Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Cita Wulan Pasa
"Pengetahuan perawat mengenai MARSI dan cara mencegah MARSI sangat penting untuk mengurangi kejadian MARSI. Anak merupakan populasi yang rentan terhadap MARSI karena lapisan kulit yang lebih tipis dibandingkan dengan orang dewasa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross- sectional. Sampel penelitian berjumlah 153 perawat dengan rentang usia 23-56 tahun di IPTKIA Kiara RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Sampel didapatkan dengan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dengan nilai r> 0,361 dan telah diuji reliabilitas dengan nilai Cronbach Alpha >0,7. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan perawat dengan terjadinya MARSI pada pasien anak dengan hasil p value 0,001 (P< 0,05). Rekomendasi berkaitan dengan penelitian ini ialah disusunnya standar operasional prosedur tentang teknik pemasangan dan pelepasan perekat medis.

Nurses' knowledge about MARSI and how to prevent MARSI is very important to reduce the incidence of MARSI. Children are a population that is susceptible to MARSI because the skin layer is thinner than adults. This research is a quantitative research with a cross-sectional research design. The research sample consisted of 153 nurses with an age range of 23-56 years at IPTKIA Kiara RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. The sample was obtained using a simple random sampling type probability sampling technique. This research uses a questionnaire that has been tested for validity with an r value > 0.361 and has been tested for reliability with a Cronbach Alpha value > 0.7. The results of the study were analyzed using the chi-square test, showing that there was a relationship between the level of knowledge of nurses and the occurrence of MARSI in pediatric patients with a p value of 0.001 (P < 0.05). Recommendations related to this research are the preparation of standard operating procedures regarding techniques for installing and removing medical adhesives."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
hapus4
"Fenomena semi rawat inap di zona kuning IGD Anak RSUPN Ciptomangunkusumo sangat berpotensi menimbulkan situasi ketidakpastiaan baik dirasakan pasien anak maupun orang tua/wali yang mendampingi. Setelah diberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan teori keperawatan yang relevan, Teori Uncertainty in Illness, ditemukan masalah keperawatan yang sering muncul adalah ansietas. Salah satu intervensi keperawatan berbasis bukti dalam mengatasi masalah ansietas adalah Terapi Musik. Penerapan terapi musik pada anak dengan masalah Ansietas ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas terapi musik terhadap ansietas anak dan orang tua/wali. Data yang didapatkan dianalisis secara kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen, 2 kelompok uji pre dan post disertai kelompok kontrol, direalisasikan tanggal 04 April – 27 Mei 2022. Kriteria subjek penulisan meliputi (1) anak usia 6-18 tahun (2) anak memiliki fungsi pendengaran yang baik, (3) anak mampu berbicara, dan (4) tidak mengalami gangguan kejiwaan. Responden berjumlah 16 anak dan orang tua/walinya di kelompok kontrol dan 17 anak dan orang tua/walinya di kelompok intervensi. Hasil uji bivariat ditemukan tampak adanya perbedaan signifikan rerata skor ansietas anak pada pengukuran ke- 2 di kelompok kontrol dan kelompok intervensi (nilai p = 0,021); dan terdapat perbedaan yang bermakna rerata skor ansietas anak sebelum dan setelah diberikan terapi musik di kelompok intervensi (nilai p=0,008). Rekomendasi untuk penulis selanjutnya adalah perlu dilakukan uji klinik lebih lanjut mengenai intervensi keperawatan guna menyusun standar operasional terapi musik yang mampu menurunkan masalah ansietas anak dan orang tua/wali yang berbasis bukti ilmiah di ruang IGD Anak.

