Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dian Hanasari Devie
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financing deficit dan misvaluasi terhadap metode pendanaan perusahaan di Indonesia, dengan cara menguji hubungan antara dengan financing deficit dan misvaluasi terhadap perubahan hutang. Dengan penerapan market timing dan adanya misvaluasi, apakah perubahan hutang menjadi lebih rendah atau tidak pada kondisi overvalued. Sampel perusahaan yang digunakan adalah perusahaan publik non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2012.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa financing deficit perusahaan mempunyai pengaruh positif terhadap perubahan hutang. Ketika financing deficit diinteraksikan dengan misvaluasi, pengaruhnya positif terhadap perubahan hutang tetapi tidak signifikan. untuk perusahaan di Indonesia. Pengaruh financing deficit terhadap perubahan hutang lebih tinggi pada saat perusahaan overvalued, yang berarti perusahaan lebih memilih menggunakan hutang untuk mendanai defisit nya pada saat overvalued. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan di Indonesia tidak sesuai dengan teori market timing.

This research aims to observe financing deficit and misvaluation effect toward companies funding method in Indonesia, by examining intercourse between financing deficit and misvaluation in debt changing. In the presence of market timing and misvaluation, whether change in debt will be lower on overvalued condition or not. The sample of this research are taken from listed corporation (non financial firms) on Bursa Efek Indonesia for period 2008-2012.
This result shows that financing deficit in a company lead to positive effect toward change in debt. When financing deficit interacts with misvaluation, it still gives positive effect but become less significant. Financing deficit effect toward change in debt is higher when the company is in overvalued condition, indicated that the company prefer to use debt to fund its deficit when in overvalued condition. It can be concluded that most company in Indonesia doesn`t comply with market timing theory.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
S55005
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ghina Farha Fasya Ataya
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh skor Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap kesalahan penilaian saham (misvaluasi) dan dampaknya terhadap struktur modal perusahaan di lima negara berkembang kawasan ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam, selama periode 2019–2023. Studi ini mengadopsi metode kuantitatif dengan menggunakan data panel tidak seimbang (unbalanced panel data) dari 320 perusahaan dan menerapkan model regresi Fixed Effect serta Two-Stage Least Squares (2SLS) untuk mengatasi masalah endogenitas. Variabel utama yang diuji meliputi skor ESG beserta tiga pilar komponennya, indikator misvaluasi saham (berdasarkan residual income model dan target harga analis), struktur modal (perubahan utang dan ekuitas, serta rasio Debt-to-Equity), dengan variabel moderasi asimetri informasi dan sentimen pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG berpengaruh signifikan negatif terhadap misvaluasi saham, di mana kenaikan ESG menandakan menurunnya misvaluasi, serta pilar Governance signifikan terhadap capital structure melalui rasio debt-to-equity

This study aims to analyze the effect of Environmental, Social, and Governance (ESG) scores on stock misvaluation and its impact on the capital structure of companies in five emerging ASEAN countries, namely Indonesia, Malaysia, Thailand, the Philippines, and Vietnam, during the period 2019–2023. The study adopts a quantitative method using an unbalanced panel dataset of 320 companies and applies Fixed Effect regression and Two-Stage Least Squares (2SLS) models to address endogeneity issues. The main variables tested include ESG scores and their three component pillars, stock misvaluation indicators (based on residual income model and analyst target prices), capital structure (changes in debt and equity, as well as the Debt-to-Equity ratio), with information asymmetry and market sentiment as moderating variables. The research results show that ESG performance has a significantly negative impact on stock misvaluation, where an increase in ESG indicates a decrease in misvaluation. Additionally, the Governance pillar significantly affects capital structure through the debt-to-equity ratio."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library