Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 111 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Depkes , 1991
618.2 IND p
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
St. Louis Missouri: Elsevier Saunder, 2012
618.9 WAT c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Anastasia, translator
"ABSTRAK
Kepuasan pengalaman persalinan merupakan harapan bagi ibu bersalin, namun hal tersebut tidak selalu menjadi kenyataan dikarenakan terdapat beberapa ibu yang mengalami ketidakpuasan pengalaman persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kepuasan pengalaman persalinan pada Ibu multipara yang dilakukan episiotomi dan tidak dilakukan episiotomi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan desain studi komparatif dan pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah besar sampel yang digunakan yaitu 107 ibu postpartum. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner The Statisfaction with Childbirth Experience (SWCBE) versi Bahasa Indonesia. Analisis univariat kepuasan pengalaman persalinan menggunakan nilai mean. Analisis bivariat menggunakan uji T-Independen. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan rata-rata kepuasan pengalaman persalinan pada ibu multipara yang dilakukan episiotomi dan tidak dilakukan episiotomi. Hasil penelitian ini menguatkan bahwa tindakan episiotomi cukup dilakukan jika terdapat indikasi yang kuat untuk dilakukannya. Jika hal tersebut dilakukan pada saat yang tidak tepat nantinya berdampak negatif bagi kesehatan ibu dan sebagai salah satu penyumbang ketidakpuasan pengalaman persalinan. Maka dari itu, perlu adanya pengajaran kesiapan persalinan bagi ibu bersalin sejak masa kehamilan, sehingga ibu merasa siap dengan persalinannya dan memberikan pengalaman yang positif bagi setiap ibu bersalin dimasa mendatang.

ABSTRACT
A satisfaction of childbirth experience is a hope for mothers giving birth. In fact, it cannot be happened easily as they wished for because there are some mothers who dissatisfaction in childbirth experience. This research aims to determine the differences about satisfaction of childbirth experience in multiparous mother that had been done with and without episiotomy. This descriptive research is using comparative study and sample technique using non probability sampling with total sample of 107 postpartum mother. Data collection has been done by using Indonesian version of The Satisfaction with Childbirth Experience (SWCBE). Univariate analysis of childbirth experience satisfaction is using mean score. Bivariate analysis using independent t-test. The result showed p value < 0,05 which indicates there was a significant differences in the average level of satisfaction of the experience of childbirth in multiparous mothers who had an episiotomy and who did not do an episiotomy. The results of this study reinforce that episiotomy is enough if there are strong indications to do. If this is done at the wrong time, it will have a negative impact on maternal health and as a contributor to dissatisfaction with the childbirth experience. Therefore, there is a need to teach the readiness of childbirth experience for mothers during pregnancy, that mothers feel ready with childbirth and provide a positive experience for every maternity mother in the future."
2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wia Zuwila Nuzia
"Pemanfatan tenaga penolong persalinan berhubungan secara tidak langsung dengan kematian perempuan melahirkan. Tingginya angka kematian maternal antara lain disebabkan adanya komplikasi sebelum dan sesudah persalinan dan terlambat dalam merujuk kasus yang berisiko tinggi, juga kurangnya pemanfatan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan. Secara khusus pemanfaatan penolong persalinan dikalangan perempuan bekerja berkaitan erat dengan sosial budaya masyarakat setempat dan karakteristik perempuan bekerja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor demografi, sosial dan ekonomi terhadap penolong persalinan perempuan bekerja di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari kerangka pikir Andersen dan Kroeger yang menganalisis data sekunder dengan responden 8007 perempuan bekerja berstatus kawin dan pernah melahirkan anak dalam 5 tahun terakhir yang merupakan responden Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2002-2003. Mengingat keterbatasan data, variabel yang diteliti sebagai variabel tidak bebas yaitu penolong persalinan dokter atau bidan dan lainnya. Sebagai variabel bebas digunakan variabel umur perempuan bekerja, pendidikan perempuan, pendidikan suami, jumlah anggota dalam rumah tangga, kepemilikan rumah tangga, lokasi tempat tinggal dan lapangan pekerjaan perempuan. Data di olah dengan menggunakan piranti lunak statistik SPSS 10. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan model regresi logistik biner. Analisis deskriptif menggambarkan pola dan perbedaan penolong persalinan menurut karakteristik demografi, sosial dan ekonomi perempuan bekerja di Indonesia. Sedangkan analisis inferensial mempelajari pengaruh faktor-faktor karakteristik demografi, sosial dan ekonomi terhadap penolong persalinan perempuan bekerja.
Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan bekerja yang berpendidikan SD kebawah, berumur 15-20 tahun, mempunyai suami berpendidikan SD, mempunyai anggota rumah tangga 5 atau lebih, mempunyai kepemilikan rumah tangga rendah, tinggal di perdesaan dan bekerja disektor pertanian, mempunyai persentase paling rendah dalam memanfaatkan tenaga kesehatan dalam proses persalinannya. Sedangkan perempuan bekerja yang berpendidikan SLTA+, berumur 20-30 tahun, mempunyai suami berpendidikan SLTA+, mempunyai anggota rumah tangga 4 atau kurang, mempunyai kepemilikan rumah tangga tinggi, tinggal di daerah perkotaan dan bekerja di sektor non pertanian, mempunyai persentase tertinggi untuk menggunakan penolong persalinan dolcter atau bidan.
Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa secara umum karakteristik demografi, sosial dan ekonomi perempuan bekerja mempunyai pengaruh pada pemanfatan penolong persalinan kecuali umur. Tingkat pendidikan perempuan bekerja, tingkat pendidikan suami, jumlah anggota rumah tangga, kepemilikan rumah tangga, lokasi tempat tinggal dan lapangan pekerjaan perempuan mempunyai pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap pemanfaatan penolong persalinan dikalangan perempuan bekerja di Indonesia."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2004
T14903
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Laily Yuliatun
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Cucu Sumintardi
"ABSTRAK
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB) di Indonesia
masih masih cukup tinggi di banding dengan negara-negara di Asia Tenggara.
Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan hasil Survey Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2007, di Indonesia masih rendah yaitu 73%, cakupan
pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Sukabumi 77,9%
(Profil Dinas Kesehatan Kab. Sukabumi tahun 2009) dan di wilayah kerja
Puskesmas Kalibunder Kabupaten Sukabumi penolong persalinan oleh tenaga
kesehatan 77,1% (Profil Puskesmas Kalibunder tahun 2011), ini memperlihatkan
bahwa pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan masih di bawah Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan yaitu pada tahun 2015 harus mencapai
95%.
Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan studi cross sectional. Data
dikumpulkan dengan cara wawancara terhadap ibu yang melahirkan pada bulan
Meret 2011 sampai dengan bulan Februari 2012. Hasil penelitian mendapatkan
sikap terhadap penolong persalinan dan dukungan keluarga berhubungan dengan
pemilihan penolong persalinan, sikap merupakan faktor yang paling dominan
dimana ibu yang bersikap positif terhadap penolong persalinan 58,64 kali memilih
tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dibanding yang bersikap negatif
setelah dikontrol oleh dukungan keluarga, umur, paritas, dan pengetahuan ibu
tentang persalinan.

ABSTRACT
Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant mortality rate (IMR) in
Indonesia is considered as high compared with other countries in Southeast Asia.
Coverage of deliveries by skilled medical personnel based on 2007 Indonesia
Demographic and Health Survey (IDHS) is still at 73%, the coverage of delivery
assistance by health personnel in the Sukabumi District is at 77.9% (2009
Sukabumi District Health Office Profile) and in the work area of Kalibunder
health center, Sukabumi district delivery helped by health personnel is at 77.1%
(2011 Kalibunder Health Center Profile), This shows that the delivery assistance
by medical personnel is still far below the Minimum Service Standard for the
Health Sector which is around 95% by the year 2015
The study was a cross section quantitative study. The data collected are the
primary data, obtained by interviewing mothers giving birth in March 2011 until
February 2012.The results obtained from this study concluded that the attitude and
family support factors were significantly associated with the selection of delivery
helper, Attitude is the most dominant factor where 58.64% of mother with
positive attitude with the delivery helper choose medical personnel as their
delivery helper compared with the negative one, followed by control and support
by family, age, parity, and knowledge about delivery."