The phenomenon of semi-hospitalization in the yellow zone of emergency unit at Ciptomangunkusumo Hospital is probably become uncertainty situation that is noticed by both the pediatric patients and their parent/guardian. After being given care with the approach of relevant theories, the Theory of Uncertainty in Illness, it was found that the common nursing problem is anxiety. One of the evidence-based interventions in dealing with anxiety is Music Therapy. The application of music therapy to children aims to analiyze music therapy effectiveness in children and their parents/guardians. The data obtained were analyzed quantitatively with a quasi-experimental design, two groups pre-test post-test with the control group intervention, realized on April 04 – May 27, 2022. Inclusion criteria of subjects include (1) children aged 6-18 years (2) children have good hearing, (3) they are able to speak, and (4) they do not have a mental disorder. Respondents found 16 children and their parents/guardians in the control group and 17 children and their parents/guardians in the intervention group. The results of the bivariate test showed a significant difference in the mean score of children's anxiety on the second measurement in the control group and the intervention group (p value = 0.021); and there was a significant difference in the mean score of children's anxiety before and after being given music therapy in the intervention group (p value = 0.008). The recommendation is further clinical trials are needed, in order to develop an operational standard of music therapy that is able to reduce the anxiety problems of children and parents/guardians based on evidence based practice in the Pediatric's Emergency Room."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tartila
"Latar belakang : COVID-19 telah menjadi suatu pandemik dan menyebabkan kematian cukup besar. Populasi anak dilaporkan kurang dari 5% dari seluruh kasus yang ada di tiap negara, namun tetap ada sebagian kecil yang mengalami gejala berat dan kritis dan berakhir pada kematian. Respons hiperinflamasi yang dikenal sebagai badai sitokin merupakan dasar terjadinya gejala berat pada COVID-19, dan temuan pada dewasa menunjukkan kadar IL-6 yang sangat dominan dan berkorelasi dengan luaran yang buruk. Ekstrapolasi hipotesis pada kasus dewasa belum dapat sepenuhnya menjelaskan kondisi berat dan kritis pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil klinis pasien anak yang mengalami sakit berat dan kritis, luaran serta kadar IL-6.
Metode : Penelitian ini merupakan observasional kohort pada populasi anak sakit berat dan kritis yang masuk ke IGD dan PICU Kiara RSCM pada bulan Oktober 2020 hingga April 2021.
Hasil : Sebanyak 80 kasus memenuhi subjek penelitian, dengan 21 kasus terkonfirmasi positif (kelompok kasus) dan 59 kasus negatif (kelompok kontrol). Pada kelompok kasus didapatkan terutama pada usia >10 tahun (9 subjek), disertai komorbiditas (20 subjek, terbanyak kelainan kelainan jantung bawaan), koinfeksi (10 subjek), mendapat imunosupresan (10 subjek), ARDS (13 subjek), renjatan (11 subjek), median skor PELOD-2 sebesar 3, serta luaran kematian pada 11 subjek. Median IL-6 pada kelompok kasus 30,3 pg/mL. Kadar IL-6 pada derajat berat COVID-19 bervariasi namun memiliki kecenderungan yang lebih tinggi pada kasus meninggal.
Simpulan : Kelompok anak yang mengalami sakit berat dan kritis memiliki lebih banyak komorbiditas dan koinfeksi sehingga memengaruhi luaran serta kadar IL-6. Penilaian terhadap IL-6 sebagai prediktor kematian pada kasus anak sejalan dengan kasus dewasa, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat trend perubahan IL-6.

Background:. The population of children suffered from COVID-19 is reported to be less than 5% of all cases in every country. There is still a tiny proportion who experience severe and critical symptoms and end up in death. A hyperinflammatory response known as a cytokine storm is the basis of severe symptoms in COVID-19 and findings in adults suggest that IL-6 levels are highly predominant and correlate with poor outcomes. Extrapolation from adult cases has not fully explained the severe and critical condition in children. This study aims to evaluate the clinical profile, outcomes, and levels of IL-6 in severe and critically ill children.
Methods: This study was an observational cohort of severe and critically ill children admitted to the emergency unit and PICU RSCM from October 2020 to April 2021.
Results: Eighty subjects met the inclusion criteria, with 21 confirmed COVID-19 cases (case group) and 59 negative cases (control group). In the cases group, mostly age  >10 years old (9 subjects), with comorbidities (20 subjects, mostly were congenital heart defects), coinfection (10 subjects), ARDS (13 subjects), shock (11 subjects), receiving immunosuppressants (10 subjects), and the median PELOD-2 score was 3. There were death in 11 subjects. The median IL-6 in the case group was 30.3 pg/mL. IL-6 levels vary in the severity of COVID-19 and have a higher tendency in cases of death.
