Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hitchman, Michael L.
New York: John Wiley & Sons, 1978
546.721 5 HIT m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Prasna Pramita
"A reduction in lung capacity to oxygenize blood as well as in cardiovascular capacity to distribute blood may cause hypoxemia, which could then lead to tissue hypoxia and cellular death. The aim of oxygen treatment is to supply the minimum oxygen concentration needed to achieve adequate tissue oxygenation. There are various methods that can be used to supply oxygen, and the amount of oxygen requirement could also be calculated. Treatment methods are classified into STOT and LTOT. The benefit of oxygen treatment is increased survival, influence on the blood vessels, improved exercise capacity, and positive influence on the respiratory and neuropsychological systems. As with the case with pharmacological treatment, oxygen should be administered at certain doses to achieve greatest efficacy with the least toxicity."
2003
AMIN-XXXV-1-JanMarc2003-42
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Danau Toba adalah perairan yang memiliki peran multisektoral, diantaranya adalah pusat kepariwisataan di Sumatera Utara, selain memiliki fungsi lain untuk kegiatan perikanan dan untuk pembangkitan listrik tenaga air (PLTA) yaitu di bagian outletnya, Sungai Asahan. Telah dilakukan penelitian morfometri Danau Toba dan beberapa ciri stratifikasinya, dengan tujuan untuk mendapatkan informasi sifat perairan Danau Toba dan sebagai dasar bagi pengelolaan danau dan penelitian limnologis lebih lanjut. Penelitian dilakukan pada bulan April 2009, Oktober 2009 dan April 2010. Luas perairan Danau Toba yaitu 1.124 Km2, kedalaman maksimum 508 m, volume 256,2 x 109 m3, dan waktu tinggal air 81 tahun. Berdasarkan tingkat kedalaman relatifnya (Zr = 1,34 persen), mencirikan perairan tidak stabil, meskipun diperkirakan hanya pada lapisan permukaan sedangkan pada kedalaman >100 m menunjukkan kestabilan. Diperkirakan lapisan epilimnion berada pada kedalaman 0 30 m, lapisan metalimnion pada kedalaman 30 100 meter, dan lapisan hipolimnion berada pada kedalaman > 100 m. Berdasarkan pengukuran kecerahan maka perkiraan wilayah eufotik hingga 27 meter, mencapai 13,5 persen dari seluruh kolom air. Sementara itu luasan wilayah littoral, tepian dengan kedalaman hingga 30 meter diperkirakan mencapai 10,64 km2 atau 0,95 persen dari seluruh luasan perairan danau. Kadar oksigen terlarut yang terukur di permukaan relatif tinggi ( 6 7 mg/l), namun menurun drastis pada kedalaman 100 m dan umumnya menunjukkan kondisi sangat minim (< 2 mg/l) pada kedalaman 200 m dan seterusnya."
2010
551 LIMNO 17:2 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Yus Prasetyo
"LAPAN yang saat ini sedang mengembangkon roket berdiameter 100 mm ingin mengurangi berat struktur nosel yang menggunakan material pelapis grafit dengan suaru Iapisan yang lebih tipis dan ringan serta memiliki ketahanan panas dan aus yang baik. Salah material pelapis yang kemungkinan bisa digunakan untuk mensubstitusi maleriai grafit ialah dengan suatu Iapisan Cr3C2-NiCr dengn metode pelapisan HVOF (High Velocity Oxygen Fuel) yang merupakan salah satu jenis proses thermal spray. Pemilihan merode HVOF didasari oleh karakteristik lapisan yang dihasilkan Iebih baik daripada teknik thermal spray lainnya terurama dari segi kekuaran ikatan lapisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekasaran pemukaan material nosel terhadap karakteristik lapisan Cr3-C2-NiCr dengan metode HVOF. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah perbedaan kekerasan permukaan material nosel dengan memvariasikan tekanan udara grit blasting sebesar 3, 4, 5 dan 6 bar. Karateristik Iapisan yang diuji adalah kekerasan, struktur mikro, komposisi mikro dan kekuaran ikatan Iapisan. Hasil penelitian menunjukkan tekanan udara grit blasting akan meningkatkan kekasaran permuitaan dari 4,54 μm sebelum grit blasting menjadi 5,72 μm dengan tekanan udara grit blasting 6 bar. Pengamatan struktur mikro memperliharkan bahwa Iapisan tersusun alas lamel-lamel dengan kekerasan mikro rata-rafa 631 VHN300. Hasil pengujian kekuatan ikatan lapisan menunjukkan bahwa kekasaran pemukaan 5,42 μm yang dihasilkan dari tekanan udara 4 bar, memiliki kekuatan ikatan Iertinggi yakni 44 Mpa."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S41336
