Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 38 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Boston: Kluwer Academic, 1999
621.382 WIR
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
M. Taufik Suryawinata
"Saiah satu alternatif komunikasi untuk daerah rurai yang sedang dikembangkan saat ini adaiah kornunikasi tanpa kabel yang disebut JARLOKAR ETDMA (Jaringan Lokar Radio Extended TDMA). Dalam sistem JARLOKAR ETDMA terdapat satu rnodui yang berfungsi sebagai antarmuka dengan PSTN dan melakukan proses konsentrasi dari 512 pesawat telepon pelanggan ke 36 kanai saiuran. Modul tersebut adalah DCU (Digital Consentrator Unit). Agar DCU dapat meiakukan konsentrasi dengan baik diperiukan satu submodul prosesor yang bertugas mengatur proses konsentrasi tersebut yaitu CCP (Consentrator Switching Processor). Di daiam Tugas Akhir ini akan dirancang dan dibuat satu prototipe CSP dengan berbasiskan mikrokontroier MCS 8751. Fungsi CSP ini selain mengatur proses konsentrasi, juga rnelakukan hubungan komunikasi dengan LIP (Line interface Processor) dan CPU (Centrai Processing Unit)."
1996
S38936
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gamantyo Hendrantoro
Surabaya: ITS Press, 2012
621.382 GAM s
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
"Sistem komunikusi nirkabel saat ini telah memasuki kepada era teknologi
generasi ketiga (3G). Guna memenuhi permintaan akan layanan yang berkualitas dan
akses data yang tinggi digunakan teknologi Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA)
sebagai salah satu teknologi 3G. WCDMA merupakan kanal CDMA
dengan kanal empat kali lebih lebar dari kanal yang digunakan pada sistem komunikasi
generasi kedua (2G).
Dalam meningkatkan unjuk kerja kanal downlink WCDMA, ada beberapa cara
yang dapat digunakan. Salah satunya adalah penggunaan diversitas antena pada base
station (BS) yang terbagi dua, yaitu loop terbuka dan loop tertutup. Space time transit
diversity (STTD) merupakan salah satu diversitas antena pada loop terbuka. STTD
merupakan diversitas yang berbasiskan Space Zime Block Coding (STBC). Penerapan
STTD dilakukan dengan menggunakan minimal dua antena pada BS, sedangkan pada MS minimal satu antena.
Dari hasil simulasi ditunjukkan bahwa dengan pemakaian STTD pada kanal downlink mode FDD WCDMA,
kapasitas bandwith sistem dapat ditingkatkan
terutama dalam penghantaran data. Perolehan gain yang didapat juga cukup signifikan
bila dibandingkan dengan WCDMA tanpa STTD meskipun delay yang diterapkan
bervariasi. Sedangkan dengan bertambahnya kecepatan yang digunakan oleh MS dan
atau dengan ditingkatkannya SNR maka perbedaan BER yang didapat juga semakin
besar. STTD akan sangat menguntungkan bila ditetapkan pada MS yang bergorak dengan
kecepatan yang semakin tinggi. Sebaliknya STTD kurang berpengaruh pada MS
yang bergerak dengan kecepatan tidak terlalu ringgi."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S39322
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raman Anggorodi
"Antena mikrostrip menawarkan kelebihan bempa bentuk yang praktis, ringan, dan fleksibilitas dalam perancangan. Aplikasi antena mikrostrip dalam komunikasi nirkabel terutama komunikasi satelit menjadi satu hal yang sangat menarik untuk diteliti. Karakter yang harus dimiliki oleh antena untuk komunikasi satelit adalah ukuran yang kecil, gain besar, ringan dan memiliki keterarahan yang baik.
