Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 359 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Abstrak Metode Response Surface terdiri dari pemodelan statistik dan optomisasi motode response surface umumnya digunakan untuk mengoptimalkan suatu proses atau respon . Proses (respon) tersebut dipengaruhi oleh beberapa variabel input (faktor) untuk menentukan variabel -variabel input yang mempengaruhi respon, ..."
Universitas Indonesia, 2003
S27381
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aulia Abdurafiud
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26424
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
New York: Routledge, 2012
371.58 CYB
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Nugroho Danu Tri Subroto
"Latar Belakang: Angka prevalensi GSA semakin meningkat dan kekhawatiran orang tua tentang kondisi anaknya, mendorong dilakukannya skrining deteksi dini GSA. Beberapa tanda untuk deteksi dini GSA yaitu 1) respon terhadap godaan, 2) respon ketika dipanggil dan 3) respon terhadap penghambatan. Terdapat tanda lain yang dapat digunakan sebagai deteksi dini GSA, yaitu respon colek. Tujuan: Mengetahui seberapa besar nilai diagnostik respon colek dalam mendeteksi GSA pada anak usia 18 bulan - 4 tahun dengan keterlambatan bicara. Metode:Studi potong lintang dilakukan terhadap subyek berusia 18 bulan - 4 tahun dengan keterlambatan bicara. Pada subyek diberikan rangsangan colek, godaan saat bermain, dipanggil namanya saat bermain dan penghambatan saat bermain (dengan tangan) kemudian dinilai respon subyek terhadap pemberi respon. Subyek kemudian dikelompokkan menjadi 2 kelompok, GSA dan bukan GSA berdasarkan kriteria DSM-5. Hasil:Dibandingkan ketiga respon lain, respon colek memiliki spesifitas paling tinggi (93%) dengan sensitivitas 75% dalam mendeteksi GSA. Bila ke 4 pemeriksaan uji diagnostik digabungkan, dengan hasil tes negatif menandakan tidak adanya respon terhadap pemeriksaan, maka akan didapatkan nilai spesifisitas sangat tinggi (100%) dengan sensitivitas 42%. Simpulan: Dibandingkan ketiga pemeriksaan yang sudah ada, respon colek memiliki spesifisitas paling tinggi dalam menyingkirkan GSA pada anak dengan keterlambatan bicara.
Background: ASD prevalence are increasing and parents' concerns about their child's condition, encourage early detection by screening of ASD. Several signs for early detection of ASD: 1) teasing response, 2) calling response, 3) blocking response. There are other signs can be used as early detection of ASD, which is a poke response. Objective:To know the diagnostic value of poke response in detecting ASD in children aged 18 months - 4 years with speech delay. Methods:A cross-sectional study was conducted on subjects aged 18 months - 4 years with speech delay. The subjects given poke stimulation, teasing when playing, called by name and inhibition when playing then assessed the subject's responses. The subjects were grouped into 2 groups, ASD and not ASD based on DSM-5. Results:Compared to the other 3 responses, poke response had the highest specificity (93%) with 75% sensitivity in detecting ASD. If all 4 diagnostic test examinations are combined, with a negative test result indicating no response to the examination, a very high specificity (100%) with a sensitivity of 42% will be obtained. Conclusion:Compared the others, the poke response has the highest specificity to rule out ASD in children with speech delay."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Giga Kurnia
"ABSTRAK
Krisis merupakan kejadian yang tidak diharapkan yang dapat menjadi titik penentuan perusahaan untuk menjadi lebih baik atau lebih buruk. Ada banyak perusahaan yang gagal menangani krisis, namun ada pula yang berhasil, salah satunya Pizza Hut Indonesia dalam kasus dugaan penggunaan bahan makanan kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan mengetahui respons krisis yang dilakukan Pizza Hut Indonesia sehingga dapat menjadi referensi dalam penanganan krisis serupa. Konsep yang digunakan untuk menganalisis respons krisis perusahan tersebut adalah konsep dan strategi respons krisis rumusan Coombs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tersebuttidak digunakan sepenuhnya namun krisis berhasil ditangani karena perusahaan telah memiliki reputasi yang baik sebelumnya.

