Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Yana Valentina Wilamarta
"Krisis moneter yang terjadi di Indonesia mengakibatkan banyak perusahaan melakukan restrukturisasi. Salah satu dampaknya adalah turunnya harga pasar saham-saham di bursa efek bahkan hingga dibawah nilai nominalnya. Karena perseroan terbuka tidak boleh menerbitkan saham baru dengan harga di bawah nilai nominalnya, maka PT Bank Lippo Tbk memprakarsai penerbitan saham kelas baru yang memiliki nilai nominal di bawah nilai nominal saham lama. Dengan damikian PT Bank Lippo Tbk dapat melakukan right issue dengan harga penawaran di bawah nilai nominal saham lama. Saham baru ini memiliki kedudukan yang sama dan sederajat dengan saham lama sehingga dengan demikian memiliki hak yang sama dengan saham lama. Hal ini menimbulkan kontroversi karena Undang-undang Perseroan Terbatas/UUPT dan Undang-undang Pasar Modal/UUPM belum mengatur mengenai hal ini.
Pokok permasalahan yang diteliti adalah sejauh mana peraturan perundang-undangan di bidang perseroan terbatas dan pasar modal mengatur menganai hal ini dan bagaimana perlindungan hukum bagi pemegang saham. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian hukum normatif dan sumber data sekunder.
Kesimpulan penelitian ini adalah UUPM maupun peraturan Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) tidak mengatur mengenai hal tersebut, dengan demikian harus mengacu pada UUPT. UUPT mengenal adanya klasifikasi saham lain (klasifikasi saham selain saham biasa) ke dalam kelas-kelas yang lebih kecil. Dengan demikian klasifikasi saham biasa dapat pula diklasifikasikan ke dalam kelas-kelas yang lebih kecil. UUPT tidak mengatur hubungan nilai nominal saham dengan hak pemegang saham. Dengan demikian saham dengan nilai nominal berbeda dapat memiliki hak yang sama maupun berbeda. Pemegang saham lama terlindungi dengan diwajibkannya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham untuk efektifnya Right Issue. Ketentuan hukum belum memberikan perlidungan bagi pemegang saharn baru, namun Bapepam mengatakan bahwa pernegang saham lama tidak dapat mengkonversikan sahamnya menjadi saham baru berdasarkan nilai nominal."
Depok: Universitas Indonesia, 2002
T16683
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Rizal Purnama
"Untuk meningkatkan tingkat return dalam portofolio investasi syariah dibutuhkan informasi tentang efisiensi pasar saham syariah di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Pasar saham syariah dikatakan efisien jika pergerakan harga saham syariah di pasar tersebut bergerak secara random. Dari titik tolak ini, peneliti menguji efisiensi bentuk lemah pada pasar saham syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEJ. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian koefisien korelasi terhadap saham syariah, indeks JII dan indeks IHSG untuk melihat hubungan antara harga saham atau indeks hari ini dengan hari kemarin dengan menggunakan lag 1 hari.
Hasil pengujian yang dilakukan oleh peneliti ditemukan bahwa terdapat beberapa jenis saham yang pergerakan harganya bersifat random dan terdapat beberapa jenis saham yang pergerakan harganya tidak bersifat random. Tetapi secara keseluruhan pasar saham syariah efisien. Pasar saham syariah tidak memiliki korelasi yang signifikan, sehingga pergerakan harga sagam syariah secara keseluruhan yang diwakili oelh indeks JII bersifat random. Berbeda dengan indeks IHSG yang memiliki hubungan korelasi yang nyata berbeda dengan nol pada level 1%, karenanya pasar saham secara keseluruhan di BEJ yang diwakili oleh indeks IHSG tidak efisien.

The information of market efficiency in Sharia market index in Jakarta Stock Exchange is needed for increasing return in Sharia portofolio investment. In an efficient market the movement of stock price is random. In this regard the researcher intend to conduct a weak form efficiency test for Sharia share including to the Jakarta Islamic Index (JII) and the Jakarta Islamic Index as a whole is also observe. The result from the observation ont the JII will be compare with the test on the Composite Index (IHSG). The correlation coefficient will be observed on the Sharia share and Jakarta Islamic index to realize the correlation between stock price today and its price on yesterday movement with 1 lag day.
