Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 84 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Isyanto
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Tujuan background study adalah untuk mengevaluasi pencapaian pembangunan kesehatan 2004 - 2009 dan sebelumnya, merumuskan konsep kebijakan, prioritas, sasaran , program & kegiatan serta indikator kinerja bidang kesehatan & gizi. Metode yg digunakan dlm studi meliputi rangkaian seminar, studi pustaka, kunjungan lapangan. lokakarya, serial diskusi & uji publik.. Hasil studi menunjukkan status kesehatan & gizi masyarakat, perlindungan terhadap resiko finansial & ketanggapan pemerintah terhadap penanganan kesehatan membaik, akses masyarakat terhadap pelayanan meningkat, pembiayaan kesehatan berasal dari pemerintah meningkat , ketersediaan obat esensial di puskesmas & RS cukup terjaga , pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masih optimal, manajemen kesehatan perlu diperkuat. Beberapa isu strategis dibidang kesehatan & gizi adalah terjadinya disparitas status kesehatan & gizi antar wilayah & sosial ekonomi; rendahnya utilisasi fasilitas pelayanan kesehatan milik swasta; kualitas pelayanan masih rendah ; kekurangan gizi kronis pd anak balita cukup tinggi; terjadinya beban ganda penyakit; pembiayaan kesehatan masih pemerintah daerah masih rendah; kuangnya jumlah, jenis, mutu & penyebaran tenaga kesehatan; ketergantunga pd bhn baku obat dr impor; promosi kesehatan & pemberdayaan masyarakat kurang optimal. arah pembangunan kesehatan kedepan antara lain: peningkatan jumlah jaringan & kualitas sarana & prasarana kesehatan; perbaikan gizi masyarakat; pengendalian penyakit menular & tdk menular; peningkatan jumlah, jenis,mutub& penyebaran tenaga kesehatan, peningkatan ketersediaan, keterjangkauan kesehatan , peningkatan jumlah & efisiensi penggunaan anggaran kesehatan pengembangan jaminan pelayanan kesehatan jumlah, jenis,mutu & penyebaran tanaga kesehatan ; peningkatan ketersediaan, keterjangkauan & mutu obat; peningkatan promosi kesehatan & pemberdayaan masyarakat, peningkatan manajemen kesehatan.sasaran pembangunan kesehatan masyarakat yg ingin dicapai pd RPJMN 2010-2014 adalah sbg: meningkatkan umur harapan hidup , menurunkan angka kematian bayi & angka kematian neonatal; menurunkan angka kematian ibu; menurunkan presentasi kekurangan gizi pd balita; meningkatan cakupan jaminan pelayanan bagi seluruh penduduk dengan tetap menjamin pelayanan kesehatan bg penduduk miskin; meningkatkan kepuasan masyarakat atas kualitas & aksesibilitas fasilitas pealayanan kesehatan ; meningkatkan pengeluaran pemerintah untuk kesehatan; mengendalikan penyakit menular & tdk menular; meningkatkan promosi kesehatan & pemberdayaan masyarakat & memenuhi tenaga kesehatan."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Yuni Pristiwati
Klaten: Persepsi, 2004
808.84 YUN m (1)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Harefa, Andrias, 1964-
Jakarta: Kompas, 2004
370.152 3 AND m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pancasiwi, H. Hermawan
"This study ducusses anak pinggiran who survive for life in the city of Jakarta
which is growing into a capitalistic city. The existence of such children in big cities,
especially in the cities of developing countries, as a matter of fact, has been a global
phenomenon, that means their presence in such cities is almost unavoidable. The term of
anal: pinggiran here refers to urban children Who because of poverty have got very bad
living conditions and very limited access to societal resources, such as education and play
grounds, provided by the city. Anak pinggiz-an covers two groups of poor children
surviving for life in Jakarta, namely street children and those living in slum areas. Among
thousanm of such chddren found in Jakarta, some are recruited by Sanggar Anal: Akar,
one of the non-govemmental institutions which takes care of the children?s life. Those
who are recruited are then called anak Sanggar.
