Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"The objective of this study is to know effectivness of various antagonist microorganism (streptomyces sp., Bacillus, pseudomonas fluorescens and trichoderma sp.) for controlling leaf spot that caused by phaeotrichocornis crotalariae on seedling of acacia crassicarpa. This study was carried out in two phases, they are in vitro antagonistic test and in vivo antagonistic test in vitro antagonistic test was carried out according to multiple test method. a part of filterpaper 0,5 cm. in diameter was dipped on to suspension of each microorganism that would be tested and then dried to be put in to a petridish that contain P. crotalariae 0,5 cm. in diameter at PDA medium."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
San Francisco: Pearson Benjamin Cummings, 2009
576 BRO
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Delisle, Gloria
United States: WCB & McGraw-Hill, 1999
579DELM001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
"literature data concerning phytoplankton of 60 rivers of the former Soviet Union were analyzed to describe dominating species of algae for different groups and types of currents. phytoplankton of rivers and lakes was compared"
New York: Begell House, Inc.,
579 ALG
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Toronto: University of Toronto Press, 1968
616.01 MIC
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Sembiring, Netti Darta Br
"ABSTRAK
Ikan kering asin merupakan salah satu bahan pangan sumber protein hewani yang banyak dimanfaatkan manusia. Bahan pangan tersebut mudah mengalami kerusakan, khususnya oleh mikroorganisme. Penelitian dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi kapang-kapang pada 30 sampel ikan kering asin. Isolasi dilakukan dengan teknik direct plating rnenggunakan medium Dichioran Agar + Chloramphenicol. Kapang yang diisolasi yaitu kapang representatif berdasarkan warna dan tekstur koloni, yang tumbuh langsung pada potongan ikan tersebut. Isolat kapang ditumbuhkan pada medium identifikasi, yaitu Czapek's Dox Agar (CDA) dan Malt Extract Agar (MEA) atau Potato Dextrose Agar (PDA). Identifikasi dilakukan melalui pengamatan makroskopik dan mikroskopik dari kapang-kapang tersebut. Hasil penelitian isolasi dan identifikasi kapang pada 30 sampel ikan kering asin menunjukkan ada 36 spesies kapang yang terdiri dari 13 genera yaitu Absidia, Aspergilus, Chaetomium, Cladosporium, Curvularia, Doratomyces, Eurotium, Fusarium, Moniliella, Mucor, Neurospora, Nigrospora, Penicillium dan 3 isolat lainnya tidak dapat diidentifikasi. Kapang dari genus Aspergillus yang paling banyak ditemukan, yaitu ada pada 23 sampel dan kelompok Aspergillus candidus Link merupakan isolat kapang paling banyak yatu ada 8 isolat dari 102 isolat yang diperoleh."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia, 1998
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Inda Mapiliandari
"ABSTRAK
Pululanase (Pululan 6-glukanohidrolase, EC 3.2.1.41) adalah debranching enzyme yang spesifik memotong ikatan α-1,6 dalam pululan, pati, amilopektin, dan glikogen. Enzim ini sangat penting di industri pati yang memproduksi sirup glukosa atau maltosa. Kombinasi pululanase dengan glukoamilase atau β-amilase dalam sakarifikasi pati akan meningkatkan konsentrasi glukosa atau maltosa, mempercepat sakarifikasi dan mengurangi penggunaan glukoamilase atau β -amilase.
Mikroorganisme penghasil pululanase masih relatif sedikit, sehingga memungkinkan untuk mengeksplorasi sumber mikroorganisme lainnya, di antaranya adalah mikroba yang terdapat atau hidup dalam jaringan vascular tanaman. Mikroorganisme endofit ini diduga sebagai sumber potensial penghasil enzim. Eksplorasi mikroorganisme endofit dilakukan terhadap 16 tanaman penghasil karbohidrat non biji koleksi Kebun Raya Bogor dan Kebun Plasma Nutfah Puslitbang Bioteknologi, Cibinong. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mendapatkan mikroorganisme endofit lokal (indigenous) penghasil pululanase dan mengetahui sifat-sifat enzim yang dihasilkannya.
