Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Roselinda
"Angka kejadian seksio sesarea dalam kurun waktu dua dekade terakhir ini dilaporkan meningkat. Karena kemudahannya ada kecenderungan untuk melakukan SC tanpa dasar yang cukup kuat. Peningkatan SC dengan dasar indikasi yang tidak jelas mendorong Depkes RI mengeluarkan surat edaran guna menekan tindakan SC di RS rujukan/RS pendidikan sampai dibawah 20 %. Berdasarkan pada kenyataan ini, perlu dilakukan penelitian tentang faktor risiko yang berhubungan dengan SC tidak standar yang merupakan analisis terhadap data rekam medis ibu melahirkan di RS MH Thamrin Cileungsi Kabupaten Bogor Januari 2001 s/d Mei 2002.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian SC tidak standar yaitu umur ibu, paritas, masa kerja ahli kebidanan, status rujukan, kelas perawatan, cara pembayaran, perawatan pasca operasi dan kedaruratan.
Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol dengan jumlah sampel yang digunakan sebesar 276 ibu bersalin dengan tindakan SC di RS MH Thamrin Cileungsi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni 2002, dengan menggunakan lembaran pengumpul data yang dikembangkan sesuai dengan variabel yang diteliti.
Hasil penelitian menunjukkan SC tidak standar berhubungan bermakna secara statistik dengan variabel: masa kerja ahli kebidanan (OR = 0,39 p value = 0,014 95% Cl = 0,19 - 0,83), perawatan pasca operasi (OR = 5,79 p value = 0,000 95% Cl = 3,34 - 10,02).
Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perawatan pasca operasi dengan SC tidak standar, ibu dengan perawatan pasca operasi di luar RS berisiko 5,8 kali lebih besar untuk mengalami SC tidak standar. Tindakan promosi kualitas rekam medis perlu dilakukan, terutama bagi kasus dengan perawatan pasca operasi di luar RS.
Factors Related to Non Standard SC in MH. Thamrin Hospital Cileungsi January 2001 - May 2002Number of SC was reported increased in the last two decades. Because of this easiness, it was tendency to increase SC, which not base strong enough. The improvement SC that not base real indications to push. Dept. of Health RI for takes out document for push down SC in Reconciliation Hospital/Educational Hospital until less than 20 %. Based on these facts were need to do research on learn the risk factors related to non standard SC, which to analyzed mother giving birth medical record in MH.Thamrin Hospital Cileungsi in Bogor district January 2001,until May 2002.
The aim of this research to know factors related to non standard SC, there are age, parity, duration of obgyn working state of reconciliation, class of treatment, treatment of after operation, and state of emergency.
This research was made by using case control study with 276 sample size with SC status in MH. Thamrin Hospital Cileungsi. Data collection has done in June 2002, using by form of data collection, which developed appropriate with analyzed variables.
The result of this research showed that non-standard SC is was statistically significant with duration of obgyn working (OR = 0,39, 95% Cl 0,19 - 0,83), after operation treatment (OR = 5,79 95 % CI = 3.34 - 10,02).
The conclusion that there was correlation treatment of after operation with non standard SC, mother whom has treatment of after operation outside of Hospital has 5,8 greater risk for non standard SC. Promotion to quality of medical record in need of continuous by health provider, especially to patient whom get treatment after operation outside the hospital.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T11190
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"One important aspect of service quality is the fulfillment of client rights in health service which are : Information, Access to service, informed choice, Safe service, Privacy and confidentiality, Dignity, comfort and expression of opinion, and Continuity of care."
