada proses pengadaan material. Akhimya dengan semakin efektif dan efisiennya pengadaan material maka tujuan dan sasaran akhir proyek yang telah ditetapkan sebelumya, akan dapat tercapai sesuai dengan rencana.

"
2000
S34963
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Fransisca Theresia
"ABSTRAK
Kegiatan konstruksi dan demolisi telah menjadi kebutuhan dalam fungsinya sebagai penunjang aktivitas manusia. Namun disisi lain, konstruksi dan demolisi bangunan dituding sebagai penyebab utama permasalahan lingkungan, dari segi penyediaan materialnya, polusi selama proses konstruksi, hingga limbah material ketika bangunan tersebut dirobohkan. Berbagai konsep telah dikembangkan sebagai upaya pencapaian konstruksi yang berkelanjutan, salah satunya adalah dengan mendaur ulang material robohan bangunan untuk digunakan kembali pada bangunan baru. Namun, konsep ini masih belum banyak diaplikasikan pada proses konstruksi, utamanya di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi dampak lingkungan yang diakibatkan serta aspek social dan ekonomi yang timbul dari proses pendaur ulangan dari material robohan bangunan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode sequential exploratory dimana data utama yang didapatkan dari wawancara key informan didukung dengan artikel terkait, serta perhitungan presentase keuntungan penjualan. Berdasarkan hasil penelitian, adapun dampak lingkungan positif dari pendaur ulangan diantaranya mengurangi potensi ekploitasi sumber alam berlebihan, mengurangi konsumsi energi untuk memusnahkan material, serta mengurangi potensi polusi udara akibat proses pemusnahan material robohan bangunan. Adapun dampak negative nya adalah potensi pencemaran akibat penggunaan senyawa kimia yang tidak ditakar pada proses pengolahan material kategori saniter. Untuk aspek sosial dari pemanfaatan material robohan bangunan utamanya adalah membentuk lapangan pekerjaan baru bagi sebagian individu, serta membentuk simbiosis mutualisme antara pemilik robohan bangunan dan pekerja. Aspek ekonomi dari pemanfaatan material robohan bangunan bagi pemilik bangunan adalah dapat melakukan penghematan pembangunan dengan range 20-70%, sementara bagi penjual mendapatkan pendapatan sampingan dengan keuntungan 52,63- 77,78%.
Abstrak Berbahasa Inggris:
Construction and Demolition activities have become a necessity in its function as a support for human activities. But on the other hand, construction and demolition of buildings accused as the main perpetrator of environmental problems, in terms of material supply, pollution during the construction process, up to the contributor of solid waste material when the building is demolished. Various concepts have been developed as an effort to achieve sustainable construction, one of which is to recycle building material and reused it in the new buildings. However, this concept is still not widely applied to the construction process, especially in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the environmental impacts potential as well as the social and economic aspects arising from the recycling process of the demolition building material. This study uses a sequential exploratory method in which the main data obtained from key informant interviews are supported by related articles, as well as the calculation of sales profit percentage. Based on the research results, the positive environmental impacts of recycling include reducing the potential for excessive exploitation of natural resources, reducing energy consumption to destroy material, and reducing the potential for air pollution due to the process of destroying building collapse materials. The negative impact is the potential for pollution due to the use of chemical compounds that are not measured in the processing of sanitary materials. For the social aspects, it was found that demolition building material can create new jobs for some individuals, as well as to establish a symbiosis of mutualism between the owner of building collapses and workers. The economic aspect of building material utilization for building owners is that they can save development in the range of 20-70%, while sellers get side income with a profit of 52,63-77,78%."
Depok: Sekolah Ilmu Lingkungan Uiniversitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Khadafi
"Material merupakan komponen yang penting dalam menentukan besarnya biaya suatu proyek, lebih dari separuh biaya proyek diserap oleh material yang digunakan (Nugraha, 1985), Pada tahap pelaksanaan konstruksi penggunaan material di lapangan sering terjadi sisa material (waste) yang cukup besar, sehingga upaya untuk meminimalisasi sisa material penting untuk diterapkan.
Tingkat waste material dapat dikendalikan tergantung dari kemampuan personil atau organisasi suatu proyek dimana masing-masing organisasi tentunya memiliki tingkat waste yang berbeda-beda. Bahkan dalam suatu organisasi, waste yang terjadi pada tiap sub organisasi dapat berbeda pula.
Dengan melihat potensi yang cukup signifikan untuk mengendalikan sisa material maka dibuatlah suatu software untuk mengoptimasi nilai waste besi tulangan agar menjadi lebih optimal. Software ini pertama kali dicetuskan oleh Bapak Budi Suanda ST, MT dengan nama Software Optimasi Waste Besi (SOWB) . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi SOWB dalam mengoptimasi sisa material (waste) besi tulangan pada pekerjaan struktur beton bertulang.
Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan kuantitatif berupa archival analysis ke lapangan yang digunakan untuk meneliti berapa besar nilai waste besi tulangan pada pekerjaan struktur beton bertulang yang dihasilkan.
Penelitian ini dilakukan dengan cara menghitung nilai waste besi tulangan dengan dengan menggunakan aplikasi SOWB lalu mengoptimasi nilai waste besi tulangan tersebut menjadi lebih optimal dengan beberapa metode optimasi. Diharapkan dengan perhitungan tersebut dapat diketahui seberapa keberhasilan aplikasi SOWB dalam mengoptimasi sisa material (waste) besi tulangan pada pekerjaan struktur beton bertulang.

