Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 213 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mills, John
Jakarta: EGC, 1993
616.24 MIL g
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rita Novariani
"[ABSTRAK
Latar belakang: Kasus baru dan kematian kanker paru semakin meningkat. Rokok tembakau sangat berperan tetapi hanya 15% yang menderita kanker paru. Oleh karena itu faktor genetik diduga berperan pada kanker paru. Penelitian-penelitian kohort selama ini menunjukan hubungan bermakna risiko kanker paru dengan riwayat kanker di keluarga.
Tujuan: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan proporsi subjek kanker paru dengan riwayat kanker pada keluarga.
Metode: Penelitian ini adalah studi observasi deskriptif potong lintang dengan subjek kanker paru yang berobat jalan maupun inap di RSUP Persahabatan Jakarta 1 Januari 2013 sampai 31 Mei 2015.
Hasil: Subjek penelitian 380 dengan komposisi laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan (72,9% banding 27,1%) dengan median 56 tahun dan nilai minimum dan maksimum 20-86 (66) tahun. Sebanyak 65.3% subjek adalah perokok. Dari total subjek yang merokok, 33,2% termasuk perokok dengan Indeks Brickman (IB) sedang. Jenis sel kanker terbanyak adalah masuk kelompok Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK) yaitu adenokarsinoma 73,4%. Sebagian besar subjek terdiagnosis pada stage lanjut baik pada kelompok KPKBSK maupun Kanker Paru Karsinoma Sel Kecil (KPKSK). Proporsi subjek dengan riwayat kanker keluarga sebesar 8,2% dengan subjek laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan (5,8% dibandingkan 2,4%). Nilai minimum-maksimum usia 35-72 tahun, median 55 tahun. Subjek yang merokok hanya ditemukan pada laki-laki sebanyak 71% dan jenis kanker terbanyak adenokarsinoma 71%. Hubungan keluarga 1 orang lebih banyak ditemukan dibandingkan lebih 1 orang (64,4% banding 35,6%) dengan dominasi ayah (25,8%). Jenis kanker keluarga paling banyak bukan kanker paru dibandingkan kanker paru (85,4% banding 14,6%).
Kesimpulan: Proporsi subjek kanker paru dengan riwayat kanker pada keluarga adalah 8,2%. Subjek dengan 1 anggota keluarga yang memiliki kanker paling banyak 64,4% dengan dominasi ayah 25,8%. Jenis kanker paru dengan riwayat kanker keluarga terbanyak adenokarsinoma 71%. Jenis kanker keluarga lebih banyak adalah bukan kanker paru 85,4%.

ABSTRACT
Background: The new cases and mortality of lung cancer are increasing. Smoking tobacco have a role play but only 15% smokers are suffering from lung cancer. Therefore, genetic factors thought to play a role in lung cancer. Many studies show a significant association with the risk of lung cancer in the family history of cancer.
Objective: To determine the proportion of lung cancer?s subjects with a cancer history in the family.
Methods: Using cross-sectional a descriptive observational study with the outpatient and inpatient lung cancer?s subject at Persahabatan Hospital, Jakarta started from January 1st, 2013 until April 30th, 2015.
Results: The total subject of the study are 380 with the composition of men higher than women (72.9% vs 27.1 %) with a median is 56 and a minimum-maximum age is 20-86 (66). From those subjects, 65.3% are smokers with the most moderate IB is 33.2%. The most type cancer cells in group of Non Small Cell Lung Cancer Carcinoma (NSCLCC) is adenocarcinoma (73.4%). Most subjects diagnosed at an advanced stage either in groups of NSCLCC or Small Cell Lung Cancer Carcinoma (SCLCC). The subject?s proportion with the family cancer history is 8.2% in which male subjects are larger than females (5.8% vs 2.4%). A minimum-maximum age is 35-72 (37) and median 55. Smoker is only found in male 71% and the most type cancer cells is adenocarcinoma 71%. Family relation of the subjects found that 1 person is much more found than more 1 person (64.4% vs 35.6%) with dominated by father (25,8%). The type of cancer in the family is non lung cancer higher than lung cancer (85,4% vs 14,6%).
