Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nasution, Sri Muslimah Irianti
"Peningkatan jumlah dan variasi peralatan fisik dalam industri padat aset menyebabkan minat akan manajemen aset fisik (PAM) bertambah secara global. PAM didefinisikan sebagai serangkaian proses komprehensif yang strategis dan terintegrasi untuk mendapatkan efektivitas, pemanfaatan, dan pengembalian terbesar dari aset fisik. Strategi PAM sangat penting untuk industri yang melibatkan penggunaan pabrik, mesin, dan infrastruktur. Meskipun minat terhadap PAM telah meningkat, namun pertimbangan risiko di setiap tahap siklus hidup PAM masih sangat kurang. Risiko ini perlu diidentifikasi untuk mencegah terjadinya kegagalan PAM. Kegagalan PAM bukan hanya kegagalan aset fisik tetapi juga kegagalan untuk mencapai tingkat kondisi yang diinginkan. Namun penanganan risiko di setiap tahap siklus manajemen aset fisik pada saat yang bersamaan merupakan hal yang tidak praktis karena adanya keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu penulis melakukan prioritas penanganan risiko dengan menggunakan metode multi-criteria decision making (MCDM). Best-Worst Method adalah salah satu metode MCDM yang memiliki kelebihan waktu pengambilan data dan konsistensi yang tinggi. Setelah prioritas risiko diperoleh maka perusahaan dapat merencanakan perlakuan risiko (RTP) yang dapat memitigasi probabilitas terjadinya risiko. RTP direkomendasikan sebagai respon dari risiko di setiap tahap siklus hidup PAM.

The increasing number and variety of physical equipment in the asset-intensive industry has led to increased interest in physical asset management (PAM) globally. PAM is defined as strategic and integrated processes to get the highest return from the assets. The PAM strategy is essential for industries that involve the use of factories, machinery, and infrastructure. Although the interest in PAM has increased, there is very little consideration of risks at each stage of the PAM's life cycle. These risks need to be identified to prevent PAM failures. The failure of PAM is not only a failure of physical assets but also a failure to achieve an undesirable level of condition. However, it is impractical to handle risk at each stage of the physical asset management cycle at the same time due to limited resources. Therefore, the authors carry out risk management by using the multi-criteria decision- making method (MCDM). Best-Worst Method is one of the MCDM methods which has high data retrieval time and consistency. After the risk priority, the company can plan risks (RTP) to mitigate the risk probability. RTP is the response to the dangers at each stage of the PAM life cycle. "
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hastings, Nicholas Anthony John
"Significantly extended from the first edition and published in response to the new international standard ISO55000, this book on physical asset management (2nd Ed.) presents a systematic approach to the management of physical assets from concept to disposal. It introduces the general principles of physical asset management and covers all stages of the asset management process, including initial business appraisal, identification of fixed asset needs, capability gap analysis, financial evaluation, logistic support analysis, life cycle costing, management of in-service assets, maintenance strategy, outsourcing, cost-benefit analysis, disposal and renewal. Physical asset management is the management of fixed assets such as equipment, plant, buildings and infrastructure. Features include:
- Suitable for university courses and builds on first edition to provide further analytical material
- Aligned with the international asset management standard ISO55000
- Provides a basis for the establishment of physical asset management as a professional discipline
- Presents case studies, analytical techniques and numerical examples with solutions"
Switzerland: Springer International Publishing, 2015
e20510028
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Thommi Haposan
"ABSTRAK
Salah satu indikator dari keberhasilan pengelolaan pembangkit listrik adalah faktor tingkat kesiapan pembangkit yang tinggi. PT X yang merupakan salah satu pembangkit yang bervisi untuk menjadi kelas dunia pada saat ini memiliki faktor tingkat kesiapan pembangkit yang rendah sehingga belum dapat bersaing dengan perusahaan pembangkit kelas dunia lainnya. Untuk meningkatkan faktor tingkat kesiapan pembangkit di PT X, perlu disiapkan suatu rekomendasi perbaikan. Tesis ini dimaksudkan untuk membuat rekomendasi perbaikan dengan menggunakan metode benchmarking dengan perusahaan sejenis yang sudah mencapai tingkat faktor kesiapan yang tinggi (setara dengan standar GADS / Generating Availability Data System) Penelitian ini terbagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, analisis, dan pembuatan rekomendasi. Pada tahap persiapan, disiapkan lembar kerja assessmen yang terdiri dari area-area manajemen aset fisik yang dapat mempengaruhi tercapainya faktor tingkat kesiapan pembangkit. Area-area manajemen aset fisik tersebut diuraikan dalam elemen-elemen proses dan selanjutnya dituangkan ke dalam tabel maturity level yang dalam hal ini digunakan 5 tingkatan maturity. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan benchmarking ke PT Y, yang memiliki karakteristik mesin dan lingkungan yang sama dengan PT X. Bechmarking dilakukan dengan melakukan assessmen sesuai dengan lembar kerja yang telah dibuat pada tahap persiapan.Assessmen dilakukan kepada karyawan dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah (3 layer organisasi). Metode yang digunakan adalah: wawancara, diskusi kelas, dan pengamatan langsung. Hal yang sama kemudian dilakukan di PT X. Hasil dari assessment kedua perusahaan tersebut (PT X dan PT Y) adalah gap score yang dapat dianalisis lebih lanjut. Pada tahap analisis, gap score diolah ke dalam diagram matriks. Dalam proses penentuan nilai diagram matriks, hasil gap score tersebut dikalikan dengan parameter-parameter dasar yang mempengaruhi nilai faktor tingkat kesiapan pembangkit. Hasil akhirnya kemudian diurutkan untuk mendapatkan prioritas eksekusi dari rekomendasi perbaikan. Penelitian diakhiri dengan pembuatan rekomendasi perbaikan dari setiap area-area manajemen aset fisik dengan arah perbaikan mengacu pada tingkat maturity level tertinggi yaitu level 5.

ABSTRACT
One of the success indication of power plant management is a high equivalent availability factor. PT X, one of the power plant which has a vision to be a world class company, is currently occurring a low equivalent availability factor so it cannot compete with other world class power plants. In order to increase equivalent availability factor in PT X, it is necessary to create improvement recommendations. This thesis is aimed to build improvement recommendations by using benchmarking method with similar company which already accomplished a high equivalent availability factor (equivalent with GADS / Generating Availability Data System standard). This research is break-downed into four steps, that is: preliminary step, execution, analysis and recommendations building. In the preliminary step, the assessment worksheets which consist of physical asset management areas which can influence the accomplishment of plant equivalent availability factor are prepared. Those physical asset management areas are break-downed into process elements and then mapped into maturity level tables which in this case using 5 levels of maturity. In the execution step, the benchmarking is conducted to PT Y, which has the similar machine and environment characteristics with PT X. The benchmarking is conducted by holding assessment according to the worksheets built in the preliminary step. The assessment is conducted to the officer from high level management to low level management (3 organization layers). The methods used are: conversation, class discussion, and direct observation. The similar thing is conducted in PT X. The result of the assessment of that two companies (PT X and PT Y) is gap scores which can be analyzed furthermore. In the analysis step, the gap scores are processed with Matrix Diagram. In the process of determining the values of Matrix Diagram, the gap scores are multiplied with basic parameters which influence the equivalent availability factor value of the plant. The final results are then sorted to get the execution priority of improvement recommendations. The research is finalized by building improvement recommendations of every areas in the physical asset management with the improvement direction referring to the highest maturity level, that is level 5."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2008
T41022
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library