2012
T31677
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rusnawati
"Cakupan Persalinan di Fasilitas Kesehatan di Puskesmas Negara Kec. Daha Utara Kab. Hulu Sungai Selatan Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2012 masih rendah yaitu hanya 30%, sedangkan persalinan di rumah 70%. Faktor budaya yang menjadi alasan ibu lebih memilih rumah sebagai tempat persalinan. Selain itu factor pendidikan, pengetahuan, biaya persalinan, pendapatan dan akses ke Fasilitas Kesehatan juga mempengaruhi ibu dalam pemilihan tempat persalinan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Tempat Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Negara Kec. Daha Utara Kab. Hulu Sungai Selatan Tahun 2012. Disain penelitian ini menggunakan data primer melalui metode cross sectional terhadap ibu nifas pada tahun 2011. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat, bivariat dan multivariate.
Hasil Analisis Univariat menunjukkan bahwa yang memilih Fasilitas Kesehatan sebagai tempat persalinan sebesar 43 (48,9%) sedangkan yang memilih rumah sebagai tempat Persalinan sebanyak 45 (51,1%).
Hasil Analisis Bivariat menunjukkan dari 13 variabel yang diteliti ada 9 variabel yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan Pemilihan Tempat Persalinan, yaitu : dari Faktor Predisposisi Variabel Budaya (P=0,007), Pendidikan (P=0,004), Pemeriksaan Kehamilan (P=0,013), Rencana Persalinan (P=0,007) dan Pengetahuan Ibu (P=0,10). Dari Faktor Pemungkin Variabel Pendapatan (P=0,002) dan Biaya (P=0,000) Sedangkan dari Faktor Penguat Variabel Dukungan Tenaga Kesehatan (P=0,001). Sementara ada 4 variabel yang tidak mempunyai hubungan yang bermakna terhadap Pemilihan Tempat Persalinan yaitu Variabel Pekerjaan Ibu, Pekerjaan Suami, Akses Ibu Ke Fasilitas Kesehatan dan Dukungan Suami. Pada Lokasi Penelitian 74 responden (84%) suami ibu bekerja sehingga Suami tidak punya waktu untuk mendampingi istrinya untuk memeriksakan kehamilannya ke Fasilitas Kesehatan.
Hasil Analisis Multivariat Menunjukkan bahwa dari Faktor Presdiposisi, Faktor Pemungkin dan Faktor Penguat, Variabel Biaya ( 𝑅𝑅2 = 0,389) adalah variabel yang dominan berhubungan dengan Pemilihan Tempat Persalinan.
Penelitian ini merekomendasikan Dinas Kesehatan Kab. Hulu Sungai Selatan melakukan Sosialisasi Program Jampersal terutama berkaitan dengan prosedur penggunaan Jampersal. Di samping itu perlunya kerjasama Lintas Sektoral dan Lintas Program untuk meningkatkan Program KIA yang sudah ada dengan melakukan Revolusi KIA secara sungguh-sungguh dengan cara yang luar biasa. Seperti menerapkan Perda KIBLLA yang mengupayakan larangan bagi Petugas/Bidan di Desa untuk menolong persalinan di rumah, adanya larangan bagi paraji untuk melakukan pertolongan persalinan, serta meningkatkan pengetahuan ibu melalui berbagai media penyuluhan pada setiap kesempatan.

Childbirth coverage in the health facilities in the Public Health center at Northern Daha subdistrict Hulu Sungai Selatan Regency South Kalimantan Province In 2012 is still low at only 30%, whereas 70% choosed at home. Cultural factors are the reason mothers prefer home as a place of childbirth. Besides the factor of education, knowledge, childbirth costs, income and access to health facilities also affect the selection of the mother in childbirth.
The purpose of this study was to determine the Factors Associated With Selection Sites of childbirth in the Work Area of Negara Public Health center at Northern Daha subdistrict Hulu Sungai Selatan Regency In 2012. The design of this study using primary data through a cross sectional method of postpartum mothers in 2011. Data were collected through interviews using a questionnaire. Analysis of the data using univariate, bivariate and multivariate.
