Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Niken Balqis Fisabila Helmi
"Penelitian mengenai identifikasi keanekaragaman serta perhitungan kelimpahan mikroalga epiplastik di substrat sampah plastik makanan kemasan jenis polypropylene yang berpotensi menyebabkan Harmful Algal Blooms di lakukan di Pantai Lagoon Ancol dengan metode purposive random sampling pada 3 titik stasiun dengan metode subsample di bawah mikroskop. Tujuh belas genus mikroalga epiplastik ditemukan yang berasal dari tiga kelas, yaitu Bacillariophyceae (14 genus), Dinophyceae (1 genus), dan Cyanophyceae (2 genus) dengan 3 genus yang berpotensi toksik. Tujuh belas genus tersebut adalah Achnanthes, Cocconeis, Coscinusdiscus, Cymbela, Gyrosigma, Lyngbya, Mastogloia, Merismopedia, Navicula, Nitzschia, Paralia, Pleurosigma, Prorocentrum, Skeletonema, Stephanopyxis, Thalassionema, dan Thalassiosira. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan total mikroalga epiplastik berkisar 249 – 24.051 sel/gram dengan kelimpahan terbesar dari genus Navicula sebesar 121.342 sel/gram dan terkecil dari genus Merismopedia sebesar 249 sel/gram. Berdasarkan perhitungan korelasi Pearson, hampir semua parameter lingkungan yang diukur berpengaruh sangat tinggi dengan rentang koefisien ± 0.80 – ± 1.00, dengan koefisien korelasi terendah oleh intensitas cahaya yaitu 0.3 dimana termasuk kedalam rentang berpengaruh rendah.

Research on identifying diversity and calculating the abundance of epiplastic microalgae in polypropylene plastic food packaging waste substrates that have the potential to cause Harmful Algal Blooms was conducted at Ancol Lagoon Beach with purposive random sampling method at 3 station points and using the subsample method under a microscope. Seventeen genera of epiplastic microalgae were found from three classes, namely Bacillariophyceae (14 genera), Dinophyceae (1 genus), and Cyanophyceae (2 genera) with 3 potentially toxic genus. The seventeen genera are Achnanthes, Cocconeis, Coscinusdiscus, Cymbela, Gyrosigma, Lygbya, Mastogloia, Merismopedia, Navicula, Nitzschia, Paralia, Pleurosigma, Prorocentrum, Skeletonema, Stephanopyxis, Thalassionema, and Thalassiosira. The results showed that the total abundance of epiplastic microalgae ranged from 249 – 24.051 cells/gram with the greatest abundance from the genus Navicula of 121.342 cells/gram and the smallest from the genus Merismopedia of 249 cells/gram. Based on Pearson correlation calculations, almost all environmental parameters measured have a very high effect with a coefficient range of ± 0.80 – ± 1.00, with the lowest correlation coefficient by light intensity of 0.3 which is included in the low influential range."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rofiqoh Nur Rohmah
"Indonesia menjadi negara nomor dua dengan jumlah konsumsi mi instan terbesar di dunia menyebabkan tingginya masalah sampah plastik kemasan, namun tidak diikuti dengan model pengumpulan sampah yang memadai. Berdasarkan realita, sampah plastik kemasan mi instan tidak diminati oleh sektor informal seperti pemulung, pengepul, dan bank sampah karena memiliki nilai ekonomi yang rendah dan tidak bisa didaur ulang. Sampah kemasan yang tidak tertangani akan menyebabkan masalah lingkungan. Model pengumpulan sampah yang ada pada saat ini masih belum berjalan dengan baik, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak negatif permasalahan lingkungan akibat kemasan mi instan adalah dengan merancang model pengumpulan sampahnya. Studi literatur, wawancara pada pengelola sampah, serta pengamatan terhadap tren pengumpulan sampah kemasan pada saat ini dilakukan untuk merancang model pengumpulan kemasan mi instan. Metode AHP digunakan untuk mengambil keputusan dalam menentukan model mana yang paling mungkin untuk direalisasikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menurut keputusan ahli, model pengumpulan sampah kemasan mi instan yang paling memungkinkan untuk diimplementasikan di wilayah Jabodetabek adalah model ketiga.

