Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dyan Puspita Apsari
"ABSTRAK
Pertumbuhan kebutuhan energi listrik memicu aliran daya yang semakin meningkat, begitu pula dengan perkembangan teknologi yang menyebabkan kebutuhan akan internet semakin meningkat. Dengan kemajuan teknologi saat ini, sudah terdapat suatu alat yang dapat memberikan jaringan ethernet dalam jarak yang lebih jauh. Alat tersebut merupakan alat komunikasi data menggunakan prinsip power line carrier (PLC), yaitu alat yang bekerja menggunakan dua adapter dengan mengubah sinyal ethernet menjadi sinyal powerline, dan menggunakan jaringan listrik 220-380V untuk komunikasi data tanpa membutuhkan kabel tambahan sebagai perantaranya. Namun, ketika jaringan listrik AC digunakan untuk mentransmisikan sinyal, kemungkinan gangguan dari disturbansi yang dihasilkan oleh sistem lain pada jaringan daya yang sama menjadi sangat tinggi. Pada penggunaan teknologi power line carrier sinyal pada rentang frekuensi tertentu akan dibangkitkan untuk tujuan komunikasi. Akan tetapi sinyal yang dibangkitkan ini menjadi disturbansi bagi alat lain yang tidak terlibat dalam proses komunikasi dan dapat mempengaruhi kinerja peralatan lain. Disisi lain, peralatan yang digunakan oleh rumah tangga akan memancarkan disturbansi pada rentang frekuensi 9-150 kHz yang dapat mempengaruhi sistem transmisi sinyal dan akan menghasilkan karakteristik yang berbeda-beda. Disturbansi akan mempengaruhi operasi kerja peralatan lain dan proses transmisi komunikasi data yang menyebakan frekuensi sinyal meningkat atau menurun. Penelitian ini memiliki fokus pada pengaruh disturbansi rentang frekuensi 9-150 kHz, dimana akan diukur pengaruh disturbansi terhadap komunikasi data yang menggunakan media power line carrier. Untuk variansi disturbansi digunakan beban rumah tangga, yaitu microwave inverter dan kompor induksi sebagai peralatan sumber disturbansi. Dengan menggunakan picoscope untuk melihat dan merekam disturbansi, data tersebut kemudian diolah dengan metode FFT dalam MATLAB untuk didapatkan karakteristik disturbansi pada setiap peralatan. Selanjutnya, dilihat pengaruh disturbansi tersebut terhadap komunikasi data yang mengalir pada jaringan listrik yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai disturbansi yang dihasilkan oleh peralatan rumah tangga pada frekuensi 19 kHz akan mempengaruhi kualitas transfer atau komunikasi data pada power line carrier. Dimana pada kelima pengujian, semakin meningkatnya nilai disturbansi dengan nilai rata-rata sebesar 725.2 mV, 940.9 mV, 1060.4 mV, 1447.4 mV, dan 1673.9 mV akan mengakibatkan peningkatan packet loss sebesar 0.0037%, 0.201%, 0.25%, 0.5%, dan 0.5252%.

ABSTRACT
The growth of electrical energy needs triggers an increasing power flow, as well as the technological developments that cause the Internet needs to increase. With the advancement of current technology, there is already a tool that can provide Ethernet network in a much longer distance. The tool is a data communication tool using the principle of power line carrier (PLC), which is a tool that works using two adapters by converting the Ethernet signal into a powerline signal, and using a 220-380V power grid for data communication without needing additional cables as its medium. However, when the AC power grid is used to transmit the signal, the likelihood of interference from disturbance generated by other systems on the same power network becomes very high. On the use of power line carrier signal technology on certain frequency ranges will be raised for communication purposes. However, this raised signal becomes a disturbance for other tools that are not involved in the communication process and may affect the performance of other equipment. On the other hand, equipment used by households will emit disturbance at a frequency range of 9-150 kHz that can affect the signal transmission system and will produce different characteristics. The disturbance will affect the work operation of other equipment and the transmission process of data communication that degrade signal frequencies increasing or decreasing. This research has a focus on the influence of disturbance frequency range of 9-150 kHz, which will be measured disturbance influence on data communication using the power line carrier media. For variances disturbance used household load, namely microwave inverter and stove induction as a source equipment disturbance. By using a picoscope to view and record disturbance, the data is then processed by FFT method in MATLAB to be obtained disturbance characteristics of each equipment. Furthermore, the Disturbance influence the data communication that flows in the electricity network used. Based on the results of the study, it can be concluded that the disturbance value produced by household appliances at 19 kHz frequency will affect the quality of transfer or data communication in the power line carrier. Where in the fifth Test, the increasing value of disturbance with an average value of 725.2 mV, 940.9 mV, 1060.4 mV, 1447.4 mV, and 1673.9 mV will result in increased packet loss of 0.0037%, 0201%, 0.25%, 0.5%, and 0.5252%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sigit Tri Atmaja
