Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 69 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Lembaga Penelitian, Universitas Indonesia, 2000
801.92 PSI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Fadli
"[ABSTRAK
Dalam tulisan ini, penulis akan menganalisa film-film dalam Bourne Trilogy menggunakan konsep Id, Ego, dan Superego dari teori Psikoanalisis Freud. Tujuannya adalah untuk memahami perkembangan dari karakter Jason Bourne seiring berjalannya trilogi tersebut dan mengisi celah penilitian akibat sedikitnya penelitian terhadap trilogi ini. Penemuan yang didapat menunjukkan bahwa dalam awal trilogi, Jason Bourne diperlihatkan sebagai seseorang yang sangat dipengaruhi oleh Id, sehingga mau melakukan apa saja demi memenuhi tujuannya. Namun melalui refleksi diri, penyesalan, dan interaksi dengan karakter lainnya, Ego dan Superegonya mulai berkembang. Perkembangan tersebut akhirnya mengubah Bourne menjadi karakter yang berhati-hati dalam bertindak. Perubahan ini menunjukkan berkembangnya karakter Jason Bourne seiring dengan berjalannya Bourne Trilogy.

ABSTRACT
In this paper, the author will analyze the Bourne Trilogy movies by using the concept of Id, Ego, and Superego from Freud?s Psychoanalysis. The goal is to understand the development of Jason Bourne Character over the course of the trilogy and to fill in the research gap since only a few research has been done on this trilogy. The findings show that at the beginning of the trilogy, Jason Bourne is shown to be a highly Id driven person, willing to do anything to complete his goals. However, through reflections and regrets, and interactions with other characters, his Ego and Superego started to grow. The growing Ego and Superego eventually turns Bourne into a more careful and calculating character. This changes show how Jason Bourne character develops over the course of the Bourne Trilogy., In this paper, the author will analyze the Bourne Trilogy movies by using the concept of Id, Ego, and Superego from Freud’s Psychoanalysis. The goal is to understand the development of Jason Bourne Character over the course of the trilogy and to fill in the research gap since only a few research has been done on this trilogy. The findings show that at the beginning of the trilogy, Jason Bourne is shown to be a highly Id driven person, willing to do anything to complete his goals. However, through reflections and regrets, and interactions with other characters, his Ego and Superego started to grow. The growing Ego and Superego eventually turns Bourne into a more careful and calculating character. This changes show how Jason Bourne character develops over the course of the Bourne Trilogy.]"
2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Reny Budilestari
"ABSTRAK
Novel Sutan Baginda karya Shahnon Ahmad ini ternyata mengandung unsur psikoanalisis milik Sigmund Freud. Dalam novel ini diangkat kehidupan manusia moderen yang terlibat dalam masalah kejiwaan (psikis). Shahnon menyelesaikan permasalahan dalam novel ini dengan cukup tragis. Kegelisahan jiwa Sutan Baginda begitu tidak dapat dilihat dari pandangan orang-orang yang mencintainya. Tokon ini di sebut pandai berbohong membuat pembacanya menjadi gemas. Cerita dalam novel ini berkembang melalui pikiran, tanggapan dan perasaan tokohnya yang diungkapkan dengan menggunakan teori psikoanalisis. Shahnon memang unggul dalam teknik membuat citraan dalam penokohan. Teknik kejiwaan Sutan Baginda disajikan oleh Shahnon dengan baik.