Univariate results show that who choosed the health facility as a place to childbirth is 43 (48.9%) while choosed a home as a place of childbirth is 45 (51.1%).
Bivariate analysis showed the results of the 13 variables studied there are nine variables that have a meaningful relationship with site selection of childbirth, namely: Cultural Variables of Factors Predisposing (P = 0.007), edu cation (P = 0.004), pregnancy examination (P = 0.013), childbirth plan (P = 0.007) and the Knowledge of mother (P = 0.10). Revenue from Variable enabling factor (P = 0.002) and cost (P = 0.000), while from the strengthener Factor Variables Support Health Workers (P = 0.001). While there are four variables that have no meaningful relationship to the Selection of the Variable Work Place of Birth Mother, Husband Work, Access to Capital Health Facilities and Support Husband. Research on Location 74 respondents (84%) mot her's husband worked so husband did not have time to accompany his wife to check her pregnancy to a health facility.
Multivariate Analysis of results showed from Presdiposisi factors, possibility factors and strengthener factor, Cost is The dominant variable that related to site selection of childbirth.
The study recommends the Health Official at Hulu Sungai Selatan Regency do Jampersal (Childbirth Guarantee) Socialization Program primarily concerned with the use of procedures Jampersal (Childbirth Guarantee). In addition the need for cooperation across sectors and across programs to improve existing KIA Program by Revolution in earnest with an extraordinary way. Such as implementing Distric Regulation of KIBLLA that try to prohibite village midwife to help childbirth at home, and the ban for paraji to help childbirth, and increase knowledge of mothers through various media counseling on each occasion.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Fauziah
"Angka komplikasi persalinan di Indonesia sendiri mengalami kenaikan hal ini dapatdilihatdari data SDKI tahun 2002 2003 sampai SDKI 2012 Berdasarkan data SDKI 2002dan SDKI 2007 kejadian komplikasi persalinan di Indonesia naik sebesar 11 Jika dibandingkan dengan kejadian komplikasi persalinan berdasarkan data SDKI tahun 2007 dan SDKI tahun 2012 angka komplikasi persalinan naik sebesar 19 4 Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran faktor faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan di Indonesia Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain cross sectional Pengambilan sampel penelitian adalah total sampling Sampel dalam penelitian ini wanita yang pernah kawin usia 15 49 tahun pernah melahirkan dan yang dianalisis adalah kelahiran anak terakhir yang tercakup dalam data SDKI 2012 sebesar 14 023 ibu Hasil determinan yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah paritas komplikasi kehamilan penolong persalinan tempatpersalinan dan pendidikan.

The complication rate of births in Indonesia increased this can be seen from the data in the 2002 2003 to IDHS 2012 Based on IDHS data is IDHS 2002 and 2007 the incidence of complications of childbirth in Indonesia increase 11 When we compared with the incidence of complications of labor based on data IDHS IDHS 2007 and 2012 the number of delivery complications increased by 19 4 This research aims to know description of the factors that influence the delivery complications in this Indonesia This research is a descriptive analytic research with cross sectional design Sample in this research is total sampling The sample in this study ever married women aged 15 49 years had given birth and the birth of the last child is analyzed is included in the data IDHS 2012 of 14 023 mothers Results determinant incidence of complications related to are parity complications of pregnancy birth attendants birth place and education levels."
Depok: Universitas Indonesia, 2014
S57286
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naelu Iklimah
"ABSTRAK
Kehamilan postterm berdampak pada meningkatnya risiko kematian dan morbiditas janin dan neonatal serta meningkatnya morbiditas ibu. Kehamilan postterm dapat diinduksi dengan metode alami untuk membantu tubuh melepaskan oksitosin yaitu dengan menstimulasi puting payudara. Karya ilmiah ini disusun untuk melaporkan asuhan keperawatan perinatal. Diagnosa keperawatan pada pasien yaitu kesiapan untuk optimalisasi proses persalinan. Data yang mendukung yaitu pasien mengungkapkan telah mempersiapkan kelahiran anaknya. Implementasi yang dilakukan ialah mengedukasi dan melakukan intervensi keperawatan stimulasi puting payudara untuk meningkatkan kesiapan persalinan spontan. Intervensi yang dilakukan pada pasien menunjukkan kontraksi meningkat yaitu dari 2 kali dalam 10 menit dengan durasi 30 detik menjadi 4 kali dalam 10 menit  dengan durasi 40 detik.