"abstrak
Konsumsi energi listrik nasional mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 4,8
per tahun selama 5 tahun terakhir, salah satunya adalah sektor rumah tangga. Salah
satu solusi untuk mengurangi konsumsi energi listrik pada sektor ini adalah dengan
memonitor konsumsi beban listrik peralatan rumah tangga dan memberikan
informasi ini kembali kepada pelanggan. Salah satu teknik memonitor konsumsi
beban peralatan listrik paling efisien dan murah adalah teknik Non-Intrusive Load
Monitoring (NILM). Berbeda dengan teknik konvensional, NILM menjanjikan
pengurangan penggunaan sensor secara signifikan. NILM umumnya menggunakan
kondisi daya listrik saat transien atau tunak. Pada penelitian ini, metode Back-
Propagation Artificial Neural Network (BP-ANN) akan dikembangkan untuk dapat
mengidentifikasi penggunaan peralatan rumah tangga pada sinyal daya listrik dalam
kondisi tunak dengan fitur ekstraksi perubahan daya. Fitur ekstraksi tersebut
memiliki keunggulan yaitu pada akusisi data menggunakan tingkat sampling yang
rendah. Dalam penelitian ini telah dikembangkan arsitektur jaringan syaraf tiruan
dengan tipe dual input. Tipe dual input pada jaringan syaraf tiruan tersebut terdiri
dari daya aggregate dan daya maksimum peralatan rumah tangga. Penggunaan
arsitektur jaringan syaraf tiruan dengan tipe dual input ini unggul dalam
mengidentifikasi penggunaan peralatan rumah tangga yang memiliki karakteristik
nilai daya hampir mirip atau sama dan karakteristik daya dengan kondisi multi daya.
Untuk memverifikasi efektivitas metode yang dikembangkan, maka data beban
peralatan rumah tangga yang digunakan adalah tracebase dataset dan penyusunan
datanya menggunakan model synthetic aggregate. Dari hasil pengujian tipe dual
input pada arsitektur jaringan syaraf tiruan ini dapat mengidentifikasi penggunaan
peralatan rumah tangga yang memiliki nilai daya hampir mirip atau sama dan
karakteristik daya dengan kondisi multi daya, sehingga dapat meningkatkan nilai
Recognition Rate (RR) sampai 94.2.

abstract
National electric energy consumption experienced average growth about 4.8
per annum over the past 5 years, one of them is household sector. One of the
solutions to reduce electrical energy consumption in this sector is to monitor electric
power consumption of household appliances and to give this information back to
consumers. One of the most efficient and the cheapest techniques to monitor the
electric power consumption appliances is Non-Intrusive Load Monitoring (NILM).
This is different with conventional techniques where NILM promises the reduction
of sensor deployment significantly. NILM commonly uses either transient or steady
state signal. In this research, the method of Back-Propagation Artificial Neural
Network (BP-ANN) will be developed to identify the utilization of household
appliances using power change features extraction in the steady state signals. The
feature extraction has an advantage on data acquisition by applying a low sampling
rate. This research has developed neural network architecture with dual input type.
Dual input types of the neural network consist of aggregate power and maximum
power of the household appliances. Applying of neural network architecture with
dual input types outperforms in identifying of the household appliances load where
the power is almost similar and it has a multi states power characteristics. To verify
the effectiveness of the method, the data of the load is provided by tracebase dataset
and the forming of the data uses a synthetic aggregate model. From the experiment
result of the dual input type in the neural network architecture, it can identify the
load which has power almost similar and it has a multi states power characteristics.
Finally, it can increase the value of Recognition Rate (RR) to 94.2
"
2020
T55181
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Toto Juniandri
"
ABSTRAK
Pada dewasa lemari pendingin mempakan peralawn rumah tangga yang paling banyak membutuhkan energi Iistrik_ Dalam rangka upaya konservasi energi, diadalcan suatu pengujian untuk mengetahui tingkat konsumsi energ lemari pendingin Pengujian dilakukan di dalam suatu mangan yang dikondisikan sesuai dengan standarisasi yang telah dipersyaratkan.
Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk menganalisa unjuk kerja peralalan mesin pendingin yang digwzakar; unluk mengkondisfkan ruang uji lemari perzdingm Proses yang pertama kali dilakukan dalam penyusunan skripsi ini adalah menentukan berapa besar kapasitas peralatan mesin pendingin yang dibutuhkan untuk mengkondisikan ruang uji lemari pendingin sesuai dengan yang diinginkan. Kedua, menganalisa apakah kapasitas peralatan mesin pendingin yang djgunakan sudah sesuai dengan hasil perancangan. Terakhir, melakukan pengujian unjuk kerja dali peralatan mesin pendingin itu sendiri.
