Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
William Sakti
"
ABSTRACTPengujian beton dengan metode non destructive test sangat dibutuhkan dalam mengevaluasi kondisi beton pada konstruksi, guna mengurangi resiko kerugian akibat pengujian dengan metode destructive test. Skripsi ini membahas korelasi shearwave velocity dengan mutu beton. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan mencari nilai shearwave velocity dan mutu beton, yang kemudian dibandingkan dengan nilai longitudinal wave velocity. Nilai shearwave velocity didapatkan dari pengujian menggunakan bantuan alat A1040 MIRA dan longitudinal wave velocity didapatkan dari bantuan alat UPV. Pengujian dilakukan pada beton dengan mutu K225, K350, dan K500 selama 28 hari hingga lebih. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa shearwave velocity pada beton berbanding lurus dengan mutu beton akan tetapi nilai shearwave velocity tidak mengikuti kenaikan kekuatan tekan beton, shearwave velocity cenderung bersifat stabil saat umur beton memasuki 10 hingga 14 hari.
ABSTRACTConcrete testing with non destructive test method is needed in evaluating the condition of concrete in construction, in order to reduce the risk of loss due to testing by destructive test method. This thesis discusses the correlation of shearwave velocity with the concrete strength. This research is an experimental research by looking for shearwave velocity and concrete strength, which is then compared with longitudinal wave velocity value. The shearwave velocity values were obtained from the test using the A1040 MIRA tool and longitudinal wave velocity were obtained from the test using the UPV tools. Tests were performed on concrete with quality K225, K350, and K500 for 28 days to over. The result of this research shows that shearwave velocity in concrete is directly proportional to the quality of concrete but the shearwave velocity does not follow the increase of concrete compressive strength for the same quality, shearwave velocity tends to be stable when the age of concrete enters 10 to 14 days."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Yudhistira Josua Untung Mangasi
"Industri konstruksi mulai bertransformasi ke arah yang efektif, efisien, lebih cepat dan berkelanjutan. Penggunaan beton instan merupakan bentuk jawaban dari proses perubahan kebutuhan dalam dunia konstruksi. Dengan segala keuntungan yang diberikan, beton instan harus memenuhi karakteristik beton sebagai penyusun struktur bangunan khususnya mutu dan homogenitas. Metode non-destruktif merupakan pendekatan yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi karakteristik beton, Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik beton instan menggunakan rebound hammer dan UPV. Terdapat dua sampel beton instan yang digunakan pada penelitian ini, balok vertikal dan kubus. Homogenitas beton instan dianalisis dengan membandingkan cepat rambat beton instan di beberapa titik dan diperoleh koefisien homogenitas yang sangat baik. Kuat tekan beton instan diperoleh melalui persamaan hubungan mutu beton dengan angka pantul beton dan cepat rambat gelombang. Diperoleh persamaan fc’ = 1,3212114687e0,0006739037v dan fc’ = 1,9238159114e0.060394360695Q dengan hubungan yang cukup baik untuk menjelaskan mutu beton. Korelasi dari ketiga sampel tersebut akan ditunjukan dari trendline persebaran data yang diperoleh dalam grafik 3D dan diperoleh persamaan fc’(U,V) = -23,9964 + 0,001259V + 1,04765Q.
The construction industry is transforming in an effective, efficient, faster and sustainable direction. The use of instant concrete is a form of answer to the process of changing needs in the world of construction. With all the advantages provided, instant concrete must meet the characteristics of concrete as a builder of building structures, especially compressive strength and homogeneity. Non-destructive method is an approach that can be used in identifying concrete characteristics, This study was conducted to analyze the characteristics of instant concrete using rebound hammer and UPV. There were two samples of instant concrete used in the study, vertical beams and cubes. The homogeneity of instant concrete is analyzed by rapidly comparing instant concrete propagation at some point and obtained an excellent coefficient of homogeneity. Strong instant concrete press is obtained through the equation of concrete quality relationship with concrete rebound number and ultrasonic pulse velocity. Obtained the equation fc' = 1.3212114687e0.0006739037v and fc' = 1.9238159114e0.060394360695Q with a relationship good enough to explain the quality of the concrete. The correlation of the three samples will be shown from the trendline distribution of data obtained in a 3D graph and obtained the equation fc'(U,V) = -23.9964 + 0.001259V + 1.04765Q."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sulistyoweni Widanarko
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian Universitas Indonesia Library
JJJ 30:3 (2013)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Virdi Fikriawan
"Evaluasi kinerja struktur bangunan eksisting menjadi hal yang penting untuk memastikan kelayakan dan keamanan bangunan terhadap beban gempa, terutama bila terdapat perubahan fungsi maupun penurunan mutu material. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik sebuah bangunan gedung 6 lantai yang mengalami penurunan mutu beton sebesar 50% dari mutu rencananya menggunakan prosedur evaluasi berbasis kinerja (Performance Based Evaluation) sesuai pedoman ASCE 41-17. Evaluasi dilakukan dengan metode statik non-linear pushover untuk mengetahui sejauh mana level kinerja struktur yang dapat dicapai. Selain itu, evaluasi juga dilakukan pada setiap elemen struktur seperti balok, kolom, dan sambungan balok-kolom untuk mengidentifikasi elemen kritis berdasarkan hasil analisis tersebut. Hasil menunjukkan penurunan mutu beton secara signifikan mempengaruhi level kinerja struktur, dimana struktur tersebut tidak mencapai titik performanya dan banyak elemen mengalami kerusakan melebihi batas Life Safety (LS) dan Collapse Prevention (CP). Berdasarkan kerusakan terbesar dari beberapa aksi yang ditinjau pada setiap elemen, terdapat 11,97% balok yang melewati batas LS dan 13,51% balok yang melewati batas CP. Lalu, terdapat 5,56% kolom yang melewati batas LS dan 7,07% kolom yang melewati batas CP. Kemudian, terdapat 59,04% sambungan yang melewati batas LS dan 62,65% sambungan yang melewati batas CP.
Performance evaluation of existing building structures is crucial to ensure their feasibility and safety against earthquake loads, especially when there are changes in function or degradation of material quality. This study aims to evaluate the seismic performance of a 6 story building that has experienced a 50% reduction in concrete quality from its planned strength using the Performance-Based Evaluation procedure according to the ASCE 41-17 guidelines. The evaluation was conducted using the non-linear static pushover method to determine the extent to which the structure's performance level could be achieved. In addition, the evaluation was also carried out on each structural element such as beams, columns, and beam-column joints to identify critical elements based on the analysis results. The results show that the decrease in concrete quality significantly affects the performance level of the structure, where the structure does not reach its performance point and many elements experience damage exceeding the Life Safety (LS) and Collapse Prevention (CP) limits. Based on the greatest damage from a review of several actions on each element, 11.97% of the beams exceeded the LS limit and 13.51% of the beams exceeded the CP limit. Then, 5.56% of the columns exceeded the LS limit and 7.07% of the columns exceeded the CP limit. Subsequently, 59.04% of the joints exceeded the LS limit and 62.65% of the joints exceeded the CP limit."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library