Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rina Godiani Hakim
"Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) adalah insitusi litbang di bidang nuklir yang memiliki misi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjalankan misi tersebut, salah satu program yang digulirkan adalah Kesehatan dan Obat-Obatan, khususnya Teknologi Kedokteran Nuklir. Pemanfaatan Teknologi Kedokteran Nuklir dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Pemanfaatan Teknologi Kedokteran Nuklir merupakan rangkaian kegiatan inovatif antar unit kerja, yaitu PTKMR, PRPN, PRR, PDIN dan PKTN. Proses inovasi berkelanjutan akan menjadikannya organisasi pembelajar, yaitu organisasi yang senantiasa berubah karena terus menerus menciptakan hal baru, sehingga meningkatkan nilai kompetitif organisasi.
Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan pemanfaatan Teknologi Kedokteran Nuklir sehingga produk Batan lebih dikenal, senantiasa digunakan oleh rumah sakit dan dokter, serta didukung Depkes. Untuk mencari solusi, penelitian dipusatkan pada proses internal Batan. Hasil analisa menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan inovatif yang diharapkan, tidak berjalan lancar, karena sikap negatif terhadap kerjasama kelompok, tidak ada rasa percaya, pengetahuan dimiliki sendiri, serta sistem dan budaya yang kurang mendukung.
Untuk membangun kerjasama antar unit kerja, digunakan prinsip-prinsip knowledge management dan teori organisasi pembelajar. Program yang direkomendasikan adalah workshop untuk membangun budaya kerjasama dan saling percaya, serta pembentukan tim kerja untuk menumbuhkan kebiasaan berbagi pengetahuan."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
T37939
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suryani Sidik Motik
"ABSTRAK
Fenomena tutupnya perusahaan besar, menengah dan kecil di Indonesia
akibat ?krismon" hampir sama dengan temuan penelitian Arie de Geus di
Amerika Serikat. Hasil temuan De Geus mengenai banyaknya perusahaan yang
tutup yaitu karena ketidakmampuan beradaptasi secara cepat dengan
perubahan lingkungan yang terjadi. Lebih jauh De Geus juga menemukan
bahwa mayoritas perusahaan tutup sebeium menginjak usia 15 tahun.
Pokok perrnasalahan penelitian ini adalah keberadaan perusahaan
Indonesia yang tangguh, yang mampu bertahan lebih dari 30 tahun dan melewati
masa krisis moneter. Bagaimanakah dinamika perusahaan yang telah berusia
lebih dari tiga puluh tahun. Bagaimanakah tingkah Iaku keterkaitan antar-
komponen dinamika organisasi dan BSC, dan komponen mana yang berfungsi
menjadi pengungkit.
Atas dasar hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis
bentuk model dinamika organisasi pembeiajaran; menganaiisis hubungan antar-
komponen dinamika organisasi pembelajaran; serta menganalisis komponen
yang berfungsi sebagai pengungkit.
Penelitian ini menggunakan kerangka teori dinamika organisasi dari
Grecco dan Rigaby, leaming organization dan balance score card (BSC). Teori
dinamika organisasi Grecco dan Rigsby menitikberatkan pada analisis organisasi
yang bersifat integrative dan holistic. Menurut Grecoo mengkaji organisasi berarti
menganalisis komponen organisasi yaitu strategi, desain dan budaya. Namun
teori Grecoo dan Rigsby ditentang-kaum posmo karena masih memasukkan
struktur birokrasi. Selain itu juga menurut post modem, teori yang dapat
memperkuat kemampuan organisasi bertahan terhadap lingkungannya adalah
learning organisasi. Menurut Marquadt kemampuan organisasi beradaptasi
dengan Iingkungan clitentukan oleh suprastruktur (SDM) dan infrastruktur (iklim
organisasi). Dengan memasukan learning kedalarn setiap komponen dinamika
organisasi, maka diharapkan permasalahan struktur menjadi terseiesaikan.
Keberhasilan teori leaming dibuktikan oleh Takeuchi dan Nonaka pada kasus
parusahaan di Jepang. Untuk mengetahui kinerja suatu organisasi, diperlukan
metode sistem pengukuran. Metode yang digunakan di penelitian ini sistem
erpadu dengan alat bantu balance score card.