Sanggar recruits the children and gathers them in some rumah terbulaz (open
houses) situated close to the locations where the children live or survive. The children of
the commtmities around the open houses are called basic C0¢'lllI?llII\ili¢8~, and so far
Sanggar has had coordination with five basic communities, namely Jatinegara, Cakung,
Penas Lama, Rawa Panjang, and Bantar Gebang Bckasi, Within these communities the
children are tnined and educated with an intention of elaborating and developing their
potentials. Periodically. usually on Sundays, they are brought to Sanggar, a bigger open
house, which has been the center of activities and information In Sanggar the children
have some exercises in, among other things, dramatnrgy, music, journalism, and English
classes. The children are freed to choose what activity(ies) they prefer to join. The
freedom of choosing activity(ies) is intended to create children?s intrinsic motivation
became such a motivation will be able to make them join the activities happily, seriomiy,
and fill! of enthusiasm.
This study is intended to observe and explore the changes of the ehi1dren's
behavior and attitude afler being trained and educated through the various activities
which take place in Sanggar and other places as well. Besides, it is also intended to sec, if
any, the childrcn's aspiration for a better life in the future. During the research period,
from December 1999 to July 2000, I tried to bc among the children as much as possible"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T5614
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatmah
"Lingkungan masyarakat kota yang bebas kebakaran dapat tercipta melalui upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran dini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan
model mitigasi kesiapsiagaan kebakaran berbasis masyarakat. Metoda kualitatif wawancara mendalam dilakukan terhadap 30 informan terpilih
di Jabodetabek meliputi aparat kecamatan, kelurahan, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Suku Dinas Pemadam Kebakaran. Mayoritas informan mengenal
organisasi Barisan Sukarelawan Kebakaran, tetapi dalam pelaksanaan ditemukan beberapa kendala antara lain meliputi tidak ada honorarium, status
pekerjaan, dan anggota penduduk musiman. Hal tersebut berakibat banyak anggota yang berhenti dan sulit merekrut anggota baru. Bentuk upaya pencegahan
kebakaran yang dilakukan masyarakat meliputi simulasi, penyuluhan, dan pelatihan bahaya kebakaran, serta menjadi anggota Barisan Sukarelawan
Kebakaran. Tiap wilayah mempunyai bentuk yang bervariasi sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat karena masih bersifat regional serta belum
dilegitimasikan dalam Undang-Undang Nasional. Alternatif model berbasis masyarakat yang terbaik adalah memberdayakan Barisan Sukarelawan Kebakaran
mengingat program tersebut telah berjalan dan dikenal masyarakat. Diharapkan model ini lebih mudah diterima masyarakat karena menjadi bagian program
pembangunan di beberapa wilayah. Dukungan masyarakat yang kuat terhadap Barisan Sukarelawan Kebakaran menentukan kelancaran pelaksanaan di lapangan."
Depok: Fakultas Ilmu kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
613 KESMAS 4:3 (2010)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Purwanti Dyah Pramanik
"NIVERSITAS INDONESIA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN \LMU POLITIK
PROGRAM PASCASARJANA
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI _
KEKHUSUSAN ADMINISTRASI DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
ABSTRAK
PURWANTI DYAH PRAMANIK
699935037X
HUBUNGAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN DAN KEPEMIMPINAN
PENGEMBANGAN (DEVELOPMENTAL LEADERSHIP) DENGAN SIKAP
KARYAWAN BERORlENTASl PADA PELANGGAN DI PT. BANK MANDIRI
(PERSERO)
xiii+ 109 Halaman + 7 gambar + 21 tabei + 6 lampiran
Daftar Pustaka: 35 buku, 5 jurnal, 1 tesis_ 3 |ain~|ain (Tahun 1974 sld 2001)
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang
hubungan pemberdayaan karyawan (X1) dan kepemimpinan pengembangan
(developmental leadership) (X2) dengan sikap karyawan berorientasi pada
pelanggan (Y) serta persepsi karyawan mengenai variabel (Y) dilinjau dari
kategori 1eve1 jabatan penyelia dan manajemen madya di PT. Bank Mandiri
(Persero). Populasi penelitian adalah penyelia dan manajemen madya di 33
wbang-cabang PT. Bank Mandiri (Persero) yang berada di wilayah DKI
Jakarta, yailu di kantor wilayah Ill, IV, dan V. Jumlah populasi adalah 238
karyawan. Penetapan sampel diambi1 seiumlah popuiasi. Pengambi1an
sampel dilakukan dengan teknik ciuster purposive random sampling.