ABSTRACT
Postterm pregnancy gives an impact in increasing the risk of mortality and morbidity of fetal and neonatal as well as increasing maternal morbidity. Possterm pregnancy can be induced using a natural method to trigger the release of oxytocin by doing nipple stimulation. This work has been compiled to report a case of perinatal nursing care. The nursing diagnose for the case is the readiness for enhanced labour process. The supporting data is the patients confession that she had prepared the birth of her child. Implementation for the case is giving education and doing nursing intervention of nipple stimulation to increase the patients readiness for spontaneous labour. Result showed that durations of contraction is increased from 2 times in 10 minutes and 30 seconds to 4 times in 10 minutes and 40 seconds after intervention."
2019
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Sunya Kumala
"Cakupan inisiasi menyusu dini (IMD) di Indonesia masih rendah. Tempat persalinan dan penolong persalinan dapat mendukung wanita bersalin untuk melakukan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tempat dan penolong persalinan dengan praktik IMD pada wanita usia subur (WUS) di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional dan menggunakan data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2007 dan 2017. Sampel pada penelitian ini adalah wanita usia 15-49 tahun yang melahirkan anak terakhir dalam periode 5 tahun terakhir sebelum survei . Hasil analisis dengan uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara WUS yang bersalin di rumah dan di rumah sakit pemerintah dibandingkan dengan yang bersalin di rumah sakit swasta/ RSIA/ RS bersalin dalam praktik IMD. Sementara WUS yang bersalin di poskesdes/ polindes (AOR: 1,78, 95% CI: 1,35-2,35), puskesmas (AOR: 1,53, 95% CI: 1,31-1,78), praktik bidan mandiri (AOR: 1,56, 95% CI: 1,37-1,77), dan bidan desa (AOR: 1,35, 95% CI: 1,14-1,59) berpeluang lebih besar melakukan IMD daripada tempat bersalin lainnya. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan dibandingkan dengan yang ditolong oleh dukun bayi menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam praktik IMD. Peningkatan monitoring pelaksanaan IMD, sosialisasi dan pelatihan secara periodik kepada tenaga kesehatan, jumlah fasilitas kesehatan yang menerapkan Baby-Friendly Hospital Initiative, serta promosi kesehatan kepada masyarakat luas diperlukan untuk memperbaiki cakupan IMD.

The coverage of early initiation of breastfeeding (EIBF) in Indonesia is still low. The place of delivery and birth attendants can support women who give birth to perform EIBF. This study aims to determine the relationship between place and birth attendant with the practice of EIBF in women of childbearing age (WCA) in Indonesia. . The design of this study is cross sectional and uses secondary data from the 2007 and 2017 Indonesian Health Demographic Survey. The sample in this study were women aged 15-49 years who gave birth to their last child in the last 5 years before the survey. The results of the analysis by multiple logistic regression tests showed that there was no significant difference between WCA who gave birth at home and in government hospitals compared to those who gave birth in private hospitals birth in EIBF practice. While WCA who gave birth at the village health post/ village maternity post (AOR: 1.78, 95% CI: 1.35-2.35), primary health center (AOR: 1.53, 95% CI: 1.31-1.78), private midwives (AOR: 1.56, 95% CI: 1.37-1.77), and village midwives (AOR: 1.35, 95% CI: 1.14-1.59) had a greater chance of EIBF than other delivery places. Deliveries assisted by health personnel compared to those assisted by traditional birth attendants showed no significant difference in EIBF practice. Improved monitoring of EIBF implementation, periodic outreach and training to health workers, the number of health facilities implementing the Baby-Friendly Hospital Initiative, and health promotion to the wider community are needed to improve EIBF coverage."
Depok: Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>