ABSTRACT
Crisis is an unexpected event that can be corporate turning point to become better or worse. There are many failed examples of crisis handling but so are the succeed ones. One of the succeed ones is Pizza Hut Indonesia in handling allegation of using expired ingredients. This research purpose is to find the crisis response of Pizza Hut Indonesia in order to become a reference for others in handling similar crisis. The concept that used in this research is the concept and strategy of crisis respons developed by Coombs. Research finding shows that the concept was being used entirely but the crisis could successly handled because of corporate rsquo s good reputation before the crisis happened. "
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Pirages, Dennis C.
New York: The Viking Press, 1974
309.173 PIR a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Pohan, Herdiman Theodorus
"Sepsis adalah kondisi klinis yang disebabkan oleh respon imun pejamu terhadap infeksi atau stimulus lain yang ditandai oleh inflamasi sistemik. Respon klinis pada sepsis dapat bervariasi tergantung dari tahap kompensasi atau dekompensasi, proses inflamasi dan kondisi pejamu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai peran dari parameter (klinis, biokimia, hematologi, analisis gas darah dan koagulasi) dalam menunjang diagnosis sepsis. Dilakukan penelitian dengan disain potong lintang di unit rawat inap Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, antara bulan Pebruari hingga Juli 2002. Empat puluh dua pasien memenuhi kriteria sepsis, sepsis berat dan renjatan septik. Dikumpulkan data klinis, sampel darah untuk pemeriksaan hematologi, biokimia, analisis gas darah dan koagulasi. Empat puluh dua subyek berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan usia antara 19 hingga 78 tahun. Sebelas subyek memenuhi kriteria sepsis awal, 20 sepsis berat dan 11 renjatan septik. Pemeriksaan klinis menunjukkan Glasgow coma scale menurun secara bermakna pada sepsis berat dan renjatan septik. Denyut jantung, frekuensi nafas dan suhu tubuh meningkat pada semua kelompok. Pada sebagian besar subyek hemoglobin kurang dari 10 g/dl dan hematokrit kurang dari 30%. Hitung lekosit meningkat pada lebih dari 80% subyek dengan jumlah lebih dari 15.000/mm3. Hitung trombosit menurun (kurang dari 50.000/mm3) terutama pada renjatan septik. Kreatinin serum meningkat (> 2 mg/dl) secara bermakna pada sepsis berat dan renjatan septik. Albumin menurun, LDH dan prokalsitonin meningkat. Analisis gas darah menunjukkan: pH dan HCO3 menurun terutama pada renjatan septik; PO2 menurun pada sepsis berat dan renjatan septik; dan PCO2 kurang dari 32 mmHg pada semua kelompok. Pemeriksaan koagulasi menunjukkan fibrinogen menurun secara bermakna pada renjatan septik, PT dan APTT memanjang pada sepsis berat dan renjatan septik lebih dari 18.8 dan 48 detik. D-dimer juga pada umumnya meningkat pada semua kelompok. Disimpulkan bahwa pemeriksaan klinis termasuk tingkat kesadaran, denyut jantung, tekanan arteri rata-rata, suhu dan frekuensi nafas, serta tambahan pemeriksaan laboratorium termasuk hematologi, biokimia, analisis gas darah dan koagulasi dapat digunakan sebagai parameter dalam mendiagnosis sepsis. Beberapa parameter yaitu tingkat kesadaran, kreatinin serum, hemoglobin, hitung trombosit dan fibrinogen dapat membedakan darajat sepsis. (Med J Indones 2004; 14: 26-32)

Sepsis is a spectrum of clinical conditions caused by the host immune response to infection or other inflammatory stimuli characterized by systemic inflammation. Clinical response to sepsis could be varies according to compensate or decompensate state, inflammatory process and host condition. Aims of this study is to assess the role of some parameters (clinical and biochemical, hematology, arterial blood gas analysis and coagulation) in supporting the diagnosis of sepsis. A cross-sectional study was performed in the Internal Medicine Inpatient Unit of Dr. Cipto Mangunkusumo National General Hospital, Jakarta, from February to July 2002. Forty-two patients who fulfilled the criteria of sepsis, severe sepsis, and septic shock were enrolled in this study. Clinical details and blood specimens