Setelah memahami konsep dasar ketiga teori diatas, maka dengan
menggabungkan ketiga teori dalam penelitian ini diharapkan mampu mengkaji
masalah bisnis secara integratff dan holistlk. Selain itu juga penggabungan
ketiga teori ini merupakan kebaharuan dalam penelitian ini.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah soft system
methodology dengan analisa sistem dinamik. Adapun alat yang digunakan
adalah behavior over time (BOT), robustness test, dan sensitivity analysis.
Proposisi teoritis yang merupakan hubungan antar-komponen teori
dinamika organisasi yang learning dan komponen BSC diuji dalam penelitian
dengan menggunakan soft system methodology. Dari hasil uji tersebut didapat
komponen environmental change yang sebelumnya tidak terdapat pada
proposisi teori. Komponen ini sangat berpengaruh terhadap keberadaan
komponen dinarnika organisasi pembelajaran dan BSC. Environmental change
terbukti berpengaruh negatif terhadap struktur organisasi dan keuangan. Namun
environmental change mampu memfokuskan strategi perusahaan dan
memperkuat kompetensi inti.
Hasil uji robustness test (ketegaran) didapat bahwa, strategi organisasi
tegar jika change terjadi di tahun ke 7. Arlinya dibutuhkan waktu tujuh tahun
untuk memantapkan strategi baru
Base run dengan menggunakan parameter 0,005 didapat bahwa dalam 5
tahun kedepan, strategi organisasi dan leaming & growth mengalami kenaikan
Iamban dan mencapai puncaknya di tahun ke-5. Strategi yang bertambah fokus
ini berpengaruh positif (kenaikan) terhadap hampir seluruh komponen kecuali
struktur organisasi yang mengalami penurunan.
Hasil uji sensitivitas didapat bahwa pelanggan adalah faktor pengungkit.
Dengan intervensi pengurangan pelanggan sebesar 50%, didapat perubahan
yang signifikan. Penurunan pelanggan menyebabkan penurunan: proses bisnis
internal, leamlng and growth, dan straiegi organisasi. Kesimpulan clari uji
sentititas yaitu PT Astra harus memperhatikan komponen pelanggan dalam
setiap pengambilan kebijakan perusahaan jika perusahaan ingin tetap bertahan
dan berkembang."
2006
D806
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Herman
"ABSTRAK
Latar belakang penelitian ini dilakukan pada SMA Negeri 4 Kendari, karena
berdasarkan uji kompetensi yang diadakan oleh Kementerian pendidikan dan
Kebudayaan pada tahun 2012, guru-guru di sekolah ini kompetensinya masih rendah
dengan rata-rata hanya 44,58. Selain rendahnya kompetensi tersebut, pada Januari
2013, sekolah ini dikembalikan statusnya menjadi sekolah regular dari sebelumnya
berstatus sebagai RSBI. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kompetensi
serta penyempurnaan kesiapan SMA Negeri 4 Kendari pasca beralih status SMA
Negeri 4 Kendari menjadi sekolah regular. Salah satu upaya yang dapat dilakukan
adalah dengan menjadikan sekolah ini menjadi organisasi pembelajar. Tesis ini
mengangkat 4 permasalahan yaitu; Seberapa siap SMA Negeri 4 Kendari untuk
menuju organisasi pembelajar?; Seberapa siap individu guru dan staf administrasi
pada institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari?; Seberapa siap sistem organisasi
pembelajar pada institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari? ; Faktor-faktor apa
saja yang menjadi penghambat institusi pendidikan SMA Negeri 4 Kendari untuk
menjadi organisasi pembelajar? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teori learning organization yang dari Peter Senge dan Marquardt.
