Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sendy Jasmine Karunia Hadi
"Secara global, partisipasi ekonomi perempuan umumnya lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. Kebijakan berorientasi keluarga, yang terdiri dari kebijakan yang ditujukan kepada orang tua untuk mendukung mereka selama masa melahirkan dan mengasuh anak, diterapkan di banyak negara untuk mengatasi kesenjangan gender dalam partisipasi ekonomi. Namun, beberapa literatur menunjukkan bahwa dampak dari berbagai jenis kebijakan keluarga dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dapat bervariasi. Studi ini mengkaji berbagai jenis kebijakan keluarga, khususnya hak cuti keluarga dan maslahat keluarga, yang mempengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan secara keseluruhan beserta bagian mereka dalam pekerjaan paruh waktu. Penelitian ini menggunakan metode Pooled OLS dengan rangkaian data yang dikumpulkan dari 30 negara OECD dari tahun 2000 hingga 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua indikator kebijakan berorientasi keluarga meningkatkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan, namun pengaruhnya dibatasi pada ambang batas tertentu. Cuti ibu dan cuti ayah menunjukkan hubungan kurva U terbalik yang menunjukkan hubungan positif antara hak cuti keluarga dan partisipasi angkatan kerja perempuan. Namun, setelah mencapai minggu optimal, cuti yang diperpanjang akan menurunkan partisipasi perempuan.

Globally, female’s economic participation is generally lower compared to the male’s. Family-oriented policies, which comprise of policies targeted to parents to support them during childbearing and childrearing period, are implemented in many countries to address the gender gap in economic participation. However, literatures suggest that the effects of different type of the family policies in increasing women’s labour force participation have been varied. This study examines different types of family policies, particularly family leave entitlements and family benefits, that affect women’s overall labour force participation and their share in part time work. This study uses Pooled OLS with data series collected from 30 OECD countries from the year 2000 to 2018. The result of the analysis shows that all indicators of family-oriented policies improve female labour force participation rate, however their effects are bounded at a certain threshold. Maternity and paternity leave showed to have an inverted U-curve relationship, which shows a positive relationship between family leave entitlements and female labour force participation. However, after reaching the optimum weeks, extended leave would decrease women’s participation."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Vera Amanda Felicia
"Tulisan ini menganalisis mengenai bagaimana kebijakan cuti suami di Indonesia diterapkan dalam rangka mendukung kesejahteraan ibu dan anak pada fase seribu hari pertama kehidupan. Tulisan ini disusun dengan metode penelitian doktrinal. Kebijakan cuti suami menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial yang berperan penting dalam mendukung peran ayah selama masa sebelum hingga setelah kelahiran anak. Kebijakan ini mengutamakan prinsip bahwa peran suami sebagai pekerja dan kepala keluarga harus mendapatkan ruang untuk memberikan dukungan optimal terhadap ibu dan anak pada masa krusial tersebut. Kebijakan cuti suami di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan (“UU KIA”). Kebijakan ini menjadi respon pemerintah dalam memperhatikan durasi dan mekanisme cuti suami agar dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya dalam masa fase seribu hari pertama kehidupan anak. Pada masa tersebut, dukungan suami sangat dibutuhkan untuk membantu ibu dalam pemulihan pasca-persalinan serta memastikan tumbuh kembang anak dapat berjalan secara optimal.Kebijakan cuti suami ini juga merupakan bagian dari upaya negara untuk mencapai keseimbangan antara kewajiban pekerja laki-laki sebagai pencari nafkah dan peranannya sebagai kepala keluarga. Dalam implementasinya, kebijakan ini bertujuan untuk memfasilitasi pekerja laki-laki agar dapat memenuhi tanggung jawab domestic tanpa mengorbankan produktivitas kerja. Studi perbandingan dengan negara lain juga menunjukan bahwa durasi dan implementasi cuti siami berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan ibu dan anak. Melalui analisis kebijakan ini, tulisan ini akan mengkaji apakah regulasi cuti suami di Indonesia telah efektif dalam memberikan dukungan kesejahteraan keluarga terutama ibu dan anak pada fase seribu hari pertama kehidupan.

This paper analyzes how paternity leave policies in Indonesia are implemented to support the well-being of mothers and children during the first thousand days of life. This study uses a doctrinal research method. Paternity leave policies serve as a form of social protection that plays a crucial role in supporting the role of fathers during the period before and after childbirth. These policies prioritize the principle that the role of husbands as workers and heads of the family must be given space to provide optimal support to mothers and children during this critical period. The paternity leave policy in Indonesia is regulated under Law No. 4 of 2024 concerning the Welfare of Mothers and Children during the First Thousand Days of Life (“UU KIA”). This policy reflects the government's response in addressing the duration and mechanisms of paternity leave to contribute to family welfare, particularly during the first thousand days of a child's life. During this period, paternal support is essential to assist mothers in postpartum recovery and to ensure the child's optimal growth and development. Furthermore, this paternity leave policy is part of the state's effort to achieve a balance between the obligations of male workers as breadwinners and their role as heads of the family. In its implementation, the policy aims to facilitate male workers in fulfilling their domestic responsibilities without sacrificing work productivity. Comparative studies with other countries also indicate that the duration and implementation of paternity leave significantly affect the well-being of mothers and children. Through this policy analysis, this paper examines whether the paternity leave regulation in Indonesia has been effective in providing support for family welfare, especially for mothers and children during the first thousand days of life."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library