Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Aprilya Utami
"Lapangan RR merupakan lapangan minyak yang baru diakuisisi oleh Indonesia yang terletak di Cekungan Sumatera Tengah. Sebagai cadangan energi baru Lapangan RR diharuskan untuk mempercepat investasinya dalam menjaga dan meningkatkan produksi. Dengan menggunakan metode volumetrik, total OOIP adalah 118,51 MMSTB yang dihitung berdasarkan tiap lapisan dalam struktur lapangan RR, dan total produksi minyak hingga 2019 adalah 31,10 MMSTB dengan nilai RF sebesar 27,20%. Dari hasil analisis yang telah dilakukan hingga tahun 2029, total sisa cadangan di lapangan RR adalah 1207,83 MSTB, dan total EUR adalah 3,2 MMSTB. Lapisan dengan nilai sisa cadangan terbesar terdapat pada lapisan MN4850 sebesar 285,24 MSTB dengan nilai EUR terbesar sebesar 9,7 MMSTB. Lapisan dengan nilai sisa cadangan terkecil terdapat pada lapisan BN4610 dengan nilai 51,8 MSTB dengan nilai EUR terkecil sebesar 0,5 MMSTB. Dari hasil decline curve, dilakukan peramalan produksi pada 5 skenario yang telah dibuat. Pemilihan skenario kelima yaitu Base Case (BC) + Work Over (WO) + penambahan 21 sumur (infill well) + injeksi 2 (Convert to Injector (CTI) + 5 sumur inj baru) merupakan skenario terbaik yang dapat dipilih karena memiliki tambahan nilai recovery factor sebesar 11,5% dari initial recovery factor 26,3% menjadi 37,8%, serta peningkatan produksi sebesar 13,56 MMSTB menjadi 44,76 MMSTB.

The RR field is an oil field recently acquired by Indonesia in the Central Sumatra Basin. As a new energy reserve, the RR Field is required to accelerate its investment in maintaining and increasing production. Using the volumetric method, the total OOIP is 118.51 MMSTB which is calculated based on each layer in the RR field structure, and total oil production until 2019 is 31.10 MMSTB with a RF value of 27.20%. From the analysis results that have been carried out until 2029, the total remaining reserves are 1207.83 MSTB, and the total EUR is 3.2 MMSTB. The layer with the largest remaining reserve value is the MN4850 layer of 285.24 MSTB, with the largest EUR value of 9.7 MMSTB. The layer with the smallest remaining reserve value is found in the BN4610 layer, with a value of 51.8 MSTB and the smallest EUR value of 0.5 MMSTB. From the decline curve analysis results, production forecasting is carried out on the 5 scenarios that have been made. Selection of the fifth scenario, namely Base Case (BC) + Work Over (WO) + 21 infill well + injection 2 (Convert to Injector (CTI) + 5 new injection wells), is the best scenario that can be selected because it has an additional recovery value factor of 11,5% from the initial recovery factor 26,3% to 37.8%, and an increase in production of 13,56 MMSTB to 44,76 MMSTB."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aji Purnomo
"Meningkatnya kebutuhan energi nasional masih menjadi permasalahan dengan didominasi oleh energi fosil sebesar 90,7%. Lapangan AP merupakan lapangan minyak dan Gas yang berada di Utara Jawa Barat. Sejak tahun 2016 tidak memiliki kegiatan pengeboran sumur baru sehingga produksi terus menurun. Optimasi dilakukan dengan memanfaatkan lean gas pengolahan gas bumi sebagai pengumpan pada 5 sumur sembur buatan tipe gas lift. Simulasi kelayakan ekonomi menggunakan 4 alternatif skenario yaitu, skenario 1, Gas lift menggunakan kompresor kepemilikan dengan gas terproduksi yang disirkulasikan kembali di unit pengolahan gas; skenario 2, Gas lift menggunakan kompresor secara kepemilikan dengan gas terproduksi langsung yang dialirkan ke konsumen; skenario 3, Gas lift dengan menggunakan kompresor secara sewa dengan gas terproduksi yang di sirkulasikan kembali ke unit pengolahan gas; skenario 4, Gas lift menggunakan kompresor secara sewa dengan gas terproduksi langsung dialirkan ke konsumen. Evaluasi teknis dilakukan dengan menggunakan simulasi perangkat lunak antara lain PIPESIM 2021 dan UNISIM R390.1, sedangkan analisa kelayakan ekonomi dilakukan dengan metode Levelized Cost. Skenario terbaik berdasarkan pertimbangan nilai Cummulative Cash Flow serta NPV, IRR dan Payback Period adalah Skenario 4 yang memberikan Cummulative Cash Flow sebesar IDR 519.117.184.085, NPV IDR 249.981.597.550, IRR 109,54% dan Payback Period selama satu tahun empat bulan.