Penelitian ini menggunakan paradigm positivism dengan pendekatan
kuantitatif, dengan teknik survey yang dikombinasikan dengan wawancara
mendalam serta studi dokumen. Survey tersebut dilakukan terhadap guru dan staf
administrasi SMA Negeri 4 Kendari dengan menggunakan dua variabel yang terdiri
dari sepuluh indikator; lima indikator berhubungan dengan kesiapan individu,
yaitu: dinamikan pembelajaran individu, disiplin mental model, disiplin personal
masteri, disiplin berbagi visi serta disiplin berpikir sistemik serta lima indikator
lagi berhubungan dengan sistem organisasi pembelajar, yaitu; dinamika
pembelajaran tim, transformasi organisasi, sistem pemberdayaan manusia, sistem
pengelolaan pengetahuan, dukungan aplikasi teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru lebih baik bila
dibandingkan dengan staf administrasi sekolah serta tingkat kesiapan sistem
organisasi pembelajar pada SMA Negeri 4 Kendari berada pada posisi siap dan
lebih baik bila dibandingkan dengan kesiapan individu guru dan staf administrasi SMA Negeri 4 Kendari, namun kedua variabel tersebut belum mencapai tingkat
kesiapan yang sempurna pada nilai modus 5,00 atau pada posisi siap menyeluruh
atau sempurna. Penelitian ini menyarankan agar institusi pendidikan SMA Negeri 4
Kendari melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada disiplin mental model dan
disiplin personal mastery bagi guru serta seluruh indikator pada variabel kesiapan
untuk staf administrasi. SMA Negeri 4 Kendari juga perlu meningkatkan kesiapan
dukungan teknologi.
Untuk meningkatkan tingkat kesiapan individu tersebut, diperlukan system
penilaian dan pengawasan terhadap aktivitas pembelajaran, terutama penilaian dan
pengawasan implementasi hasil pelatihan sehingga aktivitas observe, asses, design
dan implement (OADI) dapat terjadi sebagai suatu siklus yang berkaitan dan
berkelanjutan bukan sesuatu yang parsial. Selain aktivitas aktivitas observe, asses,
design dan implement (OADI) tersebut diperlukan adanya perimbangan
pembelajaran terutama pelatihan antara guru dengan staf . SMA Negeri 4 Kendari
dapat melakukan perbaikan yang berkelanjutan dengan melakukan survey kesiapan
menuju organisasi pembelajar . (learning organization) secara berkala

ABSTRACT
The rationale of this study applied at Public Senior High School 4 Kendari is
based on the competence test developed by Ministry of education in 2012. Teachers
at this school still get low competence under the achievable average 44.58. Besides
the entire low competence, in January 2013, this institution was returned the status to
become regular school which was previously as International oriented based school.
Therefore, it needs some efforts to increase the competence and improve the
readiness of Public Senior High School 4 Kendari post-reform status to become a
regular school. An effort being done is that, to develop the entire school becomes a
learning organization. This thesis applies 4 basic problems; How far is the readiness
of Public Senior High School 4 Kendari towards organization learning?; How far is
the readiness of individual teacher and administrative staffs at the educational
institution of Public Senior High School 4 Kendari?; How far is the readiness of
learning organization system at educational institution of Public Senior High School
4 Kendari?; What factors which affect educational institution of Public Senior High
School 4 Kendari to become learning organization? Theory which is developed in
this study is learning organization theory from Peter Senge and Marquardt.
This study is applied using positivism paradigm through quantitative
approach, in developing survey technique which is combined with in depth interview
and then documentary study. Survey is applied towards teachers and administrative
staffs of Public Senior High School 4 Kendari using two variables which consist of
ten indicators; five indicators are related to individual readiness, namely: individual
learning dynamics, discipline of mental model, personal mastery, shared vision and
then disciple of systems thinking ; while other five indicators are related to the system
of learning organization, namely; team learning dynamics, organizational
transformation, human empowering system, knowledge management system,
technological application support.
The result of the study shows that the level of teacher?s readiness is more
better than school administrative staffs and then the level of learning organization
system at Public Senior High School 4 Kendari is ready and is better than individual
readiness of teachers and school administration staffs of Public Senior High School 4
Kendari, however, both variables do not achieve the readiness level perfectly on
mode value 5.00 or at the whole perfect readiness position. This study suggested
educational institution of Public Senior High School 4 Kendari to do improvements
on the discipline of mental model and discipline of personal mastery towards
teachers then all indicators of variable readiness towards school administrative staffs of Public Senior High School 4 Kendari and it should develop the provision of
technological support.
