Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 40 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siane Nursianti Tanuwidjaja
"Pelayanan antenatal, merupakan salah satu komponen penting dalam program kesehatan ibu dan anak, pemanfaatan pelayanan antenatal oleh seorang ibu secara kualitas, dalam penelitian ini diukur dengan melihat jumlah kunjungan, umur kehamilan pada kunjungan pertama serta usia kehamilan saat penelitian dilakukan.
Komponen predisposing, enabling, need dan reinforcing diduga merupakan faktor-faktor yang mempunyai hubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal di Kabupaten Bogor, yang mempunyai kuantitas sudah cukup baik namun kualitasnya masih kurang.
Metoda penelitian survey, dengan populasi penelitian ibu hamil dan petugas antenatal puskesmas, penarikan sampel dengan cara: Stratified Cluster Random Sampling.
Hasil yang diperoleh, ternyata derajat .pemanfaatan antenatal baik di Kabupaten Bogor baru mencapai 28%, ibu hamil yang datang ke pelayanan antenatal. 19% masih ada dalam kelompok umur resiko tinggi (<20 atau >35 tahun), dengan pendidikan kurang dari enam tahun 61%, jumlah kehamilan lebih dari tiga kali masih ada 25%, pekerjaan suami terbanyak sebagai buruh, pengetahuan ibu tentang antenatal yang baik baru 41%. Dari segi pembiayaan ternyata 56% ibu hamil mengeluarkan biaya antenatal sekali periksa >=Rp 1000, kondisi ibu waktu datang ke antenatal 46% kondisi sakit dan dilayani 80% oleh puskesmas dengan praktek petugas antenal rata-rata baik. Sumber informasi kesehatan, yang sering diterima dan dipercayai oleh ibu hamil selain petugas adalah orang tua. Faktor yang besar hubungannya dengan pemanfaatan pelayanan antenatal adalah biaya antenatal, dan pengetahuan ibu.
Saran: pengembangan dana sehat untuk menanggulangi masalah biaya pelayanan, dan peringkatan pengetahuan ibu melalui penyuluhan dengan penajaman sasaran (pendidikan kurang dari enam tahun, jumlah kehamilan lebih dari tiga), oleh sumber yang efektif misalnya oleh orang tua."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Silvia Febrina
"Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, Indonesia berada di urutan keenam di Asia dan urutan ketiga di antara Negara ASEAN. Kunjungan antenatal merupakan salah satu cara untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Di Puskesmas Sungayang pencapaian kunjungan antenatal lengkap (K4) di Tahun 2009 hanya sebesar 61,1% yang menempatkan Puskesmas ini berada pada urutan terbawah di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal lengkap (K4) di wilayah kerja Puskesmas Sungayang Tahun 2011.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan desaian cross sectional. Dari hasil penelitian diketahui ibu yang melakukan kunjugan antenatal lengkap (K4) di Tahun 2011 adalah sejumlah 68%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang secara statistik berhubungan dengan kunjungan antenatal lengkap (K4) adalah riwayat obstetrik pendidikan ibu, riwayat obstetrik ibu, pengetahuan ibu dan dukungan dari pihak ketiga untuk melakukan kunjungan antenatal.
Maka dari itu untuk meningkatkan pencapaian cakupan kunjungan antenatal lengkap (K4) perlu dilakukan penyuluhan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat tidak saja kepada ibu hamil namun juga kepada orang-orang disekitar ibu agar pengetahuan ibu meningkat dan ibu memperoleh dukungan untuk melakukan kunjungan antenatal lengkap (K4).

Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still high enough, Indonesia is highest, the sixth in Asia and third in ASEAN, antenatal care is one of the way to reduce Maternal Mortality Rate (MMR). In Sungayang Health Center, the complete of antenatal care (K4) achievement in 2009 only 61,1%, that cause this health center is at the bottom in health department in district of Tanah Datar. That?s why this research was conducted to know factors that associated with complete of antenatal care (K4) in the working area of Sungayang in 2011.