The increase in national energy demand is still a problem, with fossil energy being dominated by 90.7%. The AP field is an oil and gas field in North West Java. Since 2016 there have been no new well-drilling activities, so production has declined. Optimization is done by utilizing natural gas processing lean gas as a feeder for five gas lift-type artificial wells. The economic feasibility simulation uses four alternative scenarios. Namely, in Scenario 1, Gas lift uses a proprietary compressor with produced gas which is recirculated in the gas processing unit; in Scenario 2, Gas Lift uses a proprietary compressor with produced gas delivered directly to consumers; Scenario 3, Gas lift uses a compressor on a lease basis with produced gas recirculated to the gas processing unit; Scenario 4 Gas Lift uses a compressor on a lease basis with produced gas flowing directly to consumers. Technical evaluation is carried out using software simulations, including PIPESIM 2021 and UNISIM R390.1, while an economic feasibility analysis is carried out using the Levelized Cost method. The best scenario based on cumulative cash flow and NPV, IRR and payback period is Scenario 4, which gives a cumulative cash flow of IDR 519,117,184,085, NPV of IDR 249,981,597,550, IRR of 109.54% and a payback period of 1 year and four months."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Nur Agus Cahyana
"Potensi penurunan produksi pada lapangan gas ditandai dengan penurunan tekanan secara alamiah yang merupakan indikator dari lapangan yang sudah tua (mature), seperti yang dialami oleh Lapangan Gas KB sehingga perlu dilakukan optimasi produksi untuk menyesuaikan dan memberikan strategi manajemen reservoir gas agar produksi gas dapat berkesinambungan sampai akhir kontrak wilayah kerja Blok Sengkang. Optimasi produksi yang akan dilakukan adalah pemasangan jenis gas compressors berbasis tekanan yang ditentukan untuk mencari skenario terbaik pengembangan lapangan gas yang dievaluasi teknis dengan analisis sistem produksi, sehingga skenario yang terpilih diharapkan memberikan kemampuan penyaluran gas kepada pembeli secara berkelanjutan. Diharapkan skenario optimasi produksi tersebut mampu mencegah potensi kerugian yang akan datang pada perusahaan guna mempertahankan volume penyerahan gas yang sesuai dengan kontrak demi menjaga pendapatan perusahaan.

A potential decline in production at gas fields marked with a pressure drop naturally which is an indicator of the field are mature, as experienced by the KB Gas Field that needs to be optimized in production to adjust and provide the strategies of gas reservoir management so that gas production can be sustainable until the work area contract of Sengkang Block end. Production Optimization that will be applied is the gas compressors installation based on pressure is determined to find the best scenario of gas field development which is evaluated by the production systems analysis so that the chosen scenario is expected to provide a gas supply ability to buyers in a sustainable manner. A scenario of production optimization is expected to be able to prevent the potential losses that will come in the company to maintain the gas delivery volume under the contract and also maintain a revenue of the company."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anton Santoso
"Studi ini menyelidiki dampak penggunaan artificial intelligence (AI) dalam meningkatkan strategi Production planning and Inventory Control (PPIC) dalam sistem kilang yang terintegrasi dengan petrokimia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional terhadap perubahan permintaan pasar dan produk akibat meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan. Kami menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan menggunakan simulasi yang didukung oleh metode kualitatif melalui wawancara dengan operator dan manajemen. Kami membandingkan operasi manual konvensional dengan operasi yang didukung oleh artificial intelligence dalam beberapa kasus gangguan operasi praktis yang sulit, seperti keterlambatan pengiriman barang mentah, operasi dengan disparitas hasil yang besar, kerusakan units, dan pengaturan turnaround. Tingkat signifikan dari perbedaan hasil dari operasi tanpa dan menggunakan AI dianalisis dengan menggunakan metode One-way ANOVA atau Man-Whitney U test. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan melalui simulasi yang dilakukan telah terbukti secara signifikan meningkatkan performa operasi dalam hal pengambilan keputusan secara real-time, dalam hal menghilangkan gangguan produksi, meningkatkan alokasi kapasitas, dan mengurangi kesalahan operasional. Artificial intelligence juga membantu mengelola masalah penyimpanan, utilitas, dan proses dengan kemampuan prediktif dan mengambil tindakan korektif yang lebih baik dibandingkan pengoperasian manual. Studi ini menyimpulkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan keberlanjutan jangka panjang dalam integrasi kilang dan petrokimia. Hasil penelitian ini memberikan wawasan praktis mengenai penerapan AI dalam konfigurasi kilang refinery-petrokimia yang dapat menginspirasi perusahaan untuk mengadopsi AI ke dalam sistem mereka.

This study investigates using artificial intelligence (AI) to improve production planning and inventory control (PPIC) strategies in refinery and petrochemical systems. It aims to improve operational flexibility and efficiency relative to market and product demand changes due to increasing environmental concerns. We use a quantitative method by using simulation and supported by qualitative insights thru interview with operators and management . We look at how conventional manual and AI-supported operations perform in different major problems in the integration of refinery and petrochemical operations, like delivery delays on feedstock materials, huge product yield discrepancies, unit failures, and planning for maintenance. The difference significances are justified thru one-way ANOVA or the Man-Whitney U Test. The result shows artificial intelligence in simulations has greatly improved operational performance in term of quick decision-making, prevented interruptions in refinery-petrochemical operations, better allocated capacity, and lowered mistakes in operations. Artificial intelligence also helps manage storage, utilities, and process issues by predicting problems and taking corrective actions that are better than traditional methods. The study concludes that using artificial intelligence improves efficiency, flexibility, and long-term sustainability in the integration of refineries and petrochemicals. The result offers practical perspectives on the implementation of AI in the refinery-petrochemical configuration that can inspire the company to adopt AI into their system."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library