Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Maryani
"Salah satu strategi pembangunan wilayah ialah memperkuat keterikatan pedesaan dan perkotaan untuk membangun kekuatan ekonomi lokal kedua kawasan. Kerikatan pedesaan dan perkotaan ditandai dengan adanya arus orang, barang, uang, tekhnologi, pengetahuan dan informasi antar kedua kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterikatan pedesaan dan perkotaan di Kota Pagar Alam melalui pendekatan LQ local quetient dan arus komoditas antar kawasan. Untuk mengetahui basis ekonomi dianalisis dengan pendekatan LQ dan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi arus antara kawasan rural dan urban.Analisis basis ekonomi menunjukkan komoditas teh dan kopi merupakan basis ekonomi yang menggerakkan arus barang dan orang baik itu dalam wilayah, maupun keluar wilayah Kota Pagar Alam.
Arus tersebut dianalis melalui distribusi tenaga kerja, rantai pengolahan produk product chain dan distribusi komoditas hingga kekonsumen. Di bandingkan dengan arus dalam wilayah Kota Pagar Alam, arus keluar wilayah lebih besar. Kawasan urban menjadi pusat pengolahan dan distribusi komoditas dalam berbagai bentuk dan kegiatan, sedangkan kawasan rural sebatas memproduksi komoditas yang menyebabkan arus balik ke kawasan rural masih sangat sedikit. Peningkatan infrastruktur dan pengembangan kawasan rural menjadi agrowisata dapat menjadi strategi dalam meningkatkan arus balik ke kawasan rural. Kebijakan pemerintah dalam menetapkan wilayah strategis pertumbuhan ekonomi belum memperhatikan peluang komoditas untuk menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Selain itu pemerintah perlu memperhatikan potensi wilayah strategis pertumbuhan ekonomi dalam aglomerasi kegiatan produksi komoditas.
One of the regional development strategies is to strengthen the rural and urban linkages to build the local economic power of the two regions. Rural and urban linkages s characterized by the flow of people, goods, money, technology, knowledge and information between the two areas. This study aims to see rural and urban linkages in Pagar Alam through LQ approach local quetient and commodity flow between regions. To find out the economic basis is analyzed by LQ approach and in depth interviews to identify current between rural and urban areas.The analysis of economic base shows tea and coffee commodities is the economic base that drives the flow of goods and good people in the region, as well as out of Pagar Alam. These currents are analyzed through the distribution of labor, product chain and commodity distribution to consume. In comparison with the current in the area of Pagar Alam, the outflow of the region is greater. Urban area becomes the center of processing and distribution of commodities in various forms and activities, while the rural area is limited to produce commodities that cause the flow back to the rural area is still very little. Increasing infrastructure and development of rural areas into agro tourism can be a strategy in increasing the flow back to rural areas. Government policy in determining the strategic area of economic growth has not considered the commodity opportunity to be a catalyst for economic growth. In addition, the government needs to consider the potential of strategic areas of economic growth in the agglomeration of commodity production activities."
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Nieza Zahra Kamila
"Reklamasi tak kunjung terwujud, sistem ‘Gali Lobang Tutup Lobang’ menjadi alternatif utama pada pasca-pertambangan pasir di Desa Mekarwaru. Setidaknya bagi beberapa lahan yang ‘beruntung’, dengan kemampuan adaptasinya, masyarakat setempat dapat memanfaatkan lahan bekas tambang dengan berbagai macam cara untuk bertahan hidup. Sementara pada area yang tidak beruntung, ini kemudian akan menjadi beban lingkungan, baik secara lingkungan fisik, sosial-budaya dan ekonomi. Menghadapi perusahaan tambang yang tidak bertanggungjawab, pemerintah pusat dan daerah yang kurang peduli, serta warga setempat yang kurang mendukung, Desa Mekarwaru mau tidak mau harus ikut bermain dalam pusaran negosiasi di seputar kegiatan pertambangan. Tulisan ini berfokus pada hubungan desa-kota yang dimanifestasikan melalui pertemuan mereka pada flow of nature serta membongkar bagaimana relasi tersebut berlanjut dalam konteks kegiatan pertambangan yang kemudian mengungkap perjumpaan lain pada flow of ideas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara mendalam dan studi literatur.
Reclamation never takes place, the 'Gali Lobang Tutup Lobang' system became the major alternative for sand post-mining in Desa Mekarwaru. At least for some 'fortunate' lands, with the locals' adaptability, they will use the ex-mining lands in various ways to survive. Meanwhile, in inopportune areas, it will then become a burden on the environment, physically, socio-culturally and economically. In order to face irresponsible mining companies, laid-back central and local governments, uncooperative local residents, Desa Mekarwaru inevitably have to play in the vortex of negotiations around mining activities. This paper focuses on the rural-urban relationship that is manifested through their encounter on the ‘flow of nature’ and uncovers how these relations continue in the context of mining activities which then revealed the other encounter on the ‘flow of ideas’. The research method used in this study was participant observation, in-depth interviews, and literature study."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library