BUPESIK
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Irma Nursyarifah
"ABSTRAK
Berat lahir bayi digunakan sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pertumbuhan dan ketahanan hidup bayi disamping status gizi dan kesehatan bayi. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) adalah berat lahir kurang dari 2500 gram dengan mengabaikan usia kehamilan. Berbagai penelitian membuktikan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi berat lahir, khususnya status gizi ibu. Tujuan dari penelitian yang dilakukan secara potong lintang ini adalah untuk mengetahui apakah Lingkar lengan Atas (LILA) merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir pada ibu hamil usia remaja dengan menggunakan indikator status gizi lain (Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, Tinggi Badan), gynecological age, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan dan asupan gizi sebagai prediktor. Penelitian dilakukan pada 94 ibu hamil usia remaja dengan rata-rata usia 18,01±1,12 tahun. Berat lahir, status gizi, frekuensi antenatal care, tingkat pendidikan diperoleh dari rekam medis (kohort Ibu dan buku kunjungan KIA), gynecological age diketahui melalui pengisian kuesioner, dan asupan gizi dihitung dengan menggunakan metode Food Frequency Questionaire (FFQ). Terdapat hubungan yang bermakna antara LILA, Berat Badan sebelum Hamil dan gynecological age dengan berat lahir bayi. Hasil uji statistik menyatakan bahwa LILA merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan berat lahir setelah dikontrol variabel Berat Badan sebelum Hamil, Pertambahan Berat Badan selama Hamil, gynecological age, frekuensi antenatal care, asupan energi total dan asupan zat besi. Untuk meningkatkan outcome kehamilan pada remaja, Puskesmas, Sekolah, BKKBN, LSM direkomendasikan untuk mengimplementasikan program peer group yang kegiatannya melibatkan keluarga dan berfokus pada pengendalian dan dukungan pada ibu hamil remaja, peningkatan status gizi, dan promosi asupan yang bergizi seimbang.

ABSTRACT
Baby birth weight was used as one of indicator for predicting baby?s growth and life?s survival beside of baby?s nutrient and health status. Low birth weight baby means a baby who have birth weight less than 2500 gram by ignoring pregnancy age. Some researchs proved that many factors affecting birth weight, mother?s nutrient status in particular. This study aim to understand whether upper arm circumference is the dominant factor which related with baby?s birth weight of teenage pregnant mother by using other nutrient status indicator (body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, body height), gynecological age, antenatal care frequency, education level and nutrients intake as predictor. Study design is cross sectional with 94 teenage pregnant mother. The mean of age was 18,01±1,12 years. Birth weight, nutrient status, antenatal care frequency and education level was recognized by fill in questionnaire while nutrients intakes was calculated by Food Frequency Questionaire (FFQ) method. There was a significant relationship between upper arm circumference, body weight before pregnancy and gynecological age with baby birth weight. Statistical Test showed that upper arm circumference is dominant factor which have a correlation with baby birth weight after controlled by body weight before pregnancy, weight increase during pregnancy, gynecological age, antenatal care frequency, total energy intake and Iron intake variables. To improve teenage pregnancy outcome, Primary Health Center, Schools, Family Planning Coordination Board and Non- Goverment Organization were recommended to implement peer group program which some activities involving family member and focus on controlling and supporting teenage pregnancy mothers, nutrient status improvement and promoting balance nutrients intakes.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2013
T35362
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silaban, Tigor
"Salah satu masalah gizi utama di Indonesia adalah anemia gizi, termasuk didalamnya adalah anemia ibu hamil. SKRT 1992 mendapatkan proporsi anemia ibu hamil sebesar 63,5% sedangkan sasaran yang akan dicapai adalah menurunkan persentase anemia ibu hamil menjadi 40% pada akhir Repelita VI. Banyak faktor ibu yang mempengaruhi terjadinya anemia ibu hamil.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proporsi anemia ibu hamil trimester III dan hubungannya dengan beberapa faktor ibu.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Studi Prospektif Keluarga Berencana dan Kesehatan di kecamatan Sliyeg dan Kecamatan Gabus Wetan modul rather dare. Jumlah sampel penelitian adalah 788 ibu hamil trimester III dengan disain cross-sectional. Faktor ibu yang diteliti adalah umur ibu, paritas, jarak kelahiran, tinggi badan, lingkar lengan atas, penyakit ibu, kadar Hb sebelum trimester III, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status kekayaan, jumlah anak hidup, peneriksaan kehamilan, makanan ibu, konsumsi tablet besi, dan kebiasaan minum teh.
