Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Sugiharto Prayogo
"Pembangunan MRT fase 2 meliputi kawasan Thamrin - Kota. Dengan adanya pembangunan MRT fase 2 memberikan potensi pengembangan pada lokasi disekitar kawasan yang dilewati oleh jalur MRT. Dalam pengembangan perencanaan kawasan transit oriented development (TOD), PT MRT Jakarta selaku pengembang menggunakan prinsip seperti fungsi campuran, kepadatan tinggi, peningkatan kualitas konektivitas, peningkatan kualitas hidup, keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, ketahanan infrastruktur, dan pembaruan ekonomi. Mangga Besar merupakan salah satu kawasan yang menjadi pengembangan MRT fase 2. Pengembangan kawasan TOD Mangga Besar menggunakan metode placemaking dengan tujuan untuk menambahkan destinasi-destinasi disekitar kawasan Mangga Besar. Penerapan metode placemaking pada kawasan Mangga Besar menggunakan frameworks desain “Mangga Besar : A Social-cultural Shift”. Dalam frameworks desain tersebut terdapat 3 aspek yang ditingkatkan yaitu aspek economy, culture, dan social menjadi dasar munculnya fungsi Arcade Entertaiment / Game Center. Dengan adanya fungsi Arcade Entertaiment harapannya dapat mengaburkan kawasan Mangga Besar yang dikenal sebagai red-district dengan memberikan pilihan mata pencaharian lain bagi warga dan dapat meningkatkan ekonomi kawasan secara keseluruhan.
Phase 2 MRT construction covers the Thamrin - Kota area. With the construction of phase 2 of the MRT, it provides a potential for development in locations around the area passed by the MRT line. In the development of transit-oriented development (TOD) area planning, PT MRT Jakarta as the developer uses principles such as mixed functions, high density, improving the quality of connectivity, improving the quality of life, social justice, environmental sustainability, infrastructure resilience, and economic reform. Mangga Besar is one of the areas that is being developed for MRT phase 2. The development of the Mangga Besar TOD area uses the placemaking method intending to add destinations around the Mangga Besar area. The application of the placemaking method to the Mangga Besar area uses the design framework "Mangga Besar: A Social-cultural Shift". In these design frameworks, there are 3 aspects to be improved, namely economic, cultural, and social aspects which are the basis for the emergence of the Arcade Entertainment / Game Center function. With the Arcade Entertainment function, it is hoped that it can obscure the Mangga Besar area which is known as a red district by providing other livelihood options for residents and can improve the overall regional economy."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
"Linda Martin Alcopff bersikap kritis terhadap klaim -klaim atas kebenaran, baik yang berasal dari tradisi filsafat kontinental, maupun dari tradisi filsafat analitik. Kritik Alcopff terhadap tradisi filsafat kontinental tertuju pada klaim tradisi tersebut mengenai kebenaran yang absolut. Sementara itu, kritik sebaliknya ditujukan kepada tradisi filsafat analitik yang menjunjung tinggi fakta keberagaman klaim atas kebenaran sehingga cendrung merelatifkan kebenaran. Baik absolut maupun relatif, kedunya terperosok masuk ke dalam kesewenang-wenangan, karena putusan atas kebenaran hanyalah berlandasan pada perkara representasi: menempatkan manusia sebagai subjek (agen) penahu yang netral atau agen transendental dalam proses penahu. ..."
DRI 37:1 (2015)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library
Mashuri
"Penelitian ini berangkat dari masalah keposmoan novel DurgaUmayi karySa Y.B. Mangunwijaya. Oleh karena itu, digunakan teori dan pendekatan pasca stukturalis untuk mengurai kondisi posmodern dalam karya yang terbit pada tahun 1991 itu. Kondisi posmodern dalam novel ditelisik dari straiegi 'bahasa' yang menjadi cara baca kalangan pascastrukturalis. Dengan metode pembacaan yang menitikberatkan pada ikhtiar mengaburkan dan membalik oposisi biner, serta strategi peniadaaan ptsat (decentering) dapat dirunut maksud tersembunyi dari teks dan pembongkaran kesadaran kolektif yang selama ini menyusun sejarah, pengetahuan, dan mitos."
Yogyakarta: Balai Bahasa Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta, 2013
407 WID 41:2 (2013)
Artikel Jurnal Universitas Indonesia Library