Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 29 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1996
S9197
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Simanjuntak, Melling
"Minat baca telah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemerhati pendidikan, pemerhati perpustkaan, pustakawan, penerbit, dan masyarakat pada umumnya. Selama dua dekade terakhir banyak tulisan diterbitkan di majalah, di surat kabar, maupun situs internet. Banyak talkshow disiarkan radio maupun televisi, dan puluhan seminar atau sejenisnya telah dilangsungkan oleh mereka yang prihatin akan rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Cara dan gaya penyuguhan mereka berbeda tapi tujuannya sama yaitu mempromosikan budaya baca kepada masyarakat karena percaya budaya baca dapat menaikkan harkat dan martabat umat. Juga sejumlah penelitian telah dilakukan mengenai minat baca. "
Jakarta: Pusat jasa Perpustakaan dan Informasi ( Perpustakaan Nasional RI), 2011
020 VIS 13:3 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Soewatini Elias
"Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan bahwa "Tindakan memperbanyak suatu buku kemudian menjualnya tanpa seijin pemilik hak cipta yaitu pengarang dan atau pemegang hak penerbitannya: adalah suatu tindakan yang dikenal dengan sebutan pembajakan buku.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui apa yang menyebabkan pembajakan buku masih dilakukan; (2) mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan akibat pembajakan buku bagi penerbit yang bersangkutan; (3) mengetahui usaha mengurangi pembajakan buku; (4) mengetahui ciri buku yang asli dan buku bajakan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel penelitian baik kasus perbanyakan buku maupun penerbit ditentukan "by Accident" Sampel kasus pembajakan buku yang diambil adalah kasus pembajakan buku yang dikatagorikan besar selama 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 1986-1996 yaitu: (1) pembajakan buku di daerah Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan Kepolisian daerah Sumatera Utara pada bulan Oktober 1990; (2) pembajakan buku di daerah Kepolisian Kota Besar Surabaya, Kepolisian daerah Jawa Timur pada bulan Juni 1996 dan (3) pembajakan buku di daerah kepolisian resort Metro Bekasi Kepolisian daerah Metro Jakarta pada bulan September 1996. Adapun obyek penelitian adalah lima penerbit di Jakarta, yang diambil secara acak (by assident) yaitu: PT. Ciramedia Utama, Salemba Empat, Erlangga, PT. Rajagrafindo Persada dan Perum Balai Pustaka.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi/pengamatan, wawancara, pemeriksaan berkas perkara dan dokumen pembajakan buku.
Hasil pengamatan dan wawancara: (1) di Poltabes ditemukan bahwa tersangka/pembajak melakukan pembajakan buku untuk memperoleh keuntungan besar untuk keperluan pribadi. Hal ini karena mereka tidak perlu membayar royalty kepada pengarang dan pajak ke pemerintah; (2) di lima penerbit ditemukan bahwa para penerbit pada umumnya tidak berdaya, karena tidak tersedia dana overhead untuk biaya penyidikan ke daerah-daerah selain itu para penerbit beranggapan bahwa aparat penegak hukum kurang memahami / menguasai UU Hak Cipta. Dari pihak kepolisian mengalami kesulitan karena kepolisian baru dapat bertindak kalau ada laporan dan bukti terjadinya pelanggaran tindak pidana pembajakan buku; (3) di kaki lima Senin, diketemukan kuatnya jaringan penjualan buku bajakan diantara penjual kaki lima, umumnya mereka menjual buku hasil bajakan hanya untuk keperluan hidup. Hasil pengamatan dan pemeriksaan terhadap 3 judul buku yang sering dibajak dari kelima penerbit (jumlah seluruhnya 15 eks.) ditemukan perbedaan dan ciri antara buku asli dan buku bajakan.
Penelitian menyimpulkan bahwa pembajakan buku masih dilakukan karena: (1) keuntungan finansial yang sangat besar; (2) putusan pengadilan/hukum sangat ringan tidak sebanding dengan kerugian yang diderita para penerbit yang buku-bukunya dibajak; (4) konsumen akan lebih waspada dalam membeli buku apabila mengetahui ciri antara buku asli dan bajakan.