Penelitian diawali dengan melakukan isolasi mikroorganisme yang dilanjutkan dengan seleksi mikroorgansime penghasil pululanase , produksi dan pemekatan enzim serta karakterisasi pululanase yang dihasilkan. Seleksi mikroorganisme penghasil pululanase dilakukan secara bertahap, diawali pada medium padat menggunakan dekstran T-10, tepung beras ketan atau pululan sebagai sumber karbon dan energi. Seleksi selanjutnya dilakukan dalam medium cair.
Dan kegiatan di atas, berhasil diisolasi sebanyak 76 mikroba endofit yang terdiri dari 39 bakteri dan 37 kapang. Di antara 39 bakteri, sebanyak 15 isolat menghasilkan enzim pada dekstran T-10, dan hanya 9 di antaranya menghasilkan enzim pada tepung beras ketan. Di antara 37 kapang, sebanyak 21 isolat dapat menghasilkan enzim pada dekstran T-10 dan 23 isolat menghasilkan enzim pada tepung beras ketan. Namun hanya 16 di antara isolat yang menghasilkan enzim pada dekstran T-10, juga menghasilkan enzim pada tepung beras ketan. Sebanyak 7 isolat kapang hanya menghasilkan enzim perombak tepung beras ketan raja tetapi tidak menghidrolisis dekstran T-10. Adanya aktivitas enzim pada dekstran T-10 dan tepung beras ketan menunjukkan kemungkinan adanya enzim amilase termasuk debranching enzyme.
Dan keseluruhan isolat bakteri dan kapang penghasil enzim perombak dekstran T-10, telah terjaring 9 isolat penghasil enzim pada pululan. Hasil seleksi kultur cair terhadap 9 isolat tersebut diperoleh isolat ICSo.4 penghasil pululanase yang spesifik memutus ikatan α -1,6 dalam pululan. Maltotriosa terdeteksi sebagai produk akhir hidrolisis pululan. Enzim ini memiliki aktivitas sebesar 42,34 x10-3 unit /mL. dan stabil selama penyimpanan 21 hari pada 4 °C.
Penambahan amonium sulfat 0 - 70% mampu memekatkan enzim sebesar 1,05 kali. Pululanase dari ICSo.4 yang telah dipekatkan aktif pada pH dan suhu optimum 4,0 dan 50 °C , serta stabil pada pH 4,5 - 5,5 dan suhu 30 - 40 °C. Kation Mn2+ mampu meningkatkan aktivitas enzim. Namun demikian elektroforesis filtrat enzim menunjukkan adanya 6 pita protein. Nilai Im terhadap pululan dan V°,o. pululanase berturut-turut adalah 27,8 mg/mL dan 0,81 mg/mL/menit. Pululanase dari isolat ICSo.4 ini ternyata juga dapat menghidrolisis amilopektin, glikogen, amilosa, dan soluble starch

"
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Augustine Zaini
"ABSTRAK
Sintesis senyawaan obat khiral secara organik konvensional pada umumnya produk yang dihasilkan merupakan campuran rasemat. Enzim lipase ekstraselular dari mikroba dapat mengkatalis reaksi kimia secara stereospesifik yang dapat menghasilkan enansiomer murni.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemampuan beberapa mikroorganisme lokal yaitu: Aspergillus niger UICC159, R.stolonifer UICC137, R.arrhizus UICC 2, R.oligosporus UICC 27, R.oryzae UICC 141 serta C.lipolyfica UICC Y-8, C.Tropicalis UICC Y-27 dan C.ufilis UICC Y-28 dalam menghasilkan lipase yang dapat meresolusi (R,S)-ibuprofen.
Uji biotransformasi dari enzim lipase 4 isolat mikroorganisme terpilih yaitu kapang dan khamir Aspergillus niger UICC 159, Rhizopus stolonifer UCC 137 dan Rhizopus arrhizus UICC 2 dan Candida utilis UICC Y-28 dilakukan dengan penambahan (R,S)-ester metil ibuprofen berturut-turut setelah masa inkubasi 72, 72, 96 dan 40 jam.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Aspergillus niger UICC 159, Rhizopus stolonifer UICC 137, Rhizopus arrhizus UICC Y-2 dan Candida utilis UICC Y-28 memiliki %e.e : 89,59%, 72,61%, 99,63% dan 97,15 %.

