Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dianty Azzhari Maulida
"Developmental Coordination Disorder (DCD) merupakan merupakan gangguan neurodevelopmental yang ditandai oleh kemampuan koordinasi motorik yang kurang baik dan kesulitan dalam mengembangkan kemampuan motorik. Kemampuan motorik mencakup gross motor dan juga fine motor. Kemampuan motorik merupakan performance skill yang sangat diperlukan dalam occupational performance setiap individu. Senam Irama merupakan salah satu pengaruh yang dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan kemampuan motorik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode One Group Pretest-Posttest Design. Subjek diambil dari siswa/i TK berusia 5-6 tahun yang terindikasi atau suspek DCD berdasarkan hasil Developmental Coordination Disorder Questionnaire (DCDQ). Semua subjek menjalani pemeriksaan Bruininks Oseretsky Test-2 (BOT-2). Intervensi ini dilakukan selama 12 kali sesi terapi dengan subjek penelitian berjumlah 20 orang. Peningkatan kemampuan motorik diukur menggunakan Bruininks Oseretsky Test-2 (BOT-2) dan terdapat perbedaan signifikan terhadap kemampuan motorik anak dengan DCD sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi senam irama dengan nilai p-value 0,003. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari intervensi yang dilakukan terhadap kemampuan motorik anak dengan DCD.

Developmental Coordination Disorder (DCD) is a neurodevelopmental disorder characterized by poor motor coordination and difficulties in developing motor skills. Motor skills include both gross motor and fine motor abilities. Motor skills are essential performance skills required for the occupational performance of every individual. Rhythmic gymnastics is one of the factors that can influence the development of motor abilities. This study is a quantitative study using the One Group Pretest-Posttest Design method. The subjects were kindergarten students aged 5-6 years who were identified or suspected of having DCD based on the results of the Developmental Coordination Disorder Questionnaire (DCDQ). All subjects underwent an assessment using the Bruininks-Oseretsky Test-2 (BOT-2). The intervention was conducted over 12 therapy sessions with a total of 20 study participants. The improvement in motor skills was measured using the Bruininks-Oseretsky Test-2 (BOT-2), and a significant difference was found in the motor skills of children with DCD before and after rhythmic gymnastic intervention, with a p-value 0,003. Further research is needed to evaluate the long-term effectiveness of the intervention on motor skills of children with DCD."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library