Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nji Raden Poespawati
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1998
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Anondho Wijanarko
"ABSTRAK
Masalah gas rumah kaca telah menjadi salah satu topik lingkungan yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Demikian pula dengan produksi biomassa yang telah menjadi komoditi ekonomi bernilai tinggi. Oleh karenanya penelitian mengenai proses fiksasi CO2 dengan memanfaatkan mikroalga Chlorella SP ini dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi efek rumah kaca dan juga mendapatkan kandugnan pati serta karbohidrat dari produksi biomassa yang dihasilkan oleh aktivitas forosintesis.
Proses fiksasi CO2 dan produksi biomassa dengan menggunakan mikroalga Chlorella SP ini dilakukan dalam medium benneck dalam sebuah fotobioreaktor kolom gelembung. Fotobioreaktor ini diaerasi dengan kondisi operasi: kecepatan superficial gas ±2,4 m/hr, suhu 29°C, kandungan CO2 5% dalam aliran udara inlet, intensitas cahaya 700 lux, dan variasi panjang gelombang dengan menggunakan lampu merah, biru, putih, kuning, dan hijau. Data yang diambil adalah intensitas cahaya keluar reaktor (lb), julah sel, selisih fraksi gas CO2 inlet dan outlet serta besar pH.
Hasil yang penting dikemukakan disini adalah laju pertumbuhan sel paling tinggi dicapai oleh sumber iluminasi sinar biru dan paling rendah oleh sinar hijau, sedangkan sinar putih berada ditengah-tengahnya. Laju pengurangan CO2 terbsear terjadi pada sumber iluminasi sinar biru. Hal ini ternyata sebanding dengan peningkatan jumlah sel. namun seiring dengan berjalannya waktu, ternata laju pengurangan CO2 berkurang bahkan sebelum laju pertumbuhan memasuki fase stasioner, sedangkan model pendekatan secara empiris yang paling akurat terhadap data-data yang diperoleh, didapatkan dengan menggunakan persamaan Webb."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Juan Michael Kane Gani
"Pada tesis ini, dilaporkan hasil pengujian deteksi getaran di dalam air dengan menggunakan Fiber Bragg Grating (FBG) Accelerometer 3 sumbu yang terdiri dari 3 buah FBG. Pompa air digunakan sebagai sumber getaran di dalam air dengan variasi posisi dari 0 hingga 10 cm. Hasil pengujian ditampilkan dalam bentuk perubahan panjang gelombang Bragg yang direfleksikan dan frekuensi. Pada tahap pertama, pengujian dilakukan di dalam box kontainer dengan ukuran 78 cm x 56 cm x 46 cm dengan ketinggian air sebesar 17 cm. Dari hasil pengujian pertama ditunjukkan bahwa seiring pertambahan jarak, saat pompa air berada pada FBG X, Y, atau Z maka panjang gelombang Bragg FBG X, Y, atau Z mengalami perubahan paling signifikan dengan nilai R-squared di atas 98%. Pada tahap kedua, pengujian dilakukan di dalam kolam air dengan ukuran 264 cm x 163 cm x 66 cm dengan ketinggian air sebesar 24 cm. Dari hasil pengujian kedua ditunjukkan bahwa seiring pertambahan jarak, saat pompa air berada pada FBG X, Y, atau Z, panjang gelombang Bragg FBG X, Y, atau Z mengalami perubahan paling signifikan dan menurun secara linier dengan gradien dan R-sqaured sebesar 0,0114 nm/cm dan 99,77%; 0,0124 nm/cm dan 99,71%; 0,0071 nm/cm dan 99,54%. Selanjutnya seiring pertambahan jarak, perubahan frekuensi menurun secara linier dengan gradien dan R-squared berturut-turut sebesar 1,4751 Hz/cm dan 99,53%; 1,6286 Hz/cm dan 99,82%; 1,7714 Hz/cm dan 99,84% untuk FBG X, Y, dan Z. Ditunjukkan pula bahwa eiring dengan pertambahan jarak, nilai strain dan akselerasi menurun. Hak ini menyebabkan nilai frekuensi menurun oleh karena hubungan langsung dengan strain dan akselerasi dan membutuhkan waktu yang lebih lama agar gelombang getaran mencapai FBG Accelerometer. Berdasarkan hasil perubahan frekuensi yang diterima oleh FBG X pada kondisi di udara dan di dalam air, nilai frekuensi dan amplitudo mengalami penurunan yang lebih signifikan di dalam air dibandingkan pada udara oleh karena redaman getaran oleh air, menambahkan momen inertia, dan menambahkan noise pada FBG. Dari hasil perhitungan transmisi data, terdapat delay sebesar 0,044 ms dengan kecepatan internet 7,5 Mbps dan nilai delay ini masuk dalam kategori sangat baik.