Conclusion: The group of severely and critically ill children had more comorbidities and coinfections that affected the outcome and levels of IL-6. Assessment of IL-6 as a predictor of mortality in pediatric cases is in line with adult cases, but further research is needed.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ninis Indriani
"[ABSTRAK
Anak malnutrisi membutuhkan energi cukup besar untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Karya Ilmiah Akhir bertujuan menggambarkan aplikasi model konservasi Levine pada anak dengan penyakit infeksi yang mengalami malnutrisi. Intervensi yang diberikan pada kelima kasus menggunakan empat prinsip konservasi energi yaitu menilai status nutrisi pasien, memonitor intake dan output, mengajarkan keluarga tentang pemberian nutrisi melalui NGT serta kolaborasi dengan tim gizi dalam menentukan kebutuhan nutrisi pasien. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan status nutrisi pada beberapa kasus dengan penyakit penyerta. Model konservasi Levinedapat digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak malnutrisi dengan mempertimbangkan adanya penyakit penyerta yang mengakibatkan tidak tercapainya wholeness.

ABSTRACT
Children with malnutrition need much energy to fulfill the needs of the body?s metabolism. The final scientific paper aims to describe the application of Levine?s conservation model to children with infectious diseases and malnutrition. The interventions which are given to those 5 cases use 4 conservation principles of energy that is evaluating the status of nutrition of patient, monitoring the intake and ouput, educating the family how to give the nutrition via NGT and collaborating with nutrition team to specify the needs of nutrition of patient. The evaluation shows that there is the rise of nutrition status to some cases with comorbidities. The Levine?s conservation model can be used to give nursing care to children with malnutrition by considering the comorbidities which make the wholeness tough to reach.;Children with malnutrition need much energy to fulfill the needs of the body?s metabolism. The final scientific paper aims to describe the application of Levine?s conservation model to children with infectious diseases and malnutrition. The interventions which are given to those 5 cases use 4 conservation principles of energy that is evaluating the status of nutrition of patient, monitoring the intake and ouput, educating the family how to give the nutrition via NGT and collaborating with nutrition team to specify the needs of nutrition of patient. The evaluation shows that there is the rise of nutrition status to some cases with comorbidities. The Levine?s conservation model can be used to give nursing care to children with malnutrition by considering the comorbidities which make the wholeness tough to reach., Children with malnutrition need much energy to fulfill the needs of the body’s metabolism. The final scientific paper aims to describe the application of Levine’s conservation model to children with infectious diseases and malnutrition. The interventions which are given to those 5 cases use 4 conservation principles of energy that is evaluating the status of nutrition of patient, monitoring the intake and ouput, educating the family how to give the nutrition via NGT and collaborating with nutrition team to specify the needs of nutrition of patient. The evaluation shows that there is the rise of nutrition status to some cases with comorbidities. The Levine’s conservation model can be used to give nursing care to children with malnutrition by considering the comorbidities which make the wholeness tough to reach.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Annida Falahaini
"ABSTRAK
Malnutrisi masih menjadi masalah global, termasuk pada pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian malnutrisi didapat di rumah sakit MDdRS pada pasien anak. Penelitian menggunakan desain cross sectional pada pasien anak usia 1 bulan hingga 18 tahun dan dirawat minimal 72 jam. MDdRS ditentukan berdasarkan penurunan berat badan sebesar > 2 pada hari rawat keempat. Karakteristik pasien anak yang menjadi faktor prediktor MDdRS yaitu usia, jenis penyakit, berat badan awal masuk rumah sakit, terapi nutrisi, lama rawat, dan kelas perawatan. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi MDdRS sebesar 13,8. Tidak ada faktor yang berpengaruh secara statistik pada kejadian malnutrisi di rumah sakit. Namun kejadian MDdRS terjadi pada usia yang lebih muda, jenis penyakit infeksi, berat badan awal masuk yang lebih rendah, terapi nutrisi parenteral, lama rawat yang lebih tinggi, dan kelas perawatan yang lebih rendah. Perawat dan tenaga kesehatan dapat memantau kondisi pasien anak secara berkala dan mendokumentasikannya dengan baik.

