Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nurina Febryanti
"Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) adalah sistem multi carrier yang popular digunakan untuk pengiriman data tingkat tinggi. Konsep OFDM adalah memecah data serial dengan kecepatan tinggi menjadi data paralel dengan kecepatan yang lebih rendah, kemudian data-data paralel tersebut dibawa oleh subcarrier yang saling orthogonal. Namun, salah satu kekurangan teknik ini adalah nilai Peak to Average Power Ratio (PAPR) yang tinggi di mana nilai daya maksimum signal OFDM akan jauh lebih besar dibandingkan daya rata-ratanya. Nilai PAPR yang besar menyebabkan sub-carrier tidak orthogonal sehingga menurunkan performansi OFDM. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa teknik yang dapat menurunkan nilai PAPR.
Teknik yang diajukan pada penelitian ini adalah penggunaan teknik kombinasi metode Transformasi Wavelet dan Partial Transmit Sequence (PTS). Penggunaan transformasi wavelet pada sistem OFDM memberikan beberapa keunggulan dari teknik multicarrier. Keunggulan tersebut seperti efisiensi tinggi yang dikarenakan hilangnya guard interval (GI). Pada Wavelet-OFDM, GI bisa dihilangkan karena sifat antar subband-nya sudah saling ortogonal, sehingga dengan dihilangkannya GI maka efisiensi bandwidth pun dapat ditingkatkan.
Konsep metode PTS adalah membagi deret simbol OFDM ke dalam beberapa subblock, kemudian masing-masing subblock dikalikan dengan faktor phasa tertentu. Kemudian memilih hasil kombinasi subblock dengan nilai PAPR terendah untuk ditransmisikan. Dari hasil simulasi perbandingan PAPR, teknik kombinasi Wavelet-PTS yang diusulkan dapat mengurangi reduksi PAPR secara signifikan, yaitu dapat mencapai pengurangan PAPR sebesar 9 dB yang lebih baik daripada skema OFDM Konvensional.

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) system is a multi carrier system use to transfer data at high rate. The concept of OFDM is to split a high speed serial data into parallel data at a lower speed, then the parallel data are carried by mutually orthogonal subcarriers. The drawback of OFDM system is the high value of Peak to Average Power Ratio (PAPR) in which the value of the maximum power OFDM signal will be far greater than the average power. Large PAPR values cause the subcarriers are not orthogonal so that the OFDM performance be lower.
The technique proposed in this thesis is the use of a combination based on Wavelet transformation and Partial Transmit Sequence. The use of wavelet transformation on the OFDM system provides several advantages of multicarrier techniques. These advantages such as high efficiency due to the loss of guard interval (GI). On Wavelet-OFDM, GI can be eliminated because of the nature of inter-subband its own mutually orthogonal, so that with the removal of the GI, the bandwidth efficiency can be improved.
The concept of PTS method is to split OFDM symbol into several subblock, then each subblock is multiplied by particular factors phase. Then select the combined result subblock with the lowest PAPR value to be transmitted. The proposed Wavelet-PTS technique reduces the PAPR significantly, which can achieve a reduction of 9 dB PAPR better than conventional OFDM system.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T45407
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Irhamsyah
"Untuk penggunaan wireless dalam area Wireless Local Access Network (WLAN) yang cakupannya terbatas atau berada dalam lingkungan indoor, yang banyak terjadi pantulan, dibutuhkan suatu teknologi yang mampu membuat sinyal pantulan tidak menghilangkan sinyal utama, untuk itu diperlukan skema MIMO (Multiple Input Multiple Output). Dengan teknologi MIMO, perangkat mampu mengirimkan lebih dari satu sinyal sehingga sebuah transmitter atau receiver mempunyai lebih dari satu antena. Melalui berbagai konfigurasi antenanya, akan mempunyai potensi meningkatkan kemampuan dan kecepatan data untuk komunikasi wireless tanpa memerlukan bandwidth tambahan.
Pada Tesis ini digunakan skema MIMO OFDM dengan menggunakan pengkodean STBC (Space Time Block Code) yang dapat meningkatkan BER dari sistem. Dengan menggunakan skema ini, performansi dari sistem dilihat menggunakan skema Tarokh dengan modulasi MPSK dengan konstelasi yang berbeda untuk penggunaan pada komunikasi WLAN. Performansi yang dianalisis tidak terbatas hanya pada BER, namun juga dilihat throughput dari sistem.