The result of the test indicates that some of the share categorized as Sharia share could prove to be random and the others not to be random. The comparison of the result of JII and IHSG found that the IHSG have correlation coefficient in the 1% level of confident that indicates JII is an efficient market.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T11882
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endang Wahyuwidayati
"Swastanisasi Bursa Efek Jakarta pada tahun 1992 merupakan upaya untuk menggairahkan kembali bursa yang telah anjlok pada tahun 1991 setelah meledak selama kurun waktu 1989 - 1990. Penulis bermaksud untuk mengetahui perilaku harga saham sebelum dan sesudah swastanisasi tersebut dengan mempergunakan metode prakiraan deret berkala Box Jenkins sekaligus menarik kesimpulan mengenai efisiensi BEJ. Pasar saham dikatakan efisien bila tidak terdapat korelasi dalam rangkaian perubahan harga saham sehinga pemodal tidak dapat meraih imbalan di atas normal. Penelitian ini diawali dengan melakukan studi kepustakaan, tentang pendekatan investasi di pasar saham, penggunaan metode prakiraan Box-Jenkins, dan penelitian terdahulu mengenai efisiensi pasar saham. Tahap selanjutnya adalah pengumpulan data dan informasi lain yang relevan untuk menjadi dasar pengujian hipotesa yang akan dijawab dalam penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan model harga yang sama yaitu ARIMA (0,1,0) pada tahun 1991 dan 1992 untuk mayoritas saham. Hal ini menyiratkan bahwa usaha swastanisasi BEJ tidak memberikan pengaruh terhadap perilaku harga saham. Perubahan model harga saham yang terjadi pada sebagian kecil saham ternyata berkaitan dengan kondisi perusahaan yang bersangkutan. Model prakiraan harga saham ARIMA (0,1,0) yang menunjukkan bahwa harga bergerak secara random menunjang hipotesa efisiensi pasar. Hal ini agak bertentangan dengan hasiL, pengujian-pengujian sebelumnya."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1993
S18688
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khania Andini
"ABSTRAK
Salah satu sarana penting bagi calon investor untuk mengambil keputusan investasi di pasar modal adalah laporan keuangan perusahaan penerbit saham yang akan dibeli. Publikasi laporan keuangan yang mempunyai kandungan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan akan direaksi oleh para pelaku pasar. Tetapi, banyak para calon investor dan pemakai laporan keuangan lain tidak memperhatikan proses penyusunan laporan keuangan, sehingga manajemen bertindak oportunistik memicu timbulnya disfunctional behaviour berupa praktik manajemen laba (earning management) salah satunya praktik perataan laba (income smoothing). Praktik perataan laba (income smoothing) diproksikan dengan diskresioner akrual yang merupakan penggunaan keleluasaan manajemen sebagai kebijakan yang subjektif dalam memilih metode akuntansi untuk menaikkan atau menurunkan laba yang dilaporkan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ada tidaknya perbedaan reaksi pasar yang diproksikan melalui abnormal retun saham dan volatilitas saham antara :
1) perusahaan yang melakukan perataan laba (smoother) dengan yang tidak melakukan perataan laba (non-smoother);
2) antara perusahaan besar yang melakukan perataan laba (big smoother) dengan perusahaan kecil yang melakukan perataan laba (small smoother).
Populasi dari penelitian ini adalah 132 perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2006-2010. Dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh 75 perusahaan sebagai sampel akhir untuk setiap periodenya. Hasil penelitian menggunakan uji non-parametrik two independent samples test dengan metode Wilcoxon signed rank test menunjukkan bahwa pada tingkat signifikansi 5% terdapat perbedaan reaksi pasar yang diproksikan dengan abnormal return saham antara : perusahaan yang melakukan perataan laba (smoother) dengan perusahaan yang tidak melakukan menajemen laba (non- smoother) (Z=-8,842 sign=0,0485); dan reaksi pasar yang diproksikan dengan volatilitas saham antara : perusahaan yang melakukan perataan laba (smoother) dengan perusahaan yang tidak melakukan menajemen laba (non-smoother) (Z=- 4,250 sign=0,0105). Selanjutnya, reaksi pasar yang diproksikan dengan abnormal return saham antara : perusahaan besar perata laba (Big smoother) dengan perusahaan kecil perata laba (Small Smoother) adalah berbeda dengan nilai Z Wilcoxon signed rank test sebesar -7,852 dan probabilitas signifikansi 0,032. Sedangkan reaksi pasar yang diproksikan dengan volatilitas saham antara perusahaan besar perata laba (Big smoother) dengan perusahaan kecil perata laba (Small Smoother) adalah berbeda dengan nilai Z Wilcoxon signed rank test sebesar -5.912 dan probabilitas signifikansi 0,028.