ABSTRACT
Malnutrition is still a global problem, including in hospital setting. This study aimed to identify factors associated with hospital acquired malnutrition HaM in pediatric patients. This cross sectional study involved health record of pediatric patients during January December 2017. The inclusion criteria were patients aged 1 month 18 years and had been hospitalized for at least 72 hours. HaM determined based on weight loss 2 on the forth day of treatment. The contributing factors to HaM are age, type of disease, weight on admission, nutritional therapy, length of stay, and class of ward. Results showed that HaM prevalence was 13,8. There is no statistical correlation between HaM and all predictor factors. However, HaM evidently occurs in younger child, infectious patients, lower body weight on admission, parenteral nutrition therapy, higher length of stay, and lower class of ward. Nurses and care giver are able to monitor patients condition periodically and document them well. "
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Astrid Shabrina Agustia Rahmah
"Angka prevalensi penemuan pneumonia anak Indonesia pada tahun 2018 sebesar 56,51%. Pneumonia juga menduduki penyebab kematian anak tertinggi di Indonesia pada tahun 2018, yaitu lebih dari 19.000 anak. Bakteri merupakan salah satu penyebab pneumonia, maka dapat diberikan terapi kuratif dengan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tatalaksana penggunaan antibiotik pasien pneumonia anak, yang kemudian dievaluasi secara kualitatif menggunakan metode Gyssens. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan secara observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional). Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan catatan rekam medik selama periode Maret-September 2020. Sebanyak 81 pasien pneumonia anak di ruang rawat inap RSAB Harapan Kita digunakan sebagai sampel dan telah memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data tersebut selanjutnya dianalisis dan dievaluasi menggunakan metode kriteria Gyssens. Pada penelitian ini, kelompok usia berusia 1 bulan hingga 1 tahun (68%). Pasien anak laki-laki (51,85%) lebih banyak dibandingkan pasien anak perempuan (48,15%), dan frekuensi lama rawat paling banyak 6-10 hari sebanyak 36 pasien (44,4%). Penggunaan antibiotik terbanyak di ruang rawat inap RSAB Harapan Kita untuk pneumonia secara beturut-turut adalah seftriakson (30,91%), lalu gentamisin (13,94%), dan azitromisin (12,73%). Total 165 regimen dari 81 pasien diperoleh hasil 109 regimen (66,06%) termasuk ke dalam kategori 0 dan 56 regimen (33,94%) termasuk ke dalam kategori I-VI. Hasil analisis menunjukkan adanya 33,94% ketidaktepatan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia anak di RSAB Harapan Kita.

Child mortality rate is due to pneumonia rather than other infectious diseases were the highest, with up to 56,51% cases in Indonesia or more than 19.000 children died in 2018. Since most of pneumonia is caused by bacteria, the therapy given for this infection is antibiotic. The objective of this research was described and evaluated the used of antibiotics qualitatively in pediatric pneumonia patients with Gyssens method. Method used in this study was cross-sectional, observational with descriptive data analysis. Data collection has been conducted retrospectively based on medical records during the period March-September 2020. 81 samples of pediatric pneumonia patients in RSAB Harapan Kita’s inpatient room who met the inclution criteria was taken used total sampling method. Then, data were analyzed and evaluated by Gyseens criteria method. In this research, there group age 1 – 12 months (68%) was being the highest population who used antibiotic due to 6-10 days length of stay (44,4%). It’s consists of male children (51,58%) and female children (48,15%). The most used antibiotic coherently ceftriaxone (30,91%), gentamycin (13,92%), and azithromycin (12,73%). The total 165 regimen, from 81 samples show that 109 regimens (66,06%) were categorized as Category 0 and 56 regimens (33,94%) as Category I-VI. Result show inaccuracy used of antibiotic up to 33,94% in RSAB Harapan kita."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khansa Khaerunnisa Pratiwi