Proporsi anemia ibu hamil trimester III adalah sebesar 58,1%, proporsi anemia ringan sebesar 53% dan proporsi anemia berat sebesar 5,1% . Terdapat hubungan antara anemia ibu hamil trimester III dengan faktor kadar Hb sebelum trimester III, kebiasaan minum teh, jumlah anak hidup, pendidikan ibu, konsumsi tablet besi, dan status kekayaan. Resiko terjadinya anemia pada ibu hamil trimester III dengan keadaan tidak minum tablet besi, minum teh teratur, jumlah anak hidup lebih dari dua, dan status kekayaan kurang adalah 3,1 kali.
Disarankan agar tablet besi harus tetap diberikan kepada ibu hamil sejak seawal mungkin kehamilannya dan pemantauan agar tablet besi benar-benar diminum oleh ibu hamil."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1994
T8432
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Raden Roro Nur Fauziyah
"Anemia Gizi, khususnya Anemia Gizi Besi (AGB) merupakan masalah terbesar gangguan defisiensi gizi di dunia saat ini. Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat termasuk remaja (adolescents) karena pertumbuhan memerlukan sejumlah besar zat besi secara terus menerus untuk meningkatkan mssa tubuh. Prevalensi anemia pada kelompok usia 5 - 14 tahun cukup tinggi dibanding kelompok umur yang lain yaitu sebesar 28,3 %. Hasil beberapa penelitian didapatkan sekitar 41,4 % - 66,7 % remaja putri di Indonesia menderita anemia (WHO, 2001). Prevalensi kejadian anemia pada siswa SMP di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebesar 22% merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan kriteria sedang dan belum dakukan penelitian tentang faktor determinan kejadian anemia pada siswa SMP tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan faktor determinan kejadian anemia pada siswa SMP. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari kegiatan upaya perbaikan gizi institusi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, menggunakan rancangan potong lintang (cross sectional). Populasi studi adalah semua siswa kelas VII, VIII dan IX SMP Negeri 133 Pulau Pramuka dan SMP Negeri 260 Pulau Harapan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Unit sampel adalah siswa yang terpilih melalui teknik pengambilan sampel Stratified Random sampling alokasi proporsional sebanyak 309 orang dan memenuhi syarat untuk uji hipotesis beda dua proporsi.
Hasil penelitian menunjukkan proporsi kejadian anemia siswa SMP adalah 22%. Dari hasil analisis bivariabel didapatkan hubungan yang bermakna antara kejadian sakit, konsumsi protein, vitamin C, zat besi dengan kejadian anemia. Dori analisis multivariable didapat faktor detenninan kejadian anemia adalah konsumsi protein, vitamin C dan zat besi. Konsumsi zat besi kurang atau sama dengan 12,4838 mg merupakan faktor determinan yang paling dominan terhadap kejadian anemia dengan nilai OR 20,39 kali dibanding siswa yang konsumsi zat besi lebih dari 12,4838 mg. Perbanyak konsumsi zat besi, dengan cara menghidangkan lebih banyak daging, hati, ikan dan bahan makanan hewani lainnya, perbanyak konsumsi bahan makanan yang kaya vitamin C seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Pemberian tablet tambah darah kepada siswa perempuan yang telah menstruasi dan laki-laki yang menderita anemia.

Nutritional anemia, particularly iron deficiency anemia (IDA), is perhaps clinically the most widespread nutritional deficiency disorder in the world today. Anemia is a a public health problem, not only among pregnant mothers, infants and young children but also among school age children including adolescent. Growing children require large amounts of iron for continous increase in body mass and are therefore vulnerable to iron deficiency and its consequences. Prevalence of anemia at the age group of 5 - 14 years old is higher than the other age group, that is 28,3%. This research result got 41,4 - 66,7% girl students with anemia in Indonesia (WHO, 2001). Prevalence of anemia occurrence among Junior High School students in Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu is 22%. It is a health problem with medium criteria at society and there is not a conducted research yet concerning determinant factor of anemia occurrence among Junior High School students.
