Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Sri Harini Soemartono
Jakarta: UI-Press, 1998
PGB 0453
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Alyani Yasmin
"ABSTRACT
Pola makan merupakan salah satu modifikasi gaya hidup bagi pasien hipertensi. Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia. Pola makan yang disarankan ialah pola makan Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) yang berfokus pada pembatasan konsumsi garam, lemak dan memperbanyak konsumsi kalium. Pola makan ini memiliki kaitan dengan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi natrium, kalium dan lemak dengan status gizi lansia hipertensi berdasarkan The Mini Nutritional Assessment (MNA). Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel sebanyak 107 lansia hipertensi di Pancoran Mas. Hasil penelitian menemukan bahwa lansia hipertensi tergolong lansia muda, perempuan, tidak lulus SMA, tidak merokok, memiliki riwayat keluarga hipertensi, IMT >25 (gizi lebih), sering mengonsumsi natrium, kalium, lemak dan status gizi normal berdasarkan MNA. Ditemukan adanya hubungan antara konsumsi lemak (p=0,031, OR=0,387) dengan status gizi lansia hipertensi. Tidak ditemukan hubungan antara konsumsi natrium (p=0,172) dan kalium (p=0,68) dengan status gizi lansia hipertensi. Perawat perlu melakukan edukasi untuk memilih jenis lemak yang dikonsumsi lansia, serta menganjurkan untuk pembatasan konsumsi lemak harian pada lansia hipertensi. Meskipun tidak berhubungan dengan status gizi, pembatasan pada konsumsi natrium serta meningkatkan konsumsi kalium pada lansia berperan dalam menstabilkan tekanan darah.

ABSTRACT
Dietary Pattern is one of lifestyle modification for hypertensive patients. Hypertension is known as the  primary health problem of older adults. Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) diet is recommended to reduce blood pressure. This diet is focusing on reducing natrium and fat consumption, meanwhile it needs higher pottasium consumption. Research found that maintaining DASH diet can influence nutritional status measured by Body Mass Index (BMI). The aim of this study to determine the correlation between natrium, pottasium, and fat consumption with nutritional status of older adults based on The Mini Nutritional Assessment. This study apply cross-sectional method design. Sample is currently reach about 107 hypertensive older adults patients in Pancoran Mas. Result shows that most of respondents are young elderly, women, lower education, having hypertensive family history, not a smoker, BMI >25, consuming more natrium, pottasium and fat, and having normal nutritional status measured by MNA. Fat consumption is associated with nutritional status of hypertensive older adults (p=0,031, OR=0,387). There is no significant correlation between natrium (p=0,172) and pottasium (p=0,68)  consumption with nutritional status of hypertensive older adults. Nurse should educate hypertensive older adults to manage type of fat consumed and advising to reduce fat in daily consumption. Reducing sodium consumption and increasing pottasium consumption is recommended for them to maintain blood pressure, although it is not correlated with their nutritional status."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fatmah
"Penelitian tentang pola makan dan perilaku sehat ibu hamil telah dilaksanakan di RSU Bhakti Yudha Kalif Depok, Jawa Barat. Penelitian ini bersifat cross sectional survey terhadap ibu hamil yang sedang memeriksakan kehamilannya di RSU Bhakti Yudha dalam kurun waktu satu bulan. Diantara responden (89 ibu hamil) yang diwawancarai, 95% berumur antara 20-35 tahun. Sebagian besar ibu hamil berpendidikan tamat SMU dan Akademi/Perguruan Tinggi (60% dan 35%). Pada umumnya ibu hamil tidak bekerja (52.8%). Hampir setengah ibu adalah primigravida (hamil untuk yang pertama kali), dan oleh karena itu jarang dari responden yang menggunakan alat kontrasepsi sebelum kehamilan yang sekarang ini.
Dari pola makan ibu hamil cenderung sama dengan waktu tidak hamil, yaitu 3 kali sehari, tetapi untuk porsi tiap kali makan cenderung lebih banyak, terutama pada responden dengan kehamilan trimester Ill, Dan pada umumnya konsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna dalam 1 minggu terakhir sudah dilakukan oleh sebagian besar ibu. Makanan pokok yang dikonsumsi tersebut mencakup nasi, sayuran, lauk pauk (daging, ayam, ikan, telur, tahu, lempe), buah-buahan serta susu.
Mengenai pemeriksaan kehamilan pada kehamilan yang sekarang ini, semua responden telah melakukan pemeriksaan kehamilan sesuai dengan ketentuan pedoman ANC Departemen Kesehatan RI. Sebagian besar ibu tabu 'tablet tambah darah', dari yang tahu tersebut hampir 90% minum 'tablet tambah darah' tersebut. Umumnya mereka minum sejak tahu dirinya hamil atau pada kehamilan trimester I.