ABSTRACT
Optical Resolution of (R,S)-Ibuprofen by Enzymatic Biohydrolysis Screened From Several Local MicroorganismsThe conventional chemical synthesis of drug containing a chiral center generally yields an equal mixture of enantiomer. The extracellular microbial lipases are able to catalyse stereoselective chemical reaction for a mixture of rasemate, resolution enantiomer R(-) and S (+).
The aim of this study was to investigate the ability of several local microorganisms, such as : Aspergillus niger UICC 159, Rhizopus stolonifer UICC 137, Rhizopus arrhizus UICC 2 and Candida utilis UICC Y-28 to produce lipases applicable for resolution of (R,S)-Ibuprofen.
The biotransformation test of 4 isolates screened microorganism for lipase enzyme, i.e : fungi and yeast Aspergillus niger UICC159, Rhizopus stolonifer UICC 137, Rhizopus arrhizus UICC 2 and Candida utilis UICC Y-28 was done with subtrate addition incubation time 72, 72, 96 and 40 hour, respectively.
The result of enantiomeric excess from A. niger UICC 159, Rhizopus stolonifer UICC 137 , Rhizopus arrhizus UICC 2 and Candida utilis UICC Y-28 were obtained : 89,59 %, 72,61 % ,99,63 % and 97,15 %.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riswiyanto
"Pencemaran air oleh zat organik banyak terjadi dewasa ini. Zat-zat organik ini dapai mengubah sifat fisika air seperti kenaikan suhu. kekeruhan, warna. bau dan pH air yang tercemar tersebut. Alizarin red dan direct red-81 adalah contoh zat organik yang mencemari badan air. Keduanya berwarna merah dan digunakan dalam proses pencelupan (dyes) dalam indusiri tekstil. Pada penelitian ini dilakukan percobaan unluk mengurangi intensitas warna kedua zal warna dalam air, baik dalam kondisi berdiri sendiri maupun scbagai campuran. Menggunakan metode fotokatalisis dengan katalis 'suspensi TiO2. Proses fotokatalisis yang melibaikan molekul-molekul semikondukior TiO2 di bawah iluminasi sinar UV menghasilkan radikal hidroksil OH yang dapat mendegradasi zal warna. Setelah proses fotokatalisis. kadar warna keduanya menurun. Besarnya untuk masing-masing larutan adalah; laralizarin red 50 ppm =22 %,[TiC>2 ] 50 ppm, t radiasi 5 jam. laralizarin red 50 ppm =13,83 %.[TiQ;] 30 ppm, t radiasi 1jam"
Depok: Sains Indonesia, 2005
SAIN-10-2-2005-14
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Fatmawati U, Suranto, Sajidan. 2009. Protein expression on Cr resistant microorganism using electrophoresis method. Nusantara Bioscience 1: 31-37. Hexavalent chromium (Cr(VI)) is known as toxic heavy metals, so the need is reduced to Cr(III) is much less toxicity. Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas putida, Klebsiella pneumoniae, Pantoea sp. and Saccharomyces cerevisiae are resistant Cr(VI) microorganism and have ability to reduce Cr(VI). The aim of this research is to know ability of microorganism to reduce Cr(VI) and to know protein band pattern between Cr(VI) resistant microorganism and non resistant microorganism which inoculated on LB broth. SDS-PAGE was used to indentify protein expression. While, Cr(VI) concentration was identified by 1.5 diphenylcarbazide method. The quantitative data was analyzed by two factorial ANOVA that continued with DMRT at 1% level test. The qualitative data i.e. protein expression analyzed by relative mobility (Rf). The results showed that the ability of microorganisms to reduce Cr(VI) at initial concentration of 0.5 ppm, 1 ppm, 5 ppm and 10 ppm may vary, the average percentage of the ability of each microorganism in reducing Cr(VI) is P. putida (65%) > S. cerevisiae (64.45%) >. P. aeruginosa (60.73%) > Pantoea sp. (50.22%) > K. pneumoniae (47.82%) > without microorganisms (34.25%). The adding microorganisms have significantly influenced toward reduction of Cr(VI). The SDS-PAGE shows that protein expression between resistant and not resistant microorganisms are no different, but resistant microorganisms have more protein (protein band is thicker)."
570 NBS 1:1 (2009)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>