Indonesia is the second largest country on the consumption of instant noodles in the world. The high consumption of instant noodles is not followed by a proper waste collection system. This causes the problem of plastic packaging waste in large quantities. Based on actual events, plastic instant noodle packaging is considered as a waste that is not in demand by the informal sector such as scavengers, collectors and waste banks as it has low economic value and cannot be recycled. Untreated packaging waste will cause environmental problems. The existing waste collection model is still not running well, so one solution to overcome the negative impact of environmental problems due to instant noodle packaging is to design a waste collection model. Literature studies, interviews with waste managers, as well as observations of current packaging waste collection trends were carried out to design an instant noodle packaging collection model. The AHP method is used to make decisions in determining which model is most likely to be realized. The results of this study indicate that according to the expert's decision, the most likely model of instant noodle packaging waste collection to be implemented in the Jabodetabek area is the third model."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Innesia xaviera
"Permasalahan sampah di Jakarta semakin lama kian menumpuk, diperkirakan tahun 2021 TPST Bantar Gebang tidak mampu lagi untuk menampung sampah warga Jakarta. Sampah-sampah plastik itu sendiri didominasi oleh limbah bekas pakai konsumen dari sektor FMCG. Padahal dalam UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 15 telah diatur masalah kewajiban pengelolaan sampah bekas pakai konsumen yang sulit diurai oleh perusahaan, namun masih sedikit sekali yang melaksanakannya. Penelitian ini membahas bagaimana proses siklus hidup sebuah produk berdampak kepada lingkungan dan mencari alternatif siklus hidup yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini menentukan dampak lingkungan hidup dari tiap proses manufaktur dan daur ulang, lalu menentukan proses yang akan dikembangkan menjadi lebih ramah lingkungan serta biaya yang dibutuhkan dalam tiap tahapan. Penelitian memodelkan permasalahan dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) untuk menganalisa faktor lingkungan dan cost analysis untuk menghitung faktor biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan tinta SiO2 ramah lingkungan akan mengurangi 13.06% dampak lingkungan seperti; climate change, acidification, gangguan pernafasan, dan fossil fuel lalu mengurangi biaya secara keseluruhan sebanyak Rp 24,628.52 per 1000 botol setiap melewati siklus1000 produk.

Plastic waste problem in Jakarta increasingly piling up, it is estimated that in 2021 TPST Bantar Gebang is no longer able to accommodate the garbage of citizens of Jakarta. The plastic waste itself is dominated by post-use consumer from the FMCG sector. In fact, Law No. 18/2008 on Waste Management Article 15 regulates the obligation to manage consumer waste that is difficult for the company to decompose, but very few implement it. This research discusses the environmental impact of a product’s life cycle and looking for a greener life cycle. This research determines the environmental impact of every manufacturing and recycling process, then determines the process to be developed to be more environmentally friendly and the costs involved in each stage. Life Cycle Analysis (LCA) is then developed to analyse environmental effect and cost analysis is developed to calculate cost factors. The results showed that using environmentally friendly SiO2 ink would reduce 13.06% environmental impacts such as; climate change, acidification, respiratory problems, and fossil fuels then reduce overall costs by Rp. 24,628.52 per 1000 bottles every 1,000 product cycles."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yogig Tri Prayoga
"Sampah kemasan plastik rumah tangga perkotaan belum terkelola dengan baik dan masih banyak sampah yang tidak terdaur ulang secara mekanikal. hal ini mengakibatkan timbulan sampah kemasan plastik rumah tangga semakin besar jumlahnya. Penyebab utama sampah tidak terdaur ulang diindikasikan kualitas dari sampah plastik yang menurun yang bisa disebabkan karena degradasi dan kotaminasi. degradasi dan kontaminasi ini bisa terjadi karena isi dari kemasan plastik itu sendiri serta faktor pengaruh lingkungan. Untuk itu pengelolaan sampah yang baik dan tidak mencemari lingkungan sangat diperlukan agar semakin bertambah sampah plastik yang bisa terdaur ulang secara mekanikal. salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas material plastik hasil daur ulang adalah dengan melakukan penelusuran tiap-tiap proses yang dilalui oleh material plastik tersebut secara mekanik. Metode ini disebut dengan pengembangan rantai kualitas material pada daur ulang mekanikal sampah kemasan plastik. Pada penelitian ini dikhususkan pada sampah kemasan plastik rumah tangga perkotaan, dengan mengambil beberapa sampel dari beberapa kota di Indonesia yang kemudian diproyeksikan menjadi rata-rata konsumsi sampah kemasan plastik rumah tangga perkotaan. Sehingga dengan dilakukannya pemetaan rantai kualitas, pihak-pihak yang terlibat dalam proses daur ulang plastik dapat mengetahui proses-proses apa saja yang menjadi penyebab terjadinya penurunan kualitas pada material plastik tersebut.