for hematological, biochemical, arterial blood gas analysis and coagulation were collected. There were 42 subjects who participated in the study, aged from 19 to 78 years old. Eleven subjects fulfilled the criteria for early sepsis, 20 severe sepsis and 11 septic shock. Clinical examination showed that the Glasgow coma scale (GCS) was significantly reduced in severe sepsis and septic shock. Heart rate, respiration rate and body temperature were increased in all groups. Hemoglobin levels mostly below 10 g/dl and hematocrite levels below 30 %. The leucocyte counts were increased in more than 80%, mostly above 15.000/mm3. The platelet count were low (below 50.000/mm3) especially in septic shock. The serum creatinine were significantly increased (>2 mg/dl) in severe sepsis and septic shock. Albumin was decreased, lactate dehydrogenase/LDH and procalcitonin were increased. The arterial blood gas analysis showed that: pH and HCO3 were decreased especially in septic shock; the PO2 was lower in severe sepsis and septic shock; and PCO2 was below 32 mmHg in all groups. Coagulation examinations showed that fibrinogen was significantly decreased in septic shock; PT and APTT were prolong in severe sepsis and septic shock more than 18.8 and 48 seconds respectively. The d-dimer was also increased mostly in all groups. In conclusions that clinical examinations include level of consciousness, heart rate, mean arterial pressure, temperature and respiration rate and additional laboratory examinations include hamatological, biochemical, blood gas analysis and coagulation examinations can be used as parameters in diagnosis of sepsis. Some parameters include level of consciousness (Glasgow coma scale), serum creatinine, hemoglobin, platelet count and fibrinogen can differ sepsis according to severity. (Med J Indones 2004; 14: 26-32)"
Medical Journal of Indonesia, 2005
MJIN-14-1-JanMar2005-26
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Laila Mustikaningrum
"Tesis ini menganalisa upaya Pemkab Bekasi dalam merespons dan menindaklanjuti kebijakan nasional tentang pemulihan korban KDRT (UU No. 23/2004, PP No. 4/2006 serta PERMEN PP No. 01/VI/2007). Topik ini dipilih karena tingginya kasus KTP termasuk KDRT di Kabupaten Bekasi, sementara perhatian Pemkab dalam menangani kasus ini sangat rendah, karena ada kecenderungan pembangunan prasarana fisik lebih diutamakan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif perempuan dalam melihat kesungguhan Pemkab Bekasi terhadap upaya pemulihan korban KDRT. Subjek penelitian melibatkan staf instansi penyelenggara pemulihan dan korban KDRT dengan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam.
Penelitian ini menganalisa tiga hal: pertama, kebijakan nasional pemulihan korban KDRT; kedua, realitas kekerasan terhadap perempuan, termasuk KDRT di Kabupaten Bekasi. Dan ketiga, upaya Pemkab Bekasi dalam mengimplementasikan kebijakan pemulihan korban KDRT yang dilihat dalam program kerja dan anggaran daerah.
Kesimpulan dari penelitian ini: pertama, Pemkab Bekasi belum menindaklanjuti kebijakan nasional pemulihan korban KDRT, meskipun kasus KTP/KDRT tinggi jumlahnya; Kedua, kekerasan masih dianggap wajar sehingga upaya pemulihan bukan prioritas, tidak terlihat dalam program kerja dan anggaran daerah. Dan Ketiga, patriarki masih mendominasi sistem pemerintahan dan kemasyarakatan di Kabupaten Bekasi, hal ini terlihat dari ketidakpedulian masyarakat dan Pemkab dalam melakukan upaya pencegahan dan pemulihan korban KDRT.

This thesis analyses the attempts of Kabupaten Bekasi?government in responding and implementation of Act No 23/2004, Government Regulation No. 4/2006 and Ministerial Decree No. 01/VI2007. This topic is selected because the high numbers of domestic violence survivors in Kabupaten Bekasi, while awareness and concern of the government and personnel on this issues are very low, its cause of the trend towards infrastructure development more priority. This research conducted by involving institutions related to recover program mentioned in the regulations such as Pemda Kabupaten, Dinas Kesehatan, Polres, and Dinas Social and so on. In order to get balance data, survivors were also interviewed.