This research purpose to get describing a determinant factor of anemia occurrence among Junior High School students. This research used a secondary data analysis of improvement effort activities in sub-province of Administrasi Kepulauan Seribu using a cross sectional design. Study population are all students at the 7th, 8th and 9th class of Junior High School 133 Pulau Pramuka and SMPN 260 Pulau Harapan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Sample units are chosen students by Stratified Random Sampling, proportional allocation are 309 samples based on standard with the different test hypothesis of two proportions.
The research result indicated an anemia occurrence proportion among Junior High School students with anemia were 22%. From bivariable analysis result got a meaning relation between pain occurrence, protein consumption, vitamin C, iron with anemia occurrence. By a multivariable analysis found that determinant factor of anemia occurrence were protein consumption, vitamin C and iron. Less consumption of iron or 12,4838 mg is most dominant determinant factor of anemia occurrence with value of OR 2039 compared with students which their iron consumption are more than 12,4838 mg. It is important to be done a health monitoring and assessment of hemoglobin level routinely, supported by improving a health promotion concerning knowledge, nutrition consumption, personal hygiene and also giving tablet Fe for anemia patient, especially for girl students who have menstruated.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T19062
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aini Gandhi
"Pembangunan Kesehatan dewasa ini masih ditandai dengan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup, angka tertinggi dilingkungan negara ASEAN. Upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah dengan meningkatkan mutu pelayanan antenatal sesuai dengan Pedoman Pelayanan Antanatal Di Tingkat Dasar (Depkes RI, 1998).
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran keterampilan dan tentang kebenaran cara bidan melakukan pelayanan antenatal, yang merupakan salah satu kegiatan pokok di Puskesmas. Selain itu juga untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan, umur, masa kerja, pendidikan, pelatihan, kelengkapan sarana dengan keterampilan bidan dalam melakukan pelayanan antenatal, serta menggali lebih dalam kebenaran cara bidan melakukan pelayanan antenatal.
Penelitian ini dilakukan di 36 Puskesmas Kota Palembang pada 12 maret sampai dengan 12 juni 2001. Sampel penelitian adalah 36 bidan yang bertugas di 36 Puskesmas tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatf dan kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proporsi keterampilan bidan di 36 Puskesmas kota Palembang masih sangat rendah, terutarna dalam melakukan anamnese, periksa pandang, dan penyuluhan pada ibu hamil. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar keterampilan bidan ditingkatkan melalui pelatihan pelayanan antenatal.

Analysis Of Midwife Skill In Antenatal Care At Community Health Center Services, Palembang City, 2001.Indonesian Health Development is still facing its high maternal mortality rate (MMR). The MMR is 375/100.000 birth-life, this rate is the highest in ASEAN countries. One of the efforts to accelerate the decreasing MMR is by enhancing the quality of antenatal care (ANC) to pregnant-mother through quality assurance approach.
The objective of this study is to get more information of midwife skill in antenatal care. Also, to know how it's the correlation to knowledge, age, duration of work, education, training, resources to midwife skill. This study is cross sectional approach that performed at 36 Community Health Center Services in Palembang, started March, 12 to June 12, 2001. The samples are 36 midwives in those 36 Community Health Center Services. This study is quantitative-qualitative, to reach more information in antenatal care.