Penelitian dalam mereduksi ukuran fisik antena mikrostrip secara umum sudah berhasil dilakukan pada patch bentuk segitiga sama sisi, namun dengan jenis pencatuan koaksial (coaxial probe feed). Polarisasi melingkar juga dapat dihasilkan dengan menambahkan slot pada antena segitiga sama sisi. Bentuk dan ukuran slot sangat mempengaruhi karakteristik kerja antena. Model patch antena yang diteliti pada skripsi ini adalah bentuk segitiga sama sisi. Penambahan slot berbentuk silang yang dimodifikasi juga dilakukan untuk menciptakan karakteristik polarisasi melingkar dan mampu mereduksi ukuran patch sampai 17,84% dari luas antena efektifdan 19,92% dari luas antena hasil perhitungan.
Penelitian pada skripsi dilakukan sampai tahap pengukuran hasil fabrikasi. Unjuk kerja yang dihasilkan oleh antena hasil rancangan memenuhi frekuensi kerja yang diharapkan dari antena konvensional. Hasil pengukuran menunjukkan, rentang frekuensi kerja antena 2,584 - 2,642 GHz dengan bandwidth impedansi antena mencapai 2,20%. bandwidth axial ratio yang dihasilkan antena mencapai 1,1%. Gain maksimum yang diperoleh dari pengukuran adalah 5,58 dB."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S40041
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sibarani, Marimbun
"Sistem wireless sensor network berbasis Internet Protocol (IP) didesain sebagai sebuah jaringan komunikasi sensor yang terhubung secara nirkabel untuk memonitor kondisi fisis atau kondisi lingkungan tertentu dengan lokasi sensor dan pemrosesan data yang berjauhan. Data pembacaan sensor tersebut dapat diakses secara nirkabel sesuai IP address perangkat tersebut. Pada dasarnya jaringan komunikasi sensor ini digunakan pada industri ataupun aplikasi komersial lainnya yang sulit dihubungkan dengan kabel.
Jaringan wireless sensor ini dapat digunakan pada sistem monitor tingkat polusi atau kontaminasi udara, pengendali reaktor nuklir, sistem deteksi kebakaran, system pemantauan lalu lintas, ataupun area berbahaya lainnya. Pembacaan sensor ini akan diinformasikan secara realtime dan dengan keamanan data yang terjamin hingga diterima oleh pengolah atau pengguna data tersebut.
Implementasi sistem wireless sensor network yang dibuat pada tugas akhir ini dirancang untuk memberikan solusi dalam mengatasi masalah pengambilan data ataupun monitoring lingkungan pada kondisi lingkungan yang keras, dengan sistem jaringan sensor yang lebih dinamis, sistem akses data secara mobile dengan pengiriman data secara nirkabel, serta memungkinkan akses melalui website sehingga dapat mengakses data pembacaan sensor dari jarak jauh secara realtime.
Perangkat ini didesain dengan menggunakan mikrokontroller, sensor polusi, perangkat web server dan perangkat Wi-Fi. Sistem telah berjalan dengan baik dengan menampilkan pembacaan tingkat polusi udara pada perubahan input polusi udara. Hasil pembacaan ini dapat dikirimkan kedalam perangkat web atau jaringan Internet. Dari evaluasi dan test oleh pengguna sistem, menyatakan sistem tersebut mempunyai nilai aplikasi yang sangat bagus untuk disebut sebagai wireless sensor network.

Wireless sensor network with Internet Protocol (IP) based is designed as a network of communication sensor wirelessly for monitoring of physical condition or after particular condition of the environtment in which there is a distance between the location of sensor and the data processing. Basically, wireless sensor network can be used in industrial or other commercial application in which wire system is differ it to be used.
Wireless sensor network can be used to monitor pollution or air contamination, nuclear reactor control, fire system detection, traffic monitoring system, and others dangerous areas. The data of sensor will be inform and send realtime and secure until receive of data processing or that's user.
The implementation of wireless sensor network system in this project has been designed to solve the problem of monitoring of hazardous environment, using a more dynamic sensor network sistem, mobile data access using wireless data transmission, access through the website to access remote data realtime. The hardware of the system using microcontroller, sensor and web server, and the software using Basic Compiler, HTML, PHP and MYSQL.