In order to improve the individual readiness, there has to be evaluation
system and monitoring towards instructional activity, specifically the implementation
of evaluation and monitoring of training result in order that the activities to observe,
asses, design and implement (OADI) could happen as a cycle which is interrelated
and continues not as a partial matter. Besides those entire activities, observe, asses,
design and implement (OADI), there has to imbalance learning through training for
teachers and school administrative staffs. Public Senior High School 4 Kendari could
do continues improvement through developing survey readiness towards (learning
organization periodically."
2013
T35307
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mahmudah Rahmatunnisa
"Perkembangan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis harus
disadari oleh semua organisasi bisnis yang terlibat di dalamnya. Setiap
perubahan mungkin saja merubah keadaan yang sebelumnya tampak stabil,
oleh karena ilu kemampuan setiap perusahaan dalam menghadapi setiap
perubahan sangat menenlukan. Untuk dapat berlahan hidup dan
berkembang, suatu organisasi perlu membangun organisasi pembelajar.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan PT. Mustika
Ratu dalam membangun organisasi pembelajar, dengan melakukan penilaian
terhadap tingkat penerapan subsistem organisasi pembelajar secara parsial
yang telah dicapainya_ melalui instrumen Leaming Organization Profile yang
dituangkan dalam bentuk kuesioner sebagaimana dijelaskan oleh Michael J. Peneiitian ini merupakan studi kasus dan sampel diambil secara
random sebanyak 50 orang dari 850 orang karyawan PT. Mustika Ratu.
PT. Nlustika Ratu merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak
dalam bidang jamu dan kosmetika tradisional, dimiliki oleh Ibu BRA Mooryati
Soedibyo, salah seorang keluarga Keraton Surakarta.
Melalui analisis yang disarankan oleh Dr. Michael J. Marquardt,
diketahui bahwa pada PT. Mustika Ralu tingkat penerapan subsistem
pemberdayaan pembelajaran dan subsislem pemberdayaan pengetahuan,
perusahaan bam menerapkan bagian-bagian tertentu saja dari selumh
strategi yang dianjurkan Marquardt, sedangkan tingkat penerapan subsistem
pemberdayaan organisasi, pemberdayaan manusia dan pemberdayaan
teknologi, perusahaan telah menerapkan sebagian besar.
Jika dibandingkan dengan nilai rata-rata 500 organisasi di dunia yang
menerapkan hal serupa menurut hasi! analisis Marquardt, kecuali untuk
pemberdayaan proses beiajar, seluruh nilai/score rata-rata qan keempat
subsistem Iainnya memiliki nilai di atas rata-rata 500 organisasi di dunia"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2000
T6501
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chairunnisa
"Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan learning organization di Direktorat SDM dan Umum Kantor Pusat PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II Tanjung Priok. Penelitian ini mengidentifikasi tingkat penerapan learning. Kemudian, untuk mengetahui apakah perusahaan dapat dikategorikan ke dalam organisasi pembelajar, hal ini ditinjau berdasarkan kuesioner Marquadt (1996)."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2011
T41425
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sudarwan Danim
Jakarta: Bumi Aksara, 2005
378.1 SUD m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fidiarta Andika
"RISKA. as an Islamic-based organization for youngsters, has responsibility to continually empower and develop youth's potentiaL Series of activities; both locally and nationally that have been done by RISKA must be continued to address cha1lenges and needs of youngsters with capability to adapt. The concept of learning organization developed by Peter Senge offers disciplines that can be developed so that organizations can continue to adapt and improve its capacity against environmental challengesnamely by implementing the disciplines of personal mastery, mental mode)s, team learning and shared vision.
This study aims to obtain factual RISKA conditions, determjne the key leverage points of development of each discipline so that it can become an organization's internal recommendation. In this study, the authors apply the concept of system thinking to get the whole system model of the factors that influence the development of each disciplines. Later on, these model will be conducted to identifY key leverage points to accelerate the development of these disciplines within the organization. Having previously conducted a preliminary analysis of RISKA's factual profile described in 8S Framework (structure, system, strategy, staff, style, shared va!ues, synergistic team), the author provides recommendations in the development of a learning organization disciplines within the context of RISKA."
