Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Kris Wijoyo Soepandji
"Permasalahan geopolitik pada masa sekarang adalah suatu hal yang sangat kompleks karena menyangkut bagaimana bangsa, negara serta masyarakat pada umumnya berinter- aksi dengan tidak melepaskan kepentingannya masing-masing. Pada saat yang bersamaan, perkembangan teknologi telah membawa pada suatu kondisi yaitu interaksi tersebut terjadi secara sangat cepat yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. keberadaan interaksi yang tinggi ini dapat membawa keberkahan namun juga bencana bagi umat manusia, yang sangat tergantung dengan bagaimana para aktor untuk memahami dan memanfaatkan kemampuan geopolitik. pemahaman dan kemampuan memanfaatkan geopolitik akan memberikan para aktor strategis suatu kesadaran terhadap konsekuensi untuk setiap kebijakan strategis yang diambilnya. pemahaman geopolitik adalah mustahil dikembangkan tanpa mengakui pentingnya keberadaan konsep bangsa dan negara di masa kini."
Jakarta: Biro Humas Settama Lemhanas RI, 2019
321 JKLHN 37 (2019)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Wariya, Chamil
Kuala Lumpur: Matrix, 2010
959.5 CHA m (1)
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Hall, Stuart
Cambridge: Harvard University Press, 2017
305.8 HAL f
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Asep Abdurahman Hidayah
"Penelitian ini mengkaji perkembangan Nasionalisme Thai dengan berfokus pada Revolusi Siam 1932 sebagai titik balik utama hingga pemakzulan Perdana Menteri Phibunsongkhram pada 1944, termasuk bagaimana proses transisi dari monarki absolut yang arkais menuju negara bangsa yang modern. Revolusi Siam 1932 menandai akhir kejayaan nasionalisme resmi yang sebelumnya dikembangkan oleh Raja Vajiravudh menuju nasionalisme rakyat di bawah kendali Khana Ratsadon (Partai Rakyat) yang beranggotakan sejumlah elit dari kalangan sipil dan militer. Raja Vajiravudh merumuskan nasionalisme resmi berdasarkan triad “Chaat, Saatsanaa, Phramahaakasat (Bangsa, Agama, Raja)”. Pada perkembangan selanjutnya, Phibunsongkhram menambahkan “Phuunam (Pemimpin)” sebagai pilar keempat. Penelitian ini berpedoman pada metode sejarah dari mulai heuristik, kritik, interpretasi, hingga penyusunan karya tulis secara utuh. Berdasarkan sumber sejarah yang telah diperoleh dalam bentuk arsip digital, artikel jurnal, buku/e-book, dan karya tulis ilmiah lainnya dapat dikemukakan bahwa Nasionalisme Thai periode 1932–1944 berkembang dalam konteks yang sangat kompleks sebagai akibat dari persaingan antar faksi sipil dan militer, resiliensi bangsawan tradisional, dan situasi politik global yang akhirnya mendorong Pemerintah Thailand untuk terlibat dalam Perang Dunia II.
This research examines the development of Thai Nationalism by focusing on the 1932 Siamese Revolution as a major turning point until the impeachment of Prime Minister Phibunsongkhram in 1944, including how it transitioned from an archaic absolute monarchy to a modern nation state. The 1932 Siamese Revolution marked the end of the official nationalism previously cultivated by King Vajiravudh towards popular nationalism under the control of the Khana Ratsadon (People's Party), which included a number of civilian and military elites. King Vajiravudh formulated official nationalism based on the triad of “Chaat, Saatsanaa, Phramahaakasat (Nation, Religion, King)”. In later developments, Phibunsongkhram added “Phuunam (Leader)” as the fourth pillar. This research is guided by historical methods from heuristics, criticism, interpretation, to the preparation of a complete written paper. Based on the historical sources that have been compiled in the form of digital archives, journal articles, books/e-books, and other scientific papers, it can be argued that Thai Nationalism in the 1932-1944 period developed in a very complex context as a result of competition between civilian and military factions, the resilience of traditional aristocrats, and the global political situation that eventually pushed the Thai Government to get involved in World War II."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library