"Visa on Arrival (VOA) merupakan jenis visa yang banyak digunakan WNA, sehingga kebijakan terkait tata kelola administratif VOA menjadi faktor krusial dalam ketahanan organisasi imigrasi. Ketahanan organisasi sangat penting untuk memastikan kinerja yang optimal baik dalam jangka pendek maupun panjang. Namun, bergantung pada sistem manual dalam proses tata kelola VOA menimbulkan kerentanan bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan tata kelola administratif VOA sebagai langkah untuk meningkatkan ketahanan organisasi. Penelitian ini menggunakan teori ketahanan organisasi menurut Hollnagel, yang mencakup empat aspek utama yaitu kemampuan untuk memonitor, merespon, belajar, dan mengantisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi cepat (rapid ethnography) dengan teknik wawancara dengan WNA dan Kepala Tata Usaha, dan observasi selama periode Juni-November 2024 sebagai teknik pengumpulan data. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) untuk mengevaluasi berbagai aspek tata kelola administratif VOA dan merumuskan strategi guna mengatasi kerentanannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap jenis VOA memiliki tata kelola administratif yang berbeda. EVOA dan Molina Lite, yang terhubung dengan sistem digital dan jaringan, menunjukkan kekuatan dan peluang yang lebih besar dibandingkan dengan VOA fisik, sehingga memberikan kontribusi lebih terhadap ketahanan organisasi. Hal ini disebabkan oleh proses distribusi, penyimpanan, penerbitan, dan pelaporan yang lebih sederhana. Penyederhanaan proses ini berdampak pada berkurangnya kesalahan dan memudahkan penggunaan VOA. Keterhubungan dengan sistem tersebut memungkinkan organisasi untuk lebih efektif dalam memonitor, merespon, belajar, dan mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin timbul, sehingga meningkatkan ketahanan organisasi secara keseluruhan.
Visa on Arrival (VOA) is a widely used visa type by foreigners. so that policies related to VOA administrative governance are crucial factors in the resilience of immigration organizations. Organizational resilience is essential to ensure optimal performance in both the short and long term. However, relying on a manual system of the VOA governance process creates vulnerabilities for organizations. This study aims to analyze the strengths and weaknesses of VOA administrative governance as a step to improve organizational resilience. This research uses Hollnagel's theory of organizational resilience, which includes four main aspects: the ability to monitor, respond, learn, and anticipate. This study uses a qualitative approach with a rapid ethnography method, and interviews with foreigners and Head of Administration, as well as observations as data collection techniques The data obtained were then analyzed using the SWOT analysis method (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) to evaluate various aspects of VOA administrative governance and formulate strategies to overcome their vulnerabilities. The results of this study indicate that each type of VOA has a different administrative governance. EVOA and Molina Lite, which are connected to digital systems and networks, show greater strengths and opportunities compared to physical VOAs, thus contributing more to organizational resilience. This is due to the simpler distribution, storage, publishing, and reporting processes. This simplification of the process has the effect of reducing errors and making the VOA easier to use. Connecting to these systems allows organizations to more effectively monitor, respond, learn, and anticipate potential issues, thereby increasing overall organizational resilience. "
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2025