Conclusions: The proportion of subjects with lung cancer in their family cancer is 8.2%. The most type family relation of the subjects is 1 person 64,4% with dominated by father 25,8%. The most type lung cancer cells which have family history cancer is adenocarcinoma 71%. The most type of cancer in the family is non lung cancer 64.4%.;Background: The new cases and mortality of lung cancer are increasing. Smoking tobacco have a role play but only 15% smokers are suffering from lung cancer. Therefore, genetic factors thought to play a role in lung cancer. Many studies show a significant association with the risk of lung cancer in the family history of cancer.
Objective: To determine the proportion of lung cancer?s subjects with a cancer history in the family.
Methods: Using cross-sectional a descriptive observational study with the outpatient and inpatient lung cancer?s subject at Persahabatan Hospital, Jakarta started from January 1st, 2013 until April 30th, 2015.
Results: The total subject of the study are 380 with the composition of men higher than women (72.9% vs 27.1 %) with a median is 56 and a minimum-maximum age is 20-86 (66). From those subjects, 65.3% are smokers with the most moderate IB is 33.2%. The most type cancer cells in group of Non Small Cell Lung Cancer Carcinoma (NSCLCC) is adenocarcinoma (73.4%). Most subjects diagnosed at an advanced stage either in groups of NSCLCC or Small Cell Lung Cancer Carcinoma (SCLCC). The subject?s proportion with the family cancer history is 8.2% in which male subjects are larger than females (5.8% vs 2.4%). A minimum-maximum age is 35-72 (37) and median 55. Smoker is only found in male 71% and the most type cancer cells is adenocarcinoma 71%. Family relation of the subjects found that 1 person is much more found than more 1 person (64.4% vs 35.6%) with dominated by father (25,8%). The type of cancer in the family is non lung cancer higher than lung cancer (85,4% vs 14,6%).
Conclusions: The proportion of subjects with lung cancer in their family cancer is 8.2%. The most type family relation of the subjects is 1 person 64,4% with dominated by father 25,8%. The most type lung cancer cells which have family history cancer is adenocarcinoma 71%. The most type of cancer in the family is non lung cancer 64.4%., Background: The new cases and mortality of lung cancer are increasing. Smoking tobacco have a role play but only 15% smokers are suffering from lung cancer. Therefore, genetic factors thought to play a role in lung cancer. Many studies show a significant association with the risk of lung cancer in the family history of cancer.
Objective: To determine the proportion of lung cancer’s subjects with a cancer history in the family.
Methods: Using cross-sectional a descriptive observational study with the outpatient and inpatient lung cancer’s subject at Persahabatan Hospital, Jakarta started from January 1st, 2013 until April 30th, 2015.
Results: The total subject of the study are 380 with the composition of men higher than women (72.9% vs 27.1 %) with a median is 56 and a minimum-maximum age is 20-86 (66). From those subjects, 65.3% are smokers with the most moderate IB is 33.2%. The most type cancer cells in group of Non Small Cell Lung Cancer Carcinoma (NSCLCC) is adenocarcinoma (73.4%). Most subjects diagnosed at an advanced stage either in groups of NSCLCC or Small Cell Lung Cancer Carcinoma (SCLCC). The subject’s proportion with the family cancer history is 8.2% in which male subjects are larger than females (5.8% vs 2.4%). A minimum-maximum age is 35-72 (37) and median 55. Smoker is only found in male 71% and the most type cancer cells is adenocarcinoma 71%. Family relation of the subjects found that 1 person is much more found than more 1 person (64.4% vs 35.6%) with dominated by father (25,8%). The type of cancer in the family is non lung cancer higher than lung cancer (85,4% vs 14,6%).
Conclusions: The proportion of subjects with lung cancer in their family cancer is 8.2%. The most type family relation of the subjects is 1 person 64,4% with dominated by father 25,8%. The most type lung cancer cells which have family history cancer is adenocarcinoma 71%. The most type of cancer in the family is non lung cancer 64.4%.]"