Urban households plastic packaging waste doesn't recycled at well and there are many plastic waste doesn't recycled at all in the mechanical recycling. Its can be affected the urban household landfill increasingly large numbers. The main causes of waste not recycled indicated that the quality of plastic waste which could be due to decreased degradation and kotaminasi. degradation and contamination can occur because the contents of the plastic packaging itself as well as the influence of environmental factors. For that good waste management and does not pollute the environment is necessary for growing plastic waste that can be recycled mechanically. one of the methods used to determine the quality of the recycled plastic materials is to conduct a search of each process through which the plastic material mechanically. This method is called with the development of chain of quality material on the mechanical recycling of plastic packaging waste. This research is devoted to the plastic packaging waste urban households, by taking several samples from several cities in Indonesia, which is projected to average consumption of plastic packaging waste urban households. So the quality of the chain mapping exercises, the parties involved in the process of plastic recycling processes can determine what the cause of the decline in the quality of the plastic material."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gracella Patricia
"Penelitian ini membahas kemampuan dan potensi penerapan digitalisasi dan otomasi pada Teknologi Ritel Cerdas yang berfokus pada mesin isi ulang sebagai upaya manajemen limbah kemasan plastik serta meningkatkan keunggulan kompetitif PT. X. Penelitian ini melibatkan pendekatan utama yaitu Business Process Reengineering dan Agile Project Management guna memberikan rekomendasi proses bisnis baru pada proyek yang sedang berjalan. Hasil penelitian menyarankan bahwa PT. X perlu memanfaatkan QR Code dan Human Machine Interface untuk memaksimalkan efektivitas dan hasil penerapan usulan proses bisnis tersebut.

This research discussed the capability and potential of applying digitalization and automation to Smart Retail Technology which focused on filling machine to manage plastic packaging waste management and increase the competitive advantage of PT. X. This research used two main approaches, namely Business Process Reengineering and Agile Project Management to recommend a new business process on ongoing project. The result of the study suggested that PT. X needs to take advantage of the QR Code and Human Machine Interface to maximize the effectiveness and resulted of implementing the business process."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zarahmaida Taurina
"Pertumbuhan penduduk dan ekonomi merupakan aspek yang mendorong peningkatan sampah plastik. Salah satu sampah plastik yang mendominasi perkotaan adalah kemasan mi instan. Indonesia merupakan negara dengan konsumsi mi instan terbesar kedua di dunia. Pengelolaan sampah kemasan bergantung pada partisipasi masyarakat dalam memilah sampah, namun lebih dari 80% masyarakat DKI Jakarta tidak pernah memilah sampah. Pemberian kompensasi diharapkan dapat memotivasi masyarakat dalam memilah sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perilaku masyarakat terhadap pemilahan kemasan mi instan dan memberikan estimasi kompensasi berdasarkan sudut pandang penerima (konsumen) dan pemberi kompensasi (pasar swalayan dan produsen mi instan) dengan area studi Jabodetabek. Data yang diperoleh dari 410 kuesioner digunakan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi intensi dan perilaku pemilahan kemasan menggunakan kerangka kerja theory of planned behavior (TPB) yang diperluas melalui metode SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma subjektif merupakan faktor terbesar yang memengaruhi intensi, dan intensi adalah faktor terbesar yang memengaruhi perilaku pemilahan kemasan secara signifikan. Besaran kompensasi tunai berdasarkan sudut pandang penerima dan pemberi kompensasi (13 pasar swalayan dan 1 produsen) adalah Rp100,00-Rp300,00 per kemasan. Akan tetapi, dalam bentuk nontunai, saldo atau poin dompet digital lebih tepat diberikan untuk konsumen kategori konsumsi pribadi, dan produk mi instan untuk warung makan mi instan.

The population growth and economic development stimulates the increasing of plastic waste generation. The contribution of noodle packaging into environment has become significant since Indonesia is the second biggest instant noodles’ consumer in the world. Separation waste at source is important for the successful of any waste management. However, the waste separation behaviors are not common in Indonesia. The aim of this study is to identify the critical factors that affect the residents’ intention towards noodle packaging separation and provide compensation based on recipients’ viewpoints (consumer) and providers’ viewpoints (supermarket and instant noodle producer). Data drawn from 410 questionnaires were used to determine factors that affect the residents’ intention towards noodle packaging separation using the extended theory of planned behavior (TPB) framework through SEM-PLS method. Results of this study showed that subjective norms had the most significant influence on the intention of noodle packaging separation, while intention had the most significant influence on the behavior of noodle packaging separation. An amount of cash compensation based on recipients’ and providers’ viewpoints is 100.00 IDR up to 300.00 IDR per noodle packaging. Then, noncash compensation which is appropriate for consumer and instant noodle restaurant is digital wallet points, and instant noodle products respectively. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajri Mulya Iresha
"Jumlah penduduk di Jakarta yang terus naik menyebabkan kenaikan jumlah timbulan sampah yang dihasilkan per harinya. Salah satu komposisi terbesar adalah sampah plastik. Menurut data Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada tahun 2005, tercatat komposisi sampah plastik adalah sebesar 13,25% sedangkan pada tahun 2011 naik menjadi 14,02%. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti potensi penerapan 3R dan Refused Derived Fuel (RDF) untuk sampah plastik di area pemukiman. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dan kuantitatif dengan mengambil sampel perumahan Kalibata Indah dan apartemen Kalibata City.
Penelitian ini mengukur timbulan dan komposisi sampah serta analisis proksimat dan nilai kalori residu sampah plastik untuk mengetahui potensi penerapan 3R dan RDF. Metode penelitian yang dipakai dalam sampling adalah SNI 19-3694-1994 tentang Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi Sampah Perkotaan.
Berdasarkan hasil analisis, potensi sampah plastik layak jual di perumahan Kalibata Indah dan apartemen Kalibata City berturut-turut adalah sebesar 40,25% atau 24,65 kg per hari dan 72,54% atau 101,1 kg per hari. Untuk potensi RDF menunjukkan hasil baik ditandai dengan nilai kalor sebesar 38,20 MJ/kg dan 38,37% MJ/kg. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah rancangan sistem pengelolaan sampah kemasan plastik serta rekomendasi dalam pengelolaan sampah plastik secara terintegrasi.