In this thesis, the results of vibration detection underwater using Fiber Bragg Grating (FBG) Accelerometer 3-axis consisted of 3 FBGs are reported. Water pump is employed as vibration source with varied positions from 0 to 10 cm. The testing results are presented in the form of Bragg wavelength shift and frequency. On first stage, testing was conducted inside the container box with the dimensions of 78 cm x 56 cm x 46 cm with the water height of 17 cm. From the first testing results, it is shown that with increasing distance, when water pump is placed on FBG X, Y, and Z, Bragg wavelength of FBG X, Y, and Z has the most significant change and R-squared value above 98%. On second stage, testing was conducted inside the small pool with the dimensions of 264 cm x 163 cm x 66 cm with the water height of 24 cm. From the second testing results, it is shown that with increasing distance, when water pump is on FBG X, Y, and Z, Bragg wavelength FBG X, Y, and Z has the most significant change and decreases linearly with successive gradients and R-squared values of 0,0114 nm/cm and 99,77%; 0,0124 nm/cm and 99,71%; 0,0071 nm/cm and 99,54%. It is also shown that with increasing distance, the frequency decreases linearly with successive gradients and R-squared values of 1.4751 Hz/cm and 99.53%; 1.6286 Hz/cm and 99,82%; 1,7714 Hz/cm and 99,84% for FBG X, Y, and Z. It also shown that as distance increased, the strain and acceleration value decreased. This caused frequency value to decrease because frequency is linearly connected to strain and acceleration and it takes longer for vibration wave to reach FBG Accelerometer. Based on frequency change received by FBG X on air and inside the water, the frequency and amplitude decreased more inside the water than on air because of viscosity damping of water, increase inertia moment, and increase noice on FBG. From data transmission calculations, the delay value is 0,044 ms with the internet speed of 7,5 Mbps and this value classified as very good."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naufal Aiman Madani
"Fiber Bragg grating (FBG) merupakan divais optoelektronika yang bekerja dengan cara menyaring panjang gelombang yang melaluinya. Nilai panjang gelombang tersebut ditentukan oleh indeks bias efektif struktur FBG. Sebagai sensor yang sensitif terhadap tekanan dan temperatur, FBG memiliki potensi pengaplikasian yang luas. Pada penelitian ini dilakukan deteksi tekanan hidrostatik rendah sebagai dasar pengembangan FBG single-mode berstruktur uniform sebagai sensor tekanan dalam air serta pengamatan pengaruh temperatur optical interrogator terhadap hasil pengukuran yang diperoleh. Pada tahap awal, dilakukan karakterisasi FBG untuk berbagai tekanan yang diwakili oleh berbagai beban dalam rentang 0 gram hingga 500 gram dengan kenaikan 50 gram. Berdasarkan hasil tersebut, selanjutnya dilakukan eksperimen pengukuran tekanan hidrostatik sedang dari arah 180° untuk melihat pengaruh arah tekanan pada FBG. Eksperimen tersebut dilakukan dengan rentang 0 liter hingga 20 liter dengan kenaikan volume air 2,5 liter dan menghasilkan hubungan linier dengan gradien negatif saat diberikan tekanan dari arah bawah FBG. Selanjutnya dilakukan juga  eksperimen pengukuran tekanan hidrostatik rendah arah vertikal tegak lurus FBG dengan rentang 0 ml hingga 10 ml dengan kenaikan volume air 0,25 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara tekanan hidrostatik rendah dengan panjang gelombang Bragg dengan sensitivitas sebesar 0,0004142 nm/(Pa°C).