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Surabaya: Airlangga University Press , 1989
616.24 PEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rasmin Rasjid
Jakarta: UI-Press, 1983
PGB 0240
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Niniek Harsini
"Meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas manusia, sebagai akibat perkembangan daerah industri dan posisi strategis Kota Cilegon, sebagai jalur lalu Iintas Sumatra-Jawa, membawa resiko untuk terjadinya gangguan kesehatan masyarakat terutama penyakit infeksi menular dan gangguan fungsi saluran pernapasan. Dampak negatifnya telah dirasakan oleh sebagian masyarakat Kota Cilegon dengan keluhan mata pedih dan sesak napas. Pihak Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi (DPLHPE) Kota Cilegon telah menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap limbah fly ash. Dinas Kesehatan Kota Cilegon belum dapat memastikan apakah peningkatan kejadiaan ISPA berkaitan dengan dampak negatif sebagai daerah industri.
Fasilitas kesehatan khusus untuk penyakit paru-paru sebagai tempat rujukan masalah paru, pelatihan, pendidikan dan penelitian telah direncanakan di Kota Cilegon, dengan prioritas pertama untuk mengatasi masalah TB paru.
Tujuan peneiitian ini mengkaji aspek-aspek kelayakan, untuk mengetahui apakah pendirian semacam Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru di Kota Cilegon layak didirikan, sebelum perencanaan ini diusulkan kepada Pemerintah daerah Kota Cilegon.
Penelitian operasional ini dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendiskripsikan hasil konsensus dari analisa kelayakan, dengan cara dokumentasi data sekunder dari berbagai sumber, wawancara mendalam terhadap ll orang informan, wawancara kuesioner terhadap 80 orang penderita TB paru dewasa yang berobat di Puskesmas serta Consensus Decision Making Group untuk mendapatkan keputusan kelayakan. Upaya pemberantasan TB paru dianalisis dengan Strength-Weakness-Opportunities-Threats (SWOT) untuk mengetahui posisi dalam Internal Eksternal matrik guna mendukung kajian aspek kelayakan.
Hasil penelitian menunjukkan dari tahun 2001-2003, jumlah penduduk terutama golongan usia produktif, kepadatan penduduk, penderita penyakit saluran pernapasan dan jumlah kendaraan mengalami peningkatan. Prediksi kualitas udara menurut informan akan mengalami penurunan dan 97% pasien TB paru dewasa menyatakan bersedia dirujuk ke klinik yang lebih Iengkap seperti BP4 apabila pengobatan di Puskesmas tidak mengalami kemajuan. Aspek pasar menunjukkan pendirian klinik paru pemerintah semacam BP4 mempunyai peluang pengguna.
Tinjauan tentang aspek hukum dan kebijakan menunjukkan BP4 didukung SK MenKes Rl dan Pemda Cilegon. Manfaat BP4 yang besar bagi masyarakat menunjukkan aspek sosial ekonomi. Kajian aspek tehnis menghasilkan Iokasi BP4 yaitu Desa Kalitimbang Kecamatan Cibeber dan dari kajian ekonomi diperkirakan kebutuhan lahan sesuai nilai juai obyek pajak sebesar Rp 25.000.000,- sedang bangunan sebesar Rp 2.184.000.000,-. Kajian manajemen menghasilkan rancangan bentuk organisasi, kedudukan dan struktur beserta rencana kegiatan BP4. Upaya pemberantasan TB paru menunjukkan posisi Hold and Maintain dengan strategi market penetration dan product development.
Hasil CDMG memutuskan bahwa BP4 di Kota Cilegon layak didirikan, dengan dilakukan strategi perbaikan faktor internal, baik input maupun proses yaitu peningkatan jumlah dan kinerja SDM Serta perencanaan program. Mengingat adanya kekuatan hukum dan besarnya peluang pasar dari BP4 maka disarankan diusulkan ke Pemda Kota Cilegon, dengan terlebih dahulu melakukan penelitian analisa biaya operasional dan dengan pertimbangan segi psikologi pasien maka nama BP4 diusulkan menjadi UPTD Pusat Unggulan Kesehatan Paru Kota Cilegon."