Dari hasil simulasi terlihat dengan pertambahan jumlah antena pada transmitter akan memperbaiki BER dan throughput dari sistem. Menggunakan antena dengan matrik yang mempunyai code rate ½ menghasilkan BER dan throuhgput yang lebih baik dibandingkan menggunakan matrik dengan code rate ¾. Sedangkan dengan menggunakan modulasi 4 PSK akan mempunyai BER dan throuhgput yang lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan 8 PSK ataupun 16 PSK.

The use of indoor Wireless Local Access Network (WLAN) often meets the trouble of limited signal coverage and enormous refection signal. In order to create refelction signal without eliminating the main signal, the Multiple Input Multiple Output (MIMO) technology is strongly recommended. MIMO technology can accommodate the device in delivering more than one signal, therefore the transmitter or receiver might have more than one antennas. By using various antenna configuration, the device will be able to increase its capacity and data speed for wireless communication without additional bandwidth installment.
This thesis talks about the MIMO OFDM scheme using STBC (Space Time Block Code) coding that can increase BER of one system. In this thesis, Tarokh scheme using MPSK modulation with different constellation can analyze the system performance for WLAN communication purpose. The performance analysis will also take account for BER and throughput of the system.
Based on the simulation result, it can be seen that the additional cumulative of antennas of transmitter can increase BER and system throughput. By using antennas with ½ code rate matrix, the transmitter can generate higher BER and throughput than using ¾ code rate matrix. Furthermore, a transmitter using BPSK modulation will generate higher BER and throughput than using 4 PSKJ, 8 PSK or 16 PSK modulation."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T24706
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sudiroyono
"ABSTRAK
Pada tesis ini akan dianalisa unjuk kerja sistem Multicode OFDM CDMA
melalui persamaan BER yang ditunjukkan dalam persamaan matematis. Pada mikroseluler di sini, diasumsikan bahwa sinyal yang ditransmisikan dipengaruhi oleh noise AWGN, Inter Carrier Interference (ICI), Inter Symbol Interference (ISI) dan Inter
Code Interference (OCI). Untuk mendapatkan solusi matematis, terlebih dahulu dicari persamaan sinyal Multicode CDMA dan sistem modulasi OFDM. Dalam sistem OFDM menggunakan IFFT sebagai teknik modulasinya. Dari hasil analisa, dapat disimpulkan bahwa ukuran sistem Multicode OFDM CDMA mempunyai unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan dengan CDMA, Multicode CDMA maupun
OFDM CDMA, dimana BER yang didapatkan semakin menurun."
2007
T23287
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Banjarnahor, Wahyu
"OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah suatu teknik multicarrier, dimana membagi spektrum dalam beberapa pembawa. OFDM merupakan bentuk khusus dari Frequency Division Multiplexing (FDM), yang menggunakan spektrum lebih kecil dan terbagi ke dalam beberapa pembawa dengan mengambil jarak antar Frekuensi yang bersebelahan, sehingga penggunaan bandwidth akan lebih efektif OFDM memiliki efisiensi pada pemakaian frekuensi yang jauh lebih baik dibanding dengan teknik FDM (Frequency Division Multnnlexing) multicarrier biasa, akan tetapi OFDM juga tidak lepas dari interferensi yaitu phase error dan ICI (Inter- carrier Interference). Hal ini dapat mengakibatkan penurunan pada QoS (Quality Service Support) dalam sistem OFDM.
Metoda perhitungan EKF (Extended Kalman Filtering) adalah metoda yang dapat dipergmmakan pada sistem Iinier dan non-Iinier, sehingga metoda ini merupakan suatu implementasi yang kompleks dengan penggunaan yang sederhana. Metoda extended kalman filter juga memiliki basil pengukuran yang lebih baik dibanding metoda seMcanceIlation dan ML-estimation. Pada perhitungan jrequency ojket dari penerimaan suatu sinyal, extended kalman filter memiliki performansi yang baik dalam memperoleh perhitungan yang cepat. Sehingga dengan penggunaan metoda extended kalman fitter akan mengurangi ICI (Inter-carrier Intewrence) pada suatu sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Mulmvlexing).
Tesis ini menganalisa ICI (Inter-Carrier Interjérence). Simulasi dan analisa dilakukan dalam sistem OFDM dan EKF-OFDM pada tiga jenis kanal yaitu AWGN (Additive White Gaussian Noise), multymth 1 order, multipath 2 order dan multipath 3 order.