Teknik pengolahan data dengan menggunakan kuesioner Serta
wawancara. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana,
gandaf serta uji t-test. Analisis regresi linier sederhana digunakan unluk
menganalisis hubungan anlara variabel (X1) dengan (Y) serta hubungan ntara veriabel (X2) dengan (Y). Analisis regresi linier ganda digunakan untuk
menganalisis hubungan antara variabel (X1) dan (X2) secara bersama-sama
dengap (Y). Koefisien korglasi r dan koefisien detemwinasi R2 yang dihasilkan
di daiam persamaan regresi digunakan untuk menjawab pertanyaan
penelitian. Koefisien korelasi r digunakan untuk melihat hubungan antara
variabei bebas dengan variabei terikat_ Koejisien determinasi R2 digunakan
untuk mengukur prosentase besarnya pengaruh variabel prediktor terhadap
variabel terikat. Pengujian signitikansi pada masing-masing hubungan dalam
regresi dilakukan melalui Uii t dengan membandingkan nilai thitung dengan t
tabei pada taraf signifikansi tenentu. Untuk pengujian terhadap regresi Iinier
ganda digunakan uji F. Signifikansi R2 diuji dengan nilai F pada alpha 0,05.
Uji t-test dilakukan untuk meiihat apakah terdapat perbedaan peréepsi
karyawan mengenai variabel (Y) ditinjau dari kategori level jabatan penyelia
dan manajemen madya. ?
Analisis terhadap hubungan variabe1 (X1) dengan (Y) diperoleh niiai
r = 0_744, p< 0,05 maka hubungan antara variabel (X1) dengan (Y) dalam
taraf cukup kuat. Hasit analisis koetisien determinasi R2 sebesar 55,3 %,
menunjukkan bahwa sebesar 55,3 % variasi variabei (Y) dapal dijelaskan
oleh (X1). Sedangkan sebesar 44,7 % variasi variabel (Y) dijelaskan oleh
variabel lain selain variabel (X1)- Pada uji t diperoleh nilai t hitung = 17,082 >
dari t tabel 0,05 (dk=4) = 2,776. Ini menunjukkan bahwa variabel (X1) secara
signihkan dapat menjelaskan variabel (Y). Hubungan variabel (X2) dengan
(Y) diperoleh nilai r = 0,674, p < 0,05, maka hubungan antara variabel (X2)
dengan (Y) dalam taraf cukup kuat. Hasil analisis koetisien determinasi R2 =
45,4 %, menunjukkan bahwa sebesar 45,4 % variabel sikap karyawan
berorientasi pada pelanggan dapat dijeiaskan olerfvariabei (X2). Sedahgkan
sebesar 54,6 % variasi variabel (Y) dijelaskan oleh variabe1 Iain selain variabel
(X2). Pada uji t diperoleh nilai t hitung = 14,019 > dari t tabei 0,05 (dk=5) =
2,571 _ Hal ini menunjukkan bahwa variabel (X2) secara signmkan
menjelaskan variabel (Y). Hubungan variabel (X1) dan (X2) secara bersama
dengan variabel (Y) diperoleh nilai R = 0,762, p < 'o,o5, maka hubungan
antara variabel (X1) dan (X2) secara bersama dengan variabel (Y).adaIah
kuat. Koetisien determinasi R2 sebesar 58 %, menunjukkan bahwa sebesar
56 % variabel (Y) dapat dijelaskan oleh variabel (X1) dan (X2). Dengan
demikian, terdapat 42 % variasi variabel (Y) yang ditentukan oleh variabel lain
yang belum teruji dalam penelitian ini. Pada anaiisis uji F diperoieh nilai F
hitung = 162,518 > dari F tabel 0,05 (cif1=2; df2=235) = 3,04, maka variabel
(X1) dan (X2) secara bersama dengan signiikan memberikan kontribusi
terhadap variabel (Y). Analisis persepsi karyawan mengenai variabel (Y)
ditinjau dari kategori level jabatan penyelia dan manajemen madya diperoleh
t-test hitung = -1,469 < dari t tabel a 0,05 df 236 = 1,645, maka tidak terdapat
perbedaan rata-rata persepsi karyawan mengenai variabel (Y) ditinjau dari
kategori level jabatan penyelia dan manajemen madya.