ABSTRACT
One of important factor for inventors to make investment decision in capital market is financial report. Publicly financial report which has relevant information will be reacted by market player. Many investors and other users of financial report do not pay attention to the process of publishing financial report, so it pushes the emergence of dysfunctional behaviours like earning management practices, such as income smoothing. Income smoothing is proxied by discretionary accruals as a difference of total accruals and non-discretionary accruals.
The research aims to analyze the difference of market reaction proxied by abnormal return and volatility of stock between :
1) Income smoothing companies (smoother) and non-income smoothing companies (non-smoother);
2) Income smoothing big companies (big-smoother) and Income smoothing small companies (small-smoother).
Population of this research is 132 manufactured companies listed in JSX during 2006-2010. Using purposive judgement sampling method, 75 companies were taken to become final samples for each period. The result with two independent samples test Kolmogorov-Smirnov Z (sign 5%) shows that there was a difference of market reaction proxied by abnormal return of stock between income smoothing companies (smoother) and non-income smoothing companies (non-smoother) (Z=-8,842 sign=0,0485), and either was for market reaction proxied by volatility of stock between income smoothing companies (smoother) and non-income smoothing companies (non-smoother) (Z=-4,250 sign=0,0105).
In otherwise, the result shows that there was significant difference of market reaction proxied by abnormal return of stock between income smoothing big companies (big-smoother) and income smoothing small companies (small- smoother) (Z=-7,852 sign=0,032)., and either / neither was for market reaction proxied by volatility of stock between income smoothing big companies (big- smoother) and income smoothing small companies (small-smoother) (Z=-5.912 sign=0,028)."
2013
S44702
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggis Rakhmi
"ABSTRAK
Hal yang perlu dilakukan oleh seorang investor adalah mengidentifikasi imbal basil (return) dan risiko yang rnengikat keputusan yang dilakukannya karena trade-off antara keduanya menggambarkan bahwa jika investor mengharapkan imbal basil yang lebih tinggi atas aset yang dipilihnya, rnaka ia hams bersedia rnenanggung kerugian yang lebib besar, dan sebaliknya. Model yang dikembangkan oleh Stephen A Ross (1976) yaitu model Arbitrage Pricing Theory (APT) merupakan salah satu model yang menganalisis hubungan antara return dengan risiko yang mengikatnya. Teori ini memperhitungkan berbagai sumber risiko sistematis, tidak hanya risiko pasar. Dalam model APT yang dikembangkan oleh Bremeister, Roll dan Ross (2003), model ini meneliti hubungan antara return dengan berbagai risiko makro, yaitu faktor risiko kepercayaan, horizon waktu, inflasi, siklus bisnis dan pasar.
Dalam model tersebut, return suatu saham terdiri dari dua bagian, yaitu expected dan unexpected return. Unexpected return berkaitan dengan pergerakan return terbadap berbagai surprises atau perbedaan antara faktor makro yang diperkirakan sebelumnya dengan keadaan aktual, sedangkan expected return merupakan imbal basil yang diperkirakan akan diterima dengan memperhitungkan premi terbadap perubahan faktor makro. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat diteliti hubungan faktor-faktor makro yang secara apriori berpengaruh terhadap return suatu saham.