This research was conducted using descriptive analytical research method with cross sectional design, for this research, known mother who did complete of antenatal care (K4) in 2011 is 68%. The result of bivariate analysis showed that the variables which are statistically associated with complete of antenatal care (K4) are maternal education, maternal knowledges, maternal obstetric history and support from third parties to do antenatal care.
Therefore to improve the achievement of complete of antenatal care (K4) shoud be conducted conseling that is adjusted to the characteristic of local communities, not only to pregnant women but also to people around the mother to improve maternal knowledges and get support to do complete of antenatal care (K4)."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisah Zahra
"Skripsi ini membahas masalah kejadian HIV+ pada ibu hamil, angka kejadian ini bisa dilihat dari tingginya angka kejadian HIV+ pada anak yang dilahirkan, pada 2014 anak positif HIV bertambah 5.775 kasus sehingga total anak positif HIV di Indonesia hingga tahun itu mencapai 34.287 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan karakteristik dengan kejadian HIV+ pada ibu hamil di RSUPN DR Cipto Mangunkusumo Jakarta Tahun 2006 ? 2009. Metode penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu populasi kasus (ibu hamil dengan HIV+) dan populasi kontrol (ibu hamil tanpa HIV+). Sampel berjumlah 96 untuk kelompok kasus dan 192 untuk kelompok kontrol. Analisa menggunakan SPSS, uji yang dipakai adalah Chi-Square.
Hasil analisis Chi-Square, dari variabel yang ada hanya pendidikan saja yang tidak ada hubungannya dengan kejadian HIV+ pada ibu hamil, sedangkan variabel pekerjaan ibu, pekerjaan suami, jumlah pernikahan, alat kontrasepsi kondom sebelum kehamilan, riwayat merokok pada ibu, riwayat minum alkohol pada ibu, riwayat free seks (hubungan seksual selain dengan suami) pada ibu, riwayat narkoba pada ibu, riwayat minum alkohol pada suami, riwayat free seks (hubungan seksual selain dengan suami) pada suami, dan riwayat narkoba pada suami ada hubungannya denga kejadian HIV+ pada ibu hamil. Saran dari penelitian salah satunya lakukan tes kesehatan atau tes darah pada ibu hamil.

This paper discusses the problem of the incidence of HIV + pregnant women, the incidence can be seen from the high incidence of HIV + children who were born on, in 2014 HIV-positive children increased so that the total 5775 cases of HIV positive children in Indonesia until it reached 34,287 cases. The purpose of this study to determine the characteristics of the image and relationship with the incidence of HIV + pregnant women in Jakarta, Dr Cipto Mangunkusumo Year 2006 to 2009. Analytical descriptive research method with the design of casecontrol study. The population in this study population was divided into two cases (pregnant women with HIV +) and control population (pregnant women without HIV +). The sample totaled 96 for the case group and 192 to the control group. Analysis using SPSS, the test used is the Chi-Square.
The results of the analysis Chi-Square, from the variables that exist only education course that has nothing to do with the incidence of HIV + pregnant women, while the variable job mother, husband's work, the number of marriages, contraception condoms before pregnancy, mother smoking history, mother a history of drinking alcohol, the mother a history of free sex (sexual intercourse other than with their husbands), the mother a history of drug , a history of drinking alcohol on her husband, the husband a history of free sex (sexual intercourse other than with her husband), and the husband a history of drug has to do premises incidence of HIV + on pregnant women. Advice from one of them doing research medical tests or blood tests for pregnant women."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endah Prihartiningsihastuti
"Tulisan ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kasus, yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh kondisi lahan kering, sosial budaya dan kebijakan pemerintah daerah terhadap kesehatan reproduksi perempuan hamil dan bersalin. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 11 subjek penelitian, yaitu perempuan yang sedang hamil atau memiliki anak berusia kurang dari 2 tahun serta berasal dari keluarga miskin (pxasejahtera). Penelitian berlokasi di kecamatan Playen dan Paliyan Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Hasil penelitian memberikan gambaran tentang keterkaitan antara 3 aspek yang meliputi kondisi fisik alam, budaya sosial serta kebijakan pemerintah yang saling berinteraksi dan berpengaruh terhadap status kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Bentuk keterkaitan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
Sebagai daerah lahan kering memiliki ketersediaan air yang terbatas, yang menyebabkan rendahnya produktivitas lahan dan rendahnya tingkat pendapatan penduduk. Hal ini akan berdampak terhadap kemiskinan, selanjutnya berdampak terhadap rendahnya akses perempuan terhadap ketersediaan air bersih, berlanjut terhadap peningkatan beban kerja, yang diperburuk ketidakrnampuan untuk perempuan untuk mengakses gin yang memadahi menyebabkan beberapa ganguan kesehatan maternal seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK), Lingkar Langan Atas (LILA), dan Anemia.
