Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jaka Fiton
"ABSTRAK
Pada tahun 2007, moderenisasi hukum di Indonesia telah mengintrodusir lembaga-lembaga hukum baru, dengan melalui pembaharuan peraturan perundang-undangan, diantaranya adalah Undang-Undang; Perseroan Terbatas, Penanaman Modal dan Energi. Titik persilangan atau persinggungan antara ketiga undang-undang tersebut adalah tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan perseroan. Tanggungjawab merupakan rasionalisasi dari hak dan kewajiban atas pendiri, organ perseroan dan pemegang saham yang diatur di dalam UU Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar, dan Peraturan Perundang-Undangan yang menentukan maksud dan tujuan serta kegiatan usahanya. Selain itu hukum juga menentukan pedoman yang menuntun sekaligus membatasi bagi perseroan terbatas untuk tidak boleh melanggar ketertiban umum, dan atau kesusilaan, asas itikad baik, asas kepantasan, asas kepatutan dan prinsip tata kelola perseroan yang baik (good corporate governance). Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing (P.T. P.M.A.) berbidang Usaha Energi, penentu pertanggungjawaban-nya terhadap sosial dan lingkungan di Indonesia, dapat ditarik berdasarkan logika hukum saham dan perjanjian atau kontrak, juga kaidah-kaidah, asas-asas dan lembaga-lembaga serta proses-proses yang mewujudkan kenyataan hukum dari berdirinya sampai dengan matinya suatu badan hukum, sebagai suatu personalisasi hukum (subyek hukum artifisial), dengan menggunakan pisau bedah sebagai alat dan sarana analisisnya adalah hukum perdata internasional Indonesia. Tesis ini menggunakan metodologi penelitian hukum normatif, dengan ruang lingkupnya hukum perdata internasional Indonesia, perseron terbatas, penanaman modal asing, dan sumberdaya alam secara umumnya dan spesifiknya energi, adapun alat pengumpulan datanya yaitu studi dokumen atau bahan pustaka, kemudian pengolahan, analisa dan konstruksi data dilakukan secara kualitatif dan atau kuantitatif, sesuai tipologi yang dipilih yaitu preskriptif-eksplanatoris dalam rangka problem identification, penelitian ini dilakukan terhadap taraf sinkronisasi vertikal dan horizontal, asas-asas hukum dan sejarah hukum. Yurisdiksi dan kompetensi hukum dan forum Indonesia merupakan indikator kedaulatan negara Indonesia terhadap sejumlah problematika yang tak terelakkan lagi pasti bermunculan ketika amanat perundangan berkonsekuensi sanksi menginginkan pelaksanaan tanggung jawab lingkungan dan sosial perusahaan ini dilaksanakan.

ABSTRACT
In the year 2007, the modernization of law in Indonesia, have introduce contemporary legal institutions, through revitalization of law and regulation, such as the law of Limited Liability Corporation, Foreign Investment and Energy. The cross cutting or contiguity issues between these rules, is environmental and social responsibility of limited liability corporation. The responsibility represent rationalization of rights and obligations of founder, organ of limited liability corporation and share holders that set up by the law of limited liability corporation, corporation statue, related law and regulation, which determining purposes and objectives and also its business activity. Besides that, laws also determine guidance and at the same time bound to corporation not to intrude public order and or morals, principles of; good faith, proper, appropriate, and good corporate governance. Limited Liability Foreign Investment Corporation (P.T. P.M.A) in the field of business of energy, its responsibility to social and environment in Indonesia, determined by logic of the law of share and agreement or contract, also by rules, principles, institutions and process which carry out the law in reality since it's establishment to the fall of legal entity as a personalization of law (artificial subject of law), by using Indonesia international private law as a tool and media of analysis scalpel. The Thesis using research of normative law, with the scope of Indonesia's international law, limited liability corporation, foreign investment, and natural resources, specify is energy, for the tool of data collector is document study or library, then processing, analyzing, and construing the data conducted by qualitative and or qualities, stipulated by typology that chose which are prescriptive - explanatory in problem identification, the research conducted on synchronized level vertically and horizontally, law principles and law chronicle. Indonesia jurisdiction's and competency's of law and forum represent indicator Indonesia sovereignty to a number of unavoidable problems which would rise when commendation of law in Indonesia that consequential of punishment for implementation of corporate social and environmental responsibility."