"Malnutrisi masih menjadi fokus masalah kesehatan pada anak, termasuk pada anak yang menjalani perawatan di rumah sakit. Hospital Acquired Malnutrition (HAM) memiliki outcome yang buruk terhadap pasien sehingga penting bagi professional tenaga kesehatan terutama perawat untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan kejadian HAM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian HAM pada anak yang dirawat. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain case-control. Sampel penelitian berjumlah 289 responden usia 0 bulan hingga usia 60 bulan dan minimal rawat 72 jam di RSUD Tarakan Jakarta pada bangsal rawat inap dan intensive care. Sampel diperoleh dengan teknik nonprobability sampling, yakni quota sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder rekam medis pasien periode rawat Januari – September tahun 2023. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji chi-square, didapatkan prevalensi HAM sebesar 24,8%. Faktor yang signifikan berpengaruh secara statistik terhadap HAM adalah usia (p=0,000), jenis kelamin (p=0,013), terapi nutrisi (p=0,000), tipe ruang rawat (p=0,036), diagnosis medis (p=0,005), jenis penyakit (p=0,033), demam (p=0,000), nilai TLC (p=0,000) dan nilai hemoglobin (p=0,000). Rekomendasi terkait penelitian ini adalah perawat mampu memonitoring perubahan status nutrisi pasien dan memberikan fokus intervensi manajemen nutrisi pada semua pasien anak yang dirawat.

Malnutrition is still the focus of health problems in children, including children undergoing treatment in hospitals. Hospital Acquired Malnutrition (HAM) has poor outcomes for patients, so it is important for health professionals, especially nurses, to know the factors associated with the incidence of HAM. This study aims to identify what factors are associated with the incidence of HAM in hospitalized children. This research design is a quantitative case-control design. The study sample amounted to 311 respondents aged 0 months to 60 months and a minimum of 72 hours of care at RSUD Tarakan Jakarta in the inpatient and intensive care wards. The sample was obtained using nonprobability sampling technique, namely quota sampling. This study used secondary data from patient medical records from January to September 2023. The results of the study were analyzed using the chi-square test, and the prevalence of HAM was 39.1%. Statistically significant factors affecting HAM were age (p=0.000), gender (p= 0,013), nutritional therapy (p=0.000), type of ward (p=0.036), medical diagnosis (p=0.005), type of disease (p=0,033), fever (p=0.000), TLC value (p=0.000) and hemoglobin value (p=0.000). Recommendations related to this study are that nurses can monitor changes in patient nutritional status and provide a focus on nutritional management interventions in all pediatric patients admitted."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Afifah
"Pengkajian dan pelayanan resep merupakan salah satu pelayanan farmasi klinik di Rumah sakit. Pada pengkajian resep salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah menganalisis ketepatan indikasi dan dosis obat. Perbedaan dosis pada pasien anak dibandingkan dewasa karena perbedaan fisiologis yang kemudian berkembang pada perbedaan farmakokinaetik obat. Dosis obat pada anak perlu disesuaikan terlebih dahulu agar efek terapi dapat tercapai dan menghindari ROTD (Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan). Ketepatan indikasi dan dosis obat pada resep perlu dianalisis terlebih dahulu oleh Apoteker sebelum obat nantinya diberikan. Dalam melakukan analisis tersebut Apoteker perlu memiliki referensi terpercaya sebagai acuan. Laporan analisis kesesuaian dosis-indikasi obat pasien anak di Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Indonesia ini dilakukan dengan menganalisis 5 resep yang dipilih secara acak. Berdasarkanreferensi online database terkait obat seperti Micromedex, medicines.org.uk, Lexicomp, Medscape, panduan tatalaksana IDAI, leaflet obat, maupun referensi terkait lainnya dibuat daftar referensi obat dari obat-obatan yang diresepkan pada pasien anak di rawat inap RSUI selama bulan Juli 2023. Dari daftar tersebut kemudian 5 resep yang sudah dipilih dianalisis kesesuaian indikasi dan dosisnya. Berdasarkan hasil analisi disimpulkan bahwa kelima resep tersebut telah tepat indikasi dan tidak ada obat dengan dosis yang melampaui dosis maksimal, sehingga masih sesuai untuk diberikan pada pasien.