Book's Hijacking and Its Impact to the Publishers Case Study of Highest Five Publishers Hijacking In Jakarta, 1986-1996The Indonesian Police stated "Duplicating a book and selling it without permission from the writer as copywriter and or publisher is known as books? hijacking. Having studied the highest five publishers hijacking in Jakarta is an effort to show that the book's hijacking inflicted a financial loss not only for the publishers but also the consumers.
The goal of the research is as follows: (1) to know the reason why the book's hijacking still exists; (2) to know the impact book's hijacking for the publishers; (3) to know the decrease of book's hijacking; (4) to know the original and the illegal book.
The method used in this research is the description through case study approach. The sample for books duplication and publishers is based on "by Accident". The sample for book hijacking is from books categorized as "the biggest" within last ten years, from 1986 until 1996, namely: (1) book's hijacking in the area of Poltabes Medan, North Sumatra in October 1986; (2) book's hijacking in Poltabes Surabaya, East Java in June 1996; and (3) book's hijacking in Polres Bekasi in September 1996. The publishers are taken by accident, namely PT Gramedia Utama, Salemba Empat, Erlangga, PT R.aj agrafmdo Persada, and Perum Balai Pustaka.
Data compiling technique is observation, interview, verifying, and books hijacking document.
The output from observation and interview are as follows: (1) in Poltabes - the hijackers do the book's hijacking is to gain a big profit for themselves. They have no obligation to pay the royalty to the writers and government tax; (2) in five publishers - the publishers have no power because there is no overhead cost for investigation to regions. Instead, the publishers have the opinion that Justice Institution did not understand the Patent Law. The Police can act if only there is a report of book's hijacking criminal law; (3) in Senen Sidewalk - the strong network among the side walkers, generally they sell the illegal book only for cost living. The result observation and examination of three title books that often hijacked from five publishers (total 15 exemplars) is the differences between original and illegal books.
The conclusion of the research is that the book's hijacking is still done because of (I) the big financial gain; (2) light justice decision, which is not equal as the loss of the publishers that the books have been hijacked; (3) negative impact such as the loss of the publishers and the less of writer's interest to write a book; (4) the consumers are more wary in buying books if they know the characteristics between original and illegal books.
"
2001
T11831
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muharyo Singgih
"Sekuritas derivatif adalah sekuritas yang nilainya ditentukan oleh nilai dari suatu aset dasar. Contoh dari sekuritas derivative adalah option. Sedangkan aset dasar derivative dapat berupa saham, kurs mata uang dan komoditi. Pasar derivative telah berkembang dengan pesat dan telah banyak digunakan oleh investor yang profesional maupun oleh individu-individu di seluruh dunia. Studi ini mencoba melakukan simulasi untuk melihat bagaimana risk yang ditanggung oleh writer pada option. Data yang digunakan adalah Standards and Poor's 500.
Simulasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode library research dan field research dalam melakukan penelitian dan analisis. Metode library research dilakukan untuk mengambil landasan teori yang berkaitan dengan permasalahan. Field research yang digunakan untuk meneliti harga call dan puts option dengan melakukan perhitungan call dan puts option atas indeks harga saham gabungan Standards and Poor's 500. Penulis akan menyajikan beberapa simulasi empiris dengan atau tanpa hedging, ataupun dengan mengunakan data historis.
Pertama-tama akan dilakukan pengujian statistik dari data simulasi yang akan digunakan. Tujuan pengujian statistik ini adalah untuk melihat sejauh mana data simulasi yang dipakai memenuhi kriteria distribusi normal serta merupakan random data. Hal ini penting dilakukan agar penerapan formula Black Scholes Option Model dapat dilakukan. Kemudian dilakukan penghitungan nilai volatilitas atau gejolak dari aset dasar indeks saham Standards and Poor's 500. Penghitungan ini dilakukan untuk mencari nilai Root Mean Squared Forecast Error (RMSE) yang optimal, baik untuk estimated volatility maupun realized volatility. Kedua nilai volatilitas diatas (estimated volatility dan realized volatility) kemudian dipakai dalam penghitungan nilai call dan put options dengan menggunakan formula Black Scholes Option Model.