"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1996
S11265
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dede Rahmat Hidayat
Bogor: Ghalia Indonesia, 2011
158 DED t (1);158 DED t (2)
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Eagle, Morris N.
New York : McGraw-Hill, 1984
150.195 EAG r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Freud, Anna
New York : International Universities Press, 1965
618.928.9 FRE n
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dieter Lohmar
"In this context, the status of psychoanalysis as a science of human experience is discussed, approached on the ‘first person’ basis of a phenomenological understanding of subjective experience. In such approaches, phenomena like incorporation, phantasy, emotion and the unconscious are discussed afresh. These topics, important for modern phenomenology as well as for psychoanalysis, are examined in the context of the constitution of the human person as well as of our intersubjective world. The analyses are also interdisciplinary, making use of connections with modern medicine, psychiatry and psychotherapy. The systematic investigations are enriched by historical analysis and research in the internal development of the disciplines involved.
"
Dordrecht, Netherlands: Springer Science, 2012
e20400052
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Zizek, Slavoz
"What do we know about Hegel? What do we know about Marx? What do we know about democracy and totalitarianism? Communism and psychoanalysis? What do we know that isn't a platitude that we've heard a thousand times or a self-satisfied certainty? Through his brilliant reading of Hegel, Slavoj Zizek,one of the most provocative and widely-read thinkers of our time, upends our traditional understanding, dynamites every cliché and undermines every conviction in order to clear the ground for new ways of answering these questions. When Lacan described Hegel as the most sublime hysteric, he was referring to the way that the hysteric asks questions because he experiences his own desire as if it were the Other's desire. In the dialectical process, the question asked of the Other is resolved through a reflexive turn in which the question begins to function as its own answer. We had made Hegel into the theorist of abstraction and reaction, but by reading Hegel with Lacan, Zizek unveils a Hegel of the concrete and of revolution, his own, and the one to come."
Cambridge: Polity, 2014
193 ZIZ m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Deshtareyta Nur Aulia Haq
"Penelitian ini mengkaji kondisi psikis tokoh Koplak dalam novel Koplak karya Oka Rusmini. Kondisi psikis tokoh utama ditafsirkan dapat mengisyaratkan tanda-tanda semiotika yang mengonstruksi potret satire dalam novel. Oka Rusmini sebagai pengarang seakan-akan mewakilkan pikiran dan perasaan beberapa individu yang dirasa relevan dengan tokoh utama dalam novelnya tersebut. Relevansi tersebut dapat dinilai dari cara adaptasi tokoh utama atas segala kemajuan dan perubahan yang terjadi di dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk meneliti kondisi psikis tokoh utama dan potret satire yang terkandung dalam novel. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa konflik batin dan kontemplasi yang sering kali dilakukan tokoh Koplak menggambarkan kondisi psikis dirinya. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa kondisi id, ego, dan super ego tokoh Koplak menghasilkan tanda-tanda semiotika yang mengonstruksi beragamnya potret satire di dalam novel.

This research examines the psychological condition of the character Koplak in the novel Koplak by Oka Rusmini. The psychological condition of the main character is interpreted to signify semiotic signs that construct a satirical portrait in the novel. Oka Rusmini, as the author, seems to represent the thoughts and feelings of several individuals that are deemed relevant to the main character in the novel. The relevance can be assessed through the main character's adaptation to all the progress and changes happening in the world. The method used in this research is qualitative research with a descriptive approach. The descriptive approach is employed to investigate the psychological condition of the main character and the satirical portrait contained in the novel. The results of this research explain that the internal conflicts and contemplation frequently performed by the character Koplak depict his psychological condition. Furthermore, this research also demonstrates that the id, ego, and super ego of the character Koplak generate semiotic signs that construct a diverse range of satirical portraits within the novel.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khairani Fitri Kananda
"Kisah Nyai Dasima dalam Yjerita Njai Dasima karya G. Francis dirombak ulang oleh S.M. Ardan dalarn buku berjudul Nyai Dasima, sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonial. Teori Psikoanalisis Lacan digunakan untuk menganalisis fenomena pembentukan subjek melalui tubuh Nyai Dasima dengan menyingkap ruang ketaksadaran dan mekanisme-mekanisme yang bekerja di dalamnya. Wacana resistensi Nyai Dasima dalam Nyai Dasima melahirkan subjek yang gegar akibat peran kolonial sebagai pemegang kendali tatanan simbolik. Kolonial sekaligus berperan dalam mengatur hasrat subj ek dalam otoritas etis. Otoritas inilah yang mengatur subj ek pribumi yang lebih dulu “terintimidasi” oleh superioritas kolonial sebelum akhirnya wacana resistensi nyai muncul sebagai “suara perlawanan” dari jeratan kolonial. Akan tetapi, kegegaran adalah hal yang abadi dalam diri subjek sehingga dekolonialisasi menjadi sebuah ilusi yang menciptakan lubang inferioritas yang berkepanjangan."
Serang: Kantor Bahasa Banten, 2023
400 BEBASAN 10:1 (2023)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7   >>