The system works well and shows variable pollution value of CO2, when the system detect the pollution varied. The result can be send for the web by the user. A user evaluation and testing shows that the system achieved the aimed as a wireless sensor network.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S40494
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aldwin Akbar Hermanudin
"Saat ini terdapat beberapa protokol pada Application Layer yang berjalan di sistem Internet of Things. Protocol seperti MQTT, CoAP, XMPP, dan DDS memiliki arsitektur dan kinerja yang berbeda-beda. Pada jaringan sensor nirkabel yang memiliki daya rendah, bandwidth rendah dan reliabilitas yang terbatas lebih cocok menggunakan CoAP. Namun, CoAP menderita skalabilitas yang buruk jika dibandingkan dengan MQTT. Oleh sebab itu penelitian skripsi ini fokus pada implementasi CoAP Broker yang memungkinkan CoAP menggunakan arsitektur yang serupa dengan MQTT.
Penelitian ini mengimplementasi Access Gateway dan beberapa skenario skalabilitas, meliputi skenario pemantauan sensor dan pengedalian aktuator pada peternakan ayam yang memiliki kandang ayam lebih dari satu. Hasil dari penelitian ini menunjukan keberhasilan mengimplementasi CoAP Broker beserta dengan skenario yang disebutkan dengan hasil evaluasi kinerja menunjukan latency yang belum menunjukan congestion saat menangani 130 permintaan per detik dan error-rate yang baik dengan nilai yang sangat rendah antara 0.01 - 0.04.

Currently there are several Application Layer protocols running in Internet of Things system. Protocols such as MQTT, CoAP, XMPP, and DDS have different architectures and performance. For wireless sensor networks operating in low power, low bandwidth and with limited reliability, is more suitable to use CoAP. However, CoAP suffers from scalability problem which make it inferior to MQTT architecture. Therefore this research focuses on CoAP Broker implementation which enables MQTT like architecture to be implemented in CoAP.
This research aims to implement Access Gateway and several scalability scenarios, involving sensor monitoring scenarios and actuator controls on chicken farms that have more than one chicken coop. The results of this research shows the success of implementing CoAP Broker along with the mentioned scenarios with performance evaluation results show the latency which has not indicate any congestion when handling 130 requests per second and good error rate with very low value between 0.01 0.04.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2017
S68683
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muhammad Haqy Aunoora
"Pada industri otomotif saat ini, banyak bagian yang sudah dikendalikan oleh komputer. Salah satu bagian yang sudah banyak dikendalikan komputer adalah mesin. Mesin dikendalikan oleh engine control unit yang mengatur segala parameter yang ada pada mesin agar dapat berfungsi secara optimal. Karena dunia otomotif sangat berkaitan dekat dengan kompetisi, maka kebutuhan akan sebuah engine control unit yang dapat diatur ulang cukup tinggi. Pada akhirnya engine control unit ini yang salah satunya disebut standalone lahir dan memungkinkan setiap orang dapat mengatur mesinnya sesuai kebutuhannya. Pengaturan terhadap engine control unit ini atau disebut tuning biasanya dilakukan dengan menghubungkan engine control unit dengan komputer atau laptop menggunakan kabel kemudian tuner dapat mengatur mesin sesuai kebutuhan. Karena jenis kendaraan yang dilombakan pada kompetisi otomotif berbagai macam, terkadang keterbatasan ruang pada kendaraan mengurangi fleksibilitas dalam melakukan pengaturan tersebut. Maka dari itu pada skripsi ini dibuat sebuah solusi atas masalah tersebut dan memberikan keleluasaan kepada pengguna engine control unit standalone dalam melakukan pengaturan terhadap mesinnya. Cara untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi nirkabel melalui perangkat Raspberry Pi dan aplikasi USBIP untuk tuning engine control unit standalone secara jarak jauh. Dari implementasi dan pengujian yang dilakukan, dihasilkan sebuah alat yang dapat membantu proses tuning secara jarak jauh.