Hasil analisa simulasi pada extended kalman filter-OFDM (EKF-OFDM) yang menggunakan proses koreksi CPE dalam kanal AWGN (Additive White Gaussian Noise), multipath 1 order, multipath 2 order dan multipath 3 order memiliki hasil yang baik, terutama jika keadaan phase noise tidak terlalu besar. Sehingga dengan menggunkan metoda extended kalman filter dapat mengurangi phase error dalam suatu transmisi komunikasi dari sistem OFDM.

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) is multicarrier transmission technique, which divides the available spectrum into many carriers, each one being modulated by a low rate data stream. OFDM was represents the FDM (Frequency Division Multiplexing) special formula. However, OFDM uses the spectrum much more efficiently by spacing the channels much closer together. In OFDM communications system using smaller spectrum then divided into sub-carrier with smaller space at frequency distance, so that in OFDM bandwidth enable a more effective.
OFDM was found to perform very well compared with FDM (Frequency Division Multiplexing) multicarrier teclmique. But OFDM has never been get out at the interference, such as phase error and ICI (Inter-can-ier Interference). This enables a more degradation at Qos (Quality Service Support) in OFDM communications system.
EKF (Extended Kalman Filtering) method has done at linear and non-linier system, so that Extended Kalman Filtering method represents the complex implementation with modestly usage. Extended kalman filter method was efficient estimation algorithm to suppression ICI in OFDM communication system compared with self-cancellation and ML-estimation methods.
This thesis has analysis the ICI (Inter-Carrier Interference) on extended kalman filter method of OFDM communication system. This analysis has done at theAWGN (Additive White Gaussian Noise) channel, multipath l order channel, multipath 2 order channel and multipath 3 order channel.
The analysis results are showm of extended kalman filter method on OFDM which demonstrate the effectiveness of the AWGN (Additive White Gaussian Noise) channel, multipath l order channel, multipath 2 order channel and multipath 3 order channel, especially when low phase noise are required. So that, extended kalman filter method to suppress influence of phase error in OFDM communications system."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
T16108
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"A combination between MIMO (Multiple-input multiple-output) and OFDM is expected to become a solution to increase data rate in wireless communication...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
I Gura Prabu Senky
"Teknologi dalam bidang komunikasi nirkabel dalam kurun waktu terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut mengarah kepada pemenuhan akan kebutuhan kapasitas yang tinggi, serta penggunaan bandwidth yang efisien dan kemampuan dalam menghadapi gangguan selama transmisi yang berujung pada minimnya eror selama pentransmisian data. Salah satu teknologi yang dapat memenuhi semua kebutuhan diatas adalah teknologi MIMO OFDM.
Pada skripsi ini, disimulasikan dan dianalisis teknik MIMO OFDM dengan menggunakan teknik Spatial Multiplexing dalam pentransmisian datanya. Pemodelan kanal yang digunakan dalam simulasi ini berbasiskan operasi Singular Value Decomposition. Performansi sistem dalam simulasi ini dinyatakan dengan korespondensi Bit Error Rate (BER), Kapasitas Kanal dan Throughput terhadap Eb/No. Performansi sistem dilihat dengan tiga jenis modulasi, yaitu QPSK, 16 QAM dan 64 QAM. Unjuk kerja keseluruhan system divariasikan dengan jenis Error Control Coding (ECC) yang digunakan, dimana pada simulasi ini, terdapat tiga jenis ECC dengan coderate yang berbeda-beda. Selain itu, user dalam simulasi ini terdiri atas dua keadaan, yaitu user diam (v = 0 m/s) dan user bergerak (v = 10 m/s).
Hasil simulasi menunjukkan bahwa unjuk kerja sistem makin baik dengan menggunakan Eb/No yang tinggi. Hal ini dilihat dari grafik BER, Kapasitas kanal, throughput dan juga sinyal konstelasi yang dihasilkan. Selain itu, dari hasil simulasi, diketahui unjuk kerja sistem paling baik didapatkan dengan menggunakan coderate 1/3.

In recent years, wireless technology development shown rapid increasing. The development lead to fulfilled high capacity needs, using efficiently of bandwidth and ability to protect data from noise and minimizing error. Technology that suited with such conditions is MIMO OFDM.