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2010
T33527
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hidayaturrachman
"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan dan pelatihan, dan organisasi pembelajar terhadap kompetensi anggota reserse di Polres Metro Jakarta Utara. Kompetensi anggota reserse sangat penting untuk mengatasi berbagai kejahatan khususnya di wilayah hukum polres Jakarta utara. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 116 anggota reserse berasal dari enam polsek dan polres Jakarta utara, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pendidikan dan pelatihan dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan likert lima skala. Organisasi pembelajar menggunakan kuesioner yang dikembangkan Marquadht. Sementara, kompetensi menggunakan tes yang terkait dengan pengetahuan dasar tentang penyelidikan kejahatan. Hasil analisis deskriptip menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan memberikan manfaat bagi kompetensi anggota reserse di enam wilayah polsek dan polres. Lima dimensi organisasi pembelajar menunjukkan bahwa dinamika belajar tertinggi di polsek penjaringan, sementara transformasi organisasi, pemberdayaan sumberdaya manusia, manajemen pengetahuan dan aplikasi teknologi dipersepsikan tertinggi di polsek koja. Adapun, kompetensi pengetahuan dasar anggota reserse tertinggi di polsek penjaringan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa organisasi pembelajar mempunyai korelasi yang paling kuat terhadap kompetensi anggota reserse (r=0.702;p<0.036) dibandingkan pendidikan dan pelatihan (r=0.228;P<0.05). Lima dimensi organisasi pembelajar dianalisis dalam model regresi berganda dan hasil menemukan bahwa transformasi organisasi paling kuat berkorelasi dengan kompetensi reserse (r=0.355; p<0.035); sumberdaya manusia (r= 0.19; p<0.852); dan pendidikan serta pelatihan (r= 0.183; p< 0.006). Sementara, dinamika belajar (r= 0.19;p< 0.0852), manajemen pengetahuan (r=0.16;p< 0.908) dan aplikasi tekonologi (r=0.041; p< 0.709) ditemukan tidak berkorelasi signifikan terhadap kompetensi reserse. Dapat disimpulkan bahwa transformasi organisasi sangat penting dan strategis untuk bergeser dari hakekat organisasi dengan struktur birokrasi menuju bentuk organisasi pembelajar. Kapasitas sumberdaya manusia harus lebih diberdayakan untuk mendukung pembangunan organisasi pembelajar dan atmospir organisasi pembelajar akan meningkatkan kompetensi reserse di polres Jakarta utara.

The purpose of this research was to investigate the effect of education and training and learning organization to the competency of investigators at north police district. The competencies of investigators were important to cope with the varierities of crime especially in the area of north police district areas. The number of sample in this study was 116 investigators at six north police subdistricts and north police district office, which were selected using simple purposive random sampling. The education and training data was collected using questionnaire with Likert five scale. The learning organization used questionnaire developed by Marquadht. While, the competency used the test related to the basic knowledge of crime investigation. The results of descriptive analysis indicated that training has benefitted to the investigators competencies at six north police subdistricts and north police district office. The five learning organization dimensions indicated that learning dynamic was highest at Penjaringan subdistrict office; while organization transformation, human resource empowerment, knowledge management, and technology application was highest at Koja police subdistrict. The knowledge competencies of investigators were highest at penjaringan police subdistrict office.
The findings of this study also indicated that learning organization has a stronger correlation to the competency of the investigators (r= 0.702;p<0.036) compare to education and training (r= 0.228; p<0.05). The five dimensions of learning organization were analysed in the multiple regression model and the results found that organization transformation has stronger correlation to the investigators competency (r= 0.355; p<0.035); human resource development (r= 0.338; p< 0.025); and education and training (r= 0.183; p< 0.06). While, learning dynamic (r=0.19; p<0.852), knowledge management (r=- 0.16;p< 0.908) dan tehnology application (r=0.041; p< 0.709) was not significantly correlated to investigators competency. It can be concluded that the organization transformation is important and strategic to shift from bureaucratic structure nature of organization to the learning organization type of organization. The human resource capacity should be more empowered to support the building of learning organization and the learning organization atmosphere will enhance the competencies of investigator at police north districts office.