The univariat analysis showed that a low performance of anamnesis, inspection and counseling. in pregnant. It is suggested to promote the midwife skill and to use the Standard Operating Procedure (SOP) that recommended by National Health Department. By qualitative-analysis, it is known that this low appearance of Antennatal Care caused by no supervision, lack of team coordinating, compliance to the Standard Operating Procedure, which ,is suggested to induct and accelerate the quality of ANC.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2001
T2006
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Metrys Ndama
"Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kehidupan yang dilakukan sejak dini dan sangat tergantung pada kualitas kesehatan ibu hamil. Saat ini Angka Kematian Ibu (AKI) adalah 373 per 100.000 kelahiran hidup (SKRT 1995). Kematian ini umumnya dapat dicegah bila komplikasi kehamilan dan keadaan resiko tinggi lainnya dapat dideteksi secara dini melalui pelayanan antenatal yang baik. Manurut Green perilaku pemanfaatan antenatal dipengaruhi oleh faktor predisposisi, pemungkin, pendukung. Dalam penelitian ini difokuskan pada faktor predisposisi yaitu karakteristik sosiodemografi dan pengetahuan ibu.
Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Dinas Kesehatan yang dibagi 2 wilayah yaitu wilayah yang cakupan antenatalnya tinggi (Kl > 90% dan K4 > 80%) dan wilayah cakupan antenatalnya rendah (Kl <90% dan K4 <80%). Desain penelitian yang digunakan adalah non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 192 ibu hamil yang terdiri dari 94 ibu hamil di wilayah ANC tinggi dan 98 ibu hamil di wilayah ANC rendah. Cara pengambilannya simple random sampling. Pengumpulan data untuk variabel bebas: umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan pengetahuan ibu dilakukan dengan wawancara langsung, sedangkan untuk variabel antenatal dilakukan wawancara dan studi dokumentasi melalui KMS ibu hamil.
Hasil penelitian melaporkan proporsi ibu hamil yang memanfaatkan pelayanan antenatal baik adalah 29,7% dan yang pemanfaatan antenatal kurang adalah 70,3%. Sedangkan proporsi pemanfaatan ANC berdasarkan wilayah adalah untuk wilayah ANC tinggi yang memanfaatkan antenatal baik adalah 29,6% dan untuk wilayah ANC rendah adalah 29,8%. Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna (p >0,05) antara pemanfaatan pelayanan antenatal dengan umur, pendidikan, paritas. Akan tetapi ada hubungan yang bermakna (p<0,05) antara pemanfaatan pelayanan antenatal dengan status pekerjaan dan pengetahuan ibu (baik secara umum maupun secara terpisah berdasarkan wilayah). Hasil analisis multivariat regresi logistik juga menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi pemanfaatan pelayanan antenatal untuk wilayah ANC tinggi adalah pengetahuan (OR 3,3161) sedangkan untuk wilayah ANC rendah adalah pekerjaan ibu (OR 21,6495).
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pelayanan antenatal di wilayah Kabupaten Donggala masih sangat rendah baik itu secara umum maupun terpisah berdasarkan wilayah cakupan. Untuk itu perlu ditingkatkan penyuluhan-penyuluhan kepada ibu hamil dalam rangka meningkatkan pengetahuan mereka terhadap manfaat pemeriksaan kehamilan.

Analysis on Relationship between Socio-demographic Characteristics and Pregnant Mother's Knowledge with Utilization of Antenatal Care in Two Areas of Donggala District, Central Sulawesi Province 2001The objective of National Health Development is to improve the quality of human resources and to improve the quality of life. Those improvements are to be started early at life and heavily depend on the quality of pregnant and maternal health. At the present time, Maternal Mortality Rate in Indonesia is 373 per 100.000 life births (SKRT, 1995). In general, these deaths could be prevented if the maternal complication and other high risk situations could be detected early through good antenatal care. According to Green, predisposing, enabling, and reinforcing factors influence the behavior of antenatal care utilization. This study focused on predisposing factors, which is socio-demographic characteristics and mother's knowledge.
This study was conducted in working area of Donggala Health Office, which is divided into two areas, that is area with high antenatal coverage (K1 > 90% and K4 > 80%) and area with low antenatal coverage (K1 < 90% and K4 < 80%). Design of the study is non-experimental with cross-sectional approach. Subjects were 192 pregnant mothers comprised of 94 pregnant mothers in "high ANC area" and 98 pregnant mothers in "low ANC area". Subjects were chosen in a simple random sampling way. Data on independent variables (age, education, current employment, parity, marital status, and mother's knowledge) were collected by face-to-face interview, while data on antenatal variable was collected through both interview and document study on pregnant mother's KMS (health record card).