Penelitian dalam karya akhir ini rnenganalisis penerapan model APT tersebut
terhadap 20 saham yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta sejak bulan Januari 2000 sampai dengan Maret 2004, yaitu saham TLKM, ASII, BNBR, JNDF, ISAT, HMSP, BUMI, BNII, LPBN, GGRM, MLPL, BNGA, UNTR, LPLI, RMBA, MPPA, PNBN, AALI, GJTL dan ANTM.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model ini dapat menerangkan return 16 saham yang diteliti, berturut-turut dari goodness of.fit yang te1tinggi yaitu saham UNTR, TLKM, GGRM, ASII, ISAT, HMSP, MLPL, INDF, GJTL, MPPA, LPLI, RMBA, ANTM, PNBN, AALI dan BNBR. Nrunun demikian, faktor makro yang secara signifikan berpengaruh terhadap return sahrun yang diteliti hanyalah faJ..'tor risiko pasar, sementara beberapa faktor lairmya adalah faktor risiko inflasi dan siklus usaha untuk sahrun TLKM yang notabene merupakan sahrun paling aktif dalrun srunpel. Untuk empat sahrun dimana model ini tidak signifikan, tiga sahamnya merupakan sahrun dari empat sahrun yang diteliti pada sektor perbankan, yaitu saham LPBN, BNII dan BNGA Model diduga tidak signifikan karena faktor diluar model seperti masalah rekapitalisasi dan penambahan modal bank dimaksud.
"
2004
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Martha Elisa
"Penelitian ini berusaha mengetahui apakah logam mulia dapat digunakan sebagai alat lindung nilai dan safe haven di pasar saham. Jenis logam mulia yang diteliti di sini adalah emas, perak dan platinum, diukur dengan menggunakan data harian untuk harga emas, perak dan platinum dan juga data harian indeks harga saham gabungan (IHSG) selama 7 tahun terakhir, diolah dengan model regresi. Ditemukan hubungan yang negatif antara keduanya, artinya ketika harga saham jatuh, harga emas naik. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melindungi nilai aset mereka pada kondisi terjadi shock/guncangan.

This study tried to determine whether the precious metal can be used as a hedge and a safe haven in the stock market. Types of precious metals studied here are gold, silver and platinum, measured using daily data for the price of gold, silver and platinum as well as the daily data of stock price index (CSPI) for 7 years, treated with the regression model. Found a negative relationship between the two, meaning that when the stock price falls, gold prices rose. This condition can be used by investors to hedge their assets on the condition occurs shock."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S45421
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Riani Sari
"Studi ini menganalisis integrasi pasar saham di beberapa negara di kawasan Asia Pasifik. Penelitian ini berfokus pada pasar saham lima negara, yaitu Jepang, Indonesia, Filipina, vietnam dan Bangladesh, dengan memberi perhatian khusus pada krisis keuangan 2008-2009. Studi ini dilatarbelakangi oleh penelitian mengenai integrasi pasar saham tradisional, yang menunjukkan bahwa pasar saham negara berkembang lebih tersegmentasi dan pasar saham negara maju sangat terintegrasi. Dengan menggunakan metode vector autoregressive (VAR), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasar saham masih kurang terintegrasi. Pada periode sebelum krisis, hanya pasar saham Filipina dan Indonesia yang terintegrasi, sedangkan pasar saham Jepang terintegrasi dengan pasar saham Indonesia, Filipina dan Bangladesh. Sementara itu, pada periode setelah krisis, pasar saham Bangladesh tidak terintegrasi dengan pasar saham Jepang.

This study analysis the integration of stock markets in some countries in the Asia-Pacific Region. The study focus on stock market in five county, namely: Japan, Indonesia, Philippines, Vietnam and Bangladesh, with special attention to the 2008-2009 financial crisis period. This study is motivated by the research of traditional stock market integration, which showed that stock markets in developing countries were more segmented while stock markets in developed countries were more integrated. By using vector autoregressive method (VAR), this study reveals that stock markets of those five countries were still less integrated. In the pre-crisis period, only the stock markets of Philippines and Indonesia were integrated, while Japan's stock market was integrated with the stock markets of Indonesia, the Philippines and Bangladesh. Meanwhile, in the period after the crisis, Bangladesh's stock market did not integrated with japan's."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S43989
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jasmine Narulita
"ABSTRAK
Ada beberapa teori mengenai dividen yang menyatakan bahwa perubahan dividen mengandung informasi tentang laba di masa mendatang salah satunya adalah ldquo dividend signalling theory rdquo Berdasarkan teori ldquo dividend signalling rdquo yang dinyatakan Battcharaya 1979 dividen merupakan isyarat yang digunakan oleh manajer untuk menunjukkan kemampuan perusahaan serta dapat memberikan informasi mengenai laba di masa mendatang Oleh karena itu penelitian ini menggunakan dividen sebagai indikator untuk memprediksi earnings per share di masa mendatang Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 50 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada periode 2004 ndash 2010 Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dividen terbukti tidak signifikan untuk dapat digunakan sebagai sinyal yang dapat dipercaya tentang perubahan kinerja laba di masa yang akan datang Secara keseluruhan hasil penelitian ini tidak mendukung hipotesis sinyal dividen.