"
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2001
T 5868
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aep Rusmana
"Anak jalanan merupakan sosok anak yang selalu berada dan tinggal di jalanan
secara mcnggelandang dan berpindah-pindah_ Dari kondisi tersebut mereka masih
banyak hak dan kebutuhannya yang belum terpenuhi. Keberadaan mereka di jalanan
secara kuantitatif terus bertambah, berdasarkan prediksi kasar Unicef (1997) di
Indonesia kurang lebih terdapat lima puluh nbu anak yang menghabiskan waktu
produktifnya di jalanan Jumlah ini diperkirakan akan tems meningkat setiap tahun
terutama dalam kondisi perekonomian Indionesia yang semakin sulit.
Pemxasalahannya, dalam pemenuhan hak anak, dimana anak masih dijadikan
sasaran tindakan kckcrasan dan ekploitasi khususnya dalam bidang pekcrjaan oleh
pihak-pihak yang iidak bertanggung jawab sepeni anak supaya bekerja mencari nafkah
di jalanan, karena mereka masih berusia terlalu dini dan akan banyak mengganggu
kepada tingkat perkembangan hidupnya, dimana dengan banyaknya waktu untuk
mclakukan pekerjaan di jalanan mereka tidak bisa mengikuli pendidikan di sekolah,
rentan terhadap perlakuan kejam dan tindakan kekerasan serta usia mereka yang masih
belum layak untuk bekerja
Pada awalnya mereka bcrharap kchidupan jalanan akan bisa membedkan peluang
bagi dirinya supaya bisa hidup lcbih menyenangkan, namun temyata kehidupan jalanan
penuh dcngan tckanan-tekanan yang mengarah pada penampilan pcrilaku negatif, antara
lain meminum minuman bemlkohol dan obat terlarang atau menghsap lem, melakukan
tindakan krirninal scpcrti mencuri, memalak, berkelahi, merusak dan tidak merawat din
sepcrti jarang bahkan tidak pemah mandi dan rnalas mengikulj kegiatan belajar di
sekolah.
Pelayanan yang diberikan kepada anak jalanan dengan meningkatkan kemampuan
didnya (capaciry buildmg) melaiui pendidikan, pelatihan keterampilan dan pendidikan
moral dan advokasi ini diupayakan untuk bisa mendorong dan menstimulasi supaya
anak jalanan tersebut bisa mendapatkan hak dan perlindungan, dan bisa mcnampilkan
penlaku positif sesuai dengan nonna dan etika yang ada di lingkungan masyarakatnya. Metode penclitian 'yang digunakan aclalah kualitatif, yang sifatnya deslcriptitl
sehingga dalam pelaksanaannya tidak menguji suatu hipotesis. Unluk mendapatkan
informasi yang lengkap dan utuh mcngcnai pelaksnaan pemberdayaan tcrhadap anak
jalanan, dalam penelitian ini dilaksanakan wawancara mendalam dan pengamatan
terhadap infonnan.