The study found that in general, the proportion of pregnant mother who utilize antenatal care well was 29.7%, while those who utilize antenatal care poorly was 70.3%. In "high ANC area", pregnant mothers who utilize antenatal care well were 29.6% and those who utilize antenatal care well in "low ANC area" were 29.8%. The Chi-square results exhibited no significant association (p > 0.05) between ANC utilization with age, education, and parity. However, significant association was found between ANC utilization with employment status and mother's knowledge (both in general or partial based on area). The logistic regression showed that the most dominating factor that influences ANC utilization in "high ANC area" is knowledge (OR = 3.3161), while in "low ANC area" it is mother's employment status (OR = 21.6495).
The study came into conclusion that the utilization of antenatal care in Donggala District was still very low in both general and partial (based on different ANC coverage). Therefore, there is need to improve extension and promotion to pregnant mothers in order to improve their knowledge on the usefulness of antenatal care.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2002
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadeak, Dermawan C.
"Metode: Desain penelitian cross-sectional, sampel dipilih secara consecutive sampling, didapatkan 124 ibu hamil. Data yang dikumpulkan meliputi data umum subyek, asupan makanan, pengukuran antropometrik dan pemeriksaan laboratorium darah Vena. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman.
Hasil: Rerata umur subyek penelitian 29,3 (± 4,9) tahun, median umur kehamilan 26,3 (8-38 ) minggu, rerata IMT 25,39 (± 3,9) kg/mm2, rerata LLA 25,6 {± 7,2) cm, Hb 11,1 (± 1,0) g/dL, TLC 1837/mm3, median Zn plasma 18,6 (7,2- 25,7) µmo1/L, median IgG antiCMV 41 (9-175) AU/mi sedangkan IgM antiCMV ditemukan negatif (-) pada semua sampel. Median asupan energi berdasarkan FFQ-semikuantitatif adalah 1212,3Ka1, Protein 57,6 g, Lemak 24,8 g dan Zn 7,2 mg. Riwayat abort-us terdapat pada 29,8% sampel.
Dengan uji korelasi Spearman rank IgG antiCMV berkorelasi positif (r 0,394) dengan kadar Zn plasma. Dengan uji mean-rank Kruskal-Wallis asupan Zn tertinggi didapat melalui metode FFQ-semikuantitatif.
Kesimpulan: Terdapat korelasi positif antara kadar Zn plasma dengan IgG anti CMV. Anemia ditemukan pada 55,5% subyek penelitian dan status imunologik subyek penelitian balk. Untuk mendapatkan asupan Zn sebaiknya menggunakan metode FFQ-semikuantitatif.

The Correlation Betweeb Plasma Zinc and Cytomegalo Virus Infection in Pregnant MothersMethods: One hundred and twenty four pregnant mothers were recruited consecutively in this cross-sectional study. The collected data consist of the general characteristics of the subjects, dietary, anthropometric, and venous blood analysis data. Spearman correlation was used for the statistical test.
Result The mean age was 29,3 (± 4,9) years, median age of pregnancy 26,5 (8-38) weeks, BMI 25,39 (± 3,9) kg/m2, MIJAC 25,6 (± 7,2 ) cm, Ilb 11,1 (± 1,0) g/dL, median of plasma Zn 18,6 (7,2-25,7) p.mol/L, median. of IgG antiCMV 41 (9-175) AU/ml whereas 1gM antiCMV was found negative in all subjects. The median daily energy intake based on semi quantitative FFQ method was 1212 Cal, protein 57,6 g, fat 24,8 g and Zn 7,2 mg. History of abortion was found in 29,8% subjects.
Using Spearman rank correlation analysis between IgG antiCMV and plasma Zn showed positive correlation (r = 0,394). By using Kniskal-Wallis mean-rank test, the highest Zn intake was found by semi quantitative- FFQ method.