Hasil perhitungan terakhir yang akan dicari adalah total keuntungan dan kerugian yang ditanggung si penerbit option. Beberapa hal yang perlu dijadikan acuan disini adalah bahwa gambaran dan ulasan mengenai propek insvetasi pada option atas indeks Standards and Poor's 500 dilakukan dengan batasan batasan sebagai berikut:
1. Option adalah European option dimana option tidak dapat di-exercise sebelum jatuh tempo
2. Suku bunga bebas resiko adalah konstan selama periode option
3. Tidak adanya biaya untuk perdagangan option dan saham.
4. Tidak adanya perhitungan pajak dari proses jual beli option
5. Tidak terjadi pembayaran dividen selama transaksi penerbitan option dilakukan
Dari perhitungan dan analisa yang dilakukan dalam tugas akhir ini, dapat diperoleh kesimpulan seperti berikut ini:
1. Untuk menghilangkan kesalahan forecast yang bisa terjadi, sebisa mungkin digunakan sampling data yang jumlahnya disesuaikan dengan forecast horizon yang akan dipakai pada transaksi penerbitan option. Disamping itu kesalahan forecast yang terjadi untuk periode yang panjang akan lebih kecil nilainya dibandingkan jika periodenya lebih pendek. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, dengan menggunakan sampling data yang panjang periodenya disesuaikan dengan forecast horizon dalam perhitungan pemodelan forecast, maka akan didapat nilai volatilitas dari aset dasar indeks saham Standards and Poor's 500 yang paling optimal. Hal kebanyakan yang dilakukan dalam memperkirakan nilai volatility adalah dengan menggunakan sampling data historis yang kurang mencukupi. Semakin banyak jumlah data lama yang dipakai, biasanya akan memberikan akurasi yang lebih baik, kecuali jika forecasting hanya dipakai untuk periode yang sangat pendek (misal, kurang dari tiga bulan).
2. Estimasi dari data harian yang dilakukan, akan memperbaiki akurasi untuk pemakaian di periode yang pendek (misal, 6 bulan atau kurang), tetapi untuk periode yang lebih panjang, data bulanan memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini dikarenakan pengaruh yang diakibatkan oleh adanya gangguan frekuensi transien (transient frequency noise) dari harga pasar tidak banyak terjadi.
3. Penggunaan metode hedging berdasarkan penerapan model penilaian(valuation model) yang menggunakan forecast volatilities yang optimal merupakan salah satu metoda yang ampuh dalam memperkecil resiko yang harus ditangggung seorang penerbit option. Dari kesimpulan ini, dapatlah dijadikan suatu acuan pertimbangan seorang penerbit option untuk menerapkan strategi transaksi dan manajemen penanggungan resiko (risk exposure management) yang paling optimal.
Dari tujuan yang ingin dicapai dalam tugas akhir ini, seperti dijabarkan dalam Bagian 1.3; untuk mengembangkan penilaian resiko yang diharapkan dapat dijadikan patokan strategi dasar dalam penerbitan opsi, dan dengan melihat ketiga kesimpulan diatas, maka terlihat adanya hubungan antara tujuan yang ingin dicapai (memperkecil resiko sekecil-kecilnya I memperbesar keuntungan sebesar-besarnya) dengan ketiga kesimpulan diatas (terutama untuk kesimpulan nomor 3 diatas)."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2000
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Maryam
"ABSTRAK
This research is a quantitative analysis descriptive approach focused on conducting attitude of Islamic book publisher in Jakarta to the Legal Deposit (UU RI. No. 4/1990) and the concept of bibliographic control and its correlation with the Islamic book entries in BN1 (Bibliografi Nasional Indonesia-Indonesian National Bibliography) and KDT (Katalog Dalam Terbitan = Cataloging in Publication).