Prescription review and service is one of the clinical pharmacy services in the hospital. In the assessment of prescriptions, one of the important things that must be done is to analyze the accuracy of indications and drug dosages. The difference in dosage in pediatric patients compared to adults is due to physiological differences which then develop in differences in drug pharmacokinetics. The dose of drugs in children needs to be adjusted first so that the therapeutic effect can be achieved and avoid ROTD (Unintended Drug Reactions). The accuracy of the indication and dose of the drug in the prescription needs to be analyzed first by the pharmacist before the drug is given. In conducting this analysis, pharmacists need to have a trusted reference as a reference. This report on the analysis of the appropriateness of the dose-indication of drugs for pediatric patients in the Inpatient Department of the University of Indonesia Hospital was carried out by analyzing 5 randomly selected prescriptions. Based on drug-related online databases such as Micromedex, medicines.org.uk, Lexicomp, Medscape, IDAI management guidelines, drug leaflets, and other related references, a drug reference list of drugs prescribed to pediatric patients in the hospitalization of RSUI during July 2023 was created. From this list, 5 prescriptions that had been selected were analyzed for the suitability of indications and doses. Based on the results of the analysis, it was concluded that the five prescriptions had the right indication and there were no drugs with doses that exceeded the maximum dose, so they were still suitable to be given to patients.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Dewi
"Dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, empati perawat terhadap pasien anak usia dini  belum dapat dilaksanakan secara optimal. Empati merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan yang dapat ditingkatkan melalui edukasi dan program pelatihan. Walaupun telah banyak program pelatihan empati dalam keperawatan, akan tetapi belum ada program pelatihan yang khusus dirancang untuk meningkatkan  empati perawat terhadap pasien anak usia dini. Penelitian ini tentang sebuah program intervensi  pelatihan “Aku Sayang dan Memahami” yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman empati perawat terhadap pasien anak usia dini yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan uji beda satu kelompok sebelum dan sesudah  intervensi atau one group pretest post-test design. Terdapat 18 partisipan dalam penelitian ini. Hasi Uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman empati perawat terhadap pasien anak usia dini (p- value < 0.001, p < 0.05). Hasil Uji Friedman, menunjukkan bahwa: 1) pemahaman empati perawat terhadap pasien anak usia dini meningkat secara signifikan sebelum dan setelah program intervensi dilaksanakan (p-value 0.001, p < 0.05) dan 2) peningkatan pemahaman empati secara signifikan dijumpai dalam kurun waktu dua minggu setelah program intervensi dilaksanakan (p-value 0.001, p < 0.05). Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan “Aku Sayang dan Memahamimu” mampu meningkatkan pemahaman empati perawat terhadap pasien anak usia dini dan pelatihan tersebut memiliki efek pembelajaran yang menetap dalam kurun waktu dua minggu. Perlu dilakukan suatu penelitian lanjutan dengan jumlah partisipan yang lebih besar dan memasukkan evaluasi berdasar perspekstif orangtua dari pasien anak usia dini.

In hospitals health services, nurses' empathy for early childhood patients cannot be implemented optimally. Empathy is a knowledge and skill that can be improved through education and training programs. Although there are many empathy training programs in nursing, there are no training programs specifically designed to increase nurses' empathy towards early childhood patients. This research is about a training intervention program "I Love and Understand" which aims to increase nurses' empathetic understanding of early childhood patients. This research is a quantitative research with one group pretest post-test design. There were 18 participants in this study. The results of the Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant increase in nurses' understanding of empathy towards early childhood patients (p-value < 0.001, p < 0.05). Based on the Friedman Test, this research shows that: 1) nurses' understanding of empathy towards early childhood patients increased significantly before and after the intervention program (p-value 0.001, p < 0.05) and 2) a significant increase in understanding of empathy was found over time two weeks after the intervention program was implemented (p-value 0.001, p < 0.05). This statistical test results prove that the "I Love and Understand" training program is able to increase nurses' empathy understanding of early childhood patients and the training has a lasting learning effect within a period of two weeks. It is necessary to carry out further research with a larger number of participants and include evaluations based on the perspective of parents of early childhood patients."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>