Fiber Bragg grating (FBG) is an optoelectronic device that operates by filtering the wavelength passing through it. The wavelength value is determined by the effective refractive index of the FBG structure. As a sensor that is sensitive to both pressure and temperature, FBG has wide-ranging potential applications. In this study, the detection of low hydrostatic pressure was performed as the basis for developing a uniform structured single-mode FBG as an underwater pressure sensor. Initially, FBG characterization was conducted for various pressures represented by different loads ranging from 0 grams to 500 grams with a 50-gram increment. Based on these results, subsequent experiments were carried out to measure moderate hydrostatic pressure from the 180° direction to observe the effect of pressure direction on FBG. The experiment was performed with a range of 0 liters to 20 liters, with a 2.5-liter increment in water volume, and yielded a linear relationship with a negative gradient when pressure was applied from below the FBG. Furthermore, experiments were conducted to measure low vertical hydrostatic pressure with a range of 0 ml to 10 ml, using a 0.25 ml increment in water volume. The research findings indicate a linear relationship between low hydrostatic pressure and Bragg wavelength, with a sensitivity of 0,0004142 nm/(Pa°C)."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Priyatna
"Teknologi penginderaan jauh menjadi salah satu solusi utama dalam deteksi cepat daerah terkena banjir. Data satelit menghadirkan karakteristik reflektansi objek permukaan bumi yang bervariasi tergantung pada panjang gelombang. Studi terdahulu dalam mengidentifikasi nilai reflektansi pada kondisi tergenang dan tidak tergenang memerlukan peningkatan akurasi, melibatkan data dari laboratorium, lapangan, dan satelit. Penelitian ini bertujuan menemukan spesifikasi spektrum panjang gelombang reflektansi untuk digunakan dalam mendeteksi daerah terkena banjir dengan data satelit penginderaan jauh. Diharapkan, temuan dari penelitian ini akan menghasilkan indeks banjir yang efektif, terutama pada rentang panjang gelombang yang relevan untuk mendeteksi daerah terkena banjir menggunakan data penginderaan jauh. Penelitian ini telah menemukan perbedaan reflektansi daerah tidak tergenang dan tergenang dengan kedalaman tertentu (5 cm, 10 cm, 15 cm, 30 cm, dan 60 cm) pada tiga kelas penutup lahan pemukiman, sawah, dan bantaran sungai, dengan rentang panjang gelombang 325 nm hingga 1075 nm. Hasil uji beda dengan uji t-Test, dengan significance level 0.05 dan analisis selisih, menunjukkan bahwa spektrum panjang gelombang near-infrared Sentinel-2, yaitu pada kanal 6 (733-748 nm), kanal 7 (773-793 nm), kanal 8 (855-900 nm), dan kanal 8A (855-875 nm) memiliki signifikansi yang tinggi dalam membedakan daerah tidak tergenang dan tergenang. Penelitian menyimpulkan bahwa spesifikasi spektrum panjang gelombang dapat digunakan deteksi daerah banjir pada spektrum yang tersebut di atas. Spesifikasi tersebut telah diimplementasikan untuk deteksi daerah banjir dengan data penginderaan jauh Sentinel-2 dan menghasilkan akurasi lebih dari 84.65% pada uji coba di tiga lokasi studi area penelitian. Hasil penelitian ini menyarankan melakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan pengukuran reflektansi pada berbagai objek permukaan bumi dan lokasi penelitian yang beragam, terutama fokus pada tutupan lahan lainnya yang terdampak banjir. Saran lainnya adalah memberikan rekomendasi kepada para pengambil keputusan di bidang teknologi penginderaan jauh, terkait dengan rentang panjang gelombang near-infrared untuk mendeteksi wilayah yang terkena banjir. Rekomendasi ini dapat menjadi dasar penting dalam pembangunan program sensor satelit nasional di Indonesia.

