Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Widia Kurnia Adi
"Pada penelitian ini, telah dilakukan sintesis nanopartikel TiO2 melalu proses sol─gel dengan variasi rasio air terhadap prekursor (Rw) yaitu 0.85, 2.00 dan 3.50 selama proses formulasi yang kemudian diikuti perlakukan termal lanjut berupa pengeringan, anil dan pasca-hidrotermal. Karakterisasi XRD dilakukan untuk mengukur besar ukuran kristalit nanopartikel yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan, metode pasca-hidrotermal menghasilkan produk dengan ukuran kristalit paling tinggi dibandingkan perlakukan anil dan pengeringan. Ukuran kristalit tertinggi dimiliki sampel Rw = 3.50 cair dengan besar ukuran kristalit 8,566 nm, diikuti Rw = 3.50 gel sebesar 7,614 nm, Rw = 2.00 sebesar 6,853 nm dan Rw = 0.85 sebesar 6,527 nm. Lebih jauh lagi, nanotube TiO2 difabrikasi melalui teknik hidrotermal dengan melarutkan nanopartikel TiO2 hasil perlakuan anil dan serbuk P-25 Degussa ke dalam larutan alkalin sodium hidroksida berkonsentrasi tinggi di dalam otoklaf tersegel. Detil struktur dan morfologi sampel diuji dengan SEM. Hasil investigasi menunjukkan bahwa nanopartikel dengan Rw = 2.00 berhasil dibuat menjadi nanotube dengan diameter 115─269 nm.
In this study, TiO2 nanoparticles was synthesized via sol−gel process with various water to inorganic precursor ratio (Rw) of 0.85, 2.00 and 3.50 upon sol preparation, followed with subsequent drying, conventional annealing and posthydrothermal treatments. The resulting nanoparticles were characterized using XRD to measure the crystallite size. On the basis of results obtained, the posthydrothermal resulted TiO2 samples with largest crystallite size in comparison to drying and annealing. The largest crystallite size of hydrothermally treated samples is Rw = 3.50 cair with 8,566 nm, followed by Rw = 3.50 gel with 7,614 nm, Rw = 2.00 with 6,853 nm and Rw = 0.85 with 6,527 nm. Furthermore, nanotube TiO2 have been fabricated through a hydrothermal technique where anneal treated nanopartikel TiO2 sol-gel and P-25 Degussa nanopowder was dissolved in highly concentrated alkaline solution of sodium hydroxide (NaOH) in a sealed autoclave. The detail of the structure and morphology of the resulting nanotubes were characterized using SEM. The result of investigation showed that nanoparticle with Rw = 2.00 can be fabricated became nanotubes with its diameter 155─269 nm."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2012
S1869
UI - Skripsi Open Universitas Indonesia Library
Daniel Kurniawan
"Dalam penelitian ini, nanopartikel ZnO telah berhasil disintesis melalui metode presipitasi sederhana, yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa perlakuan termal, seperti pengeringan, kalsinasi, serta pasca-hidrotermal. Perlakuan pasca-hidrotermal dilakukan dengan variasi tekanan 1 dan 3 bar, yang secara khusus ditujukan untuk menginvestigasi pengaruh tekanan pada perlakuan pasca-hidrotermal terhadap peningkatan kristalinitas, pertumbuhan kristalit, dan penurunan energi celah pita nanopartikel ZnO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan tekanan perlakuan pasca-hidrotermal, peningkatan kristalinitas masih belum optimal. Hal ini dikarenakan oleh peningkatan titik didih air, menyebabkan uap air yang dihasilkan kurang optimal dalam meningkatkan kristalinitas. Hasil penelitian juga menunjukkan penurunan ukuran kristalit dari hasil perlakuan pasca-hidrotermal 1 dan 3 bar, yaitu 27.42 dan 26.88 nm, masing-masing, sedangkan energi celah pita menunjukkan peningkatan, yaitu 3.25 dan 3.26 eV, masing-masing. Nanopartikel ZnO dalam penelitian ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai lapisan semikonduktor oksida pada sel surya tersensitasi zat pewarna.
In this study, ZnO nanoparticles have been successfully synthesized through simple precipitation method, which was then followed by thermal treatment, such as drying, calcination, and post-hydrothermal. Post-hydrothermal treatment was carried out with a pressure variation of 1 and 3 bar, which is specifically aimed at investigating the effect of pressure in post-hydrothermal treatment on the crystallinity enhancement, crystallite growth, and band gap energy reduction of ZnO nanoparticles. The study shows that with increasing the pressure of post-hydrothermal treatment from 1 to 3 bar, the crystallinity enhancement has not yet affect the properties of the resulting ZnO nanoparticles. This is due to the increase of water’s boiling point, causing less effective vapor generated to improve the crystallinity. The study also shows a decrease in crystallite size of the post-hydrothermal treatment result at 1 and 3 bar, which are 27.42 and 26.88 nm, respectively, while the band gap energy shows an increase, which are 3.25 and 3.26 eV, respectively. ZnO nanoparticles in this study has the potential to be used as the oxide semiconductor layer in dye-sensitized solar cells."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S58470
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library