Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Didan Tarmansyah
"Nyeri pasca pembedahan masih menjadi masalah utama diseluruh dunia, nyeri ini menimbulkan ketidaknyamanan pasien, memperlambat penyembuhan, memperpanjang waktu perawatan dan menimbulkan komplikasi lainnya. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang nyeri dan penatalaksanaanya terhadap sikap perawat dalam menurunkan nyeri pada pasien pasca pembedahan di ruang perawatan RSUP Perasahabatan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil 102 orang dengan Simple Random Sampling.
Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis Spearman. Hasil penelitian ini Terdapat Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Nyeri dan Penatalaksanaaanya terhadap Sikap Perawat dalam Menurunkan Nyeri pada Pasien Pasca Pembedahan di RSUP Persahabatan Jakarta dengan nilai P=0,003 ?=0,05. Disarankan perawat untuk tetap meningkatkan pengetahuan dan sikapnya dalam penatalaksanaan nyeri pada pasien pasca pembedahan sehingga dapat menjaga kualitas pelayanan keperawatan di Rumah Sakit.

Pain post operative is still recognized as a main problem in the world. The pain generally leads to a state of discomfort feeling, delay healing, prolonge length of stay. This study examined the correlation between nurses knowledge regarding pain and its management towards nurses attitude to reduce pain in patients post operative in ward RSUP Persahabatan. The design of this study using correlational descriptive with cross sectional approach. This participants of this study consisted of 102 nurses with simple random sampling method.
The result of Spearman analysis indicates that there is a correlation between nurses knowledge regarding pain and its management towards nurses attitude to reduce pain in patients post operative in ward RSUP Persahabatan Jakarta, with p value 0,003 0,05. Recomendation for nurses is to keep improving knowledge and atttude regarding pain and its management towards patients post operative in order to improve the quality of health care service in hospital.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
S68861
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fikri Indra
"Pendahuluan: Overweight dan obesitas adalah masalah kesehatan umum yang mempengaruhi mobilitas pasien pasca operasi. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi mobilisasi pasca operasi pada populasi ini penting untuk meningkatkan hasil pemulihan.
Metode: Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini menggunakan survei potong lintang untuk menilai variabel yang berkaitan dengan mobilisasi pasca operasi pada pasien overweight/obesitas. Pengumpulan data melibatkan instrumen observasional dan analisis statistik.
Hasil: Mayoritas responden adalah laki-laki (53.3%), berpendidikan SMA (41.3%), bekerja (56.0%), dan menikah (75.3%). Mayoritas memiliki overweight (76%), menjalani operasi pencernaan (27.3%), menerima anestesi umum (71.3%), memiliki riwayat operasi sebelumnya (61.3%), tanpa komorbiditas (66%), dan tanpa komplikasi pasca operasi (82.0%). Ditemukan hubungan signifikan antara jenis operasi, komplikasi, dan hari pasca operasi (POD) dengan tingkat mobilisasi.
Diskusi dan Kesimpulan: POD yang lebih lama berdampak negatif pada mobilisasi, sementara jenis operasi berdampak positif.
Rekomendasi: meliputi perawatan keperawatan yang disesuaikan, program manajemen berat badan, manajemen anestesi yang hati-hati, dan protokol mobilisasi dini yang terstruktur.