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2009
T37158
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nanda Septianingtyas
"Penguasaan hak milik atas tanah oleh warga negara asing melalui perjanjian nominee yang digunakan sebagai modal dalam pendirian PT. PMA seharusnya tidak dilakukan. Hal ini disebabkan perjanjian nominee melanggar ketentuan UUPA mengenai subjek yang dapat memiliki hak milik atas tanah. Penelitian ini membahas keabsahan penguasaan tanah hak milik oleh ST (WNA) melalui perjanjian nominee yang digunakan sebagai setoran modal dalam pendirian PT. PMA berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor 173/Pid.B/Pn Mtr dan upaya yang dapat dilakukan oleh ST (WNA) untuk dapat memperoleh hak atas tanah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Metode penelitian ini adalah doktrinal, menggunakan tipologi penelitian eksplanatoris-analisis problem solution, menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Pengolahan data secara kualitatif dan teknik pengumpulan data diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keabsahan penguasaan tanah hak milik oleh ST (WNA) melalui perjanjian nominee yang digunakan sebagai setoran modal dalam pendirian PT. PMA berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Mataram Nomor 173/Pid.B/Pn Mtr adalah tidak sah. Berdasarkan ketentuan UUPA penguasaan tanah dengan status hak milik antara subjek dan objeknya harus sesuai. ST sebagai WNA yang ingin menggunakan tanah sebagai setoran modal hanya bisa menggunakan hak pakai dan upaya yang dapat dilakukan oleh ST (WNA) untuk dapat memperoleh hak atas tanah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, upaya pertama dengan cara AA melakukan hibah kepada ST. Sebelum melakukan hibah, tanah dengan status hak milik tersebut harus diturunkan terlebih dahulu haknya menjadi hak pakai. Upaya kedua dengan cara AA melakukan pelepasan tanah hak milik, nantinya tanah tersebut menjadi tanah negara dan ST dapat mengajukan hak pakai atas tanah tersebut. Upaya ketiga dengan cara AA menyewakan tanahnya kepada ST.

The acquisition of land ownership rights by foreign nationals through nominee agreements used as capital in the establishment of PT. PMA should not be done. This is because nominee agreements violate the provisions of the UUPA regarding the subjects that can own property rights to land. This research discusses the validity of ST's (foreigner) possession of freehold land through a nominee agreement used as a capital deposit in the establishment of PT PMA based on Mataram District Court Decision Number 173/Pid.B/Pn Mtr and efforts that can be made by ST (foreigner) to obtain land rights in accordance with the provisions of applicable law in Indonesia. This research method is doctrinal, using problem-solution explanatory-analytical research typology, using secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Qualitative data processing and data collection techniques are obtained from literature studies. The results of the study show that the validity of the control of freehold land by ST (foreigner) through a nominee agreement used as a capital deposit in the establishment of PT PMA based on the Mataram District Court Decision Number 173/Pid.B/Pn Mtr is invalid. Based on the provisions of the UUPA, land tenure with the status of property rights between the subject and the object must be appropriate. ST as a foreigner who wants to use the land as a capital deposit can only use the right of use and efforts that can be made by ST (foreigner) to be able to obtain land rights in accordance with applicable legal provisions in Indonesia, the first effort is by AA making a grant to ST. Before making a grant, the land with the status of property rights must first be reduced to the right of use. The second attempt is by AA releasing the freehold land, later the land becomes state land and ST can apply for the right to use the land. The third way is by AA leasing the land to ST."
Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library