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Muhamad Dwi Putra
"Tuberkulosis (TB) sampai dengan saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan
utama di Indonesia. Sepuluh persen dari TB ekstraparu adalah TB tulang, dan sekitar 50%
penderita TB tulang menyerang tulang belakang (Spinal Tuberkulosis). Respon tubuh
terhadap Mycobacterium tuberculosis (M.tb) sehingga menimbulkan penyebaran
ekstraparu, khususnya respon makrofag sebagai pertahanan lini pertama, masih belum
sepenuhnya dimengerti. Makrofag menghasilkan molekul reactive oxygen species (ROS)
sebagai hasil dari oxygen burst untuk mengeliminasi antigen. Nitrat Oksida (NO) dan
mieloperoksidase (MPO) berperan pada oxygen burst Selain itu, Pada fagositosis
terdapat organel lisosom yang di dalamnya terdapat enzim hidrolase (fosfatase asam dan
beta glukuronidase) berguna pada pencernaan intraseluler. Penelitian ini menguji
hipotesis bahwa ada gangguan fungsi makrofag pada pasien TB tulang belakang. Monosit
diisolasi dari peripheral blood mononuclear cells (PBMC) dari lima pasien TB tulang
belakang dan lima orang sehat sebagai kontrol. Monosit yang terisolasi dikultur dengan
stimulasi dari macrophage colony-stimulating factor (M-CSF) selama tujuh hari untuk
pematangan. Kemampuan fagositosis makrofag dinilai aktivitasnya terhadapa sel darah
merah domba (SDMD). Sedangkan nitrat oksida (NO), mieloperoksidase (MPO), betaglukuronidase,
dan aktivitas fosfatase asam diselidiki dengan metode spektrofotometer.
Analisis data dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Kami menemukan bahwa
monosit yang diisolasi dari PBMC pasien TB tulang belakang secara signifikan lebih
sedikit dibandingkan dengan kelompok kontrol (2992.103 vs 6474.103 (sel / mL)) dan
juga lebih sedikit makrofag yang melekat pada sel darah merah domba (SDMD) (264.103
vs 598.103 (sel / mL)). Namun, produksi NO (2346 vs 325,17 (μmol / gram protein)), dan
MPO (570,7 vs 17,4 (unit / mg), beta-glukuronide (0,149 vs 0,123 (unit / mg)), dan asam
fosfatase aktivitas (1776,9 vs 287,9 (unit / mg)) dari makrofag kelompok TB tulang
belakang lebih tinggi daripada kelompok yang sehat serta korelasi negatif kuat dan
bermakna antara fagositosis makrofag dengan tiap variabel tersebut. Selain itu, Terdapat
korelasi positif lemah dan tidak bermakna antara kejadian fagositosis dan uji WST.
Meskipun pengenalan rendah pada benda asing, proses makrofag intraseluler, termasuk
aktivitas oksidatif dan fungsi lisosom, tinggi secara signifikan. Hasil ini menunjukan
penurunan fungsi makrofag pada pasien TB tulang belakang serta terdapat kemungkinan
adanya dominasi imunitas non-spesifik bawaan pada infeksi TB tulang belakang
Tuberculosis (TB) is still one of the main health problems in Indonesia. Ten percent of
extrapulmonary TB is bone TB and about 50% of people with bone TB affected to the
spine. The immune response against Mycobacterium tuberculosis (M.tb), which causes
extrapulmonary spread, particularly the response of macrophages as a first-line defense,
is still not fully understood. Macrophages produce reactive oxygen species (ROS)
molecules as a result of oxygen bursts to eliminate antigens. Nitric Oxide (NO) and
myeloperoxidase (MPO) play a role in oxygen burst. Also, phagocytosis process involved
lysosomal organelles in which there are hydrolase enzymes (acid phosphatase and betaglucuronidase),
which have important role in intracellular digestion. This study examined
the hypothesis about impairment of macrophage function in spondylitis TB patients.