Introduction: Overweight and obesity are prevalent health issues affecting post-surgical patient mobility. Understanding factors influencing post-surgical mobilization in this population is crucial for improving recovery outcomes.
Method: This quantitative non-experimental study utilized a cross-sectional survey to assess variables related to post-surgical mobilization in overweight/obese patients. Data collection involved observational instruments and statistical analyses.
Results: Majority of respondents were male (53.3%), educated to high school level (41.3%), employed (56.0%), and married (75.3%). Most had overweight (76%), underwent digestive surgery (27.3%), received general anesthesia (71.3%), had previous surgeries (61.3%), no comorbidities (66%), and no post-operative complications (82.0%). Significant associations were found between surgery type, complications, and days post-operative (POD) with mobilization levels.
Discussion and Conclusion: Higher POD negatively impacts mobilization, while surgery type positively influences it.
Recommendations: include tailored nursing care, weight management programs, careful anesthesia management, and structured early mobilization protocols
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reni Ilmiasih
"Pasien yang dilakukan pembedahan hampir seluruhnya mengalami nyeri. Nyeri yang dialami oleh pasien pasca pembedahan dapat mempengaruhi kestabilan hemodinamik dan dapat menurunkan imunitas tubuh sehingga mengganggu proses penyembuhan. Tujuan dari karya akhir ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan teori keperawatan Comfort Kolcaba dan pendekatan Family Centered Care dalam mengatasi nyeri pada anak pasca pembedahan laparatomi. Penerapan teori comfort dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien pasca pembedahan dapat meningkatkan kepuasan keluarga dan efektif menurunkan nyeri pada pasien nyeri yang dipengaruhi faktor kecemasan. Aplikasi teori comfort yang ada belum menggunakan ceklist comfort karena perawatan difokuskan pada masalah nyeri sehingga evaluasi yang dipilih menggunakan skala nyeri FLACC dan VAS. Teori comfort dapat diaplikasikan terutama pada pasien yang mengalami nyeri ringan dan pasien dengan peningkatan skala nyeri yang dipengaruhi kecemasan.

Patients who undergo surgery almost entirely feel pain. Pain experienced by patients after surgery could affect the stability of hemodynamic and decrease the body's immunity which can interrupt the healing process. The purpose of this study is to provide an overview of the application of nursing theory Comfort Kolcaba and Family Centered Care approach in dealing with post-surgical pain in children laparotomy. The application of the comfort theory in performing nursing care to patients after surgery can improve family satisfaction and effectively reduce pain in patients which influenced by anxiety. Recently, the application of comfort theory has not been implementing of an evaluation using a checklist comfort because the treatment is focused on the problem so that the evaluation of selected pain using the VAS pain scale and FLACC. Comfort theory can be applied, especially in patients with mild pain and increase pain scale which influenced by anxiety."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anas Khafid
"ABSTRAK
Latar Belakang: masalah yang sering terjadi setelah pembedahan sendi panggul yaitu defisit kekuatan otot, gangguan fisik, dan gangguan kemampuan berjalan kondisi ini dapat mengakibatkan ketidakmampuan pasien dalam menyelesaikan tugas fungsionalnya secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang berkelanjutan untuk dapat mengembalikan status fungsional pasien. Intervensi berupa program activehip exercise dengan melibatkan keluarga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fungsional. Tujuan: mengetahui pengaruh activehip exercise dan keterlibatan keluarga terhadap kemampuan fungsional pasien pasca pembedahan sendi pinggul. Desain penelitian: penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasi experiment pre and post test without control group design dengan jumlah sampel 23 pasien pasca pembedahan panggul. Analisis data menggunakan uji Paired t-Test, Independet t-Tes dan Pearson Correlation. Hasil: analisis menunjukkan terdapat pengaruh activehip exercise dan keterlibatan keluarga dilihat dari adanya perbedaan rerata nilai status fungsional sebelum dan sesudah intervensi (p=0,0001). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia (0,001) dan nyeri (0,001) terhadap status fungsional. Kesimpulan: adanya pengaruh activehip exercise dengan keterlibatan keluarga terhadap status fungsional pasien paca pembedahan panggul.