Konstruksi gender melalui budaya patriarkhi, mitos, pemahaman ajaran agama, tradisi dan aturan seksualitas memberikan kontrol terhadap hak kesehatan reproduksi perempuan. Konstruksi gender memberi kekuasaan laki-laki melakukan pembagian kerja. Perempuan mendapat tugas menyelesaikan pekerjaan reproduksi. Kondisinya yang miskin akhirnya memaksa perempuan untuk memasuki pekerjaan produksi untuk dapat bertahan hidup. Keterpaksaan untuk menjalani pekerjaan rangkap produksi dan reproduksi, berakibat penambahan beban kerja dan berdampak terhadap beberapa ganngguan kesehatan yang khas pads perempuan hamil dan melahirkan.
Cara pandang pembuat kebijakan di bidang kesehatan yang belum berpihak kepada kepentingan perempuan, berakibat pada kebijakan-kebijakan yang tidak mengakomodir kebutuhan kesehatan perempuan. Hal tersebut tercermin melalui besarnya alokasi anggaran, dan penyediaan layanan kesehatan yang, capaian program belum memenuhi kepentingan perempuan.
Perempuan hamil dan melahirkan di kondisi lahan kering memaknai kesehatan reproduksinya adalah suatu kerelaan dan kepasrahan sebagai salah sate perwujudan dari makna ketidakberdayaan untuk melakukan perlawanan atas penderitaan yang dialami. Di sisi lain perempuan setempat menganut nilai-nilai feminin perempuan untuk bertahan hidup. Nilai-nilai tersebut, antara lain, saling bergantungan, komunitas, hubungan, pengorbanan, dan penganekaragaman.
Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa kondisi fisik daerah lahan kering, konstruksi gender serta kebijakan pemerintah daerah setempat berinteraksi dan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan reproduksi ibu hamil dan melahirkan.

This thesis is written based on a qualitative research methode with case study which is trying to look from the scientific analysis about the influence and connection of arable land, social and culture values of the society and also the Government policies to the reproductive health of pregnant women and those who in process of giving birth. The data from this case study method is compiling by observation and in depth interview with eleven research subjects. Those research subjects are pregnant women or mother who has children under 2 years old and also coming from poor family (pre-prosperous). Research location itself is taking place at Kecamatan Playen and Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
The research result is giving us the illustration about the connection from three different aspects including the nature physical condition, social and culture values of the society and also the Government policies which interacts and giving influence to the reproductive health of pregnant women and those who in process of giving birth. The illustrations of the connection from those three aspects are:
Geographic conditions, climatology, also topography in Gunungkidul is well-known as arable land with limited source of water. It causes low productivity of land fields and leads thru the low rate of income, effects to poverty and the low access for women to provide themselves concerning their reproductive health such as clean water and their inability to fulfilled their needs for their own nutrition and also for their unborn baby. These conditions are the causes for more cases of maternal health disorder such as: KEK, LILA and also Anemia.
