Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Erman Suparno
Jakarta: Empowering society institute (ISI), 2010
700.92 ERM m (1);700.92 ERM m (2)
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Balthazaar Ardell Ardhillah
"Kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia membentuk masyarakat yang cukup dekat dengan industri kreatif. Potensi yang sangat besar serta keseriusan pemerintah yang sudah cukup baik harus tertahan karena stigmatisasi terkait pekerja seni. Terutama perihal ketidakpastian akan kesejahteraan pekerja seni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif secara deskriptif dan regresi serta pendekatan kualitatif melalui indepth interview untuk menemukan kondisi kesejahteraan pekerja seni. Penelitian mengukur kemiskinan dan ketimpangan supaya dapat tergambarkan dengan baik dan lebih spesifik, serta mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan seniman melalui analisis regresi Logit. Hasil penelitian membuktikan dan menemukan bagaimana kondisi kesejahteraan para pekerja kesenian. Tingkat kemiskinan yang cenderung lebih rendah, namun dengan ketimpangan yang cukup tinggi. Sedangkan faktor yang berkontribusi besar terhadap ketimpangan, yakni tingkat pendidikan dan disparitas pembangunan daerah. Begitu juga penelitian ini menjelaskan variabel-variabel determinan kesejahteraan, dimana lebih ditentukan oleh variabel individu ketimbang makro-regional. Hasil wawancara juga mengonfirmasi temuan pada pengolahan data. Narasumber juga menekankan bahwa kesejahteraan seniman lebih banyak terepresentasikan oleh kebahagiaan dalam menghasilkan suatu karya seni. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa pekerja seni memiliki kesejahteraan yang cukup baik. Stigma negatif akan kesejahteraan pekerja seni dengan ini cukup beralasan meskipun tidak sepenuhnya benar.
Indonesia's rich cultural heritage shapes a society that is closely connected to the creative industry. Despite the enormous potential and the government's considerable efforts, this sector's progress is hindered by the stigma associated with artists. Especially regarding the uncertainty of the welfare of art workers. This study uses a quantitative approach through descriptive and regression analysis, also a qualitative approach through in-depth interviews to find the welfare conditions of art workers. The research measures poverty and inequality to provide a clear and specific picture and measures the factors that influence the welfare of artists through Logit regression analysis. The research results prove and find the welfare conditions of art workers. The poverty rate tends to be lower, but with a fairly high level of inequality. While the factors that contribute greatly to inequality are the level of education and regional development disparities. Likewise, this study explains the determinant variables of welfare, which are more determined by individual variables rather than macro-regional variables. The interview results also confirmed the findings of the data analysis findings. The artist also emphasized that the welfare of artists is more represented by happiness in producing a work of art. Thus, it can be said that art workers have a fairly good welfare. The negative stigma about the welfare of art workers is quite reasonable even though it is not entirely true."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library