In the automotive industry today, many parts are controlled by computers. One part that has been controlled a lot by computer is the engine. The engine is controlled by an engine control unit that regulates all parameters present in the engine so that it can function optimally. Because the automotive world is closely related to competition, the need for an engine control unit that can be retuned is quite high. In the end, standalone engine control unit was born and allowing everyone to adjust the engine according to their needs. The tuning process for standalone engine control unit are usually done by connecting the engine control unit with a computer or laptop using a cable and after that the tuner can adjust the engine as needed. Because there are many types of vehicles contested in automotive competitions, sometimes the limited space in the vehicle reduces the flexibility in making these tunes. Therefore, in this thesis a solution was made to solve the problem and provide flexibility to the standalone engine control unit users when tuning the engine. In order to solve that problem we utilize the wireless technology through the use of Raspberry Pi and USBIP application for standalone engine control unit remote tuning. From the implementation and tests done, we managed to deliver a tool that could help remote tuning process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rafifa Maricha Putri Erisa
"Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki wilayah perbatasan laut dengan Malaysia, Australia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Timor Leste. Kawasan perbatasan merupakan salah satu kawasan penting yang perlu dilindungi dan dipantau terus menerus menggunakan sistem deteksi. Hal ini dapat digunakan untuk melindungi sumber daya yang berada di laut seperti pertambangan minyak, perikanan, dan kekayaan laut lainnya. Oleh karena itu, dikembangkanlah teknologi terbaru yaitu Jaringan Sensor Nirkabel JSN.
Dalam tulisan ini, penulis mengembangkan sistem pendeteksi kapal menggunakan JSN yang bersifat terdistribusi. JSN terdistribusi bekerja dengan melakukan seluruh proses pendeteksian pada masing-masing node sensor. Selain itu, pada pendeteksian kapal di setiap node, penulis menggunakan Fast Fourier Transform FFT untuk mengubah keluaran akselerometer ke domain frekuensi. Penulis juga menggunakan magnitude threshold dan pembatasan frekuensi deteksi untuk membedakan kondisi gelombang laut ketika ada kapal yang melintas dan tidak ada kapal yang melintas.
Pada sistem pendeteksian kapal ini didapat nilai estimasi kecepatan, arah datang, dan koordinat kapal saat meninggalkan daerah pengawasan. Penelitian ini juga menghasilkan persentase keberhasilan terbaik untuk estimasi arah kapal sebesar 99,40, kecepatan kapal sebesar 96,33, koordinat x 96,39, dan koordinat y 98,46. Selain itu, didapatkan spektrum frekuensi gelombang ketika dilewati kapal 1,25 Hz dan ketika tidak dilewati kapal 0,63 Hz.

Indonesia, as the largest archipelago in the world, has sea border area with Malaysia, Australia, Singapore, Thailand, Philippines, Vietnam, and Timor Leste. The border region is one of the important area that need to be protected and monitored continuously using the intrusion detection system. It can be used for commercial facilities protection such as oil mining, fisheries, and other sources. Therefore, we developed the latest technology, Wireless Sensor Network WSN, to overcome those issues.
In this paper, we developed a ship detection using distributed WSN which all the detection process is processed in each node. Moreover, we use Fast Fourier Transform FFT to convert output of accelerometer in time domain into frequency domain. We also use magnitude threshold and frequency delimitation to distinguish the condition of sea waves in the presence of ships and the absence of ships.
From this system, we got the estimated value of ship speed, ship direction, and coordinate of the ships as it leaves the surveillance area. In result, the best accuracy for ship direction is 99.40, for ship speed is 96.33 , for x coordinate 96.39, and for y coordinate 98.46. Morover, we get frequency spectrum of water when ship passing through the sensor at 1,25 Hz and frequency spectrum at sea waves 0,63 Hz.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>