The population of this research are all of the Islamic book publishers that are located in Jakarta, and the samples are selected by purposive sampling technique with (10) Islamic book publishers as respondents. The data are collected by two techniques, questioner and documentation. The questionaires are arranged based on Likert scale, and those are applied to collect the data of Islamic book publisher's attitude to the Legal Deposit and to the concept of bibliographic control. Otherwise documentation used to collect data about Islamic book entries in the BNI and KDT
The results of this research are follows: 1). The Islamic book publisher's attitude to the concept of bibliographic control are generally positive. 2). The Islamic book publisher's attitudes to the Legal Deposit (UU RI No. 4/1990) tend to positive, 3). The number of Islamic book entries in Bibliografi National Indonesia = Indonesian National Bibliography (BNI) published 2000-2005 periode are 1142 titles, with the average (mean) are 90 title/year, and 616 titles in Katalog Dalam Terbitan (KDT), with the average are 47 title/year. Thus, the number of Islamic book entries in BNI more than Islamic book entries in the Katalog Dalam Terbitan (KDT), 4). From the statistic analysis was gained two (2) conclusions: a) There is no correlation between the Islamic book publishers attitude's to the bibliographic control concept and to the Legal Deposit with the Islamic book entries both in BNI and KDT, b). The Islamic book publisher's attitude did not give a significant contribution to Islamic book entries both in the BNI and KDT.
"
2007
T19222
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silvia Susanti Dewi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T27267
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
David Andriansyah
"Penelitian mengenai Penerbitan buku bidang sosial dan budaya tahun 1997-2001 pada 3 penerbit anak_-perusahaan Kelompok Kompas Gramedia ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Desember 2003. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerbitan buku bidang sosial dan budaya pada tahun 1997-2001 yang diterbitkan oleh 3 penerbit anak-perusahaan Kelompok Kompas Gramedia beserta aspek-aspek yang terdapat di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan melalui berkas buku-buku bidang sosial dan budaya yang telah diterbitkan oleh 3 penerbit anak-perusahaan Kelompok Kompas Gramedia dan wawancara kepada penanggung jawab pada masing-masing penerbit. Data yang diperoleh diolah dengan membuat transkripsi hasil wawancara kemudian dilakukan analisis sehingga dapat diambil kesimpulan mengenai keadaan penerbitan buku bidang sosial dan budaya yang telah diterbitkan oleh 3 penerbit anak-perusahaan Kelompok Kompas Gramedia. Kesimpulan yang dapat diambil dari peneritian ini adalah bahwa keadaan penerbitan buku bidang sosial dan budaya yang dilakukan oleh Penerbit Gramedia Pustaka utama, Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia dan Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia terus meningkat dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2001. Disamping itu, ketiga penerbit tersebut tidak mengalami banyak kendala dalam menerbitkan buku bidang sosial dan budaya pada kurun waktu 1997-2001. Kunci bagi penerbit dalam menerbitkan buku yakni jeli melihat perkembangan tema yang dibutuhkan masyarakat serta selektif dalam menilai naskah. Saran-saran yang dapat penulis kemukakan sebagai masukan untuk memperbaiki keadaan penerbitan buku bidang sosial dan budaya adalah bagi para penerbit pada umumnya dan Penerbit Kelompok Kompas Gramedia pada khususnya untuk terus berusaha mengembangkan penerbitan buku bidang sosial dan budaya yang bermutu bagi masyarakat guna ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa serta diharapkan perhatian dan peran serta berbagai pihak seperti pemerintah, IKAPI, dan pihak swasta untuk membantu memajukan industri penerbitan buku di Indonesia."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2004