Depok: Universitas Indonesia, 2004
T13169
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Halim Danusantoso
Jakarta: EGC, 2016
616.24 HAL b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Melina Hendratna
"ABSTRAK
Penyakit tuberkulosis paru (TB paru) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Berbagai upaya untuk memberantas penyakit ini telah dijalankan. Salah satu usaha adalah menemukan dan mengobati sumber penularan yaitu penderita dengan kuman tuberkulosis di dalam dahaknya. Yang menjadi masalah, puskesmas sebagai pelaksana program pemberantasan penyakit ini sebagian besar belum mempunyai sarana untuk melakukan pemeriksaan dahak baik secara mikroskopik maupun biakan. Sedangkan cara pengiriman dahak yang biasa dilakukan prosedurnya sulit dan biayanya mahal.
Penelitian ini bertujuan membuktikan bahwa cara pengiriman dahak kering pada kertas saring yang dikirimkan melalui pos merupakan cara pengiriman dahak yang dapat diandalkan.
Hipotesis yang dipakai dalam pene1itian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang bermakna hasil pemeriksaan basil tahan asam (BTA) mikroskopik maupun biakan antara dahak segar dan dahak kering yang disimpan pada kertas saring yang dikirimkan nelalui pos.
Bahan penelitian adalah dahak yang berasal dari 100 penderita TB para yang berobat di Rumah Sakit Umum Pasar Reba antara bulan Mei-Agustus 1988. Masing-masing sampel dibagi dua, sebagian diletakkan pada kertas saring untuk kemudian dikirimkan melalui pos dan sebagian lagi tetap di dalam penampungnya. Kelompok sampel yang tetap di dalam penampungnya disebut kelompok kontrol sedangkan yang dikirinkan melalui pos disebut kelompok studi. Kedua kelompok sanpel tersebut dikirimkan ke subBagian Bakteriologi Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik hasil tahan asam (BTA) menakai pewarnaan TAN THIAM HOK (TTH) dan pemeriksaan biakan BTA memakai cara dan media KUDOH. Semua pemeriksaan ini dikerjakan antara bulan Mei-Oktober 1988 di subBagian Bakteriologi Bagian Patologi Klinik FKUI-RSCM Jakarta."
1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fachrudin Ali Achmad
"ABSTRAK
Untuk mengetahui hubungan antara variabel demografi, geografi, iklim, sosial ekonomi, fasilitas pelayanan kesehatan mikroskopis dan tenaga kesehatan terlatih dengan jumlah kasus TB paru BTA positif, perlu dilakukan penelitian di Jakarta Selatan tahun 2007-2009 dengan studi ekologi melalui pendekatan spasial dan menggunakan data sekunder. Data diolah secara statistik dengan uji korelasi Pearson, dan analisis spasial dengan tehnik Overlay. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak ada korelasi antara variabel yang diteliti, sedangkan secara spasial variabel kepadatan penduduk, keluarga miskin dan fasilitas pelayanan kesehatan mikroskopis berpengaruh terhadap jumlah kasus TB paru BTA positif di Kecamatan Tebet, dan di kecamatan lain variabel tidak berpengaruh.

ABSTRACT
To determine the relationship between demographic variables, geography, climate, socio-economic, microscopic health facilities and health personnel trained with the number of BTA positive pulmonary TB cases, need to do research in South Jakarta in 2007-2009 with a spatial approach to ecological studies and to use secondary data. Data was statistically analyzed by Pearson correlation test, and spatial analysis techniques Overlay. The results showed no statistically significant correlation between the variables studied, whereas the spatially variable population density, poor families and microscopic health facilities effect on the number of BTA positive pulmonary TB cases in the District of Tebet, and in other districts did not influence the variables.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T28839
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>