This study is using qualitative method by exploring women?s perspective to get deep understanding in the way Kabupaten Bekasi?s responses and implements national policy to recover domestic violence survivors.
This study analyzed at least three main problems: first, the content, structure and operational guidelines of policies related to survivors recovery program for domestic violence (UU No. 23/2004, PP No. 4/2006 and Permen PP No. 01/Permen PP/VI/2007); second, type, motives, how, targets of violence against women in Kabupaten Bekasi includes domestic violence; and third, oversee the responses of Kabupaten towards national policy in providing recovery program for domestic violence survivors. This can be analyzed in how this government making priority for programs and budgets.
This research concluded: firs 23/2004, Government Regulation No. 4/2006 and Ministerial Decree No. 01/VI2007, even when the number of violence tends to increase; second, the domestic violence or violence towards women considered is natural that?s way recovery program isn?t priority; and third, Patriarchy is still dominated in government and social system in Kabupaten Bekasi, it?s showed in paid attention from government and society toward prevention and recovery for domestic violence survivors."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T25466
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Satrio Baskoro Yudhoatmoko
"Computer Adaptive Test merupakan suatu metoda baru dalam penyajian pertanyaan ujian. Metoda penyajian pertanyaan dilakukan secara adaptif sesuai tingkat kemampuan masing-masing peserta ujian. Tujuan dari metoda ini adalah untuk menunjukkan tingkat kemampuan peserta dalam suatu pelajaran. Teori yang biasa digunakan untuk membangun computer adaptive test adalah item response theory (IRT). IRT mempunyai model-model yang dapat digunakan. Ada tiga model yang digunakan dalam ujian yang dinilai secara biner, nilai 0 untuk jawaban salah dan nilai 1 untuk jawaban benar. Tiga parameter tersebut adalah one-parameter model atau Rasch model, two-parameter model dan three-parameter model. Fokus tugas akhir ini adalah pada three-parameter model.
Pada tugas akhir ini dilakukan eksperimen kepada three-parameter model. Ada dua eksperimen yang dilakukan pada tugas akhir ini. Eksperimen pertama adalah eksperimen yang bertujuan untuk menganalisa karakteristik perilaku model ini. Eksperimen pertama diberi tiga kondisi, yaitu (1) parameter guessing diberi nilai 0 semua, (2) parameter guessing diberi nilai yang bervariasi, dan (3) parameter guessing diberi nilai 0.35 semua. Eksperimen kedua adalah membandingkan three-parameter model dengan two-parameter model. Eksperimen two-parameter model yang digunakan sebagai pembanding adalah hasil dari tugas akhir Inge Evita Putri [12].
Hasil dari eksperimen pertama menyimpulkan bahwa ujian dengan nilai parameter guessing sama dengan nol atau mendekati nol cenderung memberikan nilai standard error yang lebih kecil daripada ujian dengan nilai parameter guessing sama dengan 0.35. Kecilnya nilai standard error ini menandakan bahwa perkiraan tingkat kemampuan yang diukur semakin dekat dengan tingkat kemampuan yang sesungguhnya. Pada eksperimen kedua disimpulkan bahwa three-parameter model lebih baik dari two-parameter model. Kesimpulan ini diambil berdasarkan nilai standard error yang dihasilkan dalam eksperimen. Eksperimen three-parameter model mampu menghasilkan nilai standard error yang lebih kecil dari yang dihasilkan pada eksperimen two-parameter model. Kemudian, eksperimen threeparameter model mampu mencapai batas bawah nilai standard error yang digunakan pada two-parameter model dengan lebih cepat. Oleh karena itu disimpulkan bahwa three-parameter model lebih baik dari two-parameter model."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The recent proliferation of free trade agreements (FTAs) in Asia has created a need for a policy response to the RoO labyrinth. The RoO regimes of the ASEAN - China and ASEAN - Korea free trade agreements are described, analyzed and assessed against some best practices...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>