Conclusion: The current study indicated that there was significant positive correlation between plasma Zn and IgG antiCMV. Anemia was found in 55,5% subjects, and immunological state was normal. The highest Zn intake was found by -using semi quantitative-FFQ method.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2002
T5177
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chandra Widjajanti
"Penelitian tentang hubungan antara karakteristik, pengetahuan dan keteraturan pengobatan ibu hamil dengan perilaku mencegah komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang dilakukan di RSUD Koja Jakarta Utara pada bulan November-Desember 2002. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif analitik yang bersifat cross sectional, dengan populasi penelitian adalah seluruh ibu dengan HDK yang melakukan antenatal care di poliklinik kebidanan RSUD Koja, rumusan masalah adalah kurangnya upaya ibu hamil untuk mencegah komplikasi hipertensi dalam kehamilan dan faktor apa yang berhubungan dengan peningkatan perilaku mencegah komplikasi hipertensi dalam kahamilan. Sampel ditetapkan 84 orang melalui perhitungan statistik, dikumpulkan melalui penyebaran kuestioner penelitian dan telah dilakukan uji coba validitas dan reliabilitas instrument sebelumnya di rumah sakit umum Pasar Rebo yang memiliki spesifikasi setara dengan rumah sakit umum Koja Jakarta Utara. Hasil penelitian melalui perhitungan analisis uji t untuk data dua kategori dan interval, uji Anova oneway untuk data tiga kategori atau lebih dan interval serta uji korelasi Pearson ( r ) untuk data interval-interval dengan a 0,05 dan uji regresi multiple ganda adalah, variabel-variabel dari karekateristik ibu yang dominan dalam upaya pencegahan komplikasi FMK adalah tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu. Dilaporkan karakteristik responden yang berhubungan dengan upaya pencegahan komplikasi hipertensi dalam kehamilan adalah : tingkat pendidikan ibu (p= 0,000) dan tingkat pengetahuan ibu (p = 0,012) , sedangkan variable lain tidak berhubungan yaitu penghasilan (p = 0,0235 ),pekerjaan (p = 0,013) , jenis kehamilan ( p = 0,028 ), umur kehamilan (p = 0,410 ), paritas (p = 0,0731 ), umur ibu ( p = 0,976 ) dan kenaikan berat badan (p = 0, 367 ) dari karakteristik ibu yang dominan dalam upaya pencegahan komplikasi HDK adalah tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu.
Daftar Pustaka : 76 (1981- 2001 ).

The research of the relation between characteristic, knowledge and regularly treatment of pregnant mother with hypertension's prevention behavior in pregnancy, was conducted in RSUD Koja Jakarta Utara on November 2002 until December 2002. It was a cross sectional analysis research involving all mothers with hypertension, which were attending the antenatal care in Obstetric policlinic RSUD Koja, as the population. The objective were the less effort of pregnant mother's to prevent hypertension in pregnancy and what factors could affect to gain those effort. Data was obtained from 84 samples by questionnaire; reliability and validity test has been done for its instrument in RSU Pasar Repo, which has a similar specification with RSUD Koja. In analysis method, the t test analysis is used for 2 categories data and analysis of variance (ANOVA) one way is used for 3 or more categories data, the Pearson's analysis correlation (r) is used for interval data with a=0.05 and multiple regression test for variables from mother's dominant characteristic in effort to prevent hypertension in pregnancy are education and knowledge. The dominant characteristics of samples are: mother's education level (p=0.000) and mother's knowledge level (p=0.012). The unrelated characteristics are: income (p=0.0028), age of pregnancy (p=0,410), mother's age (p=0.976) and weight gaining (p=0.367).