Remote sensing technology is one of the most important solutions to quickly identify areas affected by flooding. Data satellites show the reflective properties of the surface of Earth objects, which vary according to wavelength. Preliminary studies to identify reflectance values in flooded and non-flooded areas require higher accuracy, incorporating data from laboratories, fields and satellites. This research aims to find specifications for the reflection wavelength spectrum that can be used in floodplain detection using remote sensing satellite data. It has been announced that the results of this research will lead to an effective flood index, especially at wavelengths relevant to floodplain detection using remote sensing data. This study has found differences in the reflectance of non-flooded and flooded areas with certain depths (5 cm, 10 cm, 15 cm, 30 cm and 60 cm) in three classes of residential land cover, paddy fields and riverbanks with a wavelength range from 325 nm to 1075nm. The results of the t-test with a significance level of 0.05 and the difference analysis show that the near-infrared wavelength spectrum of Sentinel-2, i.e., channel 6 (733-748 nm), channel 7 (773-793 nm), channel 8 (855-900 nm), and channel 8A (855-875 nm), has high significance in discriminating between non-flooded and flooded areas. The research concludes that the wavelength spectrum specification can be used to detect floodplains in the above spectrum. This specification was implemented for floodplain detection using Sentinel-2 remote sensing data and yielded an accuracy of greater than 84.65% in tests at three sites in the research area. The results of this study encourage further research to be conducted by measuring the reflectance on various objects on the earth's surface and at various research sites, focusing on other land areas affected by flooding. Another suggestion is to provide remote sensing technology decision makers with recommendations related to near-infrared wavelength bands to identify areas affected by flooding. These recommendations can be an important basis for the development of a national satellite sensor program in Indonesia."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2023
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harry Darmawan Suprapto
"Pertumbuhan trafik yang begitu besar mengakibatkan peningkatan kebutuhan kapasitas dan kecepatan jaringan yang besar. Hal tersebut dapat dipenuhi oleh jaringan serat optik. Tetapi hal ini akan terasa sia sia jika dalam perencanaan dan pangembangannya tidak dilakukan secara benar. Salah satu yang mempengaruhinya adaiah bentuk topologi yang dapat menghasilkan unjuk kerja yang baik unjuk kerja yang dipakai dalam skripsi ini adalah kongesti. Bentuk topologi dapat dikatakan baik jika kongesti yang dihasilkan minimum.
Skripsi ini membahas tentang perancangan topologi logika pada jaringan, dengan unjuk kerja kongesti minimum. Kongesti minimum dipengaruhi oleh topologi jaringan, jumlah panjang gelombang yang digunakan, dan derajat logika yang dipakai. Peningkatan panjang gelombang dan derajat Iogika diharapkan mampu untuk menurunkan nilai kongesti minimum yang dicapai. Tujuan skripsi ini adalah menentukan nilai derajat logika dan jumlah panjang gelombang yang digunakan, agar kongesti yang dihasilkan kecil, sehingga topologi logika nya dapat dikatakan optimum.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa peningkatan jumlah panjang gelombang yang tersedia mampu menurunkan kongesti sampai nilai terténtu, yaitu nilai maksimum panjang gelombang yang digunakan. Sedangkan peningkatan nilai derajat logika pada jaringan EON tidak menurunkan kongesti yang dicapai."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S39638
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Erry Brillyanto
"Masalah gas mmah kaca telah menjadi salah satu topik lingkungan yang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Demikian pula dengan produksi biomassa yang telah menjadi komoditi ekonomi bernilai tinggi. Oleh karenanya penelitian mengenai proses ‘riksasi CO2 dengan memanfaatkan mikroalga Chforella sp ini dapat dijadikan salah sam altemarif untuk mengatasi efek rumah kaca dan juga mendaparkan kandungan pati serta karbohidrat dari produksi biomassa yang dihasilkan oleh aktivitas fotosinlesis.
Proses fiksasi CO2 dan produksi biomassa dengan menggunakan mikroalga Ch/orella .sp ini dilakukan dalam medium benneck dalam sebuah fotobioreaktor kolom gelernbung Fotobioreaktor ini diaerasi dcngan kondisi operasi: kecepatan supericial gas iz 2,4 m/hr, suhu 29°C, kandungan CO2 5% dalam aliran udara inlet, intensitas cahaya 700 lux, dan variasi panjang gelombang dengan mengunakan lampu merah., biru, putih, kuning dan hjjau. Data yang diambil adalah intensitas cahaya keluar reaktor (Ib),jumlah sel, sclisih fraksi gas CO2 inlet dan outlet serta besarpH.
