Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tingginehe, Sefiana Putri
"Bagian Satu Analisis Situasi: Menjelang dibukanya Komunitas ASEAN tahun 2015 masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui hal ini Salah satunya anak muda yang akan sangat merasakan dampak dari Komunitas ASEAN Oleh karena itu penulis merasa dibutuhkan suatu program khusus yang membahas Komunitas ASEAN untuk anak muda Media yang akan digunakan adalah radio karena sifatnya yang interaktif dan juga personal Hasil riset kepada 40 anak muda pendengar radio yang dituju menunjukkan mayoritas dari mereka tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang Komunitas ASEAN dan setuju dengan pembuatan program Komunitas ASEAN khusus anak muda.
Bagian Dua Manfaat dan Tujuan Pengembangan Prototipe: Manfaat bagi khalayak Mendapatkan informasi menarik seputar Komunitas ASEANManfaat bagi pengelola Meningkatkan citra radio di mata masyarakat Tujuan sosial Mempersiapkan anak muda menghadapi Komunitas ASEANTujuan ekonomi Mendatangkan keuntungan melalui iklan dan sponsorship.
Bagian Tiga Prototipe yang Dikembangkan: Prototipe yang dikembangkan adalah program radio bertema Komunitas ASEAN yang interaktif untuk anak muda Rencananya program bernama ldquo TeenASEAN rdquo Teenager of ASEAN ini akan disiarkan di KBR setiap Sabtu pukul 19 00 ndash 20 00 WIB Acara ini berdurasi satu jam dan akan diisi dengan bincang bincang dan interaksi dengan pendengar.
Bagian Empat Evaluasi: Media pre test dilakukan dengan metode FGD sebanyak dua kali dan dilakukan setelah prototipe program selesai dibuat minimal 1 bulan sebelum diluncurkan ke publik Untuk evaluasi akan dilakukan dengan metode kuesioner digital dan memantau respon yang masuk ke email maupun Twitter.
Bagian Lima Anggaran: Anggaran pembuatan program per episode Rp 1 430 000 00Total biaya produksi program selama tiga bulan 13 episode Rp 18 590 000 00Anggaran Evaluasi per bulan Rp 400 000 00.

Part One Analysis of Situation: Towards the opening of ASEAN Community in 2015 many people in Indonesia still have no idea about that including teenagers the one who will face the biggest impact of ASEAN Community Therefore the writer think they need special program about ASEAN Community The program will be made on the radio because radio is interactive and personalSurvey of 40 teenagers that listen to radio shows most of them are interested in knowing more about ASEAN Community They also agree to the idea of the program.
Part Two Benefits and Goals: Benefit for public Getting interesting informations about ASEAN CommunityBenefit for media Creating a good image of the radio in public eyes Goal for public Preparing the teenagers to face ASEAN CommunityTujuan ekonomi Profitable for the radio company through advertising and sponsorship.
Part Three Prototype: The writer is making an interactive radio program about ASEAN Community special for teenagers The program will be called ldquo TeenASEAN rdquo Teenager of ASEAN It will be broadcasted on KBR every Saturday from 7 to 8 PM This program lasted for one hour The segment of this program are chit chat with guest star and audiences.
Part Four Evaluation: The media pre test will be conducted using FGD method in twice It will be conducted one month before the program rsquo s launched Media evaluation is conducted by using digital questionnaire method and feedback from the audiences.
Part Five Budgeting: Cost for program production per episode Rp 1 430 000 00Total cost of program production in 3 months 13 episode Rp 18 590 000 00Evaluation cost per month Rp 400 000 00.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Craig, Richard
Southbank: Thomson/Wadsworth, 2005
025.06 CRA o
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Suluh Gembyeng Ciptadi
"Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa jurnalisme daring mengikuti struktur logika jangka pendek. Logika tersebut berimplikasi pada praktik pemberitaan yang ringkas, berkelanjutan, sensasional, dan hanya mementingkan banyaknya jumlah clickers dan viewers. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, hadir media daring yang tidak mengikuti logika jangka pendek. Salah satunya adalah Tirto.id. Dengan menggunakan teori strukturasi sebagai kerangka pemikiran, penelitian ini mengkaji bagaimana bentuk-bentuk resistensi yang dilakukan oleh Tirto.id terhadap struktur logika jangka pendek. Sejak kehadirannya pada 2016, Tirto menyajikan bentuk baru jurnalisme daring yang disebutnya sebagai jurnalisme data/presisi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa berita panjang, mendalam, cover both sides, dan penuh data merupakan bentuk-bentuk resistensi yang dilakukan Tirto. Upaya resistensi dilakukan untuk mewujudkan visi membangun peradaban baru literasi daring di Indonesia.Kata Kunci; Strukturasi, Logika Jangka Pendek, Jurnalisme Daring.

Several previous studies have shown that online journalism follows a short term thinking structure. The thinking implies a short news, sustained, and sensational reporting practice, and emphasizes only the number of clickers and viewers. However, over time, comes several online media that do not follow short term thinking. One of them is Tirto.id. Using the theory of structuration as a frame of thought, this study examines how the forms of resistance conducted by Tirto.id to the short term thinking structure. Since its presence in 2016, Tirto presents a new form of online journalism which calls precision journalism. The results revealed that long news, in depth news, cover both sides, and full of data are forms of resistance made by Tirto. Resistance efforts are made to realize the vision of building a new civilization of online literacy in Indonesia.
"
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2018
T51208
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sundari
"Melalui pendekatan ekonomi politik media, penelitian ini mengungkap bagaimana komodifikasi berita politik yang terjadi di proses produksi jurnalisme online. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap alasan komodifikasi di jurnalisme online bisa menyebabkan persebaran berita palsu dan dampaknya bagi publik. Produksi berita di jurnalisme online merupakan kolaborasi gatekeeping dan gatewatching di ruang pemberitaan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kasus produksi berita di Tribunnews.com yang menggunakan informasi dari media sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi politik menjadi komoditas yang ditawarkan media massa kepada publik. Komodifikasi terhadap informasi politik dari media sosial berpotensi pada penyebaran berita palsu atau hoaks. Penyebabnya ada dua. Pertama penjaga gawang ruang pemberitaan hanya melakukan verifikasi terhadap akun media sosial yang menyebarkan informasi bukan verifikasi terhadap informasi itu sendiri. Kedua, penjaga gawang ruang berita bisa disetir oleh aktor politik dibalik akun media sosial. Praktik komodifikasi ini menyebabkan berbagai masalah bagi publik seperti ruang publik yang semu, kehilangan informasi subtantif, sulit mengenal kecakapan kandidat yang akan dipilih, hingga merisak proses berdemokarasi di pemilihan umum.

Through the media political economy approach, this study reveals how the commodification taken place on processes online journalism. The aim of the study was to reveal the reasons for commodification in online journalism could cause the spread of false news and its impact on the public. News production in online journalism are collaboration between gatekeeping and gatewatching in news room. The research method that is used is case analysist news production by Tribunnews.com that is using information from social media.
The result of the research showed that political information become commodity that is offered mass media to public. Commodification toward political information from social media have potential to be the distribution of fake news or hoax. There are two causes. First, First, the newsroom gatekeeper only verifies social media accounts that disseminate information rather than verifying the information itself. Second, newsroom gatekeeper can be driven by political actor behind social media account. This commodification practice causing some problems for public such as pseudo public sphere, lost of substantive information, hard to recognize the capability of the candidate that will be choosen, until disrupt the process of democratization in political elections.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2019
T53097
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library