Material represent important component in determining the level of the expense of a project, More than a half the expense of the project permeated by used material (Nugraha, 1985), At the execution phase of construction, usage of material often generating huge of waste material, so that optimize the waste material is important to be applied.
Rate of waste material can be controlled depends on the ability of the organization or personnel project. Each organization have different rate of waste each other. Even in an organization, waste that happened at every sub organization can different each other.
Seen potency which enough significant to control the waste of material hence made a software to optimize the reinforcement bar waste in order to become more optimal. This Software first time triggered by Mr. Budi Suanda ST, MT by the name of Software Optimasi Waste Besi (SOWB).
This research aim to to know the influence of usage "SOWB" application in reinforcement bar waste optimization at reinforcement concrete structure work. Research method taken is by conducting quantitative approach in the form of analysis archival used to check how big reinforcement bar waste value at work of reinforcement concrete structure.
This research is conducted by calculating reinforcement bar waste value by using SOWB application and then optimize the reinforcement bar waste become more optimal with a few method of optimization.
Expected with the calculation we can discover the efficiency of application " SOWB" in reinforcement bar waste optimization."
2008
S50539
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Budi Nugroho
"ABSTRAK
Penggunaan pelat karbon sebagai material perkuatan struktur mulai menggejala seiring dengan pesatnya dinamika aktifitas masyarakat yang menuntut adanya fleksibilitas yang tinggi dari fungsi suatu bangunan. Perubahan fungsi bangunan yang menyebabkan beban-beban rencana yang semakin besar membutuhkan adanya suatu tindakan repair berupa perkuatan struktur yang dalam skripsi ini ditinjau perkuatan struktur bangunan menggunakan pelat karbon.
Aplikasi pelat karbon dengan nama produksi Sika CarboDur CFRP-Plates dan Sika CarboDur L-shaped Plates sebagai material perkuatan struktur ini terutama dipacu oleh beberapa kemudahan dalam pelaksanaan instalasi material perkuatan dan dapat diminimalkannya waktu pengeijaan perkuatan serta tetap dapat difungsikannya struktur bangunan selama mengalami.pengerjaan perkuatan.
Pelat karbon ini diaplikasikan sebagai material perkuatan pada lokasi tempat seharusnya dipasang pembesian tambahan akibat adanya pembebanan yang lebih besar sesuai dengan perubahan fungsi bangunan.
Hasil analisis mengenai kinerja suatu model struktur balok beton bertulang yang diperkuat dengan pelat karbon, yang diulas dalam skripsi ini menunjukkan kecenderungan yang memuaskan. Pelat karbon memberikan sumbangan kekuatan yang besar pada kekuatan nominal penampang struktur balok beton bertulang dengan sifatnya yang sangat menonjol dalam hal menahan tegangan tank ultimate sebesar ilu = 2000 MPa dan sekaligus pada saat yang bersamaan meningkatkan concrete compression block. Struktur balok beton bertulang yang diperkuat dengan pelat karbon pada umumnya tidak menunjukkan gejala over-reinforce, tetapi justru menunjukkan tercapainya mekanisme keruntuhan yang diharapkan dengan terjadinya deformasi yang besar pada kondisi ultimate. Persyaratan mengenai batasan-batasan defleksi dan retak perlu selalu diperiksa dengan teliti, dan pada umumnya persyaratan-persyaratan ini dapat terpenuhi pada struktur yang diperkuat dengan pelat karbon.

"
2000
S34875
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library