S15232
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bangun, Antonius
"Program Cataloguing in Publication (CIP) yang di Indonesia dikenal dengan Katalog Dalam Terbitan (KDT) telah dilaksanakan di manca negara. Teoretis program ini akan memberikan manfaat yang besar bagi sistem perpustakaan khususnya, sistem informasi umumnya, terutama dalam efisiensi pengolahan bahan pustaka di perpustakaan. Setelah berjalan lebih dua tahun (dimulai Juli 1985), ternyata Program KDT di Indonesia belumlah dapat dikatakan berhasil kalau dilihat dari sudut banyaknya jumlah penerbit yang turut ambil bagian. Hanya 24 penerbit (31,2 %) dari jumlah kuesioner yang menyatakan sudah ikut dalam program KDT. Yang belum ikut KDT ada sebanyak 53 penerbit (68,8 %). Dari 53 penerbit yang belum ikut program KDT, 21 penerbit (39,6%) menyatakan mereka tidak ikut dalam program KDT karena sama sekali belum pernah mendengar tentang program tersebut, sementara sisanya menjawab dengan berbagai jawaban yang sebagian besar mencerminkan kemungkinan mereka ikut dalam program KDT. Dari sisi lain terlihat bahwa ada hubungan kausal antara pengetahuan tentang program KDT dengan keikutsertaan penerbit dalam program KDT. Makin tinggi pengetahuan mereka mengenai program KDT makin besar persentase mereka ikut ambil bagian dalam program KDT. Sebaliknya, makin rendah pengetahuan mereka tentang KDT, makin sedikit yang ikut dalam program KDT. Diketahui pula bahwa penerbit golongan A yang berproduksi 1 - 10 judul pertahun adalah golongan yang paling sedikit mengetahui tentang program KDT. Karena itu disarankan untuk mengadakan penataran program KDT kepada penerbit golongan tersebut oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan sebagai bagian dari praktek kerja mereka. Selain itu mengusahakan kerja sama lebih erat antara Perpustakaan Nasional dengan IKAPI guna memasyarakatkan program KDT kepada khususnya anggota IKAPI dengan menyelenggarakan seminar/temu ilmiah yang terencana dan berkala."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nana Widiestu
"ABSTRAK
Berdasarkan penelitian Prof. Dr. Yuhara Sukra didapatkan kesimpulan bahwa pada thaun 1972-1991, penerbit komersial hanya menerbitkan kurang dari 10 judul buku sains setiap tahunnya, maka atas hal tersebut penelitian ini diadakan untuk melihat perkembangan penerbitan buku sains pada tahun 1986-1995 pada 5 penerbit komersial di Jakarta, baik dari kuantitas judul yang dihasilkan tiap tahunnya, maupun dilihat dari kualitas fisik yang ada, seperti jumlah halaman, jenis kertas yang digunakan, sasaran pembaca dan oplah penerbitannya. 5 penerbit yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penerbit Gramedia Pustaa Utama, Penerbit Djambatan, Penerbit Simplek, Penerbit Pradnya Paramita dan Penerbit Universitas Indonesia. Para penerbit ini dipilih berdasarkan purposive sampling dari jumlah 143 penerbit yang ada di Jakarta. Dari hasil pengolahan dan analisa data didapatkan bahwa hanya Penerbit Gramedia Pustaka Utama saja yang menerbitkan lebih dari 10 judul buku sains per tahunnya (rata-rata 10,8 judul per tahun), sedangkan 4 penerbit lain masing-masing menerbitkan 4,3 judul per tahun (Penerbit UI), 3,1 judul (Penerbit Pradnya Paramita), 0,9 judul (Penerbit Djambatan), 0,4 judul (Penerbit Simplek). Bila dilihat dari bidang ilmunya maka Matematika dan Biologi menempati peringkat atas dengan 51 judul dan 43 judul buku yang diterbitkan selama tahun 1986 sampai tahun 1995. Perguruan Tinggi adalah sasaran pembaca terbesar dari buku sains yang diterbitkan oleh 5 penerbit komersial di Jakarta pada tahun 1986-1995, sedangkan oplah penerbitan buku sains berkisar pada angka 2501-5000 eksemplar. Dilain fihak jenis kertas yang banyak digunakan oleh para penerbit adalah HVS.