The gender construction to the patriarchal culture thru myth, religion values, customs and rules of sexuality giving control to the women concerning their reproductive health, while it gives the authority to men to share the task in everyday job. Women are used to be in charge for the reproduction task in the family but the poverty force them to enter the production section to survive in life. The compulsion to handle the double task on reproduction and also production for the family has giving then more burdens; later on it leads to several specific health disorders to the pregnant women and those who in process of giving birth.
The partial point of view of the decision makers in health issue which not support women has a deep impact to the one sided policy which not give women the best ways to fulfill their needs for better health. Those policies are reflected to the unfair budgeting and providing indecent of health service with is not access easier to women.
Pregnant women and those who in process of giving birth in arable land understanding their reproductive health as the willingness as part of their powerless inability to gain their own way out of their life misery. On the other hand local women tend to support and lived by the feminine values for traditional women to survive in life such dependant, community, relation, sacrifice and diversity.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17575
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Farida Hasan
"Pembangunan Sumber Daya Manusia merupakan upaya yang bersifat menyeluruh, dimana salah satu komponen pentingnya adalah percepatan penurunan angka Kematian Ibu dan Kematian Bayi. Upaya kesehatan yang dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan bentuk atau pola Upaya Kesehatan Puskesmas, serta Upaya Rujukan Kesehatan. Pelayanan terhadap ibu hamil terutama ibu hamil risiko tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor.
Pelayanan ibu hamil risiko tinggi di Kabupaten Sukabumi masih sangat rendah, ini bisa dilihat dari target pelayanan ibu hamil risiko tinggi sebesar 12% dari seluruh ibu hamil, cakupannya tahun 1998 baru mencapai 4,53%. Dengan terjadinya krisis ekonomi yang sudah dimulai sejak akhir 1997 maka jumlah keluarga miskin jadi lebih meningkat diperkirakan kenaikan ini dari 20% menjadi 40%, diperkirakan pelayanan terhadap ibu hamil risiko tinggi akan menurun karena menurunnya kemampuan dari pada masyarakat terutama keluarga miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk melihat bagaimana hubungan antara faktor yang berpengaruh terhadap cakupan ibu hamil risiko tinggi ini, terutama jarak ke pelayanan kesehatan/RS, ratio bidan per penduduk, ratio partus dukun per penduduk dan ratio dana JPSBK, dilakukan penelitian survey dengan pengambilan data sekunder dari laporan bulanan KIA Puskesmas sekabupaten dan data rujukan ibu hamil risiko tinggi ke Rumah Sakit - Rumah Sakit di Sukabumi periode sebelum JPSBK (November 1997 - Oktober 1998) dan periode sesudah JPSBK (November 1998 - Oktober 1999). Analisa data dilakukan dengan uji korelasi Pearson untuk melihat kemaknaan hubungan antara variabel dependent dan variabel independent.
Hasil analisa data dengan uji korelasi menunjukan, sebelum JPSBK, ratio bidan per penduduk secara bermakna berhubungan dengan cakupan ibu hamil risiko tinggi terutama cakupan ibu hamil partus lama (pl,00), dan cakupan ibu hamil risiko total (p=0,005), sedangkan jarak ke rumah sakit secara agak bermakna mempengaruhi cakupan ibu hamil terutama ibu hamil risiko tinggi lain-lain (p=,105), sedangkan ratio jumlah partus dukun tidak mempengaruhi cakupan ibu hamil risiko tinggi. Sesudah JPSBK hasil analisa data menunjukan ratio bidan per penduduk secara bermakna mempunyai hubungan dengan cakupan ibu hamil risiko tinggi terutama ibu hamil perdarahan (p=,O60), dan ibu hamil partus lama (p=1,094). Ratio dana JPSBK secara bermakna berhubungan dengan cakupan ibu hamil risiko tinggi terutama ibu hamil perdarahan (p4=1,005). Sedangkan jarak ke RS dan ratio partus dukun tidak mempunyai hubungan yang bermakna dengan cakupan ibu hamil risiko tinggi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa makin tinggi ratio bidan perpenduduk makin tinggi cakupan ibu hamil risiko tinggi terutama ibu hamil perdarahan dan partus lama. Makin tinggi dana JPSBK makin tinggi cakupan ibu hamil terutama ibu hamil perdarahan. Jarak ke RS tidak mempengaruhi cakupan, jadi walaupun jarak ke RS jauh tapi rujukan ibu hamil risiko tinggi tetap dilaksanakan. Ratio partus dukun tidak pempengaruhi cakupan ibu hamil risiko tinggi.