Bibliography: 76 (1981 - 2001)"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2003
T 9797
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yakin
"Seperti diketahui, angka kematian ibu di Indonesia berdasarkan SKRT 1995 masih cukup tinggi yaitu 373 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini adalah yang tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Sekitar seperempat sampai setengah dari kematian tersebut berhubungan dengan komplikasi kehamilan dan persalinan. Pelayanan antenatal merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kejadian komplikasi persalinan yang diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2000. Cakupan K4 di Indonesia pada tahun 1995 masih cukup rendah yaitu 64,88% dari yang ditargetkan 80%. Untuk menekan angka kematian ibu tersebut perlu dilakukan penelitian tentang kualitas pelayanan antenatal dalam hubungannya dengan kejadian komplikasi persalinan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara pelayanan antenatal dengan kejadian komplikasi persalinan. Desain studi adalah "Case Control" dengan menggunakan data sekunder dari survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 1997. Sebagai sumber data digunakan kuesioner SDKI 1997. Jumlah sampel adalah 14.332 ibu hamil yang telah bersalin pervaginam dari tahun 1992 sampai dengan 1997 (total populasi) yang terdiri dari 4376 kasus (ibu yang mengalami komplikasi persalinan) dan 9956 kontrol (ibu yang bersalin normal).
Dilakukan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan regresi logistic. Kejadian komplikasi persalinan adalah 30,5%. Dari hasil analisis bivariat, faktor yang berhubungan dengan kejadian komplikasi persalinan adalah pelayanan antenatal yang kurang baik (OR = 1,18), ibu yang tidak pernah sekolah (1,38), sosial ekonomi yang rendah (1,2), tempat tinggal di pedesaan (1,14), umur ≤ 19 tahun (1,20), paritas ≥ 4 anak (1,10), penolong persalinan non tenaga kesehatan (1,11) dan tempat persalinan yang bukan fasilitas kesehatan (1,17) serta hasil ini bermakna secara statistik. Dari hasil analisis multivariat, faktor yang mempengaruhi hubungan antara pelayanan antenatal dengan kejadian komplikasi persalinan adalah faktor sosial ekonomi, umur, dan paritas.
Dalam upaya pencegahan terjadinya komplikasi persalinan perlu lebih ditingkatkan kualitas pelayanan antenatal pada ibu hamil. Sehingga deteksi dini terhadap ibu hamil yang mempunyai faktor risiko tinggi dapat dilakukan dengan baik serta melakukan penanganan secepat mungkin.

Relationship between Antenatal Care and the Occurrence of Delivery Complication (Data analysis of Indonesian Health and Demography Survey, 1997)It had been known that according to household Health Survey (SKRT) 1995. Maternal Mortality Rate in Indonesia was 373 per 100.000 live births. This figure was the highest among ASEAN countries. About a quarter to a half of this MMR was caused by complication during pregnancy and delivery.
Antenatal care is an effort to decrease the occurrence of delivery complication which could be expected to decline the MMR to be 225 per 100.000 live birth by the year 2000. The coverage of K4 in Indonesia was relatively low (64,88%). It has not achieved the target yet (80 %).
The purpose of this research is to get information on relationship between antenatal care with the occurrence of delivery complication. This research used case control design. The source of data was questionnaires gets from Indonesian Health and Demography was survey 1997. The population is 14.332, since 1992 to 1997, which were consisting of 4376 cases (those who had delivery complication) and 9956 controls (those who had normal delivery). Data was analyzed by using univariat, bivariate as well as multivariate analysis.
The result of this research showed that the delivery complication was 30,5%. Based on univariate analysis it was known that factors related to the occurrence of delivery complication was inadequate antenatal care (OR = 1,18), low education of mothers (1,38), low social economic level (1,2), settled in rural area (1,14), ≤ 19 years of age (1,20), parity of ≥ 4 children (1,10), delivery helper was non health provider (1,11) and delivered at non health facility (1,17). Based on multivariate analysis, the factors that related to this relationship were social economic level, age and parity.
In order to prevent the occurrence of delivery complication, it needed to improve the quality of antenatal care. Besides this, the pregnant mothers of high risky should be detected earlier well as handle the cases as soon as possible.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2001
T10358
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>