Hasil yang penting dikemukakan disini adalah laju pertumbuhan sel paling tinggi dicapai oleh sumber iluminasi sinar biru dan paling rendah oleh sinar hliau, sedangkan sinar putih berada ditengah-tengahnyal Laju pengurangan CO; terbesar teljadi pada sumber iluminasi sinar bim. Hal ini temyata sebanding dengan peningkatan jumlah sel. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ternyata laju pengurangan CO2 berkurang bahkau sebelum laju pertumbuhan memasuki fase stasioner. Eiisiensi energi cahaya terbesar didapatkan pada kultivasi dengan menggunakan sinar hijau, sedangkan model pendekatan secam empiris yang paling akurat terhadap data-data yang diperoleh, didapatkan dengan menggunakan persamaan Webb."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2004
S49405
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novin Syahputra
"Dalam penelitian ini, telah dibuat sebuah alat ukur yang dapat mengukur panjang gelombang cahaya. Dengan memanfaatkan fenomena sifat cahaya, penulis ingin mengetahui besar nilai panjang gelombang dan pola distribusi intensitas difraksi pada cahaya yang melewati kisi difraksi apakah sesuai dengan teori berdasarkan referensi. Sumber cahaya yang digunakan berupa sinar laser merah monokromatik dan polikromatik yang menghasilkan warna RGB serta lampu merkuri. Kisi difraksi dan sumber cahaya digerakkan dengan motor DC yang dilengkapi rotary encoder untuk menentukan posisinya. Semua pergerakan alat ini dikendalikan oleh program LabVIEW National Instrument dan pengolahan gambar dilakukan dengan program Vision Assistant.
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sumber cahaya merah monokromatik dengan kisi difraksi 300 garis/mm, panjang gelombang cahaya yang dihasilkan (640 - 676) nm dengan besar kesalahan relatif sebesar 0,32 %. Warna biru dengan kisi 600 garis/mm, panjang gelombang cahaya yang dihasilkan (454 - 475) nm, dengan besar kesalahan relatif sebesar 0,31 %. Warna hijau dengan kisi 600 garis/mm, panjang gelombang cahaya yang dihasilkan (524 - 547) nm, dengan besar kesalahan relatif sebesar 0,19 %. Warna merah dengan kisi 600 garis/mm, panjang gelombang cahaya yang dihasilkan (654 - 697) nm, dengan besar kesalahan relatif sebesar 0,34 %. Semakin besar orde difraksi maka semakin lemah tingkat intensitas yang dihasilkan.

In this research, has created a measuring instrument which can measure light intensity distribution pattern. By exploiting phenomenon the nature of light, the author would like to know the value of wave l ength and the intensity distribution of the diffraction pattern on laser light that passes through a diffraction grating so it can be appropriate to reference theory. The source of light use red of monochromatic, polychromatic light which produce RGB color and mercury lamp. Grating diffraction and source of light are moved by DC motor with go forward and go back moving, which next by rotary encoder change distance become counter in partition. The all of these moving are manage by LabVIEW National Instrument and processing of image is executed of Vision Assistant program.
The result of research is red monochromatic with width diffraction grating 300 lines/mm, is produced wave length of light (640 - 676) nm with relative error 0,32 %. For blue color with width diffraction grating 600 lines/mm, is produced wave length of light (454 - 475) nm with relative error 0,31 %. For green color with width diffraction grating 600 lines/mm, is produced wave length of light (524 - 547) nm with relative error 0,19 %. For red color with width diffraction grating 600 lines/mm, is produced wave length (654 - 697) nm with relative error 0,34 %. The greater order of diffraction then the less level of intensity was resulted.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2014
T43429
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nursidik Yulianto
"Laser semikonduktor dapat diimplementasikan diberbagai bidang, diantaranya adalah bidang telekomunikasi, radar, spektroskopi dan sensor. Khusus pemanfaatan dalam bidang telekomunikasi, laser dimanfaatkan untuk membangkitkan gelombang mikro dengan teknik heterodyne dengan cara mixing dua sumber laser. Dalam aplikasi ini, kualitas stabilitas panjang gelombang laser menjadi sangat krusial untuk menghasilkan kestabilan sumber gelombang mikro yang diinginkan. Dalam beberapa penelitian telah dilaporkan bahwa perubahan temperatur menyebabkan perubahan panjang gelombang secara linear. Dalam pengujian yang kami lakukan, dibuktikan bahwa kenaikan temperatur menyebabkan pergeseran Bragg wavelength kearah long wavelength pada tipikal laser sebesar 0.094 nm/oC. Selain pergeseran panjang gelombang terhadap variasi temperatur, dibuktikan juga bahwa kenaikan temperatur menyebabkan penurunan daya optis pada output laser. Dari hasil penelitian yang kami lakukan didapatkan nilai tunabilitas gelombang mikro terhadap variasi temperatur laser sebesar 10.35 GHz/oC dan nilai tunabilitas gelombang mikro terhadap variasi arus injeksi laser sebesar 0.37 GHz/mA. Dalam penelitian ini kami menunjukkan bahwa beat frekuensi hasil mixing dua laser dioda dapat dituning dengan memvariasikan temperatur salah satu laser dan membiarkan laser lainnya konstan. Kestabilan gelombang mikro yang dihasilkan terhadap kestabilan temperatur laser didapatkan nilai ±2.7 GHz.

