Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Veronica Desyariani
"Kelelahan merupakan suatu bentuk mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Kelelahan diatur secara central oleh otak. Pada susunan syaraf pusat terdapat sistem aktivasi (bersifat simpatis) dan inhibasi (bersifat parasimpatis). Kondisi lelah biasanya menunjukan kondisi yang berbeda-beda dari setiap individu, namun semuanya bermuara pada kehilangan efisiensi dan penurunan kapasitas kerja serta ketahanan tubuh seseorang. PT. X adalah perusahaan penghasil beton campuran pertama dan terbesar di Indonesia. PT. X menggunakan Truk Mixer dalam proses pengiriman beton campuran ke lokasi-lokasi yang melakukan pemesanan. Maka dari itu proses kerja lebih banyak dilakukan dalam perjalanan.
Berdasarkan proses kerja yang terjadi pada di PT. X, dapat diketahui bahwa angka kecelakaan kerja yang terjadi lebih banyak di jalan. Itu artinya pekerja yang memiliki potensi kecelakaan lebih besar adalah pekerja yang mengendalikan alat transport/truk di jalan, yaitu pengemudi truk mixer. Hasil dari data sekunder yang diperoleh di dapatkan bahwa tingkat pengalaman, jumlah Over time dan jumlah waktu tempuh perjalanan pada pengemudi truk mixer di PT. X sangat bervariasi dan melampaui batas over time yang di izinkan menurut UU Tenaga Kerja Tahun 2003 Pasal 78 ayat 2. Dimana ketiga variabel tersebut termasuk salah satu faktor yang memberi kontribusi terjadinya kelelahan yang mengakibatkan suatu kecelakaan, yaitu dalam kelompok klasifikasi intensitas dan lamanya kerja fisik.
Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah relasi atau hubungan antara waktu tempuh dan Over Time pengemudi PT. X dengan frekuensi kelelahan pada tahun 2008 dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif.
Dari hasil analisis data dan wawancara mendalam pada pengemudi, Senior Driver, dan beberapa staff yang terkait dalam Departement Trasnportasi di PT. X, diperoleh hasil bahwa tingkat pengalaman pengemudi kurang dari 2 tahun yang mengalami kelelahan dengan frekuensi kadang-kadang sebesar 76,5 %, rata-rata waktu tempuh lebih dari atau sama dengan 2 jam yang mengalami kelelahan dengan frekuensi munculnya kadang-kadang 65,2 %, dan rata-rata waktu over time lebih dari atau sama dengan 3 jam mengalami kelelahan dengan frekuensi munculnya kadangkadang sebanyak 59, 1 %.
Kesimpulan diperoleh bahwa rata-rata over time sudah melampaui batas yang ditentukan, namun memang kelelahan muncul dengan frekuensi kadang-kadang, artinya kelelahan itu muncul 1-2 hari dalam seminggu pada pengemudi truck mixer PT. X.
Dalam rangka mengurangi frekuensi munculnya gejala kelelahan, sebaiknya perusahaan membatasi jumlah over time pada pengemudi, memberikan sosialisasi perlunya peregangan otot dilakukan saat pengemudi sedang proses kerja di Proyek konsumen, membuat shift kerja yang lebih teratur, dan menyediakan pompa yang dapat disewakan pada Proyek yang memindahkan campuran beton secara manual."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Raymond A.I.
"ABSTRAK
Penyebaran penyakit menular Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di
Indonesia telah bersifat eksponensial. Percepatan penularan penyakit ini sudah
cukup mengkhawatirkan banyak pihak, terutama disebabkan masih kurangnya
kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularannya. Salah satu kelompok
masyarakat yang sebagian besar di antara mereka bertingkah laku beresiko tinggi
tertular HIV adalah pengemudi truk. Berdasarkan penelitian sebelumnya, terlihat
bahwa sebagian besar dari pengemudi truk sering berganti-ganti pasangan seksual,
terutama dengan wanita pekerja seks.
Tujuan skripsi ini adalah menggambarkan nilai-niiai yang dimiliki pengemudi
truk antar kota yang bertingkah Iaku beresiko tertular HIV rnaupun yang tidak
beresiko. Tingkah Iaku beresiko tertular HIV yang dimaksud adalah berganti-ganti
pasangan seksual tanpa menggunakan kondom. Sedangkan nilai dipandang sebagai
variabel psikologis yang berpengaruh terhadap tingkah laku manusia, dalam hal ini
tingkah Iaku yang berkaitan dengan kesehatan.
Penelitian yang dilaporkan daiam skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif.
Metode utama pengumpulan datanya adalah dengan wawancara tidak berstruktur,
selain dilengkapi pula dengan observasi. Partisipan penelitian adalah pengemudi truk
antar kota yang melalui jalur utara Pulau jawa. Data yang diperoleh kemudian
dianalisis mengunakan teknik analisis secara kualitatif
Data bersumber dari 9 pengemudi truk, 4 di antaranya tergolong bertingkah
laku tidak beresiko, dan 5 tergolong bertingkah laku beresiko. Dari hasil analisis,
dapat diketahui nilai yang dominan muncul pada setiap kelornpok. Nilai dominan
pada kelompok tidak beresiko adaiah keamanan keluarga, sedangkan pada
kelompok beresiko adaiah menikmati hidup dan kehidupan yang bervariasi. Di
samping itu didapatkan pula nilai-nilai yang secara khas ada pada masing-masing
kelompok berdasarkan penyebaran nilai-nilai khusus dan tipe nilainya. Pada
kelompok tidak beresiko, nilai-nilai yang hanya ada pada kelompok ini adaiah nilai
menghormati orang tua, disiplin diri. patuh, ambisius dan nilai mampu. Sedangkan pada kelompok beresiko adalah nilai kenikmatan, menikmati hidup, berani,
kehidupan yang bervariasi, kebebasan, pengakuan sosial, dan nilai kekuasaan sosial.
Nilai bersifat relatif menetap pada setiap individu, namun ia dapat berubah
oleh perubahan budaya dan pengalaman yang berkesan. Selain itu, perubahan
prioritas nilai juga dapat dilakukan secara sengaja dan sistematis. Perubahan tersebut
dapat dilakukan dengan teknik value self-confrontation, yang telah teruji dapat
mengubah nilai dalam berbagai bidang. Bila telah diketahui nilai-nilai apa saja yang
berpengaruh, maka teknik ini dapat diterapkan terhadap pengemudi truk untuk
mendukung usaha pencegahan penularan HIV."
1997
S2633
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library