The increase of population in Jakarta also cause the increase of waste generation per day. One of the greatest composition is plastic waste. According to data from the Jakarta Sanitation Office in 2005, recorded the composition of plastic waste is equal to 13.25%, while in 2011 increased to 14.02%. This research is intended to identify potential of 3R and Refused Derived Fuel (RDF) application in residential area. Quantitative and qualitative approach is used by performing sampling in Kalibata Indah Residence and Kalibata City apartment.
This research measures waste generation and composition as well as analyzes proximate and caloric value of plastic waste residue to recognize the potential of 3R and RDF application. The research method used in sampling is SNI 19-3694-1994 on Taking and Measurement Methods of the Examples from Municipal Solid Waste Generation and Composition.
According to the analysis, potential of plastic waste recycling in Kalibata Indah Residence and Kalibata City Apartment consecutively are 40,25% or 24,65 kg per day and 72,54% or 101,1 kg per day. RDF potential is also good, indicated by calorific value of 38.20 MJ/kg and 38.37% .MJ/kg. Therefore, it requires the design of plastic packaging waste management systems and recommendations for the integrated plastic waste management.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2014
T41697
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Akmalia Putri
"Dalam beberapa tahun terakhir, layanan Online Food Delivery (OFD) telah mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia, dan menjadi tren khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta dan Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi timbulan sampah dan jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas OFD, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dari 30 responden selama 10 minggu, ser ta data sekunder dari literatur dan jurnal relevan. Data yang dikumpulkan mencakup frekuensi pemesanan, jenis dan berat sampah kemasan serta makanan, serta data jarak tempuh pengantaran untuk menghitung jejak karbon transportasi. Hasil menunjukkan bahwa jenis sampah paling dominan adalah karton/kertas (50%) diikuti oleh plastik (16%), dan bahwa puncak timbulan terjadi pada awal bulan dan waktu gajian. Estimasi emisi karbon dari transportasi dan kemasan menunjukkan kontribusi signifikan terhadap jejak karbon individu. Hasil perhitungan menunjukkan total Jejak karbon dari layanan order food online adalah sebesar 17783,91776 g CO2-eq dari keseluruhan aktivitas narasumber. Faktor yang paling memengaruhi besarnya total orderan adalah variabel pengeluaran bulanan. Faktor dengan korelasi tinggi dan sangat signifikan adalah variabel jumlah anggota keluarga yang dapat memengaruhi jumlah total sampah yang dihasilkan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan strategi pengurangan jejak karbon pada sektor layanan makanan daring.

In recent years, Online Food Delivery (OFD) services have experienced rapid growth in Indonesia and have become a prominent trend, especially in urban areas such as Jakarta and Depok. This study aims to estimate the amount of waste and carbon footprint generated from OFD activities, while also analyzing the key contributing factors. A quantitative research approach was used, combining primary data collected from 30 respondents over a period of 10 weeks with relevant secondary data from literature and journals. The collected data includes order frequency, types and weights of packaging and food waste, as well as delivery distances used to calculate transportation-related carbon emissions. The findings reveal that the most common type of waste is paper/cardboard (50%), followed by plastic (16%). Waste generation peaks typically occurred at the beginning of the month and around payday. Carbon emission estimates from both transportation and packaging show a significant contribution to individual carbon footprints. The total calculated carbon footprint from online food ordering activities amounted to 17,783.92 g CO2-eq. Among the influencing factors, monthly expenditure had the strongest effect on total orders, while the number of household members showed a highly significant correlation with the amount of waste produced. This study highlights the importance of effective waste management and the development of strategies to reduce the carbon footprint within the online food service sector."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library