Semiconductor laser can be implemented in various fields, such as for telecommunication, radar, spectroscopy and sensor. Specialized for telecommunication application, laser can be applied to generate microwave with heterodyne technique by mixing two laser sources. In this application, the quality of the laser wavelength stability is crucial in order to generate stability desired microwave source. In some studies it has been reported that the change of temperature causes the wavelength changes linearly. In our experiment, it is proven that the increase in temperature causes a shift in the peak wavelength toward the long wavelength laser typical of 0.094 nm/oC. In addition to the shift in wavelength, it is also shown that the increase in temperature causes a decrease in the optical power at the laser output. From the experiments of mixing two lasers that we have conducted, it was found that the tunability factor of laser beat frequency versus temperature is 10.35 GHz/oC and the tunability beat frequency caused by injection is 0.37 GHz/mA. In this paper we show that the beat frequency of the result of mixing two laser diodes can be tuned by varying the temperature of one laser and let the other laser constant. From the experiment, the microwave stability we can obtain ±2.7 GHz.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
T45063
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diva Calista Amalia
"Kualitas logam baja menurun karena kontak dengan bahan lain, namun teknologi rekondisi memungkinkan manusia untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus logam. Dengan memanfaatkan teknik Pulsed Lased Deposition, kekerasan logam dan ketahanan aus dapat ditingkatkan. Penelitian ini mengkaji proses pelapisan TiAl pada substrat AISI H13 atau SKD 61 dengan variasi parameter deposisi termasuk panjang gelombang laser, periode pelapisan, dan komposisi target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi lapisan tipis dan pengaruh parameter proses terhadap kekerasan lapisan TiAl H13/SKD61. Pengujian kekerasan dilakukan dengan menggunakan Hardness Rockwell Tester Future tech FR-3EL dan pengujian perekat dilakukan menggunakan alat yang sama sesuai dengan pedoman VDI 3198. Struktur mikro dan komposisi unsur dipelajari menggunakan XRD, FESEM, dan EDS. Dengan kondisi tersebut, proses PLD Nd:YAG menghasilkan lapisan tipis pada SKD 61. Sampel yang dilapisi selama 25 menit memiliki partikel Al dan Ti yang lebih banyak pada permukaannya dan kekerasan rata-rata yang lebih besar (45,8 HRC) daripada sampel yang dilapisi selama 20 menit. Panjang gelombang laser fundamental (1064 nm) menghasilkan sampel dengan kekerasan tertinggi 47,3 HRC, sedangkan panjang gelombang second harmonic menghasilkan 45,5 HRC. Semua lapisan sampel memiliki daya rekat yang sangat baik, dan ketahanan ausnya termasuk kategori HF1.

The quality of steel metal declines due to contact with other materials, however reconditioning technology allows humans to enhance the metal's hardness and wear resistance. By utilizing Pulsed Lased Deposition coating, metal hardness and wear resistance can be increased. This study examines the TiAl coating process on AISI H13 or SKD 61 substrates. Deposition parameters included laser wavelength, coating period, and target composition. The research aims to determine whether thin coating occurred and the effect of process parameters on H13/SKD61 TiAl layer hardness. Hardness testing was done using Hardness Rockwell Tester Future tech FR-3EL and adhesive testing was done using the same tool according to VDI 3198 guidelines. Microstructure and elemental composition were studied using XRD, FESEM, and EDS. With these conditions, the PLD Nd: YAG process deposits a coating on SKD 61. The sample coated for 25 minutes has more Al and Ti particles on its surface and a greater average hardness (45.8 HRC) than the sample coated for 20 minutes. Fundamental laser wavelength (1064nm, 125mJ) produced sample with the highest hardness of 47,3 HRC, while 2n harmonic wavelength (532nm, 75mJ) produced 45.5 HRC. All sample layers had excellent adhesion, and their wear resistance was HF1."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>