Hasil yang ingin dicapai adalah apakah dengan spesifikasi peralatan mesin pendingin yang saat ini digunakan, kondisi udara di dalam ruang uji dapat mencapai temperatur yang diinginkan.
"
1997
S36807
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rokhmatun Zakiah Darajad
"Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan utama oleh masyarakat khsusunya untuk menyuplai peralatan-peralatan elektronik rumah tangga yang fungsinya untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, sistem yang tidak tesentralisasi dikhawatirkan menyebabkan pemakaian listrik yang tidak terkendali terlebih saat rumah ditinggal lama oleh pemiliknya. Sehingga, manajemen listrik yang efektif dan efisien sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan cara pemasangan perangkat elektronika tambahan sebagai pendukung untuk memonitor konsumsi daya dan energi listrik khususnya pada beban yang dimungkinkan menyerap daya paling besar. Seiring dengan berkembangnya Internet of Things (IoT), dapat dirancang suatu sistem monitoring yang menerapkan teknologi IoT yaitu teknologi LPWAN (Low Power Wide Area Network). LoRa (Long Range) merupakan salah satu teknologi IoT yang memiliki jarak jangkauan yang jauh, konsumsi energi yang rendah, serta harga yang relatif murah. Dalam penelitian ini digunakan modul PZEM 004T V3.0 sebagai sensor energi dan LoRa 915MHz sebagai komunikasi tiga node berperan sebagai pengirim dimana masing-masing terpasang pada beban rumah tangga dan satu buah penerima berperan sebagai gateway yang menggunakan mikrokontroler ESP32. Selain itu, sistem akan terhubung ke jaringan internet untuk menampilkan hasil monitor daya dan energi secara real time pada salah satu platform IoT Cayenne. Kinerja sistem diukur berdasarkan hasil uji fungsionalistas sistem yakni kecocokan data antara pengirim dan penerima serta jangkauan jarak LoRa pada jarak 5 m dan 23 m di sekitar rumah. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh kecocokan data antara sisi receiver dan transmitter baik pada jarak 5 meter maupun 23 meter serta rata rata hasil RSSI yakni 88.4 dBm pada jarak 5 meter dan 109.55 pada jarak 23 meter.

Electrical energy is one of the main needs by the community specifically to supply household electronic appliances whose function is to help us in daily activities. However, decentralized system is feared to cause uncontrolled electricity usage especially when the house is left for a long time by the owner. Thus, effective and efficient electricity management is required in overcoming these problems by installing additional electronic devices as a support to monitor power and electrical energy consumption, especially at loads that are likely to absorb the most power. Along with the development of the Internet of Things (IoT), a monitoring system that can implement IoT technology, called LPWAN (Low Power Wide Area Network) technology which could be designed. LoRa (Long Range) is one of the IoT technologies that has a long range, a low energy consumption, and a relatively cheap price. In this study, PZEM 004T V3.0 module was used as an energy sensor and the 915MHz LoRa as three-nodes communication act as a sender where each is connected on a household load also one receiver acts as a gateway using the ESP32 microcontroller. In addition, the system would be connected to the internet then displayed power and energy results in real time on the IoT platforms; Cayenne. The performance of the system was measured based on the results of the system functionality test which were the compatibility of the data between the sender and receiver and the LoRa distance range; 5 m and 23 m at the house surrounding. According to the test results, a match result was obtained between the receiver and transmitter at both 5 meters and 23 meters and the average RSSI results were -88.4 dBm at 5 meters and -109.55 at 23 meters."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahayu Windasari
"Permintaan masyarakat akan tersedianya listrik yang kian meningkat, terkadang tidak disertai dengan sikap yang bijaksana dalam penggunaannya. Seringkali terjadi pemborosan karena waktu pemakaiannya tidak tepat, ditambah kurangnya kesadaran msayarakat untuk menghemat pemakaian listrik. Oleh karena itu, diperlukan adanya perangkat yang dapat memonitoring secara langsung berapa besar konsumsi listrik yang digunakan. Atas dasar pemikiran tersebut maka dibuatlah rancangan alat yang mampu memonitoring penggunaan daya dan energi listrik secara real-time agar pemakaian listrik menjadi tepat guna. Alat monitoring ini menggunakan Power Line Carrier (PLC) yang memanfaatkan jala-jala listrik dari PLN pada jaringan tegangan rendah pada peralatan rumah tangga. PLC dipilih karena kelebihannya yaitu tidak perlu membangun jaringan baru lagi sebab bisa menggunakan jaringan listrik yang sudah ada. Alat ini dibagi menjadi dua modul utama yaitu modul pengirim dan penerima. Pada modul pengirim, digunakan PLC KQ330, mikrokontroler Arduino UNO, sensor PZEM-004T untuk pengukur besaran listrik berupa arus, tegangan, daya aktif dan energi serta LCD 16x2 sebagai penampil datanya. Modul penerima terdiri dari PLC KQ330, mikrokontroler Arduino UNO, dan modul WiFi ESP32 yang akan menghubungkan modul penerima ke internet melalui platform Internet of Things (IoT), bernama Thinger.io sehingga pengguna dapat mengakses hasil monitoringnya melalui gadget apapun. Informasi besaran listrik ini akan dikirimkan melalui komunikasi serial pada mikrokontroler. Kinerja sistem diukur berdasarkan keberhasilannya mengirimkan data antara sisi pengirim dan penerima secara real-time dengan nilai simpangan rata-rata yang kecil. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan bahwa simpangan pada pembacaan sensor pengukuran listrik PZEM, memiliki nilai sebesar 0.11% untuk tegangan, 0.15% untuk arus, dan 0.48% untuk daya.