ABSTRACT
Many dividend theories imply that changes in dividends contain about the future earnings of the firm one of them is ldquo dividend signaling theory rdquo Refer to ldquo dividend signaling rdquo by Battcharaya 1979 dividends are the sign which used by managers to indicate the ability of the company and convey information about future earnings Hence the study use dividend as indicator to forecast future earnings per share The sampling research using purposive sampling method and obtained 50 listed companies at Indonesia Stock Exchange during 2004 2010 period The result shows that dividend changes is not significantly can be used as a reliable signal about the future earnings Overall the the results of this study does not support the hypothesis signal dividends."
2013
S52712
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vini Novia Waldini Muham
"[Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan dinamis antara indeks pasar modal Indonesia dengan ASEAN-5+ China setelah terjadinya krisis keuangan global 2008. Analisis keterkaitan juga memasukkan pasar saham Jepang sebagai salah satu negara yang memiliki kapitalisasi pasar saham terbesar di dunia dan juga negara partner perdagangan terbesar bagi Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan nilai penutupan indeks bulanan dari periode Januari 2002 sampai dengan Desember 2014, dan membagi nya kedalam tiga sub periode untuk meperluas hasil penelitian, yaitu periode sebelum krisis, saat krisis, dan setelah krisis. Dengan menggunakan model Vector Autoregression (VAR), hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode krisis ditemukan adanya peningkatan hubungan kointegrasi pada pasar saham ASEAN-5, China, dan Jepang dibandingkan pada periode sebelum dan setelah krisis. Hubungan kausal satu arah juga ditemukan dari pasar saham negara lain kepada pasar saham Indonesia pada masing-masing periode. Lebih lanjut, hasil analisis impulse response dan variance decomposition menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia merespon secara positif kepada sebagian besar guncangan yang diberikan oleh pasar saham ASEAN-5 +China. Pasar saham Jepang, Singapura, dan China merupakan pasar saham yang memberikan kontribusi pengaruh paling besar dalam pergerakan pasar saham Indonesia pada masing-masing periode.

The objective of this study is to analyze the dynamic linkages between Indonesia and ASEAN-5 + China stock markets index after the 2008 global financial crisis. The study also considers the Japanese stock market as one of the major world stock market and one of the largest trading partner for Indonesia. Data consisting of monthly stock index closing price over the period January 2002 to December 2014, and divide it into three sub periods, i.e. pre-, during-, and post-crisis. By applying Vector Autoregression model (VAR), results indicate that cointegration is found stronger during crisis period compared to pre- and post-crisis period. The unidirectional causal relationship also found from other stock markets to Indonesia stock market in each period. Further, the impulse reponse and variance decomposition analysis shows that Indonesia stock market responded positively to most of shock caused by the ASEAN-5+China stock markets. Japan, Singapore, and China stock markets are the top three countries contributing in influence to Indonesia stock market movements in each period., The objective of this study is to analyze the dynamic linkages between Indonesia and ASEAN-5 + China stock markets index after the 2008 global financial crisis. The study also considers the Japanese stock market as one of the major world stock market and one of the largest trading partner for Indonesia. Data consisting of monthly stock index closing price over the period January 2002 to December 2014, and divide it into three sub periods, i.e. pre-, during-, and post-crisis. By applying Vector Autoregression model (VAR), results indicate that cointegration is found stronger during crisis period compared to pre- and post-crisis period. The unidirectional causal relationship also found from other stock markets to Indonesia stock market in each period. Further, the impulse reponse and variance decomposition analysis shows that Indonesia stock market responded positively to most of shock caused by the ASEAN-5+China stock markets. Japan, Singapore, and China stock markets are the top three countries contributing in influence to Indonesia stock market movements in each period]"
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>