Kemudian dianalisis secara kualitatif, ditafsirkan dan diintcrpretasikan terhadap
data tersebut Sena ditarik implikasi teoritiknyan Data yang terkumpul selain disegikan
dalam bentuk narasi juga disajikan dalam bentuk kutipan-kutipan langsung dari hasil
wawancara dan observasi yang dilakukan kemudian dibuat pembahasannya.
Hasil penelitian bahwa pelaksanaan pemberdayaan yang dilakukan belum
memadai sesuai dengan harapan anak jalanan. Temyata masih ada hak dan kcbutuhan
mereka yang masih bclum tcrpenuhi sesuai dengan hak mereka sebagai anak. diantara
mereka masih dikendalikan kehidupannya oleh para preman jalnnan o\eh karena itu
diantara anak jalanan masih belum bisa menentukan sendiri atas scgala pilihan dari
kegiatannya dan diantara anak jalanan juga masih belum bisa memanfaatkan sumber
lingkungan masyarakat. Untuk bisa mengikuti kegiatan yang ada di Iingkungan
masyarakat sepertinya diantara anak jalanan masih ada batas tertentu dengan anggota
masyarakat sekitamya. Mereka baru bisa memanfaatkan sumber yang hanya masih ada
kailannya dengan pelaksanaan kegiatan yayasan
Keadaan tersebut masih belum mcmbenikan peluang kepada anak jalanan untuk
bisa rnemanfaatkan hak-haknya sebagai anak, bisa memanfaatkan sumber-sumber yang
ada sccara maksinal dan belmn bisa mnencntukan sendiri apa yang meniadi pilihannya
terutama yang berkaitan langsung dengan kegiatan yang dilakukan di Iingkungan
masyarakat.
Kesimpulan bahwa kehidupan jalanan yang nampaknya menyenangkan bagi anak
jalanan ternyata penuh dengan tekanan-tekanan yang mengarah pada hilangnya
kesempatan bagi anak untuk mendapatkan hak-haknya sebagai anak. Anal: masih
dijadikan lahan untuk diekploitasi khususnya dalam bidang pekeljaan dan masih bclum
rnendapatkan perlindungan tcrutama dalam menempati tempat linggal yang memadai
yang rawan tcrhadap tindakan-tindakan kqiahatan serta penampilan perilaku negatif dan
orang yang tidak benanggung jawab scpcrti para preman jalanan.
Anak perlu dibcrikan keperoayaan untuk ikut 1erlibat dalam berbagai kegiatan
dcngan memberikan kebebasan kepada mereka mmtuk menenlukan pilihan tenentu yang
sesuai dengan keinginannya, hal tersebut dilakukan supaya pada diri anak tertanarn rasa
tanggung jawab dan rasa percaya diri_ Anak jalanan juga perlu mendapalkan kcsempatan
mmtuk mengembangakan kemampuan dirinya melalui pelaksanaan pendidikan, pelatihan
keterampilam mauplm belajar berusaha dalam memanfaatkan sumbcr yang ada di
lingkungan masyarakat."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2001
T6303
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Tulisan ini merupakan hasil penelitian pustaka yang di kombinasikan dengan pengamatan dilapangan yang mengkaji ten tang proses kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sebagaimana di ketahui jika pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu issu sentral yang ramai di wacanakan dari berbagai kalangan yang tentu saja tujuan utamanya untuk pembangunan masyarakat. Pasalnya, melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat ini maka kelompok yang menjadi sasaran penerima manfaat dapat di tingkatkan taraf hidup serta kesejahteraannya dengan cara memberi mereka penyuluhan, pelatihan dan bentuk kegiatan lainnya yang semuanya itu di maksudkan untuk melepaskan mereka dari ketidakberdayaan, keterasingan dan keterbelakangan. Selain itu, lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat maka para klien di harapkan bisa bekerja secara mandiri agar supaya kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi."
020 JUPITER 13:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>