The increasing of public demand for the availability of electricity, sometimes not balanced by a wise attitude in its use. Waste often happens because the time of use is not right, plus the lack of public awareness to save electricity usage. Therefore, it is needed a device that can monitor directly how much electricity consumption is used. On the basis of these ideas the design of devices that are able to monitor the use of electricity and electrical energy in real time is made so that electricity usage is needed. This monitoring tool uses a Power Line Carrier (PLC) that utilizes electricity grids from PLN on a low voltage network on household appliances. PLC was chosen because of its superiority, which is that it does not need to build a new network anymore because it can use an existing electricity network. This tool is divided into two main modules, the transmitting and receiving modules. In the transmitting module, the PLC KQ330, the Arduino UNO microcontroller, the PZEM-004T sensor are used to measure the electrical quantities in the form of current, voltage, active power and energy and a 16x2 LCD as the display. The receiver module consists of a KQ330 PLC, an Arduino UNO microcontroller, and an ESP32 WiFi module that will connect the receiver module to the internet via the Internet of Things (IoT) platform, called Thinger.io so that users can access the monitoring results through any gadget. Information on the amount of electricity will be sent via serial communication to the microcontroller. System performance is measured based on its success in sending data between the transmitter and receiver sides in real-time with a small average deviation value. Based on the test results, it was found that the deviation on the PZEM electric measurement sensor readings, has a value of 0.11% for voltage, 0.15% for current, and 0.48% for real power."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Febrianto Nugroho
"Peralatan rumah tangga yang menggunakan teknologi inverter akan menghasilkan distorsi tegangan pada mains network. Kompor Induksi menghasilkan distorsi tegangan pada frekuensi 20-25 kHz. Terdapat juga distorsi tegangan di frekuensi 40-50 kHz. Terlihat bahwa range frekuensi pada distorsi kedua merupakan perkalian integer dar frekuensi distorsi yang pertama, maka ini merupakan perilaku distorsi tegangan harmonik. Distorsi harmonic yang kedua selanjutnya akan lebih dikenal dengan nama orde kedua distorsi harmonic.
Tugas akhir ini berusaha untuk menjelaskan fenomena tentang bagaimana besarnya orde kedua distorsi harmonik ini bias berubah. Untuk menjelaskan hal ini, pada rangkaian pngukuran digunakan beberapa beban untuk mengtahui pengaruh beban yang terkoneksi terhadap besarnya orde kedua distorsi harmonic.
Pada akhirnya percobaan ini membuktikan bahwa beban yang terkoneksi akan mempengaruhi besarnya orde kedua distorsi harmonik ini. Berdasarkan karakteristik beban dapat disimpulkan bahwa beban bisa memperbesar ataupun memperkecil besarnya orde kedua distorsi harmonik ini.

Household appliances that utilizes inverter technology will create voltage distortion in the mains network. For Induction Stove, the main distortion appears in the frequency of 20 25 kHz. Another voltage distortion also appear in the frequency range of 40 50 kHz. Since the voltage distortion appears in the frequency range of an integer multiplication to the main voltage distortion rsquo s frequency it is categorized as a harmonic behavior of voltage distortion. The second voltage distortion is called as the 2nd order distortion harmonic.
The target of this thesis is to describe how the behavior of the magnitude of the 2nd order distortion harmonic. To describe this phenomenon, the measurements utilizes several DUT device under test with various configuration in order to describe the effect of interconnected load to the 2nd order distortion harmonic.
The result of the measurements shows that the interconnected load can affect the 2nd order distortion harmonic rsquo s magnitude. It can either increase or decrease the 2nd order harmonic regarding the type of load it is connected with.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2016
S66626
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library