Factors Related to High Risk Pregnant Women Coverage Before and after JPS-BK at Puskesmas in Sukabumi District, at 1997-1998.Development of Human Resources as a whole effort, is an important component to accelerate the reduction of Maternal Mortality and Infant Mortality in Indonesia. Health services for pregnant women, especially high risk pregnant women, are influenced by many factors. Health services for pregnant women in Sukabumi District is still far from the desired level. This level can be showed by coverage of high risk pregnant women services , that is about 4,53%, while the target is 12% of whole pregnant women. During the economic crisis that has happened since the end of 1997, the number of poor families increased. from 20% to 40%, of total the families. The ability to reach health services among poor families become declined. To prevent this from happening, the Ministry of Health launched a social safety net program.
This study examined association between coverage of high risk pregnant women and several factors such as distance to hospital, midwives-population ratio, traditional birth to population ratio, and ]PS-BK fund-population ratio. The data collected from KIA monthly report made by every Puskesmas from 1997 to October 1999 before and after RS-8K fund distribution. The "Correlation of Pearson" is used to find the significance of association between dependent and independent variables.
The result showed that, before JPS-BK midwives-population. ratio have significant association with coverage of high risk pregnant women especially for neglected labor (p~,000), and total high risk labor (pt,005). The distance to hospital have significant association with the others high risk labor at p=0,105. After JPS-BK the study showed that midwives-population ratio had significant association with coverage pregnant with bleeding (p=0,060) and neglected labor (p~,094}. JPS-BK fund-population ratio had significant association with coverage of high risk pregnant with bleeding (p=0,005). The distances to hospital and traditional birth to population ratio had no significant association with coverage of high risk pregnant women.
The conclusions of this research are 1. the more midwives-population ratio the more coverage of high risk pregnant women especially for bleeding and neglected labor. 2. the more fund is available the more coverage for high risk pregnant especially for pregnant with bleeding. The distance to hospital did not relate to coverage of high risk pregnant women.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2000
T2571
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Isdoni
"Ruang Lingkup dan Cara Penelitian. Magnesium telah lama digunakan dan diketahui, sebagai terapi medis yang efektif pada preeklampsi. Kuat dugaan magnesium dapat mengurangi vasokonstriksi pembuluh darah pada penderita preeklampsi, dengan bekerja sebagai kalsium antagonis, baik di membran sel otot polos pembuluh darah maupun di dalam sel. Preeklampsi merupakan salah satu gangguan utama pada kehamilan, dengan satu dari gejala utamanya adalah tingginya tekanan darah. Tingginya tekanan darah terjadi karena adanya vasokonstriksis dan resistensi perifer. Vasokonstriksi pembuluh darah terjadi karena kontraksi otot polos pembuluh darah. Kontraksi ini dirangsang oleh adanya peningkatan kadar kalsium bebas intrasel. Peningkatan kadar kalsium bebas intrasel dapat terjadi, melalui rangsangan yang meningkatan aktivitas biolistrik membran sel dan melalui rangsangan yang menyebabkan terjadinya pelepasan kalsium dari tempat penyimpanannya di dalam sel.