ABSTRACT
Background: Problems that usually happen after hip joint surgery are deficits in muscle strength, physical disorders, and impaired difficulties to walk or impaired mobility. These conditions can causes patient inablity to to fullfill their functional tasks independently. Therefore, a intervention is required to return functional status optimally. This intervention which is Activehip exercise which is modified with the family involvement was conducted to improve functional abilities. Objective: to identifiy the effect of Activehip exercise and family involvement on the functional abilities of patients after hip joint surgery. Design study: Quantitative research using quasi pre and posttest experiments without control group design with 23 patients after hip joint surgery as a sample. Data analysis used Paired t-Test, Independent t-Test and Pearson Correlation. Results: the result showed that there was an effect of Activehip exercise and family involvement as seen from the difference in mean functional status values before and after the intervention (p = 0.0001). The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between age (0.001) and pain (0.001) to status functional. Conclusion: There was an effect of Activehip exercise and family involvement on the functional status of hip joint surgery's patients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia , 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mumpuni
"Penanganan nyeri pada pasien yang dilakukan oleh profesi perawat lebih banyak mengacu pada pendekatan terapi medis dan farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh therapeutic touch terhadap nyeri pasien pasca operasi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental yang dilakukan pada 60 orang responden, terdiri dari 30 orang kelompok intervensi dengan therapeutic touch dan 30 orang kelompok kontrol dengan teknik napas dalam. Penelitian berlangsung di ruang rawat bedah pasien dewasa RSUD Pasar Rebo. Data dikumpulkan dari bulan April hingga Oktober 2012. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah tindakan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol (nilai p = 0,000). Hasil uji Mann-Whitney pun memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan pada penurunan skala nyeri antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (nilai p = 0,000).

Pain management for patients by nurses refers to medical therapy and pharmacological approaches. This study aimed to determine the effect of therapeutic touch on post-operative pain. This study used a quasi-experimental design conducted on 60 respondents, comprised 30 person for intervention group (therapeutic touch) and 30 person for control group (deep-breaths technique). The study conducted in the surgical ward for adult patients at Pasar Rebo Hospital Jakarta. Data collected from April until October 2012. The result of Wilcoxon Signed Ranks test showed a significant difference between the pain scale before and after treatment either the intervention group or the control group (p value = 0.000). The Mann-Whitney test's result also showed a significant difference in pain reduction between the scale of the intervention group with the control group (p value = 0.000).
"
Jakarta: Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta I, 2014
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Amelia Ganefianty
"Meningioma merupakan tumor intrakranial primer yang paling umum terjadi, terhitung sepertiga dari semua tumor yang menyerang sistem saraf pusat. Meningioma dapat mempengaruhi beberapa dimensi kehidupan seperti fisiologis, psikologis, dan sosial. Pembedahan adalah penatalaksanaan utama pada pasien meningioma. Kualitas hidup pasien meningioma pasca pembedahan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien meningioma dalam waktu 3 bulan hingga 1 tahun pasca pembedahan. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sebanyak 118 pasien meningioma pasca pembedahan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien meningioma pasca pembedahan memiliki kualitass hidup kurang baik (79,7%). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien meningioma pasca pembedahan adalah usia (p=0,014), grade tumor (p=0,0001), status fungsional (p=0,0001), fatigue (p=0,001), illness perception (p=0,0001), dan dukungan sosial (p=0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup pasien meningioma pasca pembedahan adalah status fungsional dengan nilai OR 6,728 (CI 95%= 1,655; 27,348). Penelitian ini diharapkan dapat menjadikan acuan bagi perawat dalam mengembangkan pengkajian keperawatan pada pasien meningioma pasca pembedahan terkait kualitas hidup.

Meningioma is the most common primary intracranial tumor, accounting for one third of all tumors that attack the central nervous system Meningioma can affect several domains of life such as physiological, psychological, and social life. Surgery is the main management in meningioma patients. The aim of this study was to investigate the factors influencing quality of life in meningioma patients after surgery. This study was a cross sectional analytic design involved. A total of 118 postoperative meningioma patients were selected by purposive sampling technique. The results of this study indicate that the majority of patients have low quality of life (79.7%). Factors related to quality of life were age (p = 0.014), tumor grade (p = 0,0001), functional status (p = 0,0001), fatigue (p = 0,001), illness perception ( p = 0,0001), and social support (p = 0,001). Multivariate analysis showed that the most dominant factor associated with the quality of life was functional status (OR 6.728). This study is to provide input to nurses as reference in developing nursing assesment inĀ  meningioma patients after surgery related quality of life.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
T53218
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library