Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Melvill Mesakh Kadakolo
"Saat ini perusahaan industri migas masih melakukan kegiatan eksplorasi, ekstrasi, produksi dan transportasi yang melibatkan pekerjaan pipa penyalur gas bawah laut. Tetapi untuk mendapatkan infrastruktur yang berkelanjutan, perlu dilakukan identifikasi risiko terhap risiko-risiko teknis yang dapat mempengaruhi proses instalasi pipa penyalur bawah laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko teknis yang mempengaruhi kinerja biaya. Metode yang digunakan dalam penelitian bersifat kualitatif dan kuantitatif untuk menunjukan adanya korelasi dari faktor risiko teknis terhadap kinerja biaya. Penelitian ini berhasil menemukan dua belas faktor risiko teknis pada pembangunan pipa penyalur bawah laut menggunakan metode instalasi S-Lay. Diantaranya mulai dari risiko terkait keterlambatan (overtime and overcost), rework pekerjaan, sampai kepada kerusakkan terkait sumber daya proyek. Sehingga penelitian ini berkontribusi bagi para praktisi untuk memberikan rekomendasi dalam pelaksanaan metode instalasi pipa gas bawah laut untuk memitigasi risiko. Selain itu, secara akademik penelitian ini mengkaji secara rinci mulai dari proses mengidentifikasi, menganalisis, hingga memberikan klastarisasi tingkat risiko teknis.

Currently, oil and gas industry companies still carry out exploration, extraction, production and transportation activities involving subsea gas pipeline work. But to get a sustainable infrastructure, it is necessary to identify the risks of technical risks that can affect the installation process of subsea pipelines. This research aims to analyze technical risk factors that affect cost performance. The methods used in the research are qualitative and quantitative to show the correlation of technical risk factors to cost performance. The study found twelve technical risk factors in the construction of subsea pipelines using the S-Lay installation method. These range from risks related to delays (overtime and overcost), rework, to damage related to project resources. Therefore, this research contributes to practitioners to provide recommendations for the implementation of the subsea gas pipeline installation method to mitigate risks. In addition, academically, this research examines in detail starting from the process of identifying, analyzing, to providing a technical risk level classification."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurma Ainni
"Peningkatan tren teknologi saat ini meningkatkan adanya kebutuhan akan upaya-upaya untuk meminimalisir kegagalan proyek teknologi informasi (TI). Proyek TI kini termasuk dalam salah satu proyek dengan risiko yang tinggi sebagai akibat dari semakin meningkatnya kompleksitas serta kebutuhan bisnis. Maka dari itu, untuk memitigasi risiko yang ada, organisasi atau perusahaan membutuhkan tim yang memadai untuk menghadapi serangkaian risiko tersebut agar terhindar dari proyek yang bermasalah maupun gagal. Penelitian ini diinisiasi untuk dapat memberikan solusi bagi masalah tersebut dengan mengetahui komposisi nilai budaya tim yang paling mungkin memitigasi risiko teknis pada proyek TI, dengan mengukur pada tingkatan individual. Berdasarkan teori dari para ahli dan praktisi nilai budaya dan TI, diyakini bahwa tim yang memiliki proporsi pada komposisi nilai budaya tertentu akan mampu meningkatkan kinerja tim proyek TI melalui proses mitigasi risiko proyek sebagai mediator dan risiko persyaratan dan kompleksitas dari risiko teknis menjadi moderator. Penelitian ini menggunakan studi lapangan dengan survei 212 pekerja dari berbagai negara dan perusahaan TI. Hasil penelitian mengungkapkan tiga hasil utama, yaitu; proses mitigasi risiko proyek TI mampu memengaruhi kinerja proyek tim TI (1), risiko persyaratan dan kompleksitas memoderasi hubungan proses mitigasi risiko proyek TI dan kinerja tim proyek TI (2) dan proses mitigasi risiko proyek TI memediasi pengaruh komposisi nilai budaya tim terhadap kinerja tim proyek TI dalam kondisi yang berbeda-beda (3).

The increasing trend of technology nowadays increases the necessity of efforts to minimize the discouraged failure of IT project. IT projects are now included in one of the higher risk projects as a result of the increasing business complexity and requirements. Therefore, to mitigate existing risks, an organization or company needs an adequate team to deal with those risks. This research was initiated to provide a solution to this problem by determine the composition of team culture values that are most likely to mitigate technical risks in IT projects, by measuring it at an individual level. Build upon the theory discovered by IT experts and practitioners, it is believed that a team that has a proportion in the composition of certain cultural values will be able to increase team project performance by risk mitigation process as mediator, and technical risk such as requirements and complexity risk as moderator. This research involved 212 respondents by field study conducted on various countries and IT companies. The research revealed three main results: project risk mitigation process influenced IT project team performance (1), requirements and complexity risks moderate the relationship between of risk mitigation process and IT project team performance (2) and project risk mitigation process mediated the influence of team cultural value composition and IT project team performance."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library