Penelitian ini merupakan studi analitis eksperimental untuk melihat pengaruh pemberian magnesium terhadap amplitudo kegiatan biolistrik vena umbilikalis dari penderita preeklampsi, yang dirangsang dengan angiotensin II. Sepuluh potong umbilikus dari wanita hamil normal dan sepuluh potong dari penderita preeklampsi, yang melahirkan di Rumah Sakit Budi Kemulian pada bulan Februari 1998, digunakan dalam penelitian Sebelum dilihat aktivitas biolistrikya, vena umbilikalis diinkubasi dalam larutan risiologis `cord buffer', yang diaerasi dengan carnpuran, 02 95% dengan CO2 5%, pada suhu 37° C selama 60 menit. Amplitudo kegiatan biolistrik vena umbilikalis dilihat dan direkam dengan poligraf, setelah dirangsang dengan angiotensin II dan kemudian diberi magnesium.
Pemberian magnesium dapat menurunkan amplitudo kegiatan biolistrik vena umbilikalis yang dirangsang dengan angiotensin II baik yang berasal dari penderita preeklampsi, maupun dari wanita hamil normal (p<0.01). Dari penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa amplitudo kegiatan biolistrik vena umbilikalis yang dirangsang dengan angiotensin II pada waktu 2.5, 5 dan 7.5 detik setelah pemberian magnesium tidak berbeda nyata (p > 0.05)."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1998
T3156
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Abduh
"Membebaskan wanita dari kehamilan yang tidak diinginkan melalui penundaan atau bahkan pencegahan kehamilan dengan penggunaan kontrasepsi bukan hanya berkaitan dengan gerakan kb tetapi juga berkaitan dengan salah satu hak wanita yang seharusnya dihormati yaitu hak untuk tetap sehat termasuk dalam bereproduksi. tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran yang lebih seksama dan mutahir tentang faktor penentu kehamilan yang tidak dikehendaki.
Temuan dari penelitian ini adalah: pendidikan (terutama yang berpendidikan SD) wanita dari pasangan usia subur (pus) mempunyai pengaruh terhadap peristiwa kehamilan yang tidak diinginkan. namun demikian, pengaruh tersebut hanya terbatas pada kelompok wanita dengan karakteristik. berikut: saat survei berusia 20-35 tahun, tinggal di perkotaan, bekerja, mempunyai suami yang bekerja bukan sebagai tenaga usaha pertanian, perburuan, dan perikanan, tidak mengetahui tentang proses reproduksi, mempunyai suami yang menyetujui kb, mempunyai pengalaman menganjurkan teman untuk ikut kb, tidak mempunyai pengalaman membicarakan jumlah anak dengan suaminya, antar suami istri tidak mempunyai kesesuaian tentang jumlah anak, aktif di organisasi sosial, tidak ikut serta menentukan keputusan tentang pengeluaran rumahtangga, mempunyai lokasi kerja di luar rumah dan mempunyai akses pada informasi.
Faktor yang paling menentukan terjadinya peristiwa kehamilan yang tidak diinginkan adalah: pengalaman pakai alat kontrasepsi, aktivitas di organisasi. sosial, akses pada informasi, status kerja, lokasi kerja, umur dan jumlah anak hidup. implikasi kebijakan yang dapat disarankan dari penelitian ini adalah: diperlukan usaha peningkatan pengetahuan tentang proses reproduksi termasuk kb terutama terhadap wanita yang berumur kurang dari 20 atau lebih dari sama dengan 36 tahun, mempunyai anak hidup sedikitnya 3 orang dan mempunyai pengalaman memakai alat kontrasepsi. dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang proses reproduksi termasuk kb seperti tentang keunggulan dan kekurangan alat kontrasepsi yang dipilih, efek samping dan cara yang pemakaian alat yang efektif, akan mengurangi kegagalan pakai alat kontrasepsi yang pada akhirnya akan mengurangi peristiwa kehamilan yang tidak diinginkan kalaupun telah terjadi kehamilan yang tidak dikehendaki, wanita dari pasangan usia subur (pus) mengetahui kapan, kemana dan pada siapa harus konsultasi sehingga dengan demikian akan mengurangi kasus aborsi bahkan mengurangi kasus kematian ibu."