Monocytes were isolated from peripheral blood mononuclear cells (PBMC) collected
from five spinal TB patients and five healthy people as controls. Isolated monocytes were
cultured by stimulation of macrophage colony-stimulating factor (M-CSF) for seven days
for maturation. The phagocytic ability of macrophages is assessed as to their activity on
sheep red blood cells. Whereas nitric oxide (NO), myeloperoxidase (MPO), betaglucuronidase,
and acid phosphatase activity were investigated by spectrophotometer
methods. Data was analyzed using SPSS version 20. We found that monocytes isolated
from PBMC of spondylitis TB patients were significantly less than in the control group
(2992,103 vs 6474,103 (cells / mL)) and also fewer macrophages attached to red blood
cells sheep (264,103 vs 598,103 (cells / mL)). However, NO production (2346 vs 325.17
(μmol / gram protein)), MPO (570.7 vs. 17.4 (units/mg), beta-glucuronide (0.149 vs 0.123
(units/mg)), and acids phosphatase activity (1776.9 vs 287.9 (units/mg)) of macrophages
in the spondylitis TB group were higher than in the healthy group. There was a strong
and significant negative correlation between phagocytosis of macrophages with each of
the previous variables. There was no significant difference between phagocytic ability
and the WST test. Although the recognition against foreign bodies was low, intracellular
macrophage processes, including oxidative activity and lysosomal function, were
significantly higher than control. This result showed a decrease of macrophage function
in spondylitis TB patients as well as a possible dominance of non- specific immunity."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Supriyono
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2007
T40079
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mauludi Ariesto Pamungkas
"ASYNNNI model adalah salah satu model yang menerangkan mekanisme pengaturan atom oksigen pada bidang basal senyawa YBa2Cu307-x. Pengaturan atom oksigen pada bidang basal ini sangat mempengaruhi sifat senyawa tersebut. Bila 00.5 bersifat nonsuperkonduktor dengan struktur tetaragonal.
Di samping itu, temperatur juga mempengaruhi sifat superkonduktor. Pada temperatur tertentu (temperatur transisi) ikatan pasangan elektron akan terputus, saat itu sifat superkonduktivitasnya akan menghilang. Temperatur transisi ternyata berubah-ubah dengan berubahnya kandungan oksigen.
Untuk x=0.1 dan x=0.2 temperatur transisi sekitar 90°K, sedangkan untuk x=0.3 dan x=0.4 temperatur transisi sekitar 70°K dan untuk x=0.5 temperatur transisi sekitar 60°K.
Simulasi ini telah menunjukkan adanya perubahan fasa yang ditunjukkan oleh lonjakan harga Cv pada temperatur tertentu.
Simulasi ini menggunakan metode Monte Carlo, sedangkan program yang digunakan bahasa C."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2001
T5728
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rita Arbianti
"Reduksi CO2 menjadi CO adalah alternatif pemenuhan akan kebutuhan gas sintesis dengan rasio H2/CO yang rendah. Proses reduksi ini berlangsung baik dengan menggunakan reduktor oksida logam yang kekurangan oksigen. Oksida logam yang tepat akan memberikan hasil yang optimal terhadap proses reduksi ini. Penelitian tentang kemampuan reduktor oksida logam yang kekurangan oksigen akan memberikan informasi yang sangat berguna untuk pengembangan proses reduksi ini.
Penelitian ini diawali dengan pembuatan oksida logam CeO2 dengan metode presipitasi menggunakan bahan baku Ce(SO4)2.4H20 sebagai sumber logam Ce. Oxygen Untuk mengetahui adanya jenis ikatan CeO2 dilakukan karakterisasi FTIR dan luas permukaan diukur dengan metode BET. Oksida logam yang dihasilkan kemudian diuji keaktifannya dengan cara mereduksinya terlebih dahulu dengan gas H2 (suhu 700°C, laju alir 100 ml/menit) dan kemudian mereaksikannya dengan reaktan CO2 dengan beberapa variasi kondisi operasi. Variasi suhu yang dilakukan pada penelitian ini berkisar antara 650°C sampai dengan 800°C dengan interval kenaikan 50°C.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa laju pembentukan CO yang tertinggi terjadi pada suhu reaksi 800°C dan laju alir 80 ml/menit sebesar 0,000135 mol/menit. Pengujian tersebut juga menunjukkan kenaikan kapasitas adsopsi seiring dengan kenaikan suhu sampai 750°C dan kemudian kenaikan suhu menyebabkan penurunan kapasitas adsorpsi. Fenomena lain yang terjadi adalah bahwa tidak semua CO2 teradsorp oleh reduktor menjadi produk gas CO, sebagian menempel pada permukaan reduktor."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>