"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2019
T55463
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kusuma Adisaputra
"ABSTRAK
Imbal balik investasi (ROI) yang positif dan proses pembelajaran yang mendorong
inovasi dalarn sebuah program prornosi penjualan sangatlah penting untuk membantu
memastikan perusahaan mencapai target pertumbuhan labanya. Penelitian pada tesis
ini inembahas bagaimana Departemen Penjualan PT XYZ menganalisa faktor-faktor
yang menjadi penyebab negatifnya ROI dan tidak adanya inovasi dari promosi-
promosi yang telah dilakukan dengan menggunakan kerangka dimensi organisasi
pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem untuk memperoleh dan
berbagi pengetahuan belum terwujud di organisasi ini. Tesis ini memberikan
rekomendasi inte1'vensi berupa penerapan tahapan-tahapan pembelajaran dalam
program pengembangan promosi di PT XYZ. Intervensi ini bertujuan untuk
memastikan terjadinya aktivitas-aktivitas pembelajaran secara kontinyu yang
diharapkan dapat mendukung pencapaian ROI yang positif dan inovasi pada promosi-
promosi yang dilakukan Departemen Penjualan PT XYZ di masa yang akan datang.

ABSTRACT
To deliver a positif return on investement (ROI) dan learning process which drive
innovation in sales promotion programs is important in helping a company in
achieving its profit growth target. This study discusses how sales department of PT
XYZ analyze factors which drives the negative ROI and the absence of innovations in
their past promotions by using learning organization framework. The study results
show that the organization is still lack of system to capture and share knowledge. This
thesis will provide the recommendation of intervention by applying the learning
phases in the promotion development program at PT XYZ. This intervention is
intended to ensure that learning activities occur continually which in the end is
expected to support the achievement of positive ROI and innovation at promotions in
the future."
2012
T30858
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Linda Puspita Sari
"Tesis ini membahas tentang pengaruh perilaku kepemimpinan dan budaya organisasi pembelajar terhadap komitmen organisasi di organisasi pelajar. Permasalahan yang terjadi adalah minimnya kehadiran pengurus IKOSI Zona 2 dalam setiap agenda. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan mengadopsi instrumen Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) dari Mowday, Steers dan Porter (1979), instrumen Perceived Leadership Behavior Scales (PLBS) dari House dan Dessler (1974), dan instrumen Dimensions of Learning Organization Questionnaire dari Watkins dan Marsick (1997), ditambah 3 pertanyaan demografis berupa jenis kelamin, jabatan dan masa kepengurusan.
Setelah data dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SPSS ver 21.0, hasil penelitian menyimpulkan tidak terdapat pengaruh jenis kelamin dan jabatan terhadap komitmen organisasi, perilaku kepemimpinan, dan budaya organisasi pembelajar, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari perilaku kepemimpinan dan budaya organisasi pembelajar secara masing-masing terhadap komitmen organisasi di IKOSI Zona 2. Namun terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan secara simultan perilaku kepemimpinan dan budaya organisasi pembelajar terhadap komitmen organisasi di IKOSI Zona 2. Untuk itu, perlu adanya eksplorasi lebih jauh tentang alasan minimnya kehadiran pengurus dalam agenda IKOSI Zona 2.

This thesis discusses the influence of leadership behavior and learning organization culture on organizational commitment in student organizations. The problem that occurs is the lack of board presence IKOSI Zone 2 in each agenda. This research was conducted through a quantitative approach by adopting instrument Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) of Mowday, Steers and Porter (1979), the instrument Perceived Leadership Behavior Scales (PLBS) of the House and Dessler (1974), and the instrument of Dimensions of Learning Organization Questionnaire from Watkins and Marsick (1997) plus three demographic questions such as gender, position and time management.
After the data were analyzed using SPSS software ver 21.0, the results of the study concluded that there was no influence of gender and position to organizational commitment, leadership behavior, and learning organization culture, there is a positive and significant effect of leadership behavior and learning organization culture respectively on organizational commitment in IKOSI Zone 2. Yet there is a positive influence and simultaneously insignificant behavior leadership and learning organization culture on organizational commitment in IKOSI Zone 2. Therefore, it's need for further exploration of the reasons for the lack of presence in the board agenda IKOSI Zone 2.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>