Depok: Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mardiana
"Anemia gizi ibu hamil yang disebabkan karena kekurangan zat besi merupakan satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia SKRT tahun 1995 menunjukkan bahwa secara nasional 50,9 % ibu hamil menderita anemia. Mengingat dampak anemia terhadap tingginya angka kematian ibu maka pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Kesehatan sejak tahun 1975 melakukan upaya penanggulangan dengan pemberian suplementasi tablet besi yang didistribusikan melalui Puskesmas dan Posyandu.
Berdasarkan Survey Cepat Anemia Gizi Ibu Hamil Tahun 2001 di Kota Palembang Sumatera Selatan, prevalensi anemia ibu hamil di Kecamatan Sako sebesar 25,42% sedangkan cakupan pendistribusian sangat tinggi yaitu Fe1 102% dan Fe3 101%.Hal ini menunjukkan bahwa belum semua ibu hamil yang mendapatkan tablet besi Bari puskesmas dan posyandu secara patuh meminumnya secara teratur setiap hari
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi dan faktor-faktor yang berhubungan di Puskesmas Sako dan Puskesmas Multi Wahana Kecamatan Sako Palembang tahun 2004. Unit analisisnya adalah ibu-ibu hamil trimester II dan III yang telah mendapatkan tablet besi, penelitian dilaksanakan pada bulan April 2004.
Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan rancangan desain Cross Sectional. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan di ke dua Puskesmas Bari seluruh responden 64,44% patuh dan 35,56% yang tidak patuh. Hasil analisis bivariat ditemukan hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi sedangkan variabel penyuluhan tidak bermakna.
Dari hasil uji analisis multivariat dengan menggunakan metode Logistic Regression menunjukkan bahwa dari enam variabel bebas hanya empat variabel saja yang masuk sebagai kandidat model multivariat yaitu umur,pendidikan, pengetahuan dan dukungan keluarga. Setelah dianalisis ternyata variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan adalah tingkat pendidikan OR 5,969 artinya responden yang berpendidikan tinggi cenderung untuk patuh mengkonsumsi tablet besi 5,969 kali dibandingkan responden yang berpendidikan rendah.
Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan konseling mengenai anemia gizi dan tablet besi terutama pada kelompok ibu hamil berisiko yaitu umur <20 th dan >35 th, serta mengadakan supervisi dan monitoring untuk melihat apakah tablet besi betul-betul diminum oleh ibu hamil.

Factors Related to Compliance of Pregnant Women Consumed Iron Tablet at Puskesmas Sako and Puskesmas Multi Wahana in the Sub-district of Sako, the City of Palembang Year 2004.Nutrition anemia of pregnant women which caused of iron deficient is one of main nutrition problems in Indonesia. Household Health Survey (SKRT) in 1995 indicated that nationally 50.9% of pregnant women suffered anemia. Considering anemia impact to the high maternal mortality, the government of Indonesia through the Minister of Health since 1975 has been striving to overcome with providing iron tablets supplement that distributed through Puskesmas and Posyandu.
According to Rapid Survey of Nutrition Anemia in Pregnancy in 2001 in the City of Palembang, South Sumatra, the prevalence of pregnant women in Sub-district of Sako was equal to 25.42% while the coverage of distribution was very high, Fe 1 (102%) and Fe3 (101%), respectively. It indicated that not yet all pregnant women which got iron tablets from Puskesmas and Posyandu obediently taking them regularly every day.
This study aimed to obtain the description of Ievel of compliance of pregnant women who consumed iron tablets and its related factors at Puskesmas Sako and Puskesmas Multi Wahana in Sub-district of Sako, Palembang in 2004. Unit of analysis in this study were 2nd and 3`d trimester pregnant women which had got iron tablets. It conducted during April 2004.
The study was survey research using cross sectional design. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariate analysis. This study resulted that level of compliance in both of Puskesmas showed 64.44% of respondents were compliant and the rest (35.56%) were not compliant. Bivariate analysis showed that age, education, family support as well as knowledge had significant relation with the compliance of pregnant women. In the other hand, counseling did not have significant relation statistically.