Tidur siang pada kehamilan yang sekarang ini banyak dilakukan oleh ibu yang tidak bekerja. Lama tidur siang berkisar antara 1-2 jam. Alasan bagi yang tidur siang adalah karena bekerja, walaupun ibu yang bekerja masih ada yang menyempatkan diri untuk tidur siang. Masalah lain adalah sulit tidur atau tidak merasa ngantuk pada siang hari. Pekerjaan rumah tangga yang dilakukan yang dianggap berat pada masa kehamilan adalah mencuci, mengepel, menyeterika dan memasak. Ibu yang menganggap pekerjaan tersebut berat adalah ibu yang tidak bekerja.
Gejala/penyakit seperti tekanan darah tinggi, toksoplasma, diabetes mellitus. HIV/AIDS, penyakit kelamin dan beberapa gejala/penyakit lainnya yang mentiru ibu membahayakan kehamilan disebut oleh sekitar 50% ibu. Tindakan yang dilakukan yang menurut ibu memudahkan dalam persalinan adalah jalan-jalan, mengepel, banyak gerak, senam hamil, merangkak, minum minyak, makan telur madu, minum air kelapa dan sebagainya. Alasan yang paling banyak disebut untuk pemeriksaan kehamilan di RSU Bhakti Yudha adalah karena jarak RSU tersebut dekat dengan rumahnya. Kemudian diikuti fasilitas lengkap, dokter ramah atau teliti, dirujuk, merasa yakin melahirkan di RSU Bhakti Yudha."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1999
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Edwin Rohadi
"Salah satu Penyakit Tidak Menular yang terus mengalami peningkatan adalah hipertensi. Hipertensi merupakan tantangan besar di Indonesia karena hipertensi paling sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Hasil Riskesdas Tahun 2013 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 25,8%, penderita hipertensi yang terdiagnosis hanya 36,8%, sedangkan yang tidak terdiagnosis sebanyak 63,2 %. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah pola makan. Pola makan tinggi lemak, tinggi natrium, kurang serat dan rendah kalium dapat berisiko menyebakan terjadinya hipertensi. Menjaga pola makan dari kebiasaan makan berisiko dapat mencegah terjadinya hipertensi.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola makan berisiko dengan kejadian hipertensi grade 1 di posbindu ptm pada 5 Puskesmas di Kota Banjarmasin. Desain penelitian ini adalah cross sectional ,menggunakan data primer dengan jumlah sampel sebanyak 326 orang. Subjek penelitian ini peserta posbindu ptm pada 5 Puskesmas di Kota Banjarmasin berusia ≥ 20 tahun keatas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2018. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara kebiasaan konsumsi lemak, natrium, kalium dan serat dengan kejadiah hipertensi grade 1.
Hasil analisis multivariat pola makan berisiko yaitu konsumsi serat dengan kejadian hipertensi grade 1 didapatkan nilai PR sebesar 1,05 (95% CI 0,756–1,484) setelah dikontrol variabel umur. Kesimpulan Masyarakat perlu membiasakan pola konsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang serta mengaplikasikan perilaku CERDIK dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular seperti hipertensi melalui wadah posbindu ptm.

One of the non communicable diseases that continues to increase is hypertension. Hypertension is a big challenge in Indonesia because hypertension is most often found in primary health care. The results of the 2013 Riskesdas showed that the prevalence of hypertension in Indonesia was 25.8%, hypertensive patients diagnosed were only 36.8%, while those who were not diagnosed were 63.2%. One risk factor for hypertension is diet. A diet high in fat, high in sodium, lack of fiber and low in potassium can risk causing hypertension. Maintaining a diet from risky eating habits can prevent hypertension.
The purpose of this study was to determine the association of risky food patterns with the incidence of grade 1 hypertension at posbindu ptm in 5 health centers in the city of Banjarmasin. The design of this study was cross sectional, using primary data with a total sample of 326 people. The subjects of this study were posbindu ptm participants in 5 Puskesmas in Banjarmasin City aged ≥ 20 years and above. The study was conducted in May-June 2018.
The results showed no association between fat consumption habits, sodium, potassium and fiber with grade 1 hypertension prizes. The multivariate analysis of risk dietary patterns of fiber consumption with the incidence of grade 1 hypertension obtained a PR value of 1,05 (95% CI 0.756–1.484) after adjusted age variable. Conclusion The community needs to familiarize them with a variety of balanced and nutritious food consumption patterns and to apply CERDIK behavior in their daily lives to prevent and control noncommunicable diseases such as hypertension through Posbindu non-communicable disease.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
T52034
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library