In this undergraduate thesis, simulation and analysis of spatial multiplexing MIMO OFDM technique is proposed. Channel modeling that used in this simulation based on Singular Value Decomposition. The evaluation of system performance is proposed to Bit Error Rate (BER), Channel Capacity and Throughput parameter toward Eb/No value. Three type of modulation, that are QPSK, 16-QAM and 64-QAM are used in this simulation. For whole system performance, three type Error Control Coding is used in this simulation with different coderate value. Beside that, there are two user condition in this simulation, that are idle user (v = 0 m/s) and mobile user (v = 10 m/s).
The simulation results show that system performance with high Eb/No value is most better. This condition is shown for BER, channel capacity, throughput and signal space graph. In addition, we can see the performance with coderate 1/3 is also better than other coderate values.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
S40521
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Catur Budi Waluyo
"ABSTRAK
The development of communication is increasing in the last decade, so that new infrastructure and technology emerge. The technology used to realize this time, is not only by using multi antenna technique, but also used orthogonal frequency division multiplexing (OFDM). But on systems that use OFDM will be sensitive to the effects of Doppler shifts and will result in inter carrier interference (ICI). To compensate for the influence of the Doppler shift on the HAPS communication system with ricean canals, a modified jakes model is needed. Based on the simulation, the ricean canal (HAPS communication system) has a small slope width so that it has characteristics close to LOS. The calculation of the Doppler shift in this study showed that the higher the speed, the greater the Doppler shift value while the greater the K factor, the smaller the Doppler shift value. So that the higher the K factor, the communication system is getting closer to LOS, the damping and noise values are getting smaller."
Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) STTA, 2019
600 JIA XI:2 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Noviar Azhari
"Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) memberikan efisiensi bandwidth yang lebih tinggi daripada Frequency Division Multiplexing (FDM) biasa. Pada komunitas wireless, sistem OFDM biasanya diterapkan dengan menggunakan Discrete Fourier Transform (DFT) untuk membentuk sinyal OFDM. Akan tetapi, sistem OFDM yang menggunakan transformasi DFT (DFT-OFDM) ini mudah mengalami intersymbol interference (ISI) pada kanal multipath fading. Untuk mengurangi terjadinya ISI pada DFT-OFDM maka digunakan teknik yang disebut dengan cyclic prefix, akan tetapi penggunaannya membutuhkan bandwidth yang lebih lebar sampai 25% dan akan menambah delay. Untuk meningkatkan efisiensi bandwidth dan mengatasi ISI yang terdapat pada sistem DFT-OFDM, maka digunakanlah sistem OFDM menggunakan Discrete Wavelet Transform (DWT-OFDM). Unjuk kerja DFT-OFDM dan DWT-OFDM pada kanal AWGN dan Rayleigh fading dianalisa dalam skripsi ini. Didapatkan bahwa sistem DWT-OFDM memberikan unjuk kerja yang lebih baik dari DFT-OFDM."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S40072
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Karakteristik saluran listrik yang sangat 'tidak bersahabat' untuk komunikasi menjadi masalah utama dalam implementasi yang memanfaatkan tegangan rendah 220 V/SO Hz di peru mahan atau perkantoran (In-Home PLC). Namun, dengan menggunakan beberapa teknik yang berhasil diterapkan di jaringan kabel lainnya seperti ADSL, kecepatan data yang berhasil dicapai oleh perangkat PLC hingga saat ini adalah 12 - 200 Mbps. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan dan simulasi prosesor OFDM Baseband untuk prototipe modem PLC. Efisiensi penggunaan resource sangat dipengaruhi oleh perancangan blok IIFFT di mana pada penelitian ini dipilih IIFFT 64 titik radix-8. Perancangan cyclic prefix dan mapper di pengirim mampu menangani delay spread di kanal PLC. Dari hasil implementasi sistem OFDM baseband, dapat ditunjukkan kinerja prosesor. Masing-masing proses dilakukan melalui simulasi pada Modelsim 6.0 sehingga dari hasil sintesis diperoleh utilisasi resource FPGA yang menggunakan gerbang logika sebanyak 2.380, 4-input LUT sebanyak 9.343, dan flip-flop sebanyak 1.045. Hasil rancangan prosesor OFDM baseband dapat bekerja pada frekuensi maksimum 66,079 MHz."
620 JURTEL 15:2 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"In general , implementation of a MIMO-OFDM (multiple-output multiple-input orthogonal frequency divission multiplexing) technique in wireless communications systems is conducted in coherent chanel condition with an estimation chanel scheme...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>