Multivariate analysis using Logistic Regression Method indicated only 4 out of 6 variables that become as candidate of multivariate model. They were age, education, family support, and knowledge. The most dominant variable related to the level of compliance was education (OR 5,969). It meant that respondent whose higher education tended to be obedient in taking iron tablets 5,969 times compared to those whose lower education.
It is suggested to the health officer to provide counseling about nutrition anemia and iron tablet, especially for risky pregnant women groups e.g. <20 years old and >35 years old, and also to perform monitoring and supervision to make sure that iron tablets are really taken by pregnant women.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2004
T12792
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Endi Ridwan
"ABSTRACT
Although iron supplementation exists for pregnant women, the prevalence of anemia during pregnancy remains high. The lack of compliance of the target group is one of the reasons which may reduce the efficacy of the supplementation program.
Recent studies in preschool children and non pregnant women has been reported that the administration of intermittent iron supplement was equally effective in improving the iron status as daily supplement.
This research was to investigate whether a weekly dose of 120 mg iron supplementation would improve the iron status in the same way as a daily dose of 60 mg iron supplementation in pregnant women.
The effect of daily vs weekly iron supplementation was studied in pregnant women in non randomized experimental community trial. The subjects were pregnant women who attended the selected Health Centers for the first time in their current pregnancy. Of the 176 pregnant women enrolled, a complete data set were available for 139 (79 %). Duration of supplementation was 8 - 20 weeks.
Three health centers each, matched with socioeconomic condition were allocated for control group and treatment group. Daily group served as control received 60 mg Fe + 0.25 mg folic acid daily (68 pregnant women), while weekly group received 120 mg Fe + 0.50 mg folic acid weekly (71 pregnant women).
Hemoglobin concentration in both group increased significantly after supplementation (p < 0.001). Improvement of hemoglobin was influenced by initial hemoglobin level (p < 0.001), and hookworm infestation (p < 0.05).
Serum ferritin level decreased in daily and weekly group (p > 0.05). Serum ferritin change was not influenced by initial hemoglobin level (p ] 0.05), however was influenced by hookworm infestation (p < 0.001).
The duration of supplementation had no effect on hemoglobin changes (p > 0.05), but it influenced serum ferritin changes (p < 0.05).
It was concluded that supplementation with 120 mg elemental iron on weekly basis had similar effects as daily dose of 60 mg on hematological status, but was not enough to improve iron stores in pregnant women.
"
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tambunan, Dameria Magdalena
"Anemia kurang menguntungkan untuk ibu dan bayi. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional, dilakukan bulan April-Mei 2011 di Puskesmas Sei Apung Kabupaten Asahan, sampel 80 ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, angket dan pengukuran kadar hemoglobin. Analisis secara univariat dan bivariat, menggunakan uji Chi-Square. Kejadian anemia ibu hamil 70%. Terdapat hubungan bermakna antara pendapatan keluarga, usia kehamilan, usia kehamilan pada K1, pola konsumsi zat besi heme dengan anemia ibu hamil. Disarankan melengkapi instrumen pemeriksaan hemoglobin, memonitor pelaksanaan pemeriksaan hemoglobin, mendistribusikan tablet besi untuk remaja putri, WUS, ibu melahirkan, penyuluhan anemia, pendataan ibu hamil, memantau tablet besi yang sudah didistribusikan.

Anemia is less favorable for the mother and baby. Research using cross-sectional design, conducted in April-May 2011 at the Puskesmas Sei Apung Asahan District, sampled 80 pregnant women. Collecting data using questionnaires, questionnaire and measurement of hemoglobin levels. Univariate and bivariate analysis, using Chi- Square test. Incidence of maternal anemia 70%. There is a significant relationship between family income, gestational age, gestational age at K1, heme iron consumption patterns of pregnant women with anemia. Suggested complete inspection instruments hemoglobin, hemoglobin monitoring the implementation of the examination, distribute iron tablets to adolescent girls, WUS, maternal, counseling anemia, pregnant women data collection, monitoring the iron tablets that have been distributed."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>