"
1996
S15330
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rizky Kartika Sari
"Untuk memenuhi kebutuhan alat pembayaran di era digital, Bank Indonesia telah menerbitkan PBI Uang Elektronik. Materi pengaturan yang subtansial diatur dalam PBI Uang Elektronik salah satunya yaitu ketentuan mengenai dana float uang elektronik. Dalam PBI Uang Elektronik saat ini, tidak terdapat pengaturan dalam hal Penerbit Uang Elektronik insolven. Oleh karena itu, jika Penerbit Uang Elektronik dilikuidasi/dipailitkan dan dana float tersebut masuk ke dalam boedel likuidasi/boedel pailit maka kewajiban Penerbit Uang Elektronik akan bercampur dengan dana float, sehingga tidak ada kepastian bagi Pemegang Uang Elektronik atas kepemilikan dana yang disimpan. Permasalahan yang hendak diteliti adalah bagaimana pengaturan dan kedudukan dana float berdasarkan PBI Uang Elektronik dan bagaimana perlindungan dana float untuk memitigasi risiko insolvency Penerbit Uang Elektronik. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan memperoleh kejelasan tentang pola penanganan dana float dalam kaitannya memitigasi risiko insolvency Penerbit Uang Elektronik dan untuk memberikan masukan terhadap pengaturan mengenai dana float dalam PBI Uang Elektronik mendatang. Cakupan kajian terbatas pada aspek hukum dan tidak membahas aspek ekonomi maupun akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan menganalisis berbagai bahan/referensi hukum. Selain itu dilakukan pula wawancara dengan praktisi yang terlibat dalam permasalahan yang penulis teliti. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pengaturan dana float dalam PBI Uang Elektronik meliputi: aspek Pencatatan Dana Float, aspek Penempatan Dana Float, aspek Penggunaan Dana Float, dan apek Pengaturan Modal Disetor Dikaitkan Dengan Peningkatan Dana Float. Konsep hukum yang sesuai dengan hukum Indonesia sebagai landasan hukum bagi PBI Uang Elektronik dalam menerapkan fund isolation approach terhadap dana float yaitu menggunakan konsep hukum penitipan yang diatur dalam Bab XI KUH Perdata mengenai Penitipan Barang, mengingat pentingnya pemisahan tersebut untuk dilakukan pada ranah penerbitan Uang Elektronik. Saran dari penelitian ini yaitu Bank Indonesia perlu adanya perubahan terhadap PBI Uang Elektronik yang menekankan isu-isu terkait dengan risiko insolvency yang mungkin dihadapi oleh Penerbit Uang Elektronik. Selain itu Bank Indonesia perlu memberikan usulan atau masukan mengenai dana float dalam pembahasan RUU Kepailitan dan PKPU agar pilihan pengaturan tentang dana float tidak dibertentangkan dengan UU Kepailitan dan PKPU.

To meet the needs of payment instruments in the digital era, Bank Indonesia has issued PBI of Electronic Money. Substantial regulatory material is regulated in the PBI of Electronic Money, one of which is the provision regarding electronic money float funds. In the current PBI of Electronic Money, there are no regulations regarding insolvent Electronic Money Issuers. Therefore, if the Electronic Money Issuer is liquidated/bankrupt and the float funds are entered into a liquidation/bankruptcy, then the obligations of the Electronic Money Issuer will be mixed with float funds, so that there is no certainty for the Electronic Money Holder of ownership of the funds deposited. The problem to be investigated is how the arrangement and position of float funds based on the PBI of Electronic Money and how to protect float funds to mitigate the insolvency risk of Electronic Money Issuers. This study aims to determine and obtain clarity about the pattern of handling float funds in relation to mitigating the insolvency risk of Electronic Money Issuers and to provide input on the regulation of float funds in the upcoming PBI of Electronic Money. The scope of the study is limited to legal aspects and does not discuss economic or accounting aspects. The research method used is a normative legal research carried out by analyzing various materials/legal references. In addition, interviews were also conducted with practitioners who were involved in the issues the authors studied. The results of this study are that the arrangement of float funds in the PBI of Electronic Money includes: aspects of Float Fund Recording, aspects of Placement of Float Funds, aspects of Use of Float Funds, and musty Arranged Paid Capital Arrangements Attributed to Increased Float Funds. The legal concept that is in accordance with Indonesian law as a legal basis for the PBI of Electronic Money in applying a fund isolation approach to float funds is to use the concept of a legal deposit regulated in Chapter XI of the Civil Code regarding Safekeeping of Goods, bearing in mind the importance of such separation to be carried out in the realm of Electronic Money issuance. This research suggests that Bank Indonesia needs to change the PBI of Electronic Money that emphasizes issues related to insolvency risks that may be faced by Electronic Money Issuers. In addition, Bank Indonesia needs to provide suggestions or input regarding float funds in the discussion of the RUU Bankruptcy and PKPU so that the choice of regulation regarding float funds is not opposed to the Bankruptcy and PKPU Law."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>