Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Dunia ketenagakerjaan Indonesia tahun 2006 banyak dihiasi dengan perdebatan panjang tentang upaya perbaikan iklim investasi,revisi UU No. 13 th 2003 tentang ketenagakerjaan serta serunya pembahasan mengenai UMP di tingkat daerah
"
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional. Departemen Kehakiman, 1995
331.1 IND n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tim Pengajar
Jakarta: Fakultas Hukum UI, 2001
344.01 Tim p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Dewi Anggraini
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tintrin Wahyuni
Depok: Universitas Indonesia, 1984
S26299
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Fazryah Ulfa
"ABSTRAK
Demosi merupakan sejenis sanksi/hukuman bagi pekerja/buruh yang
prestasi kerjanya dinilai rendah oleh manajemen perusahaan, dimana dilakukansuatu pemindahan dalam suatu organisasi dari satu posisi ke posisi lainnya yang
melibatkan penurunan kewenangan, tanggung jawab, status, fasilitas, bahkan gaji
yang diperoleh oleh pekerja/buruh tersebut dari perusahaan. Adakalanya demosi
dijatuhkan pada pekerja/buruh bukan karena prestasi kerjanya yang rendah,
melainkan restrukturisasi departemen yang dilakukan perusahaan tempat
pekerja/buruh bekerja. Apabila pekerja/buruh menolak penempatan barunya,
perusahaan dapat melakukan suatu pemutusan hubungan kerja terhadap
pekerja/buruh tersebut. Penulis mencoba untuk menganalisa kasus tersebut
berdasarkan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di
Indonesia, agar diketahui pengaturan yang berlaku terkait pemutusan hubungan
kerja akibat adanya demosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
berbentuk penelitian yuridis normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan
meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Data yang diperoleh penulis adalah
melalui penelitian kepustakaan dan wawancara dengan pejabat yang menjabat
sebagai Kepala Seksi Pemberdayaan Penyelesaian Hubungan Industrial Secara
Bipartit di Kementerian Tenaga Kerja. Penulis menemukan bahwa dalam kasus
ini, perusahaan tidak mengatur mengenai demosi, sehingga keabsahan suatu
demosi dalam putusan ini, tidak dapat dibenarkan. Suatu tindakan seperti demosi
harus terdapat pengaturannya secara otonom, demi perlindungan pekerja/buruh

ABSTRACT
A demotion is a compulsory reduction in an employee's rank or job title
within the organizational hierarchy of a company. Where usually involve a
reduction of authority, responsibilities, status, facilities, and even payment. But,
that usually not the case, a demotion could be imposed on a worker, whoses
department within the company are going through a major restructuring. Because
of that, a worker is demoted to a lower job title. If the worker refuse the demotion,
the company could take action by terminating said worker. The author will try to
analiyze such case based on the Indonesian labour act, to find regulation regarding
termination of employment as a result of a demotion. The method use by the
author is a normative juridical approach, in doing so the author use data from
literature. The legal data are obtain through literary research and interviews with
the Head of Bipartite Settlement of Industrial Relations in The Ministry of
Manpower of Indonesia. The author found in this case, that the demotion is not
regulated by the company's regulation. In such case, the demotion that are
imposed by the company are not allowed. Because such action, requiered to be
regulated autonomously to protect workers interest."
2016
S65658
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Decky Haedar Ulum
"Tesis ini membahas faktor-faktor jenis kelamin, umur, status perkawinan, jabatan, pendidikan, masa kerja, status hubungan kerja terhadap kejadian pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pemutusan hubungan kerja dari 1 Januari 2009 sampai 30 Agustus 2010. Untuk analisis yuridis digunakan metode penelitian normatif terhadap asas-asas hukum pemutusan hubungan kerja. Selain itu penelitian ini juga menghitung biaya yang dibayarkan kepada pekerja sebagai akibat kejadian PHK. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor jenis kelamin, umur, jabatan, pendidikan, masa kerja, status hubungan kerja mempengaruhi kejadian PHK. PT. "X" pada periode penelitian telah melakukan 878 PHK terhadap pekerja dan mengeluarkan biaya PHK senilai Rp. 111.915.443.490. Alasan PHK yang paling dominan adalah karena pekerja mengundurkan diri sebesar 47,49 % dan pensiun dini sebesar 19,59 %. Oleh karena itu disarankan agar PT. "X" untuk melakukan intervensi untuk mengurangi kejadian PHK terhadap faktor-faktor jabatan, status hubungan kerja dan tingkat pendidikan serta melakukan mengatur hak bagi pekerja yang putus hubungan kerjanya karena alasan mendesak, dan besaran uang pisah bagi karyawan yang dikualifikasikan mengundurkan diri. "X" dan mengatur secara khusus alasan pemutusan hubungan kerja karena reorganisasi dan ikatan perkawinan.

This thesis discussed the factors of gender, age, status of the marriage, position, education, length of service, status of worker towards the retrenchment (PHK) incident. This research used cross sectional research to analyse factors that influenced the retrenchment incident from January 1, 2009 to August 30, 2010. For the juridical analysis was used by the normative research method towards principles of the retrenchment law. Moreover this research also counted the cost that was paid to the worker as resulting from the incident of PHK. The research pointed out that the factor of gender, age, position, education, length of service, status of worker influenced the PHK. PT. "X" in this period of did 878 PHK and spent Rp. 111.915.443.490. The most dominant reason came from the worker to withdraw of 47.49 % and the early pension of 19.59 %. We suggested that PT. X to carry out the intervention to reduce the PHK incident towards position factors, the status of work and the level of education as well as did arranged the right for the "alasan mendesak" and the "uang pisah" for the employee who was qualified withdrew."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2011
T28180
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Machsoen Ali
Surabaya: Lembaga Penelitian, UNAIR , 1990
344.01 MAC p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3   >>